MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 13 Februari 2018 09:29
Rp 10 Miliar Per Desa dan Kelurahan, Mengapa Tidak?
SELARAS NAWACITA: Program Desa Mandiri dan Desa Industri menjadi unggulan pasangan calon gubernur Rusmadi Wongso. Dalam Pilgub Kaltim 2018, Rusmadi berpasangan dengan Safaruddin.

PROKAL.CO, Oleh: Rusmadi PhD
(Calon Gubernur Kalimantan Timur)

SAYA dan Pak Safaruddin, dalam beberapa bulan terakhir, banyak sekali mendatangi desa dan kelurahan di sepenjuru Kaltim. Dalam setiap perjalanan, saya mengamati, berkomunikasi, dan mencari tahu permasalahan yang dihadapi masyarakat. Dari yang kecil sampai yang besar.

Sepanjang perjalanan, pikiran saya terus bekerja menyusun segala kepingan informasi tadi. Berusaha menemukan fakta yang hakiki agar solusi yang didapat betul-betul tepat. Paling banyak yang saya temui adalah masalah konektivitas wilayah dan infrastruktur.

Harus diakui, pembangunan di Kaltim yang terus berjalan masih belum merata. Dalam perjalanan ke Kutai Barat beberapa pekan lalu, saya melihat kondisi jalan menuju kabupaten tersebut. Sebagian sudah bagus, tetapi masih ada titik-titik yang harus diperbaiki.

Jika infrastruktur di situ sudah betul-betul bagus, saya membayangkan potensi desa-desa yang saya datangi dan saya lihat sendiri, dapat tumbuh ekonominya. Kebun karet milik masyarakat di Barong Tongkok dan sekitarnya, budi daya ikan patin di Kecamatan Kota Bangun, Penyinggahan, dan di sepanjang Sungai Mahakam, hanya beberapa contoh. Strategi pembangunan yang tepat dengan melibatkan masyarakat setempat, niscaya memberikan hasil yang hebat.

Melanjutkan pembangunan infrastruktur lewat mengoneksikan desa-desa dengan kecamatan, kecamatan dengan kabupaten, dan kabupaten dengan ibu kota provinsi, adalah hal yang utama. Dalam visi dan misi Kaltim Bermartabat yang kami usung, program Kaltim Mulus adalah kerja nyata mewujudkan konektivitas wilayah.

Namun, itu belum cukup. Saya datang ke Anggana dan Sangasanga di Kutai Kartanegara. Daerah ini sejak dulu punya hasil perikanan yang bagus. Udang ekspornya nomor satu. Belum lagi sektor pertaniannya terus bergerak. Sama seperti di Kutai Barat, konektivitas kecamatan pesisir Kukar mutlak diperlukan. Omong kosong suatu daerah akan maju dan tumbuh jika tidak dilengkapi infrastruktur.

Pikiran saya terus berlari ke sana-kemari sampai menemukan kata kunci ini; Desa Mandiri dan Desa Industri. Inilah jawaban berikutnya setelah masalah konektivitas dirampungkan. Kemandirian desa menjadi salah satu program unggulan kami. Tentu saja segera kami jalankan atas izin Allah SWT pada saat kami mendapat mandat rakyat, terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Kaltim 2018-2023.

Desa Mandiri dan Desa Industri adalah sebuah gerakan menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan. Ketika infrastruktur semakin lengkap, potensi desa pasti bangkit dan bergairah. Di sinilah program Desa Mandiri dan Desa Industri diperlukan. Program inilah yang menggenjot dan memompa potensi desa tadi sehingga lebih cepat berkembang.

Salah satu langkah nyata adalah menyediakan anggaran Rp 5–10 miliar setiap desa dan kelurahan. Sumber dananya dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Timur. Dana akan dikelola desa dan kelurahan untuk mendukung kemajuan ekonomi setempat. Dipakai untuk penyediaan alat-alat pertanian, perikanan, perkebunan, yang berorientasi ke dunia industri.

Saya membayangkan ketika semua berjalan, desa dan kelurahan memiliki usaha unggulan yang menyerap tenaga kerja. Petambak di Anggana dan Sangasanga punya produk unggulan dari sektor perikanan yang berdaya saing. Pembudi daya ikan patin di sepanjang Sungai Mahakam memiliki industri turunan yang menghasilkan produk kelas nasional, bahkan internasional. Begitu pula lumbung-lumbung padi provinsi di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Para petani yang mengelolanya semakin sejahtera dengan produksi yang berlimpah. Muncul industri pengemasan beras yang berstandar nasional di desa-desa tersebut.

Kaltim Mulus, Desa Mandiri, dan Desa Industri, menjadi bagian dari visi dan misi Kaltim Bermartabat. Kaltim Bermartabat adalah Kalimantan Timur yang Berdaya Saing, Mandiri, Aman, Sejahtera, dan Berkelanjutan. Kaltim Bermartabat selaras dengan Nawacita milik pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Poin ketiga Nawacita menyatakan bahwa membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Lewat hadirnya pusat-pusat ekonomi dan industri di desa pula, kelak lapangan kerja yang luas segera tercipta. Angka pengangguran yang tinggi di desa dapat dipangkas yang pada akhirnya mengurangi kemiskinan. Sebagai catatan, angka kemiskinan di pedesaan masih tinggi, sekitar 11 persen. Sementara di kota, angka kemiskinan sebesar 5 persen. Itu sebabnya, dana Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar juga diberikan kepada setiap kelurahan. Di perkotaan, kelurahan adalah ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.

Saya dan Pak Safaruddin juga percaya, bila Desa Mandiri dan Desa Industri di Kaltim terwujud, sebagian besar persoalan pembangunan dapat diatasi. Saya yakin seluruh bayangan itu nyata dan sudah dekat dengan kita.

Lalu, mampukah menyediakan anggaran sebesar itu? Mari tengok data bahwa Kalimantan Timur mempunyai 103 kecamatan di sepuluh kabupaten/kota dengan 197 kelurahan dan 841 desa. APBD Kaltim sangat mampu memikul program Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar per desa dan kelurahan. Cara itu sekaligus mewujudkan APBD yang benar-benar difokuskan buat kemajuan rakyat dengan memacu keunggulan komparatif di desa dan kelurahan. Tinggal disepakati mekanisme penyaluran dana untuk desa dan kelurahan tersebut oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran DPRD Kaltim. Kemudian, disusun dalam pembentukan Peraturan Daerah APBD Kaltim.

Kedua program di atas juga ditunjang program Kaltim Bermartabat yang lain. Mulai Kaltim Aman, Kaltim Cerdas, Kaltim Sehat, Kaltim Bersinar, hingga Kaltim Mulus yang sudah diulas tadi. Selanjutnya, Kaltim 5.000 Wifi, Rumah Sehat, Pengendalian Banjir, Kaltim Lestari, Kaltim Swasembada, Kaltim Berkebun, Kaltim Kreatif, Fasilitas Modal, Kaltim Bekerja, dan Kaltim Beribadah. Penjabaran seluruh program tersebut akan saya paparkan di tulisan berikutnya.

Saya dan Pak Safaruddin percaya, Kaltim Mulus, Desa Mandiri, dan Desa Industri yang ditunjang seluruh program Kaltim Bermartabat, dapat kita wujudkan bersama-sama. Jika masyarakat Kaltim setuju dan sepandangan, marilah kita songsong dan tentukan masa depan kita bersama-sama. Akhirulkalam, dengan segala kerendahan hati, kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat untuk mewujudkan Kaltim yang Bermartabat. (adv/fel/k11)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 13:12

MASIH BANYAK..!! Ada 120 Desa di Kaltim Masih Tertinggal

SAMARINDA- Badan Pusat Statistik Kaltim mencatat 120 desa di Kaltim…

Selasa, 11 Desember 2018 11:00

Wisata Alam Kaltim Masih Jadi Idola

SAMARINDA - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kaltim pada Oktober…

Selasa, 11 Desember 2018 09:30

Ada Tambang Dekat Pemukiman, Laporkan ke Dinas ESDM

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Energi Sumber Daya…

Senin, 10 Desember 2018 11:32

KERAS..!! TNI Ultimatum Separatis Papua: Menyerah atau Kami Selesaikan!

Pencarian lima korban kebrutalan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua…

Senin, 10 Desember 2018 09:14

WOW..!! Gubernur Bertemu Dubes Rusia, Proyek Kereta Api Dilanjutkan

DENPASAR- Sempat vakum selama dua tahun, proyek kereta api di…

Senin, 10 Desember 2018 07:34

Air Mata Naga

JAKARTA – Ruang ganti Mitra Kukar mendadak hening. Semua penggawanya…

Minggu, 09 Desember 2018 23:25

Naga Akhirnya Turun Kasta, Ini Kata Pelatih RD

Perjuangan itu akhinya kandas. Ya Mitra Kukar secara resmi dipastikan…

Minggu, 09 Desember 2018 23:19

Kenapa Prabowo-Sandi Pindahkan Markas ke Jawa Tengah?

Keputusan Tim Prabowo-Sandiaga memindahkan markas perjuangannya ke Jawa Tengah, banyak…

Minggu, 09 Desember 2018 08:17

“Kakak Saya Lari, lalu Ditembak Mati”

BALIKPAPAN - Petrus Tandi sibuk dengan telepon genggamnya. Beberapa kali…

Minggu, 09 Desember 2018 08:12

Sulit Adang Pasokan Senjata

PEMBANTAIAN 16 pekerja di Papua menjadi indikasi bahwa pasokan senjata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .