MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 14 Februari 2018 07:13
Rumuskan Prioritas Pembangunan Daerah

Ulas Transformasi Ekonomi dalam Kaltim Summit III 2018

-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Empat tahun berjalan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim yang dijalankan sejak 2013 lalu dinilai sudah cukup baik. Itu terlihat dari sasaran pembangunan yang ditetapkan dalam lima misi utama, kini masih on the track.

Meski begitu, bukan berarti Kaltim tanpa catatan peringatan. Struktur ekonomi yang masih didominasi pemanfaatan produk primer sumber daya alam (SDA) tak terbarukan, membuat daerah ini cenderung rapuh saat terjadi krisis di sektor utama.

Untuk menghindari kerapuhan tersebut, Kaltim harus secara cerdas mengelola produksi sumber daya alam. Pada saat yang sama, pemerintah juga harus menginvestasikan hasil tersebut untuk lapangan usaha atau bidang-bidang perekonomian berkelanjutan. Upaya hilirisasi produk primer juga perlu dilakukan dalam upaya meningkatkan nilai tambah komoditas.

“Secara umum, beberapa permasalahan utama Kalimantan Timur yang dapat dirumuskan. Antara lain, rendahnya daya saing SDM, transformasi ekonomi yang belum optimal, aksesibilitas dan konektivitas wilayah yang kurang maksimal, serta adanya penurunan kualitas lingkungan hidup dan belum optimalnya kinerja pemerintahan,” tulis Biro Humas dan Protokol Pemprov Kaltim, dalam pengantar Kaltim Summit III 2018, yang berlangsung di Gedung Convention Hall Samarinda, Kamis (15/2) besok.

Penyelesaian permasalahan utama di daerah ini, harus dilakukan secara serius, dengan melibatkan seluruh komponen pembangunan. Pertemuan dalam Kaltim Summit III tahun ini pun diharapkan dapat menjadi babak baru perumusan prioritas pembangunan, strategi, dan arah kebijakan, dalam rangka penyelesaian masalah utama pembangunan daerah. Pada akhirnya, hasil tersebut juga diharapkan berkontribusi signifikan dalam pencapaian Visi Kaltim 2030.

“Kaltim Summit III bertujuan menjaring input inovatif dan konstruktif dari pemangku kepentingan. Terutama dalam rangka menyamakan persepsi guna penyempurnaan prioritas pembangunan, strategi, arah kebijakan, dan program prioritas Kaltim 2018-2023 menuju Visi Kaltim 2030,” lanjut pengantar tersebut.

Tujuan lainnya, adalah memperluas rasa memiliki seluruh stakeholders terhadap prioritas pembangunan Kaltim. Itu semua bisa dilakukan dengan membangun kesamaan persepsi, antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam memformulasikan kebijakan dan program penyelesaian pembangunan daerah.

Materi-materi yang disampaikan nanti terfokuskan kepada faktor-faktor penghambat pencapaian sasaran pembangunan. Juga untuk melihat dinamika perubahan pembangunan yang begitu cepat, serta mengarah pada beberapa isu strategis.

Isu-isu tersebut, antara lain terkait tata kelola sumber daya alam, yang mencakup hilirisasi komoditas primer berbasis agroindustri dan mineral tambang. Lalu infrastruktur dan konektivitas daerah, pengembangan sumber daya manusia, regulasi perizinan dan investasi, kemandirian fiskal, pangan, dan energi, pengembangan pariwisata, serta pengembangan nuklir dan technopark di Buluminung.

Pencapaian Visi Kaltim 2030 bukan semata kewajiban pemerintah. Perlu dukungan dan kontribusi seluruh elemen masyarakat, akademisi, dan swasta. Pemangku kepentingan perlu duduk bersama dalam upaya sinkronisasi, koordinasi, konsultasi dan negosiasi dalam wadah diskusi dan rapat kerja yang dikemas dalam Forum Kaltim Summit III Tahun 2018.

Pertemuan tahunan tersebut bakal menghadirkan kurang lebih 600 orang dari berbagai unsur. Antara lain, para ahli dan pakar nasional, calon gubernur dan wakil gubernur periode 2018-2023, forum komunikasi pimpinan daerah se-Kaltim, staf ahli, perwakilan dunia usaha, serikat pekerja, media massa, akademisi, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat. (man2/k15)


BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 06:40

Pemerintah Dituntut Tegas

SAMARINDA - Seiring dilakukannya moratorium lahan perkebunan, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia…

Jumat, 25 Mei 2018 06:38

Kualitas Pelamar Kerja Jadi Perhatian

SAMARINDA - Kualitas sumber daya manusia (SDM) jadi masalah utama minimnya perusahaan di Bumi Etam merekrut…

Jumat, 25 Mei 2018 06:38

Mulai Awasi Ekonomi Digital, Bisa Cabut Izin Usaha

Menjawab tantangan ekonomi di era generasi Z, kepengurusan Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha…

Jumat, 25 Mei 2018 06:32

Diskon hingga 90 Persen dan Voucher Total Rp 1 Miliar

Lazada, destinasi belanja online nomer 1 di Indonesia dan Asia Tenggara turut memeriahkan Bulan Suci…

Jumat, 25 Mei 2018 06:32

H-10, Harga Pangan Rawan Naik

JAKARTA — Meski harga pangan relatif stabil, namun Satgas Pangan Polri mendeteksi harga ayam dan…

Kamis, 24 Mei 2018 06:58

Bisnis Otomotif Kian Optimistis

BALIKPAPAN - Memasuki kuartal II 2018, penjualan industri otomotif di Kaltim diyakini membaik. Adanya…

Kamis, 24 Mei 2018 06:56

Jumlah Petani Jadi Atensi

SAMARINDA - Pemerintah dituntut terus berinovasi dalam meningkatkan produksi beras di Kaltim. Selain…

Kamis, 24 Mei 2018 06:53

Terancam Alami Penurunan Produksi

BALIKPAPAN - PT Pertamina (Persero) diharapkan segera melakukan investasi minyak dan gas bumi (migas)…

Kamis, 24 Mei 2018 06:51

Ekonomi Syariah Jadi Prioritas

SAMARINDA - Bank Indonesia berusaha terus mengembangkan ekonomi syariah. Pasalnya, saat ini sektor bank…

Kamis, 24 Mei 2018 06:48

Kertajati Bisa untuk Pesawat Badan Lebar

JAKARTA – Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati segera dioperasikan. Rencananya, Presiden…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .