MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 15 Februari 2018 22:46
LIHAT NIH..!! Anak Punk Ditangkapi Satpol PP
HANYA SINGGAH: Para pemuda punk yang terjaring saat menjalani pembinaan di Kantor Satpol PP PPU, kemarin. RIKIP/KP

PROKAL.CO, PENAJAM – Tujuh belas pemuda punk dijaring personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Penajam Paser Utara (PPU). Mereka ditangkap saat berkerumun di dekat eks SMP PGRI PPU, Jalan Provinsi Kilometer 18, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Rabu (14/2) pagi. Tiga di antaranya diamankan pihak kepolisian, lantaran membawa zat psikotropika. Yakni pil koplo, lexotan, dan zenith.

Muhtar, kepala Seksi Operasional Satpol PP PPU, yang menerima laporan warga, lantas mengumpulkan personel untuk melakukan penertiban. Sedikitnya ada 15 personel penegak peraturan daerah (perda) yang diturunkan untuk menjaring para pemuda yang berasal dari luar PPU tersebut. Dan sekira pukul 10.40 Wita, Satpol PP berhasil menjaring semua pemuda punk yang berkerumun di sana.

“Ada tiga orang yang kami tangkap duluan. Sisanya lari ke sawah. Tapi setelah itu, semuanya bisa kami amankan. Untuk dibawa ke Kantor Satpol PP (di Stadion Panglima Sentik),” cerita Muhtar kemarin.

Dari pendataan, 12 pemuda punk tersebut berasal dari Kalimantan Selatan (Kalsel). Tujuh di antaranya terdaftar sebagai warga Kota Banjarmasin, lalu empat lainnya berasal dari Kabupaten Tabalong. Dan seorang lagi dari Martapura. Sisanya, dua, berasal dari Kabupaten Rembang (Jawa Tengah), dua berasal dari Palangkaraya (Kalteng), dan satu dari Lamongan (Jawa Timur).

Para pemuda punk ini menumpang truk dari Banjarmasin. Dan tiba di PPU pada Selasa (14/2) malam. “Mereka cuma transit di sini. Karena niat mereka sebenarnya ingin menghadiri konser musik di Kampus Unmul (Universitas Mulawarman) Samarinda, hari Minggu (18/2) nanti,” tutur dia.  Menurut Muhtar, eks SMP PGRI juga diduga menjadi tempat berkumpul para anak punk yang singgah di Kabupaten PPU. Pasalnya, Satpol PP sudah tiga kali menangkap kerumunan anak punk di lokasi tersebut. Dan terakhir, ada laporan masyarakat bahwa para anak punk itu, sering buang air besar di sembarang tempat.

Sehingga menimbulkan bau tidak sedap di sekitaran lokasi tempat mereka berkumpul. “Apalagi saya sering ketemu kalau malam di warung sekitar situ. Baru saya duduk mau pesan makanan, mereka datang ngamen. Ganggu, bikin orang enggak tenang. Dan ada beberapa yang makan enggak bayar,” jelas dia.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan belasan butir pil koplo, lexotan, dan zenith yang disembunyikan di celana dalam. Ada empat pemuda punk yang membawa zat psikotropika dan diamankan pihak kepolisian. Mereka adalah M Ridha Akbar (20), Hafid Ansori (18), Nurprannor (18), dan Solihin (17). Semuanya merupakan warga Banjarmasin. Barang yang dilarang itu, aku Hafid, dibelinya saat berada di Banjarmasin. “Saya beli 100 butir sama teman. Buat diminum ramai-ramai. Sekarang tinggal sedikit,” ucap dia sebelum digelandang ke Mapolres PPU.

Tujuannya membawa zat psikotropika tersebut, untuk menjaga stamina saat berada di perjalanan. Apalagi harus menempuh jarak ratusan kilometer. “Supaya enggak capek. Makanya saya bawa sangu obat itu,” katanya. Saat diamankan di Kantor Satpol PP PPU, yang saat ini menumpang di Stadion Panglima Sentik, Jalan Provinsi Kilometer 9, Kelurahan Nipahnipah, Kecamatan Penajam, mereka disuruh menyanyikan lagu kebangsaan  Indonesia Raya, Padamu Negeri, dan Garuda Pancasila secara bersama-sama. Setelah itu, mereka disuruh melafalkan isi Pancasila. Yang tidak mampu melafalkan lima sila Pancasila, diganjar hukuman push-up 20 kali. Setelah dilakukan pembinaan, para pemuda punk itu akan diantar menuju Pelabuhan Penajam agar meninggalkan PPU. “Karena mereka hanya singgah saja di sini,” imbuh Muhtar. (*/kip/iza/k9)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 08:15

Datangkan Lima Kontainer Bibit Singkong

SENDAWAR – Pembukaan tanaman singkong mulai diwujudkan. Bibit singkong yang dikemas lima kontainer…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:56

TK2D Perlu Perda Status Huku

SANGATTA–Honorer alias tenaga kerja kontrak daerah (TK2D) di Kutim belum surut permasalahannya.…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:53

Sebut Kebijakan Bupati Disalahgunakan

SANGATTA–Pemkab Kutai Timur yang telanjur terlilit utang dengan pihak ketiga, terus dikejar-kejar…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:51

Cemburu Membara, Pisau Bicara

BONTANG–Pisau dapur mendarat di perut KD. Perempuan 40 tahun itu terlibat cekcok dengan RS (45).…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:48

Minta Lelang Proyek Dievaluasi

BONTANG–Lelang proyek pembangunan rumah ibadah dinilai harus dievaluasi ulang. Pasalnya, DPRD…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:47

Pemilik Sabu 1 Kilogram Masuk DPO

TANJUNG REDEB–Pengungkapan kasus sabu-sabu seberat 1 kilogram di Jalan Bulungan, RT 4, Kampung…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:46

Musnahkan Barang Bukti 20 Tersangka

TANJUNG REDEB–Barang bukti kasus narkotika jenis sabu-sabu dimusnahkan di Mapolres Berau, kemarin.…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:43

Desa Melintang Tak Lagi “Water World”

Euforia kebahagiaan warga Desa Melintang di Kecamatan Muara Wis, Kukar, tak lagi mampu dibendung. Suka…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:06

Berstatus Mandiri, Mahulu Terus Berbenah

UJOH BILANG–Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) merupakan daerah otonomi baru (DOB) yang dibentuk berdasarkan…

Kamis, 18 Oktober 2018 07:31

Empat Pasar Rakyat Rampung

PENAJAM – Pembangunan sejumlah pasar rakyat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bakal rampung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .