MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 16 Februari 2018 06:56
"Kita Satu DNA"
Pandita Hendri Suwito

PROKAL.CO, TAHUN Baru Imlek yang jatuh hari ini membawa sejuta harap. Pandita Hendri Suwito dari Buddhist Center Samarinda berbagi pandangannya seputar Imlek. Dia berbicara mengenai harapan dan fenomena intoleransi yang kembali ramai di Indonesia. Berikut petikan wawancaranya.

Apa momentum Tahun Baru Imlek 2018 ini?

Imlek kali ini jatuh pada 2569 atau 2018 Masehi. Dalam setiap perayaan Imlek, banyak harapan digantungkan. Kami ingin menyebarkan optimisme. Menyampaikan hikmah Imlek bagi kita saat ini adalah membangun semangat optimisme. Membangun semangat keyakinan bersama bahwa melewati pergantian tahun ini, harusnya kita semua, selain introspeksi diri, mampu terus berkarya. Terus bekerja secara nyata dan tulus untuk masyarakat bangsa negara.

Setelah tahun berganti, apa harapan tahun ini?

Kita sudah menyaksikan bersama, banyak kejadian yang menyita perhatian sepanjang 2017. Kita semua harusnya sama-sama sepakat bahwa 2018 ini, segala perbedaan pandangan dalam berbagai kehidupan bermasyarakat, sekarang waktunya untuk optimistis. Itu dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Yakin dan percayalah bahwa ke depan akan lebih baik. Tahun lalu sudah berlalu, buka tahun yang akan datang dengan harapan baru. Dengan tugas yang tentunya akan lebih baik.

Apa tantangan terbesar pada tahun baru ini?

Tantangan terbesar bangsa Indonesia adalah membangun sinergi seluruh pemangku kepentingan. Siapa pun, tanpa terkecuali. Bangun bangsa Indonesia ini. Satu abad (setelah merdeka), bangsa kita mau dibawa ke mana? Pernah tidak bersama ikut memikirkan nasib satu abad mendatang? Pada 2045 tidak lama lagi kita songsong. Kita sebagai generasi yang meneruskan, mau bawa ke mana negeri ini? Sebuah kapal besar yang namanya Indonesia ini? Tentu mau dibawa kepada kesejahteraan, keadilan, kemakmuran, dan kebahagiaan. Membawa sukacita di tengah masyarakat. Itu tujuan kita hidup bermasyarakat. Siapa pun dia.

Sudahkah kita berada di kapal yang menuju ke arah itu?

Kita harus siap. Tidak siap pun harus siap. Bukan waktunya pesimistis. Harus optimistis. Bukan waktunya lagi menghujat. Hari ini kita harus mendukung segala yang baik, yang positif. Itu tugas kita bersama. Siapa pun warga negara.

Realita sekarang sedang tidak kondusif. Baru-baru ini fenomena intoleransi ramai kembali…

Segala berita di media sosial, masyarakat harus hati-hati. Harus bijak. Saya boleh katakan, kita harus punya gerakan tahan jempol. Kenapa demikian? Pertama, kita tidak melihat langsung fenomena saat pertemuan demi pertemuan atau proses saat itu terjadi. Kedua, kita tak terlibat langsung di sana. Kita hanya melihat melalui kiriman tayangan pendek. Kita semua tidak tahu yang sebenarnya di sana. Mari kita yakin dan percaya kepada aparat penegak hukum. Kita serahkan bahwa aparat penegak hukum siap menghadapi segala ancaman. Apalagi ini terkait disintegrasi bangsa.

Kepada masyarakat luas, harus bijak menggunakan media sosial. Kita jangan jadi bagian yang membuat masyarakat tidak percaya, menjadi pesimistis. Menjadi tidak punya keyakinan lagi. Tak punya harapan lagi. Kita jangan melihat itu.

Memang, ini satu bentuk keprihatinan kita bersama. Tugas kita sebagai orang beriman saat ini adalah berdoa. Berdoa yang terbaik untuk bangsa. Yang terbaik untuk kerukunan yang kita rajut terus-menerus. Pada dasarnya, kita satu DNA. Kita punya sejuta perbedaan tapi kita juga punya sejuta persamaan. Dan DNA manusia 99 persen rindu akan kedamaian, rindu akan keharmonisan, rindu akan kasih sayang. Rindu cinta kasih. Kita semua rindu hal-hal yang baik. Kita harus yakin. Proses intoleransi yang saat ini terjadi dan berkembang, harus cepat-cepat kita padamkan. Itu tugas kita bersama. Dimulai dari diri sendiri. Dari keluarga kita. Mulai lingkungan kita. Kita harus menggelorakan dan jadi agen perubahan.

Bagaimana sebaiknya masyarakat menyikapi setiap informasi yang beredar?

Karakter. Kita harus punya karakter kuat. Kita jangan lupa kita punya satu karakter yang kuat. Dari dalam diri kita yang punya karakter kuat ini. Kita harus punya kejujuran, harus punya integritas. Jujur kepada diri sendiri dulu. Kita disiplin terhadap diri sendiri dulu, sehingga dengan kedisiplinan itu, kejujuran itu, kita bisa memilah. Kita diberi kebijaksanaan. Mana yang baik untuk kita, mana tak baik untuk kita dan filter-nya ada dalam diri kita sendiri. Sekali lagi, karakter. Kalau sudah punya karakter, kita jadi pribadi yang baik dan bermanfaat untuk banyak orang. Saya yakin itu.

Apa makna utama Imlek dari kacamata Anda?

Setiap hari sebenarnya adalah Imlek. Apa makna Imlek yang paling utama? Memberikan dorongan semangat keyakinan agar hari ini harus bisa lebih baik dari hari kemarin. Esok harus bisa lebih baik dari hari ini. Esensi Imlek itu sederhana.

Semua harapan yang digantungkan dalam perayaan Imlek, sejahteralah kamu, sehat badanmu, keluarga rukun harmonis, berlimpah semua karya dunia dan karya spiritualmu, itu semua doa. Doa yang positif dan itu harus kita lakukan setiap hari. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 08 Juni 2018 09:09

Menggantung Asa di Program Pusat

GAP antara si kaya raya dan miskin papa masih terbentang lebar. Kesenjangannya tak hanya tentang pendapatan,…

Jumat, 08 Juni 2018 09:05

Teliti Developer sebelum Membeli Rumah

NEGARA mengatur rakyatnya memiliki hak terhadap papan yang memadai, sebagaimana tertulis dalam UUD 1945.…

Jumat, 08 Juni 2018 09:03

TAK MUDAH..!! Rumah yang Bisa Dikredit dengan Harga Bersahabat

SEPTIANI (23), kini berumah tangga dengan Ivandi (23). Tidak hanya berdua, mereka kini memiliki putri…

Jumat, 08 Juni 2018 09:01

Warga Susah dapat Rumah, Reduksi dengan DP Nol Persen

MENDIRIKAN jutaan unit hunian tak serta-merta mengurangi kesenjangan kepemilikan rumah. Warga tetap…

Senin, 04 Juni 2018 22:00

Siraman Rohani untuk Generasi Menunduk

CATATAN: M RIDHUAN SAYA termasuk generasi menunduk. Pada zaman digital saat ini, khususnya pekerja media,…

Senin, 04 Juni 2018 21:10

DAI, DEMI PAMRIH KEPADA ILAHI

Tak ada kata istirahat dalam dakwah. Islam menyebar lewat perjuangan, yang kini dilanjutkan para dai.…

Senin, 04 Juni 2018 21:02

Jatuh Bangun Empat Dekade

SIANG itu, meski matahari sedang terik-teriknya, Hasyim masih saja sibuk dengan cangkul, kapak, serta…

Senin, 04 Juni 2018 08:37

Menyesuaikan Gaya, Menyentuh Anak Muda

MUHAMMADIYAH salah satu organisasi Islam Tanah Air yang punya peran besar dalam menyebarkan dakwah.…

Senin, 04 Juni 2018 08:30

Santun Jadi Modal Utama

DALAM memberikan nasihat dakwah, yang pertama adalah dengan hikmah. Ini prinsip pertama yang hendaknya…

Senin, 04 Juni 2018 08:24

“Siapa Pun Harus Bisa Menikmati Dakwah”

EKSISTENSI Hidayatullah sudah hampir lima dekade. Tak hanya di Balikpapan, pondok pesantren yang didirikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .