MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 14 Februari 2018 07:24
Pangsa BPR Tergerus Bank Umum

Kredit Menurun, NPL Malah Makin Tinggi

BERBAGI DEBITUR: Sepanjang 2017 lalu, rasio NPL dari BPR di Kaltim masih di angka 11,92 persen. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Agresivitas pembiayaan dari bank umum, khususnya untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), rupanya memakan korban. Sepanjang 2017 lalu, kinerja kredit bank perkreditan rakyat (BPR) di Kaltim menurun 8,48 persen dibanding tahun sebelumnya.

Penurunan kinerja kredit pada BPR di Kaltim juga diikuti melorotnya penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), yang turun 3,01 persen. Pada saat yang sama, kredit bank umum tumbuh 3,86 persen. Bahkan, di segmen UMKM, kucuran pembiayaan dari kategori kreditur terbesar ini tumbuh lebih besar di angka 6,74 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Dwi Ariyanto mengatakan, membenarkan adanya penurunan kinerja dari BPR. Sepanjang tahun lalu, kata dia, segmen kreditur ini mengucur Rp 225 miliar untuk nasabahnya di Benua Etam. Sementara, penghimpunan DPK tercatat lebih kecil, senilai Rp 186 miliar.

“Penurunan kinerja (kredit dan DPK), salah satunya karena banyak nasabah potensial diambil bank umum,” ungkapnya saat diwawancarai Kaltim Post, Selasa (13/2).

Dia merincikan, kredit BPR sampai saat ini terbanyak diserap modal kerja, dengan porsi 44,45 persen. Disusul kredit konsumsi dengan pangsa 42,12 persen, dan kredit investasi sebesar 13,43 persen.

“Dari sisi lapangan usahanya, 43,85 persen kredit BPR disalurkan untuk sektor perdagangan besar dan eceran. Nilainya Rp 57,16 miliar sepanjang tahun lalu,” katanya.

Dwi menyebut, cukup disayangkan jika pasar kredit dari BPR sampai dalam posisi terancam. Pasalnya, sejauh ini, kreditur khusus ini memberi kontribusi positif terhadap kinerja UMKM.

“Tahun lalu, khusus untuk UMKM, kredit BPR Rp 121 miliar. Dibanding 2016, penurunannya signifikan, mencapai 15 persen,” beber dia.

Ironisnya, penurunan kinerja kredit BPR itu diikuti dengan risiko yang masih tinggi. Itu terlihat dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross, yang masih bercokol di posisi 11,92 persen. Rasio NPL tertinggi berasal dari kredit modal kerja, sebesar 14,22 persen.

“Berdasarkan lapangan usaha, rasio NPL dari BPR paling tinggi berasal dari debitur di sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, mencapai 54,12 persen. Sementara itu pada sektor UMKM, NPL tertinggi berasal dari segmen usaha menengah, sebesar 18,33 persen,” pungkasnya.

UMKM di Kaltim kian mendapat porsi dari perbankan. Sepanjang tahun lalu, debitur dari segmen ini mendapat kucuran kredit Rp 21,32 triliun.

Nilai itu naik 6,74 persen dibanding periode 2016. Sementara porsinya, setara 31,65 persen dari total penyaluran kredit bank umum yang tahun lalu mencapai Rp 67,38 triliun. Pangsa tersebut lebih besar dari target rata-rata yang ditetapkan regulator, di angka 10 persen. (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 06:56

Harus Sejalan Hadirkan Hilirisasi

SAMARINDA - Terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018 terkait penundaan dan evaluasi…

Selasa, 25 September 2018 06:55

Kejar Target Penerimaan

BALIKPAPAN - Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan tampaknya masih harus…

Selasa, 25 September 2018 06:49

Jaga Inflasi lewat Klaster Sapi

SAMARINDA - Pemerintah dan Bank Indonesia terus berinovasi dalam menjaga inflasi di Kaltim. Salah satunya…

Selasa, 25 September 2018 06:44

Waspada Perekonomian Global

JAKARTA - Para emiten harus mengantisipasi perekonomian global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai,…

Selasa, 25 September 2018 06:43

Ritel Turunkan Target Pertumbuhan 5–7 Persen

JAKARTA – Kinerja sektor ritel belum sepenuhnya pulih. Berdasar data yang dirilis Bank Indonesia…

Selasa, 25 September 2018 06:43

PLN Kembangkan Infrastruktur di Jember

JEMBER – PT PLN sedang mengembangkan sistem ketenagalistrikan tegangan tinggi di tiga lokasi di…

Selasa, 25 September 2018 06:42

Dorong Penjualan dengan Inovasi

SURABAYA – Kondisi pasar elektronik secara umum sedang menurun. Karena itu, produsen elektronik…

Selasa, 25 September 2018 06:42

Hadirkan Pembayaran Nontunai di SPBU

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) terus melakukan inovasi terkait sistem pembayaran nontunai di SPBU.…

Senin, 24 September 2018 07:08

Moratorium Jangan Dianggap Negatif

SAMARINDA – Pemerintah memenuhi komitmennya dalam melakukan perbaikan tata kelola perkebunan sawit.…

Senin, 24 September 2018 07:06

Pertamina Keluhkan Suplai Minyak Nabati

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mendukung kebijakan mandatori Biodiesel 20 persen (B20) yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .