MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 14 Februari 2018 09:28
Proyek Semu Dua Juta Sapi
BISNIS MENGGIURKAN: Sapi-sapi kurban di wilayah Balikpapan. Bisnis daging sapi masih menguntungkan para tengkulak ketimbang peternak. (FOTO ILUSTRASI)

PROKAL.CO, PROGRAM dua juta sapi yang dicanangkan Pemprov Kaltim disebut sebagai langkah jitu memupus permainan daging sapi. Sayangnya, proyek prestisius itu masih jauh panggang dari api.

Gubernur Awang Faroek Ishak telah menetapkan program tersebut sejak lima tahun lalu. Pada akhir 2018, capaian yang diharapkan adalah populasi 2 juta sapi di Bumi Etam. Faktanya, sampai 10 bulan jelang tahun berakhir, baru 6,3 persen populasi yang terpenuhi. Jumlah sapi di Kaltim sebanyak 126 ribu ekor yang tersebar di 10 kabupaten/kota.

Pada awalnya, Faroek memulai program tersebut setelah mewujudkan 1 juta hektare kebun sawit pada 2013. Pria 69 tahun itu optimistis, dengan lahan kebun sawit yang sedemikian luas, program 2 juta sapi berakhir manis.

Langkah yang diajukan Gubernur adalah mengintegrasikan sapi dan sawit. Seluas 1,3 juta hektare kebun sawit, tiga sapi diintegrasikan untuk tiap hektarenya. Dari asumsi itu, 2 juta sapi dapat dipenuhi hanya dengan membuka peternakan di 600 ribu hektare kebun, atau tak sampai setengah dari seluruh area perkebunan.

Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya mengatakan, pemerintah telah mengintervensi program itu. Ditemui di kantornya pekan lalu, Dadang membuka dokumen yang memuat progres program 2 juta sapi. Pengembangan bibit sapi potong ditunjang enam sumber dana.

Dalam perjalanan, sebagian besar perusahaan sawit rupanya tak tertarik. Dari 400-an perusahaan, baru empat yang menerapkan integrasi sapi-sawit. Keempatnya adalah PT Indonesia Plantation Synergy, PT Bima Palma Nugraha, PT Fairco Agro Mandiri, dan PT Bona Mitra Multifarm.

“Belum sampai seribu ekor. Setiap perusahaan baru 50–100 sapi,” kata Dadang.

Dinas Peternakan sudah mengupayakan pertemuan antara investor dari luar Kalimantan dan perusahaan sawit. Setelah tiga kali pertemuan, Dadang berkata, “Belum ada yang nyangkut.” Kendala utama adalah lahan untuk peternakan di luar kebun sawit. Masalah bertambah pelik karena kesulitan berkoordinasi dengan perusahaan sawit di Kaltim. "Pemilik kebun tinggal di luar Kaltim," lanjutnya.

Padahal, terang Dadang, sebagian investor telah menyatakan minat dengan investasi yang tak sedikit. Namun, mereka meminta lahan ribuan hektare dalam satu kawasan. Sementara itu, lahan perkebunan tersebar.

Pemprov tidak tinggal diam. Lewat Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 17/2015, integrasi sapi dan sawit diatur. Pergub menyatakan, pemberian izin dan non perizinan perkebunan sawit serta pertambangan harus memenuhi sejumlah syarat. Satu di antaranya, perusahaan berkomitmen mendukung program ketahanan pangan seperti reklamasi untuk tanaman pangan dan sapi.

“Jadi kalau mau izin baru atau memperpanjang izin, harus memenuhi syarat itu. Sekarang sudah terkumpul sekitar 2 ribu ekor dan sedang kami garap tahun ini,” lanjut Dadang. Lebih dari itu, pergub tadi telah dinaikkan statusnya menjadi peraturan daerah. Perda sudah diketuk dan tinggal menunggu nomor registrasi dari Kementerian Dalam Negeri.

Sampai 2017, pemerintah sudah mendatangkan 18.282 sapi potong maupun bibit dari total sasaran 75 ribu ekor. Dua bank diharapkan membantu pencapaian 2 juta sapi di Kaltim. Sistem kredit dengan bunga 9 persen disediakan untuk penggemukan. Bunga setinggi itu disebut tidak membuat petani melirik. "Harusnya ada subsidi," tutup Dadang. (timkp)


BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 21:14

Pemprov Kelebihan Bayar Rp 48 Miliar di 16 Pekerjaan, Ini Hasil Temuan BPK Lainnya

SAMARINDA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Kaltim melakukan Pemeriksaan…

Senin, 17 Desember 2018 14:15

SAKIT DAPATNYA..!!! 5 Anggota DPRD Diberhentikan dan Menggugat Gubernur, Ini Kata Isran...

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor menilai gugatan terhadap Surat…

Senin, 17 Desember 2018 06:52

Daya Beli Turun, Sektor Retail Kaltim Paling Merasakan

MELANDAINYA Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Kaltim, yang dapat menunjukkan penurunan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:26

Terancam Izinnya Dicabut, 50 Perusahaan di Kariangau Dievaluasi

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim berencana evaluasi sekitar 50 izin…

Minggu, 16 Desember 2018 08:26

Daftar Pemilih Tetap Naik 5,7 Juta

BUTUH 101 hari bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bolak-balik…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:05

Bisakah Tol Balikpapan-Samarinda Dipakai Fungsional Saat Natal?

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda saat ini tengah dalam proses pengerjaan. Tol…

Sabtu, 15 Desember 2018 17:20

DPK Kaltim dan Kaltara di Bank Terkumpul Rp 98,82 Triliun

SAMARINDA - Hasil penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:41

ALHAMDULILLAH..!! Proyek Jalan Menuju Jembatan Pulau Balang Boleh Dilanjutkan

SETELAH mencapai kesepakatan dengan pemilik lahan, Panitia Pengadaan Lahan Pulau…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:30

Tiket Pesawat via APT Pranoto Lebih Mahal

SAMARINDA  –  Harga tiket pesawat lewat Bandara APT Pranoto Samarinda…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:09

Kinerja Industri Non-migas Membaik

SAMARINDA  -   Kinerja industri pengolahan non-migas mulai menunjukkan perbaikan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .