MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 16 Februari 2018 07:10
Darah Utusan Dinasti Yuan
PENGHORMATAN: Para penyumbang pembangunan Thian Gie Kiong, termasuk donatur setiap renovasi, terukir namanya dalam prasasti yang ditempatkan dalam ruang utama kelenteng. (SAIPUL ANWAR/KP)

PROKAL.CO, MASUKNYA etnis Tionghoa ke Samarinda diperkirakan turut terjadi pada masa Dinasti Yuan (1279-1294). Pada masa kepemimpinan Kubilai Khan tersebut, invasi ke negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara dilancarkan oleh pasukannya. Invasi ke Jawa pada akhir 1292 berujung tersebarnya kelompok tersebut ke Bumi Etam.

Dalam riwayat sejarah, tertangkapnya Raja Jayakatwang dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mendirikan Kerajaan Majapahit. Pasukan Mongol yang semula bersekutu, berbalik jadi objek serangan dan diusir dari tanah Jawa. Konon, serangan tersebut membuat utusan Kublai Khan terdesak hingga ke Jahitan Layar atau Kutai Lama.

"Tentara Kublai Khan kalah dan terus terdesak hingga terus masuk ke Mahakam. Di situ ditandai tersimpannya barang-barang mereka di Gunung Kongbeng,” ulas Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Kaltim Robin Jonathan, Kamis (15/2).

Dari pelarian tersebut, pasukan Mongol berbaur dengan masyarakat setempat. Faktor itu pula yang, menurutnya, menyisakan banyak kesamaan antara suku Dayak dengan Tionghoa. Mulai kemiripan fisik hingga adat istiadat.

“Dari situ ada yang sampai ke Samarinda dan membaur dengan penduduk lainnya,” tambah dosen Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda tersebut.

Pada periode tersebut, Kota Tepian didominasi penduduk etnis Bugis. Maka mengemuka lah komitmen antara kedua etnis tersebut. Sementara kelompok Bugis bermukim di kawasan Samarinda Seberang, etnis Tionghoa di kawasan pelabuhan. “Kemudian berkembanglah masyarakat Tionghoa di Samarinda,” tambahnya.

Migrasi etnis Tionghoa tersebut berdatangan sejak saat itu. Antara abad 17–18, Tan Djit Peng membawa orang-orang Yong Chun ke Samarinda untuk berdagang. Pada masa yang berdekatan, Lo Apu mengangkut ribuan orang dari Guang Dong untuk bekerja menambang batu bara.

Kedatangan Tan Djit Pheng diikuti berdirinya beberapa badan usaha di Samarinda. Bisnis dijalankan oleh anak-anaknya mulai usaha perkapalan, pegadaian, hingga perdagangan. Sedangkan Lo Apu, berkat kedekatannya dengan Sultan Kutai Kartanegara, kebagian tugas mengelola konsesi batu bara. Hasil dari pertambangan tersebut wajib diberikan sebagian kepada kesultanan secara berkala.

Lebih jauh, Robin menjelaskan status Tan Djit Pheng sebagai buyutnya, tak lain ayah dari Tan Keng Lian, kakeknya. Kehadiran buyutnya dan Lo Apu tersebut, berperan terhadap berdirinya Kelenteng Thian Gie Kiong pada 1903. Oey Khoey Gwan (Oey Tjhing Tjwan) yang namanya tertulis sebagai pendiri, disebut bertugas sebagai kepala kerja pembangunan tempat ibadah tradisional Tionghoa saat itu.

“Pembangunan tersebut dilakukan lewat dana patungan warga Tionghoa. Semua penyumbang tercatat di prasasti dalam kelenteng itu,” imbuh pria 67 tahun tersebut. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 08 Juni 2018 09:09

Menggantung Asa di Program Pusat

GAP antara si kaya raya dan miskin papa masih terbentang lebar. Kesenjangannya tak hanya tentang pendapatan,…

Jumat, 08 Juni 2018 09:05

Teliti Developer sebelum Membeli Rumah

NEGARA mengatur rakyatnya memiliki hak terhadap papan yang memadai, sebagaimana tertulis dalam UUD 1945.…

Jumat, 08 Juni 2018 09:03

TAK MUDAH..!! Rumah yang Bisa Dikredit dengan Harga Bersahabat

SEPTIANI (23), kini berumah tangga dengan Ivandi (23). Tidak hanya berdua, mereka kini memiliki putri…

Jumat, 08 Juni 2018 09:01

Warga Susah dapat Rumah, Reduksi dengan DP Nol Persen

MENDIRIKAN jutaan unit hunian tak serta-merta mengurangi kesenjangan kepemilikan rumah. Warga tetap…

Senin, 04 Juni 2018 22:00

Siraman Rohani untuk Generasi Menunduk

CATATAN: M RIDHUAN SAYA termasuk generasi menunduk. Pada zaman digital saat ini, khususnya pekerja media,…

Senin, 04 Juni 2018 21:10

DAI, DEMI PAMRIH KEPADA ILAHI

Tak ada kata istirahat dalam dakwah. Islam menyebar lewat perjuangan, yang kini dilanjutkan para dai.…

Senin, 04 Juni 2018 21:02

Jatuh Bangun Empat Dekade

SIANG itu, meski matahari sedang terik-teriknya, Hasyim masih saja sibuk dengan cangkul, kapak, serta…

Senin, 04 Juni 2018 08:37

Menyesuaikan Gaya, Menyentuh Anak Muda

MUHAMMADIYAH salah satu organisasi Islam Tanah Air yang punya peran besar dalam menyebarkan dakwah.…

Senin, 04 Juni 2018 08:30

Santun Jadi Modal Utama

DALAM memberikan nasihat dakwah, yang pertama adalah dengan hikmah. Ini prinsip pertama yang hendaknya…

Senin, 04 Juni 2018 08:24

“Siapa Pun Harus Bisa Menikmati Dakwah”

EKSISTENSI Hidayatullah sudah hampir lima dekade. Tak hanya di Balikpapan, pondok pesantren yang didirikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .