MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 14 Februari 2018 07:13
Rumuskan Prioritas Pembangunan Daerah

Ulas Transformasi Ekonomi dalam Kaltim Summit III 2018

-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Empat tahun berjalan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim yang dijalankan sejak 2013 lalu dinilai sudah cukup baik. Itu terlihat dari sasaran pembangunan yang ditetapkan dalam lima misi utama, kini masih on the track.

Meski begitu, bukan berarti Kaltim tanpa catatan peringatan. Struktur ekonomi yang masih didominasi pemanfaatan produk primer sumber daya alam (SDA) tak terbarukan, membuat daerah ini cenderung rapuh saat terjadi krisis di sektor utama.

Untuk menghindari kerapuhan tersebut, Kaltim harus secara cerdas mengelola produksi sumber daya alam. Pada saat yang sama, pemerintah juga harus menginvestasikan hasil tersebut untuk lapangan usaha atau bidang-bidang perekonomian berkelanjutan. Upaya hilirisasi produk primer juga perlu dilakukan dalam upaya meningkatkan nilai tambah komoditas.

“Secara umum, beberapa permasalahan utama Kalimantan Timur yang dapat dirumuskan. Antara lain, rendahnya daya saing SDM, transformasi ekonomi yang belum optimal, aksesibilitas dan konektivitas wilayah yang kurang maksimal, serta adanya penurunan kualitas lingkungan hidup dan belum optimalnya kinerja pemerintahan,” tulis Biro Humas dan Protokol Pemprov Kaltim, dalam pengantar Kaltim Summit III 2018, yang berlangsung di Gedung Convention Hall Samarinda, Kamis (15/2) besok.

Penyelesaian permasalahan utama di daerah ini, harus dilakukan secara serius, dengan melibatkan seluruh komponen pembangunan. Pertemuan dalam Kaltim Summit III tahun ini pun diharapkan dapat menjadi babak baru perumusan prioritas pembangunan, strategi, dan arah kebijakan, dalam rangka penyelesaian masalah utama pembangunan daerah. Pada akhirnya, hasil tersebut juga diharapkan berkontribusi signifikan dalam pencapaian Visi Kaltim 2030.

“Kaltim Summit III bertujuan menjaring input inovatif dan konstruktif dari pemangku kepentingan. Terutama dalam rangka menyamakan persepsi guna penyempurnaan prioritas pembangunan, strategi, arah kebijakan, dan program prioritas Kaltim 2018-2023 menuju Visi Kaltim 2030,” lanjut pengantar tersebut.

Tujuan lainnya, adalah memperluas rasa memiliki seluruh stakeholders terhadap prioritas pembangunan Kaltim. Itu semua bisa dilakukan dengan membangun kesamaan persepsi, antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam memformulasikan kebijakan dan program penyelesaian pembangunan daerah.

Materi-materi yang disampaikan nanti terfokuskan kepada faktor-faktor penghambat pencapaian sasaran pembangunan. Juga untuk melihat dinamika perubahan pembangunan yang begitu cepat, serta mengarah pada beberapa isu strategis.

Isu-isu tersebut, antara lain terkait tata kelola sumber daya alam, yang mencakup hilirisasi komoditas primer berbasis agroindustri dan mineral tambang. Lalu infrastruktur dan konektivitas daerah, pengembangan sumber daya manusia, regulasi perizinan dan investasi, kemandirian fiskal, pangan, dan energi, pengembangan pariwisata, serta pengembangan nuklir dan technopark di Buluminung.

Pencapaian Visi Kaltim 2030 bukan semata kewajiban pemerintah. Perlu dukungan dan kontribusi seluruh elemen masyarakat, akademisi, dan swasta. Pemangku kepentingan perlu duduk bersama dalam upaya sinkronisasi, koordinasi, konsultasi dan negosiasi dalam wadah diskusi dan rapat kerja yang dikemas dalam Forum Kaltim Summit III Tahun 2018.

Pertemuan tahunan tersebut bakal menghadirkan kurang lebih 600 orang dari berbagai unsur. Antara lain, para ahli dan pakar nasional, calon gubernur dan wakil gubernur periode 2018-2023, forum komunikasi pimpinan daerah se-Kaltim, staf ahli, perwakilan dunia usaha, serikat pekerja, media massa, akademisi, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat. (man2/k15)


BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 09:20

Anggaran Cukup, Belum Dianggap Urgen

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) mengeluhkan tak adanya cadangan nasional BBM…

Selasa, 20 Februari 2018 09:14

Gaya Hidup Tak Sehat Masyarakat Jadi Potensi Pasar

Pangsa pasar sektor consumer goods di Indonesia masih didominasi makanan pokok dan cepat saji. Produk…

Selasa, 20 Februari 2018 09:08

Bunga Deposito Bisa Turun Lagi

JAKARTA - Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) memperkirakan, tren penurunan bunga deposito akan berlanjut…

Selasa, 20 Februari 2018 09:05

Sektor Industri Ditarget Tumbuh 5,67 Persen

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan industri pengolahan non-migas tumbuh 5,67…

Selasa, 20 Februari 2018 09:02

IHSG Kembali Cetak Rekor

INDEKS harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menceata rekor tertinggi, di level…

Selasa, 20 Februari 2018 09:01

Daihatsu Kuasai 17 Persen Pangsa Pasar

JAKARTA - Daihatsu langsung menggenjot penjualannya awal tahun ini. Sepanjang tahun lalu, brand otomotif…

Senin, 19 Februari 2018 07:09

Industri Makanan Beku Minim Penggarap

JAKARTA – Industri makanan beku di Tanah Air belum digarap maksimal. Padahal, jenis komoditas…

Senin, 19 Februari 2018 07:07

Investor Makin Melirik Start-up Lokal

JAKARTA - Langkah Astra International menyuntikkan modal USD 150 juta atau setara Rp 2 triliun ke Go-Jek…

Senin, 19 Februari 2018 07:07

Mitsubishi Naikkan Target Penjualan

JAKARTA – Target penjualan produk Mitsubishi di Tanah Air meningkat tajam. Selain pembangunan…

Minggu, 18 Februari 2018 11:49

Mengoleksi Sekaligus Berbisnis

BERBAGAI tas bermerek tersusun rapi di sebuah meja. Tas tersebut merupakan koleksi miliki Della Anastasya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .