MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 14 Februari 2018 09:28
Proyek Semu Dua Juta Sapi
BISNIS MENGGIURKAN: Sapi-sapi kurban di wilayah Balikpapan. Bisnis daging sapi masih menguntungkan para tengkulak ketimbang peternak. (FOTO ILUSTRASI)

PROKAL.CO, PROGRAM dua juta sapi yang dicanangkan Pemprov Kaltim disebut sebagai langkah jitu memupus permainan daging sapi. Sayangnya, proyek prestisius itu masih jauh panggang dari api.

Gubernur Awang Faroek Ishak telah menetapkan program tersebut sejak lima tahun lalu. Pada akhir 2018, capaian yang diharapkan adalah populasi 2 juta sapi di Bumi Etam. Faktanya, sampai 10 bulan jelang tahun berakhir, baru 6,3 persen populasi yang terpenuhi. Jumlah sapi di Kaltim sebanyak 126 ribu ekor yang tersebar di 10 kabupaten/kota.

Pada awalnya, Faroek memulai program tersebut setelah mewujudkan 1 juta hektare kebun sawit pada 2013. Pria 69 tahun itu optimistis, dengan lahan kebun sawit yang sedemikian luas, program 2 juta sapi berakhir manis.

Langkah yang diajukan Gubernur adalah mengintegrasikan sapi dan sawit. Seluas 1,3 juta hektare kebun sawit, tiga sapi diintegrasikan untuk tiap hektarenya. Dari asumsi itu, 2 juta sapi dapat dipenuhi hanya dengan membuka peternakan di 600 ribu hektare kebun, atau tak sampai setengah dari seluruh area perkebunan.

Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya mengatakan, pemerintah telah mengintervensi program itu. Ditemui di kantornya pekan lalu, Dadang membuka dokumen yang memuat progres program 2 juta sapi. Pengembangan bibit sapi potong ditunjang enam sumber dana.

Dalam perjalanan, sebagian besar perusahaan sawit rupanya tak tertarik. Dari 400-an perusahaan, baru empat yang menerapkan integrasi sapi-sawit. Keempatnya adalah PT Indonesia Plantation Synergy, PT Bima Palma Nugraha, PT Fairco Agro Mandiri, dan PT Bona Mitra Multifarm.

“Belum sampai seribu ekor. Setiap perusahaan baru 50–100 sapi,” kata Dadang.

Dinas Peternakan sudah mengupayakan pertemuan antara investor dari luar Kalimantan dan perusahaan sawit. Setelah tiga kali pertemuan, Dadang berkata, “Belum ada yang nyangkut.” Kendala utama adalah lahan untuk peternakan di luar kebun sawit. Masalah bertambah pelik karena kesulitan berkoordinasi dengan perusahaan sawit di Kaltim. "Pemilik kebun tinggal di luar Kaltim," lanjutnya.

Padahal, terang Dadang, sebagian investor telah menyatakan minat dengan investasi yang tak sedikit. Namun, mereka meminta lahan ribuan hektare dalam satu kawasan. Sementara itu, lahan perkebunan tersebar.

Pemprov tidak tinggal diam. Lewat Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 17/2015, integrasi sapi dan sawit diatur. Pergub menyatakan, pemberian izin dan non perizinan perkebunan sawit serta pertambangan harus memenuhi sejumlah syarat. Satu di antaranya, perusahaan berkomitmen mendukung program ketahanan pangan seperti reklamasi untuk tanaman pangan dan sapi.

“Jadi kalau mau izin baru atau memperpanjang izin, harus memenuhi syarat itu. Sekarang sudah terkumpul sekitar 2 ribu ekor dan sedang kami garap tahun ini,” lanjut Dadang. Lebih dari itu, pergub tadi telah dinaikkan statusnya menjadi peraturan daerah. Perda sudah diketuk dan tinggal menunggu nomor registrasi dari Kementerian Dalam Negeri.

Sampai 2017, pemerintah sudah mendatangkan 18.282 sapi potong maupun bibit dari total sasaran 75 ribu ekor. Dua bank diharapkan membantu pencapaian 2 juta sapi di Kaltim. Sistem kredit dengan bunga 9 persen disediakan untuk penggemukan. Bunga setinggi itu disebut tidak membuat petani melirik. "Harusnya ada subsidi," tutup Dadang. (timkp)


BACA JUGA

Selasa, 22 Mei 2018 09:24

Sekwan Mundur karena Tekanan

BALIKPAPAN – Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Balikpapan Purnomo akhirnya bersuara. Dia menyebut,…

Selasa, 22 Mei 2018 09:17

Banjir Cobaan saat Ramadan

SAMARINDA – Banjir terus menjadi momok bagi warga Samarinda. Kemarin (21/5), hujan yang mengguyur…

Selasa, 22 Mei 2018 09:11

BSB Target Layani Mudik Lebaran

SAMARINDA – Peresmian Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto tinggal menunggu…

Selasa, 22 Mei 2018 09:10

Satgas Endus Monopoli Ayam

BALIKPAPAN – Laporan utama Kaltim Post edisi Senin (21/5), terkait melambungnya harga daging ayam…

Selasa, 22 Mei 2018 09:08

Sahur di Udara, Berbuka dengan Tendon di Ginza

LAPORAN DARI TOKYO: FAROQ ZAMZAMI CUACA di Tokyo, Jepang, tahun ini agaknya bersahabat bagi umat muslim…

Senin, 21 Mei 2018 08:49

Irianto: Listrik Adalah Kebutuhan Dasar

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie terus melakukan berbagai upaya untuk percepatan…

Minggu, 20 Mei 2018 13:10

Setelah Homili, Baru Harry Tersenyum

WINDSOR – Anggun dalam balutan gaun pengantin Givenchy rancangan Clare Waight Keller, Meghan Markle…

Minggu, 20 Mei 2018 07:52
Diduga Ada Permainan Distributor, Pemprov Awasi Pemasok

Stok Aman tapi Harga Meroket

SAMARINDA – Pada saat stok aman, justru harga keperluan pokok di Kaltim malah meroket. Celakanya,…

Minggu, 20 Mei 2018 07:47

Kasus Ceceran Minyak di Teluk Balikpapan, Karyawan Pertamina Tersangka

BALIKPAPAN - Tumpahan minyak di Teluk Balikpapan akhir Maret akhirnya menyeret “korban”…

Minggu, 20 Mei 2018 07:42

ATM Kembali Ingkar Janji, Agen Terpaksa Keluarkan Kocek Pribadi hingga Miliaran

BALIKPAPAN - Puluhan calon jamaah umrah PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) berkumpul tadi malam (19/5) sekitar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .