MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 14 Februari 2018 09:28
Proyek Semu Dua Juta Sapi
BISNIS MENGGIURKAN: Sapi-sapi kurban di wilayah Balikpapan. Bisnis daging sapi masih menguntungkan para tengkulak ketimbang peternak. (FOTO ILUSTRASI)

PROKAL.CO, PROGRAM dua juta sapi yang dicanangkan Pemprov Kaltim disebut sebagai langkah jitu memupus permainan daging sapi. Sayangnya, proyek prestisius itu masih jauh panggang dari api.

Gubernur Awang Faroek Ishak telah menetapkan program tersebut sejak lima tahun lalu. Pada akhir 2018, capaian yang diharapkan adalah populasi 2 juta sapi di Bumi Etam. Faktanya, sampai 10 bulan jelang tahun berakhir, baru 6,3 persen populasi yang terpenuhi. Jumlah sapi di Kaltim sebanyak 126 ribu ekor yang tersebar di 10 kabupaten/kota.

Pada awalnya, Faroek memulai program tersebut setelah mewujudkan 1 juta hektare kebun sawit pada 2013. Pria 69 tahun itu optimistis, dengan lahan kebun sawit yang sedemikian luas, program 2 juta sapi berakhir manis.

Langkah yang diajukan Gubernur adalah mengintegrasikan sapi dan sawit. Seluas 1,3 juta hektare kebun sawit, tiga sapi diintegrasikan untuk tiap hektarenya. Dari asumsi itu, 2 juta sapi dapat dipenuhi hanya dengan membuka peternakan di 600 ribu hektare kebun, atau tak sampai setengah dari seluruh area perkebunan.

Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya mengatakan, pemerintah telah mengintervensi program itu. Ditemui di kantornya pekan lalu, Dadang membuka dokumen yang memuat progres program 2 juta sapi. Pengembangan bibit sapi potong ditunjang enam sumber dana.

Dalam perjalanan, sebagian besar perusahaan sawit rupanya tak tertarik. Dari 400-an perusahaan, baru empat yang menerapkan integrasi sapi-sawit. Keempatnya adalah PT Indonesia Plantation Synergy, PT Bima Palma Nugraha, PT Fairco Agro Mandiri, dan PT Bona Mitra Multifarm.

“Belum sampai seribu ekor. Setiap perusahaan baru 50–100 sapi,” kata Dadang.

Dinas Peternakan sudah mengupayakan pertemuan antara investor dari luar Kalimantan dan perusahaan sawit. Setelah tiga kali pertemuan, Dadang berkata, “Belum ada yang nyangkut.” Kendala utama adalah lahan untuk peternakan di luar kebun sawit. Masalah bertambah pelik karena kesulitan berkoordinasi dengan perusahaan sawit di Kaltim. "Pemilik kebun tinggal di luar Kaltim," lanjutnya.

Padahal, terang Dadang, sebagian investor telah menyatakan minat dengan investasi yang tak sedikit. Namun, mereka meminta lahan ribuan hektare dalam satu kawasan. Sementara itu, lahan perkebunan tersebar.

Pemprov tidak tinggal diam. Lewat Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 17/2015, integrasi sapi dan sawit diatur. Pergub menyatakan, pemberian izin dan non perizinan perkebunan sawit serta pertambangan harus memenuhi sejumlah syarat. Satu di antaranya, perusahaan berkomitmen mendukung program ketahanan pangan seperti reklamasi untuk tanaman pangan dan sapi.

“Jadi kalau mau izin baru atau memperpanjang izin, harus memenuhi syarat itu. Sekarang sudah terkumpul sekitar 2 ribu ekor dan sedang kami garap tahun ini,” lanjut Dadang. Lebih dari itu, pergub tadi telah dinaikkan statusnya menjadi peraturan daerah. Perda sudah diketuk dan tinggal menunggu nomor registrasi dari Kementerian Dalam Negeri.

Sampai 2017, pemerintah sudah mendatangkan 18.282 sapi potong maupun bibit dari total sasaran 75 ribu ekor. Dua bank diharapkan membantu pencapaian 2 juta sapi di Kaltim. Sistem kredit dengan bunga 9 persen disediakan untuk penggemukan. Bunga setinggi itu disebut tidak membuat petani melirik. "Harusnya ada subsidi," tutup Dadang. (timkp)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 12:00

KEJI..!! Bapak-Anak Habisi Bos Sendiri

BALIKPAPAN – Aksi kejahatan yang masih mewarnai Balikpapan membuat kota ini tak lagi aman. Setelah…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…

Selasa, 18 September 2018 08:51

Menang setelah Lima Tahun

TENGGARONG – Mitra Kukar berhasil mematahkan kutukan tak pernah menang dari Persipura Jayapura…

Selasa, 18 September 2018 08:47

DPRD Kaltim Ngotot Bentuk Pansus

SAMARINDA - Upaya DPRD Kaltim membentuk panitia khusus (pansus) proyek multiyears contract (MYC) tidak…

Selasa, 18 September 2018 08:44

Edy Sinergi dengan Program Gubernur

DUKUNGAN untuk para kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim…

Senin, 17 September 2018 09:24

PPU Buka Jalur Alternatif

PENAJAM – Bentang utama atau tengah Jembatan Pulau Balang terus berprogres. Namun, persoalan baru…

Senin, 17 September 2018 09:21

Edy Nyaman di Puncak, Ferdian Membuntuti

PERSAINGAN dan dukungan kepada kandidat calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di polling garapan…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Waswas Jadi Jembatan “Abunawas”

SAMARINDA – Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Mantan Jubir Kemendagri, Tiga Bulan Jadi Pj Gubernur

SAMARINDA - Teka-teki penjabat (Pj) gubernur Kaltim yang ditunjuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)…

Minggu, 16 September 2018 11:00

Pusat Bakal Jatuhkan Sanksi

JAKARTA - Pemerintah tidak ingin disebut lambat menjatuhkan sanksi untuk 2.259PNS kasus korupsi yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .