MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 14 Februari 2018 08:45
Matematika, Antara Permainan Catur dan Logika

Pelajar Berbakat dari SMP KPS Balikpapan; Naufal Anwar Ariyanto (3-Habis)

Naufal Anwar Ariyanto

PROKAL.CO, Pelajaran matematika sering kali dianggap momok bagi pelajar. Namun, tidak dengan Naufal Anwar Ariyanto. Ia malah gemar berkutat dengan pelajaran yang identik hitung-menghitung ini. Bahkan, ia sudah mengumpulkan medali perak dan emas dalam kompetisi matematika level internasional.

SEJAK 2016-2018, pelajar yang duduk di kelas VIII-1 di SMP KPS Balikpapan ini telah mengumpulkan tujuh medali berskala internasional, yakni lima perak dan dua emas. Medali perak tersebut diraih dari ajang bertajuk Southeast Asian Mathematics Olympiad (SEAMO) serta The Asia International Mathematics Olympiad (AIMO) Open Contest Trial pada 2016.

Pada 2017, Naufal meraih medali perak pada ajang World Mathematics Invitational, American Mathematics Olympiad (AMO), dan kembali mengikuti SEAMO. Di tahun itu, prestasinya makin gemilang. Remaja tanggung ini akhirnya berhasil membawa pulang medali emas pada kompetisi Singapore and Asian Schools Math Olympiad (SASMO). Sedangkan di awal tahun 2018, ia mampu meraih medali emas di ajang SASMO dan medali perak AMO.

Dirinya mengatakan, SASMO atau Singapore and Asian Schools Math Olympiad merupakan kompetisi matematika bergengsi dan ditunggu para pelajar di Asia. Diperuntukkan bagi pelajar tingkat SD dan SMP. Lombanya diadakan di sekolah masing-masing para peserta kompetisi. Kerja sama Indonesia dengan negara-negara penyelenggara kompetisi memungkinkan peserta tidak perlu terbang jauh dan meninggalkan sekolah.

Pertengahan Januari lalu, Naufal kembali dipercaya untuk berpartisipasi. Kompetisi tersebut diikuti lebih dari 20 ribu partisipan yang berasal dari 19 negara. Lebih dari 3 ribu peserta dari Indonesia termasuk dirinya pun mengikuti kompetisi tersebut. Naufal harus menyelesaikan 25 soal dalam waktu 90 menit. Remaja kelahiran Balikpapan, 1 September 2004 itu pun tak menyangka akan mendapatkan medali emas.

“Malam sebelum perlombaan, saya selalu gelisah. Sampai tidak bisa tidur. Saking tegangnya, saat lomba saya ndak merasa ngantuk,” ucap Naufal.

Bagaimana mulanya Naufal bisa menyukai matematika? Dengan suara pelan dan tertata, Naufal mengatakan, kedua orangtuanya, Arif Ariyanto dan Mastika, memperkenalkan dunia matematika sejak masih kecil. Terlebih sosok sang ibu, Mastika, yang begitu sabar, Naufal kecil sudah diperkenalkan dengan angka melalui permainan balok dan kubus berangka. Menciptakan suasana belajar yang seru dengan dibubuhi cerita atau dongeng yang tepat sesuai umurnya. Terbiasa dengan hitung-hitungan, ia sudah mampu menguasai perkalian saat duduk di bangku pertama sekolah dasar.     

Dalam benak Naufal, matematika divisualisasikan layaknya permainan catur. Tiap angka ialah bidak catur di atas papan. Memperhitungkan langkah yang akan diambil sama halnya dengan menggunakan rumus. Tidak bergantung pada rumus yang telah ada, dia mampu menyelesaikan sebuah soal dengan rumus yang diciptakan sendiri. “Jangan pernah takut mempelajari matematika, satu langkah pertama yang salah bisa diperbaiki dengan langkah kedua, sama seperti dalam permainan catur. Bila kita mampu memperbaikinya kita bisa memenangkannya,” ujar remaja yang memang hobi bermain catur ini.

Ia mengatakan, matematika tidak sekadar rumus tapi juga logika. Itulah yang sulit didapatkan pelajar yang mengaku tidak menyukai matematika. “Kebanyakan yang tidak menyukai matematika karena belum mendapatkan persamaan logikanya. Mereka masih saja bergantung dengan rumus. Misalkan lupa rumusnya berakhir dengan sekakmat,” sebutnya.

Kepala SMP KPS Balikpapan Ita Saripati menambahkan, ia sangat mendukung segala bakat dan prestasi yang diraih anak didiknya. Baik dari seni, olahraga, dan bidang akademis. Pihak sekolah juga berupaya membebaskan seluruh anak memilih ekstrakurikuler yang diikuti. Dengan harapan, mampu mengembangkan minat dalam diri masing-masing. “Bukan hanya membanggakan sekolah, tapi ia juga membanggakan diri sendiri dan orangtuanya. Karena itu adalah perjuangan mereka,” katanya. (*/lil/one/k15)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 07:57

Dinas PU Siapkan Desain Pagar

BALIKPAPAN – Sudah tiga nyawa melayang akibat terseret air bah…

Senin, 10 Desember 2018 07:40

Larangan Plastik di Tempat Umum Diterapkan Tahun Depan

BALIKPAPAN - Peraturan Daerah (Perda) terkait larangan penggunaan kantong plastik…

Minggu, 09 Desember 2018 07:18

Terus Berulang, Saran Buat Pagar

PROSES pencarian Amin, bocah delapan tahun yang hanyut di drainase,…

Minggu, 09 Desember 2018 07:13

LIPI Evaluasi Kebun Raya

BALIKPAPAN - Status Kebun Raya Balikpapan (KRB) masih menjadi kewenangan…

Minggu, 09 Desember 2018 07:10

Polda Antisipasi Potensi Penimbun BBM

BALIKPAPAN – Pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:49

Pemkot Dianggap Tak Punya Taji

BALIKPAPAN  –  Pemkot Balikpapan dianggap tak punya taji. Mengatasi masalah…

Jumat, 07 Desember 2018 07:57

Korban Jiwa Pembakaran Rumah Bertambah

BALIKPAPAN - Setelah bertahan hidup selama tiga hari, Garini (55),…

Kamis, 06 Desember 2018 08:16

Bukan Kasus yang Pertama

BALIKPAPAN – Pengungkapan dugaan praktik pembuatan sabu industri rumahan di…

Kamis, 06 Desember 2018 08:08

Pembinaan Teritorial Kodam VI/Mulawarman Terbaik Ketiga

BALIKPAPAN – Pembinaan teritorial oleh Kodam VI/Mulawarman mendapat apresiasi dari…

Rabu, 05 Desember 2018 08:37

Terancam Penjara Seumur Hidup

BALIKPAPAN – Hukuman berat penanti Hasto Purnomo (47), tersangka pembakar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .