MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 15 Februari 2018 22:45
Anggaran Mencekik, Kelola Sampah Makin Sulit
BUTUH KESADARAN DAN ANGGARAN: Penanganan sampah masih menjadi tugas berat pemerintah, banyak titik seperti di aliran drainase yang sulit diangkat jika tanpa alat berat. Naib/kp

PROKAL.CO, TANA PASER – Program nasional yang mengusung tiga bulan bersih sampah (TBBS) dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 2018, terhitung sejak 21 Januari hingga 21 April 2018, tampaknya sulit terwujud di Bumi Daya Taka. Ini lantaran pengelolaan yang tak pernah baik.

Meski ada petugas kebersihan kota dan tempat pembuangan sementara (TPS) yang setiap hari bekerja, produksi sampah rumah tangga dan maupun perkantoran khusus di ibu kota Tana Paser saja volumenya cukup tinggi. Belum dari kecamatan lain. “Besaran produksi sampah tidak seiring dengan peningkatan sarana dan prasarana penanganannya. Penanganan dan pengurangan sampah pun belum menjadi prioritas pembangunan sektor sanitasi daerah,” ujar Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser Romif Erwinadi belum lama ini.

Setiap tahunnya, sejak 2011, jelas Romif, volume sampah di Paser terus meningkat. Angkanya yakni 1, 7 liter atau 0,5 kilogram per jiwa untuk sehari. Peningkatan besaran produksi sampah permukiman tidak berbanding lurus dengan penyediaan infrastruktur. Persentase sampah terkelola hingga akhir 2017 sebesar 31.98 persen dengan rasio pelayanan sebesar 38.37 persen per 1.000 jiwa.

Selama 2017, sampah yang dapat direduksi hanya sekitar 283,79 ton atau 2,10 persen dari total sampah yang tertangani. Sedangkan program nasional pengurangan sampah saat ini, minimal 30 persen pada 2025. “Paradigma masyarakat yang masih beranggapan bahwa sampah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan kewajiban masyarakat cukup dengan membayar iuran retribusi yang telah ditetapkan. Inisiasi penanganan dan pengurangan sampah di sumber berbasis masyarakat perlu dikembangkan,” sebutnya.

Sementara Lurah Tanah Grogot M Yatiman mengakui, sulitnya menggerakkan masyarakat agar mau peduli terhadap lingkungan. Salah satunya memulai kembali budaya gotong royong. Komunikasi di tingkat RT kepada masyarakat menjadi salah satu penyebab. Padahal saat beberapa kali kelurahan mengajak gotong royong, antusias masyarakat cukup besar.

“Apalagi saat para pejabat dan armada yang bisa diturunkan. Karena masyarakat sangat senang bila ada pendampingan dari pemerintah. Di samping itu, banyak titik sampah di parit, khususnya yang sulit diangkat jika hanya menggunakan tangan kosong,” jelas Yatiman.

Selain itu, para pelaku usaha yang berjualan di pinggir jalan, kata Yatiman, sering kali tidak perduli terhadap paritnya. Sehingga menyebabkan kebuntuan saluran menuju hilir. Dia menginginkan ada teguran keras dari instansi terkait agar para pelaku usaha tersebut bisa peduli terhadap lingkungannya. “Jika memang sudah ditegur masih tidak ada efeknya, cabut izin usahanya kalau perlu,” pungkasnya. (*/jib/iza/k9)

 


BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 12:55

Pulau Kumala Masih Favorit

TENGGARONG – Di tengah sejumlah kritik terhadap pengelolaan sektor pariwisata di Kukar, animo…

Selasa, 19 Juni 2018 12:54

Satu Warga PPU Tewas Tenggelam

TANA PASER – Di momen hari libur ketiga Lebaran Idulfitri, Minggu (17/6), Kabupaten Paser dihebohkan…

Selasa, 19 Juni 2018 11:11

OPD Tak Serius Ikuti Instruksi Bupati

TANA PASER – Penerimaan zakat, infak, dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Paser…

Selasa, 19 Juni 2018 10:58

Targetkan 22 Ribu Pengunjung Selama Libur Lebaran

PENAJAM – Libur Lebaran yang relatif panjang membuat Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten…

Selasa, 19 Juni 2018 10:45

DPKPP Harus Tambah Armada

BONTANG – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Bontang Bidang Pertamanan…

Selasa, 19 Juni 2018 10:41

Imbauan soal Sampah Diabaikan Warga

SANGATTA – Masyarakat Kutai Timur sempat diimbau agar tidak membuang sampah pada hari pertama…

Selasa, 19 Juni 2018 08:19

DPKPP Harus Tambah Armada

BONTANG – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Bontang Bidang Pertamanan…

Selasa, 19 Juni 2018 08:14

Imbauan soal Sampah Diabaikan Warga

SANGATTA – Masyarakat Kutai Timur sempat diimbau agar tidak membuang sampah pada hari pertama…

Selasa, 19 Juni 2018 08:10

ABK Kelotok Terlibat Curanmor

ANGGANA – Baru sehari menikmati sepeda motor curian, Aidil (23), pendatang asal Pulau Sulawesi…

Selasa, 19 Juni 2018 08:07

Pemkab Minta Dukungan Masyarakat

SENDAWAR – Membangun Kutai Barat (Kubar), pemerintah memerlukan banyak sumbangsih masyarakat.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .