MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 13 Februari 2018 09:42
Solusinya Harus Pulang Kampung

Pemilih yang Tak Bisa Memilih di Luar Kaltim, Empat Pasang Calon Siap Bertarung

BERSAHABAT: Rusmadi Wongso mengajak para cagub dan cawagub serta komisioner KPU groufie setelah penetapan pasangan calon di KPU Kaltim kemarin. Foto bawah para kandidat yang bertarung di Pilgub Kaltim. (ALAN RUSANDI)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan calon dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 kemarin (12/2). Penetapan tersebut dilaksanakan dalam rapat pleno terbuka di ruang aula KPU Kaltim, Samarinda. Empat pasang calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) melenggang mulus ke kenduri demokrasi lima tahunan tersebut.

Dari pantauan Kaltim Post, pasangan Sofyan Hasdam-Nusyirwan Ismail datang paling pertama pada pukul 10.00 Wita. Diikuti Isran Noor-Hadi Mulyadi dan Rusmadi Wongso-Safaruddin yang datang sekitar 15 menit kemudian.

Sementara itu, Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat menjadi pasangan yang paling terakhir hadir sekaligus menandakan rapat pleno dimulai. Dalam rapat pleno yang berlangsung sekitar satu jam itu, komisioner KPU Kaltim Rudiansyah mengingatkan, setelah penetapan tersebut, semua pasangan calon wajib mengikuti aturan KPU. “Semua rambu-rambu mesti dipatuhi, termasuk soal kampanye,” ujarnya.

Dia menegaskan, jangan ada lagi pasangan calon yang berkampanye di luar waktu yang ditentukan KPU. Pihaknya juga berjanji akan memperlakukan semua pasangan secara adil. “Setelah ini kami akan jalankan tahapan sesuai aturan. Kami harap semua tim pemenangan menjalankan aturan pilgub,” pintanya.

Adapun pengundian dan penetapan nomor urut pasangan dilaksanakan hari ini (13/2) di Ballroom Hotel Mesra Samarinda. Lokasinya berubah dari rencana awal yang digelar di Halaman Parkir Kantor KPU Kaltim di Jalan Basuki Rahmat, Samarinda. Sedangkan masa kampanye dimulai Kamis (15/2).

Sekretaris KPU Kaltim M Syarifuddin Rusli mengatakan, pindahnya lokasi pengundian nomor urut karena beberapa alasan. Di antaranya, kapasitas gedung KPU Kaltim dirasa tidak mampu menampung ratusan pendukung dan relawan empat pasangan.

Hadirnya ratusan undangan pagi ini, dikhawatirkan akan mengganggu arus lalu lintas di Jalan Basuki Rahmat dan sekitarnya. Apalagi dalam acara tersebut, warga turut diundang. Mereka diajak makan bareng empat pasang kandidat tersebut.

Ditemui setelah penetapan cagub dan cawagub, Isran Noor turut mengomentari adanya 100.187 pemilih yang tinggal di luar Kaltim. Namun, dia belum memiliki strategi apa-apa selain mengimbau warga Kaltim di luar daerah untuk pulang ke daerah untuk menggunakan hak pilihnya. “Saya rasa itu adalah tugas KPU Kaltim memastikan warga Kaltim di luar menggunakan hak pilihnya,” ujarnya.

Dia menerangkan, seratus ribu pemilih itu setara 4 persen dari daftar pemilih tetap (DPT). Menurut dia, jumlah itu merupakan suara potensial memenangkan pasangan calon. Pasalnya, menentukan kandidat dengan mekanisme pilkada satu putaran adalah perolehan suara pada pemungutan suara. “Makanya kandidat harus jorjoran untuk meraih pemilih,” kuncinya.

Sementara itu, kandidat lainnya Andi Sofyan Hasdam mengatakan, dari pengamatannya selama ini, mayoritas pemilih di luar Kaltim sedang menimba ilmu (kuliah atau sekolah) dan bekerja.

Nah, Sofyan menilai, pencoblosan pada 27 Juni 2018, bila dihitung-hitung sepuluh hari setelah Idulfitri. “Saya yakin, sebagian besar dari mereka akan mudik ke Kaltim,” ujarnya. Justru, lanjut Sofyan, yang perlu diwaspadai adalah warga yang tercatat dalam DPT namun memiliki kampung halaman di luar Kaltim. “Mereka akan mudik ke daerah masing-masing saat Idulfitri,” terangnya.

Makanya setiap bertemu dengan konstituennya, kandidat yang berpasangan dengan Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail itu selalu mengimbau untuk mudik sebelum Lebaran. “Agar setelahnya segera pulang dan menggunakan hak pilih mereka,” ujarnya. Dia memprediksi, angka golongan putih (golput) di Pilgub Kaltim akan tinggi karena faktor tersebut. Apalagi, budaya nyekar ke makam keluarga sebelum atau setelah Idulfitri masih melekat di masyarakat Indonesia.

Adapun, Rusmadi Wongso menuturkan, lewat media sosial tim pemenangannya beberapa kali mengimbau warga Kaltim yang masuk DPT pulang dulu saat pemungutan suara. “Bagaimanapun, itu adalah hak mereka dan tentunya Pilgub Kaltim 2018 menentukan nasib Kaltim,” jelasnya.

Nasib Kaltim yang dimaksud Rusmadi tak hanya untuk lima tahun selama gubernur terpilih nanti menjabat, juga 10 bahkan 20 tahun mendatang. Apalagi, tambah Rusmadi, pemungutan suara pada 27 Juni mendatang masih dalam suasana Idulfitri. “Apa enggak sebaiknya mudik dulu, bertemu dengan keluarga di Kaltim sembari menggunakan hak pilih,” ajak Rusmadi.

Lain lagi dengan Syaharie Jaang. Kandidat gubernur yang berpasangan dengan Awang Ferdian Hidayat itu meminta KPU Kaltim membuka tempat pemungutan suara (TPS) di daerah-daerah yang cukup banyak ditinggali warga Kaltim. “Seperti Jogjakarta, Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Makassar,” ujarnya.

Toh, terang Jaang, mereka adalah warga Kaltim yang memiliki hak pilih. Selain itu, dia mengimbau kepada calon pemilih yang memiliki keluarga yang bekerja atau sekolah di luar Kaltim pulang dulu saat pemungutan suara. “Bila yang mudik Lebaran, mungkin bisa kembali ke perantauan setelah 27 Juni,” terangnya.

Diketahui, terdapat lima daerah dengan jumlah pemilih Kaltim yang cukup banyak. Lima daerah tersebut adalah Bandung (9.721 pemilih), Jakarta (34.272), Makassar (17.551), Surabaya (14.521), dan Jogjakarta (24.122).

KPU mesti menyediakan TPS mobile untuk sementara dianggap solusi yang cukup baik demi menuntaskan masalah warga Bumi Etam yang kini berdomisili di luar Kaltim. Pasalnya, tugas KPU selain sebagai penyelenggara pemilihan umum juga memiliki beban moral untuk menekan angka golput hingga serendah-rendahnya.

KPU RI juga turut memberikan saran. Komisioner KPU Hasyim Ashari meminta warga masyarakat Kaltim yang berada di luar provinsi diminta pulang ke daerahnya masing-masing untuk memberikan suara. “Ini bagian dari mendukung demokrasi,” ujar Hasyim ditemui Kaltim Post di Kantor Badan Pengawas Pemilu, Jakarta, kemarin.

Penyebaran masyarakat di luar daerah belum tentu terintegrasi. Jadi, belum ada opsi membuat tempat pemungutan suara (TPS) di daerah lain. Apalagi, di sisi lain idealnya ketika seseorang sudah berdiam di suatu daerah lebih dari 6 bulan, dia harus mengurus kependudukan dan memiliki KTP setempat.

Hasyim menganjurkan warga untuk pulang ke daerahnya masing-masing. Tidak hanya itu, jika tetap ingin memilih, pada waktu pencoblosan masyarakat juga diharapkan berada di daerahnya. “Sebab, pada pilkada warga yang tidak ada di daerahnya ya tidak bisa memilih,” tegasnya.

GERAK CEPAT

Jelang masa kampanye, Tim Pemenangan Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat (JaDi) punya rencana. Pasangan ini akan menggelar deklarasi di GOR Madya Sempaja Samarinda pada Rabu (14/2).

Ketua Tim Pemenangan JaDi Rusman Ya’qub mengatakan, deklarasi akan dihadiri pimpinan-pimpinan DPP partai yang mengusung JaDi. Rusman menyebutkan, pihaknya memilih melaksanakan deklarasi sebelum masa kampanye dimulai pada 15 Februari. “Jadi setelah deklarasi, seluruh unsur di tim JaDi bisa bergerak lebih cepat,” ujar ketua DPW PPP Kaltim itu.

Selain deklarasi, setelah mengikuti penetapan nomor urut pasangan, pada sore harinya JaDi rapat koordinasi (rakor) timses. “Rakor ini untuk pemantapan langkah dan strategi memenangkan JaDi,” jelas Rusman.

Tak kalah masif, Tim Pemenangan Andi Sofyan Hasdam-Nusyirwan Ismail (AnNur) juga melakukan gerak cepat jelang kampanye. Ketua Tim Pemenangan AnNur Muhammad Husni Fahruddin mengatakan, mereka sudah berkomunikasi dengan calon pemilih mereka di daerah. “Kami mengikuti rambu-rambu dari KPU,” ujarnya.

Salah satu pendekatan yang dilakukan tim AnNur sejak Senin (12/2) adalah coffee morning dengan awak media. “Itu panggung yang kami siapkan bagi para jurnalis untuk memberi kritik secara langsung kepada kami,” ujarnya. Selain itu, kata dia, awak media dinilai lebih tahu keluh-kesah masyarakat.

Coffee morning yang dilaksanakan saban Senin itu masuk dalam program Cost Election Group AnNur (Celengan). Sebagai informasi, program Celengan AnNur adalah cara tim pemenangan untuk mendulang donasi. Tak hanya donasi dalam bentuk uang atau barang juga pemikiran serta penyerapan aspirasi. “Nah, coffee morning masuk ke jenis yang kedua,” ujarnya.

Sementara pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan Hanura, Rusmadi Wongso-Safaruddin sedang menyiapkan tim mulai tingkat provinsi hingga kelurahan. Tim tersebut disebut Regu Penggerak Pemilih (Guralih).

Koordinator Guralih dan Saksi Agus Salim menerangkan, tim ini bisa dikatakan regu ranting yang ditempatkan di seluruh daerah di Kaltim. “Bisa dikatakan mereka adalah ujung tombak pemenangan Rusmadi-Safaruddin,” ujarnya.

Selain bertugas penyambung lidah pasangan calon, Guralih juga ditempatkan di tempat pemungutan suara (TPS). Setiap TPS ditempatkan dua orang Guralih dibantu tiga anggota tim. Tugas lainnya, mereka memutakhirkan data mulai daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) hingga daftar pemilih tetap (DPT).

“Mereka juga mengemban tugas untuk mendeteksi kecurangan yang dilakukan oknum penyelenggara pemilu,” ujarnya. “Ada 1.032 pos di seluruh desa di Kaltim. Di situ nanti jadi pusat gerakan sekaligus media center tim,” tambah Agus.

Sementara itu, Kaltim Post belum berhasil mendapat informasi rencana dari Tim Pemenangan Isran Noor-Hadi Mulyadi. Aji Sofyan Alex, ketua tim pemenangan pasangan yang diusung PAN, Gerindra, dan PKS itu yang dihubungi melalui telepon seluler dan pesan pendek yang dikirim media ini tak kunjung direspons. (*/fch/*/nyc/rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 21:14

Pemprov Kelebihan Bayar Rp 48 Miliar di 16 Pekerjaan, Ini Hasil Temuan BPK Lainnya

SAMARINDA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Kaltim melakukan Pemeriksaan…

Senin, 17 Desember 2018 14:15

SAKIT DAPATNYA..!!! 5 Anggota DPRD Diberhentikan dan Menggugat Gubernur, Ini Kata Isran...

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor menilai gugatan terhadap Surat…

Senin, 17 Desember 2018 06:52

Daya Beli Turun, Sektor Retail Kaltim Paling Merasakan

MELANDAINYA Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Kaltim, yang dapat menunjukkan penurunan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:26

Terancam Izinnya Dicabut, 50 Perusahaan di Kariangau Dievaluasi

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim berencana evaluasi sekitar 50 izin…

Minggu, 16 Desember 2018 08:26

Daftar Pemilih Tetap Naik 5,7 Juta

BUTUH 101 hari bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bolak-balik…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:05

Bisakah Tol Balikpapan-Samarinda Dipakai Fungsional Saat Natal?

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda saat ini tengah dalam proses pengerjaan. Tol…

Sabtu, 15 Desember 2018 17:20

DPK Kaltim dan Kaltara di Bank Terkumpul Rp 98,82 Triliun

SAMARINDA - Hasil penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:41

ALHAMDULILLAH..!! Proyek Jalan Menuju Jembatan Pulau Balang Boleh Dilanjutkan

SETELAH mencapai kesepakatan dengan pemilik lahan, Panitia Pengadaan Lahan Pulau…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:30

Tiket Pesawat via APT Pranoto Lebih Mahal

SAMARINDA  –  Harga tiket pesawat lewat Bandara APT Pranoto Samarinda…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:09

Kinerja Industri Non-migas Membaik

SAMARINDA  -   Kinerja industri pengolahan non-migas mulai menunjukkan perbaikan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .