MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 14 Februari 2018 07:14
Pasar BBM Industri Dominan di Kalimantan

Pertamina Turut Incar Momen Pemulihan Ekonomi

IKUT PULIH: Di Kalimantan, pasokan bahan bakar Pertamina untuk kalangan industri lebih besar dibanding untuk konsumsi masyarakat. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Momen perbaikan ekonomi di Kaltim turut menjadi pantauan PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI. Khususnya terkait pasokan produk BBM industri, yang berpotensi tumbuh, seiring meningkatnya kinerja bisnis batu bara.

Februari ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mematok harga batu bara acuan (HBA) naik ke level USD 100,69 per metrik ton. Sepanjang tahun lalu, harga emas hitam juga tercatat naik 38,95 persen dibanding rata-rata 2016.

Tren positif tersebut merupakan momen titik balik bagi Pertamina dalam memasarkan produk BBM industri. Itu karena beberapa tahun sebelumnya, perseroan sempat turut merasakan dampak penurunan harga batu bara.

General Manager Pertamina MOR VI Made Adi Putra mengatakan, pasokan produk mereka di Kalimantan masih didominasi segmen industri. “Ibaratnya, kalau kami memasok 5 juta kiloliter, sekitar 3 juta kiloliter itu untuk sektor industri,” ucapnya kepada Kaltim Post, Selasa (13/2).

Karenanya, di samping tren konsumsi BBM pada masyarakat, perkembangan dunia industri juga menjadi sorotan Pertamina. Di Kaltim maupun daerah lain di Kalimantan, kata dia, perusahaan batu bara dan pengolahan sawit disebut paling banyak menyerap produk BBM industri perusahaan pelat merah ini.

“Kalimantan merupakan wilayah dengan konsumen terbesar kami untuk kelompok industri. Tentu saja, karena banyak industri pertambangan yang berpusat di kawasan ini. Tapi, dominasi itulah yang juga sempat membuat pasokan kami melambat sekitar tiga tahun lalu,” beber dia.

Karenanya, pulihnya harga batu bara sejak akhir 2016 lalu, menjadi angin segar bagi Pertamina MOR VI. Optimisme terkait serapan produk pun kian besar.

Meski menghadapi optimisme, Made menilai, peluang untuk memulihkan bisnis saat ini sudah tak semudah dulu. Pasalnya, kini Kalimantan juga semakin ramai didatangi pemasok BBM dari perusahaan kompetitor, yang bahkan bisa menawarkan harga lebih murah.

“Itu sudah jadi tantangan kami. Harus bersaing. Jika ingin membangun negara, tentunya industri yang mengutamakan Pertamina,” serunya.

Tantangan lain, lanjut dia, adalah harga bahan baku yang meningkat, serta beban dari penjualan BBM subsidi untuk masyarakat. “Saat ini, harga minyak sudah di kisaran USD 60 per barel. Trennya sedang meningkat,” imbuhnya. (aji/man/k15)


BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 09:14

Gaya Hidup Tak Sehat Masyarakat Jadi Potensi Pasar

Pangsa pasar sektor consumer goods di Indonesia masih didominasi makanan pokok dan cepat saji. Produk…

Selasa, 20 Februari 2018 09:08

Bunga Deposito Bisa Turun Lagi

JAKARTA - Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) memperkirakan, tren penurunan bunga deposito akan berlanjut…

Selasa, 20 Februari 2018 09:05

Sektor Industri Ditarget Tumbuh 5,67 Persen

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan industri pengolahan non-migas tumbuh 5,67…

Selasa, 20 Februari 2018 09:02

IHSG Kembali Cetak Rekor

INDEKS harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menceata rekor tertinggi, di level…

Selasa, 20 Februari 2018 09:01

Daihatsu Kuasai 17 Persen Pangsa Pasar

JAKARTA - Daihatsu langsung menggenjot penjualannya awal tahun ini. Sepanjang tahun lalu, brand otomotif…

Senin, 19 Februari 2018 07:18

Tekan Biaya Produksi Padi, Petani Akan Kelola Kotoran Sapi

Salah satu cara membuat sektor pertanian tetap menarik adalah menjaga margin keuntungan dari si petani.…

Senin, 19 Februari 2018 07:09

Industri Makanan Beku Minim Penggarap

JAKARTA – Industri makanan beku di Tanah Air belum digarap maksimal. Padahal, jenis komoditas…

Senin, 19 Februari 2018 07:07

Investor Makin Melirik Start-up Lokal

JAKARTA - Langkah Astra International menyuntikkan modal USD 150 juta atau setara Rp 2 triliun ke Go-Jek…

Senin, 19 Februari 2018 07:07

Mitsubishi Naikkan Target Penjualan

JAKARTA – Target penjualan produk Mitsubishi di Tanah Air meningkat tajam. Selain pembangunan…

Minggu, 18 Februari 2018 11:49

Mengoleksi Sekaligus Berbisnis

BERBAGAI tas bermerek tersusun rapi di sebuah meja. Tas tersebut merupakan koleksi miliki Della Anastasya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .