MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 13 Februari 2018 07:26
UMKM Kian Agresif Serap Kredit

Disokong KUR, Usaha Perdagangan Masih Favorit

DI ATAS TARGET: Berdasarkan catatan OJK, segmen UMKM menyerap 31,65 persen dari total kucuran kredit bank umum di Kaltim. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kaltim kian mendapat porsi dari perbankan. Sepanjang tahun lalu, debitur dari segmen ini mendapat kucuran kredit Rp 21,32 triliun.

Nilai itu naik 6,74 persen dibanding periode 2016. Sementara porsinya, setara 31,65 persen dari total penyaluran kredit bank umum yang tahun lalu mencapai Rp 67,38 triliun. Pangsa tersebut lebih besar dari target rata-rata yang ditetapkan regulator, di angka 10 persen.

“Capaian penyaluran kredit UMKM itu juga wujud komitmen perbankan di Kaltim untuk memenuhi rasio pembiayaan UMKM. Tahun lalu, target porsi UMKM terhadap total portofolio kredit perbankan minimal 10 persen,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Dwi Ariyanto kepada Kaltim Post, Senin (12/2).

Jika dibedah lebih dalam, lanjut dia, usaha perdagangan besar dan eceran masih menjadi pasar utama perbankan di segmen UMKM, dengan distribusi 47,33 persen, atau senilai Rp 10,09 triliun. “Selanjutnya, ke sektor pertanian, perburuan dan kehutanan, dengan nilai Rp 3,02 triliun atau 14,19 persen dari total kredit UMKM,” terangnya.

Potensi UMKM dalam membangun ekonomi di daerah, disebut Dwi sangat penting. Terutama dalam mendukung sektor riil, yang bersentuhan langsung dengan aktivitas konsumsi masyarakat. Karenanya, menurut dia, tak heran jika perbankan kian melirik.

“UMKM ini adalah sektor dengan ketahanan cukup kuat. Seperti sekarang, saat kinerja sektor besar cenderung fluktuatif, UMKM lebih stabil. Dalam perekonomian pun, pelan-pelan strukturnya terus tumbuh, risikonya juga lebih kecil. Jadi, tak salah kalau porsinya dalam kredit juga bertambah,” tutupnya.

Ditemui terpisah, Konsultan UMKM Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim, Yusuf Arif Setiawan turut mengomentari tren tersebut. Menurutnya, serapan UMKM yang makin besar dalam struktur kredit, tak lepas dari realisasi program kredit usaha rakyat (KUR) yang disubsidi pemerintah.

Dia menjelaskan, selain perbankan yang kian ekspansif mengguyur modal ke segmen ini, pemahaman pelaku usaha mikro dan kecil juga semakin baik. Berdasarkan informasi dari bank-bank penyalur, debitur dari UMKM juga relatif disiplin menjaga kualitas pelunasan kredit mereka.

“Tapi secara umum, pertumbuhan kredit UMKM itu juga tak lepas dari semakin pahamnya mereka atas produk pembiayaan dari perbankan keseluruhan,” kata Yusuf saat diwawancarai, Senin (12/2).

Andil program KUR, lanjut dia, terlihat dari prosedur yang relatif lebih mudah ketimbang kredit produktif lain. UMKM yang mengajukan permintaan modal usaha cukup berbekal surat keterangan usaha dari kelurahan, sudah bisa mendapat pinjaman di bawah Rp 20 juta. Sementara untuk pinjaman yang lebih besar, beberapa bank mensyaratkan bukti legalitas badan usaha.

Untuk kategori kedua itu, Yusuf mengakui, pelaku UMKM masih relatif sulit memenuhinya. Meskipun, dia mengakui, pengurusan izin usaha di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPPTSP) sudah mudah dan tak dipungut biaya.

“Memang masih banyak pelaku usaha yang kurang informasi, atau malas mencari tahu. Padahal kalau syarat perizinan ini terpenuhi, tentunya penyaluran kredit UMKM bisa meningkat lebih besar,” tutupnya. (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Selasa, 22 Mei 2018 06:42

Kontribusi Pajak Manufaktur Menjanjikan

JAKARTA – Industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar dalam penerimaan pajak berdasar…

Selasa, 22 Mei 2018 06:39

Indonesia Bisa Jadi Macan Ekonomi Digital

JAKARTA  – Pertumbuhan teknologi di Indonesia menujukan perubahan positif. Bahkan Indonesia…

Selasa, 22 Mei 2018 06:39

Penerbangan Extra Flight Dimulai 8 Juni

JAKARTA – Maskapai penerbangan mulai menambah kapasitas angkutan untuk mengantisipasi lonjakan…

Selasa, 22 Mei 2018 06:38

Penjualan Sepatu Masih Lesu

SURABAYA – Tren penjualan sepatu dan alas kaki di Jawa Timur masih lambat. Momen Ramadan dan Lebaran…

Selasa, 22 Mei 2018 06:36

Menteri Susi: Tenggelamkan! Bukan Sensasi

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terkenal nyentrik. Dalam menjalankan tugas…

Selasa, 22 Mei 2018 06:34

Awal Pekan, IHSG dan Rupiah Melemah

JAKARTA - Pasar saham Indonesia sepanjang perdagangan awal pekan ini, berjalan melemah di zona merah.…

Senin, 21 Mei 2018 06:24

Harga Minyak Mentah Naik, BBM Tetap

JAKARTA – Tren kenaikan harga minyak mentah atau Indonesia crude price (ICP) berdampak positif…

Senin, 21 Mei 2018 06:23

Agustus, Akuisisi Pertagas Diminta Rampung

JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta proses akuisisi PT Pertamina Gas…

Minggu, 20 Mei 2018 06:31

Permintaan Aneh Pelanggan Menggali Kreativitas

SETELAH lulus dari Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia pada 2014, Sherli Sukangto…

Minggu, 20 Mei 2018 06:28

Jaga Komunikasi, Kualitas, dan Kecepatan Kerja

MENGELOlA bisnis di bidang desain sejak 2014, Sherli Sukangto mengaku telah banyak menghadapi persaingan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .