MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 13 Februari 2018 09:32
KPU Diminta Kerja Keras
-

PROKAL.CO, PARA tokoh agama meminta KPU Kaltim lebih bijak. Terutama mengakomodasi pemilih Kaltim yang tinggal di luar provinsi. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim Siswanto Soenandar menyebut, setiap satu suara pemilih adalah hak. Hak yang akan menentukan masa depan Kaltim. Apalagi dalam prosesnya, kehilangan satu pemilih, berarti menyeberangkan pemilih itu ke area golongan putih (golput).

“Persoalan ada pemilih di luar daerah itu persoalan teknis. Menyelesaikannya pun dilakukan secara teknis. Jadi sebenarnya sejak awal sudah bisa diantisipasi oleh penyelenggara pemilu,” ujar Siswanto, Senin (12/2).

Meski ada aturan, KPU sebaiknya lebih bijak. Karena Indonesia melibatkan setiap warga negara, dengan sejumlah syarat, bisa ikut dalam proses pesta demokrasi. Apalagi dengan jargon setiap suara menentukan masa depan bangsa, dalam hal ini Kaltim, maka bisa jadi pertimbangan. Siswanto menjelaskan, bagaimanapun sikap pemilih nanti dalam pilgub, setidaknya KPU mampu memberikan ruang bagi pemilih Kaltim yang ada di luar provinsi.

“Bagaimanapun ini hak. Semakin banyak hak yang digunakan dalam sebuah proses demokrasi dalam melahirkan pemimpin, maka kredibilitas pemimpin tersebut diakui,” jelasnya.

Namun berbeda jika dalam Pilgub Kaltim 2018 mendatang, justru banyak pemilih yang terpaksa tak menggunakan hak pilihnya. Baik karena faktor keinginan pribadi maupun terpaksa karena tak bisa memilih karena suatu hal. “Misal tak diakomodasi untuk memilih, maka akan mengurangi kualitas pilgub,” lanjutnya.

Untuk Muhammadiyah, pihaknya telah melakukan pertemuan-pertemuan tingkat pimpinan. Membahas bagaimana menentukan pilihan. Kepada pemimpin yang cerdas dan bertanggung jawab. Pemilih yang rasional. Bukan berdasarkan imbalan atau kedekatan. Dan ini disebut Siswanto telah disampaikan ke sejumlah forum Muhammadiyah.

“Insyaallah warga Muhammadiyah adalah pemilih yang cerdas. Karena paham. Apapun pilihan, memilih atau tidak maka akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah,” ujarnya. Untuk itu dalam setiap kotbahnya, terselip pesan untuk cerdas memilih pemimpin.

Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) Kaltim KH Muhammad Rasyid berpendapat, sebagai lembaga penyelenggara pemilu, KPU harus membuat tempat pemungutan suara (TPS) khusus di kantong-kantong warga Kaltim di luar daerah. Ini agar hak pemilih sebagai warga negara bisa disalurkan. Maka perlu kerja keras KPU. “Kalau mau pulang itu perlu biaya. Mereka yang belum mampu atau tak ada waktu, tetapi mau memilih tentu kesulitan. Jadi sebaiknya KPU buat TPS di sana,” kata Rasyid.

Dia berpandangan, jangan sampai pemilih di luar Kaltim memiliki perasaan diabaikan. Apalagi dalam prosesnya, mereka tak memiliki informasi akurat soal pilgub. Meski dilakukan secara serentak, pilkada merupakan cara paling metode yang mampu dilakukan rakyat untuk mengubah kondisi di wilayahnya.

“Dengan memilih pemimpin yang tepat, maka ikut membantu berkontribusi kepada daerahnya. Mumpung masih ada waktu, KPU bisa mendata kantong pemilih di luar Kaltim,” ucapnya.

Sementara itu, Pendeta Gereja Bethany Samuel Kusuma meminta KPU segera melakukan gerakan untuk membujuk pemilih Kaltim di luar provinsi untuk pulang. Salah satunya dengan menggaungkan lewat media sosial yang ampuh dan mudah diakses pemilih. Tak hanya di luar provinsi, namun yang ada di dalam Kaltim untuk mau menyalurkan suaranya dalam Pilgub 2018.

“Penduduk Kaltim yang di luar itu penduduk yang produktif. Punya pekerjaan atau jenis kegiatan menyangkut perkuliahan. Jadi KPU dan tokoh Kaltim buat ‘Gerakan Cinta Pilgub Kaltim’,” ungkapnya.

Gerakan ini harus merata. Melibatkan rumah ibadah dan pusat keagamaan lain. Menyajikan pesan agar masyarakat tidak golput. Bahwa sesuai jargon, satu suara mereka menentukan nasib Kaltim di masa depan. Dengan begitu bisa lahir pemimpin yang berkualitas dan diakui masyarakatnya.

“Saran saya, KPU dan kakanwil Kemenag mengumpulkan semua tokoh masyarakat dan lintas agama. FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) kota dan provinsi. Sama-sama menyukseskan Pilgub Kaltim. Di dalam setiap kotbah juga disampaikan,” pungkasnya. (*/rdh/rom/k8)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 11:00

Wisata Alam Kaltim Masih Jadi Idola

SAMARINDA - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kaltim pada Oktober…

Selasa, 11 Desember 2018 09:30

Ada Tambang Dekat Pemukiman, Laporkan ke Dinas ESDM

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Energi Sumber Daya…

Senin, 10 Desember 2018 11:32

KERAS..!! TNI Ultimatum Separatis Papua: Menyerah atau Kami Selesaikan!

Pencarian lima korban kebrutalan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua…

Senin, 10 Desember 2018 09:14

WOW..!! Gubernur Bertemu Dubes Rusia, Proyek Kereta Api Dilanjutkan

DENPASAR- Sempat vakum selama dua tahun, proyek kereta api di…

Senin, 10 Desember 2018 07:34

Air Mata Naga

JAKARTA – Ruang ganti Mitra Kukar mendadak hening. Semua penggawanya…

Minggu, 09 Desember 2018 23:25

Naga Akhirnya Turun Kasta, Ini Kata Pelatih RD

Perjuangan itu akhinya kandas. Ya Mitra Kukar secara resmi dipastikan…

Minggu, 09 Desember 2018 23:19

Kenapa Prabowo-Sandi Pindahkan Markas ke Jawa Tengah?

Keputusan Tim Prabowo-Sandiaga memindahkan markas perjuangannya ke Jawa Tengah, banyak…

Minggu, 09 Desember 2018 08:17

“Kakak Saya Lari, lalu Ditembak Mati”

BALIKPAPAN - Petrus Tandi sibuk dengan telepon genggamnya. Beberapa kali…

Minggu, 09 Desember 2018 08:12

Sulit Adang Pasokan Senjata

PEMBANTAIAN 16 pekerja di Papua menjadi indikasi bahwa pasokan senjata…

Sabtu, 08 Desember 2018 19:38

Jenazah Samuel Korban KKB Papua Tiba, Warga Menyambut dengan Duka

TENGGARONG  - Jenazah korban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di lokasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .