MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 13 Februari 2018 07:26
UMKM Kian Agresif Serap Kredit

Disokong KUR, Usaha Perdagangan Masih Favorit

DI ATAS TARGET: Berdasarkan catatan OJK, segmen UMKM menyerap 31,65 persen dari total kucuran kredit bank umum di Kaltim. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kaltim kian mendapat porsi dari perbankan. Sepanjang tahun lalu, debitur dari segmen ini mendapat kucuran kredit Rp 21,32 triliun.

Nilai itu naik 6,74 persen dibanding periode 2016. Sementara porsinya, setara 31,65 persen dari total penyaluran kredit bank umum yang tahun lalu mencapai Rp 67,38 triliun. Pangsa tersebut lebih besar dari target rata-rata yang ditetapkan regulator, di angka 10 persen.

“Capaian penyaluran kredit UMKM itu juga wujud komitmen perbankan di Kaltim untuk memenuhi rasio pembiayaan UMKM. Tahun lalu, target porsi UMKM terhadap total portofolio kredit perbankan minimal 10 persen,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Dwi Ariyanto kepada Kaltim Post, Senin (12/2).

Jika dibedah lebih dalam, lanjut dia, usaha perdagangan besar dan eceran masih menjadi pasar utama perbankan di segmen UMKM, dengan distribusi 47,33 persen, atau senilai Rp 10,09 triliun. “Selanjutnya, ke sektor pertanian, perburuan dan kehutanan, dengan nilai Rp 3,02 triliun atau 14,19 persen dari total kredit UMKM,” terangnya.

Potensi UMKM dalam membangun ekonomi di daerah, disebut Dwi sangat penting. Terutama dalam mendukung sektor riil, yang bersentuhan langsung dengan aktivitas konsumsi masyarakat. Karenanya, menurut dia, tak heran jika perbankan kian melirik.

“UMKM ini adalah sektor dengan ketahanan cukup kuat. Seperti sekarang, saat kinerja sektor besar cenderung fluktuatif, UMKM lebih stabil. Dalam perekonomian pun, pelan-pelan strukturnya terus tumbuh, risikonya juga lebih kecil. Jadi, tak salah kalau porsinya dalam kredit juga bertambah,” tutupnya.

Ditemui terpisah, Konsultan UMKM Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim, Yusuf Arif Setiawan turut mengomentari tren tersebut. Menurutnya, serapan UMKM yang makin besar dalam struktur kredit, tak lepas dari realisasi program kredit usaha rakyat (KUR) yang disubsidi pemerintah.

Dia menjelaskan, selain perbankan yang kian ekspansif mengguyur modal ke segmen ini, pemahaman pelaku usaha mikro dan kecil juga semakin baik. Berdasarkan informasi dari bank-bank penyalur, debitur dari UMKM juga relatif disiplin menjaga kualitas pelunasan kredit mereka.

“Tapi secara umum, pertumbuhan kredit UMKM itu juga tak lepas dari semakin pahamnya mereka atas produk pembiayaan dari perbankan keseluruhan,” kata Yusuf saat diwawancarai, Senin (12/2).

Andil program KUR, lanjut dia, terlihat dari prosedur yang relatif lebih mudah ketimbang kredit produktif lain. UMKM yang mengajukan permintaan modal usaha cukup berbekal surat keterangan usaha dari kelurahan, sudah bisa mendapat pinjaman di bawah Rp 20 juta. Sementara untuk pinjaman yang lebih besar, beberapa bank mensyaratkan bukti legalitas badan usaha.

Untuk kategori kedua itu, Yusuf mengakui, pelaku UMKM masih relatif sulit memenuhinya. Meskipun, dia mengakui, pengurusan izin usaha di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPPTSP) sudah mudah dan tak dipungut biaya.

“Memang masih banyak pelaku usaha yang kurang informasi, atau malas mencari tahu. Padahal kalau syarat perizinan ini terpenuhi, tentunya penyaluran kredit UMKM bisa meningkat lebih besar,” tutupnya. (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 07:25

WADUH..!! Baru 36 Persen Perusahaan Jamin Pekerja

BALIKPAPAN - Tingkatkepesertaan dunia usaha Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan…

Selasa, 20 Februari 2018 09:20

Anggaran Cukup, Belum Dianggap Urgen

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) mengeluhkan tak adanya cadangan nasional BBM…

Selasa, 20 Februari 2018 09:14

Gaya Hidup Tak Sehat Masyarakat Jadi Potensi Pasar

Pangsa pasar sektor consumer goods di Indonesia masih didominasi makanan pokok dan cepat saji. Produk…

Selasa, 20 Februari 2018 09:08

Bunga Deposito Bisa Turun Lagi

JAKARTA - Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) memperkirakan, tren penurunan bunga deposito akan berlanjut…

Selasa, 20 Februari 2018 09:05

Sektor Industri Ditarget Tumbuh 5,67 Persen

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan industri pengolahan non-migas tumbuh 5,67…

Selasa, 20 Februari 2018 09:04

RI Kebut Perundingan Dagang dengan Eropa

SURAKARTA - Kementerian Perdagangan akan mempercepat perundingan Indonesia-European Union Comprehensive…

Selasa, 20 Februari 2018 09:02

IHSG Kembali Cetak Rekor

INDEKS harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menceata rekor tertinggi, di level…

Selasa, 20 Februari 2018 09:01

Daihatsu Kuasai 17 Persen Pangsa Pasar

JAKARTA - Daihatsu langsung menggenjot penjualannya awal tahun ini. Sepanjang tahun lalu, brand otomotif…

Senin, 19 Februari 2018 07:25

Impor Barang Produksi Turun Tajam

SAMARINDA – Berbeda dengan ekspor yang melesat tajam, kinerja impor Kaltim sepanjang 2017 lalu…

Senin, 19 Februari 2018 07:24

Long Weekend, Hotel di Samarinda Perbaiki Okupansi

SAMARINDA - Momen long weekend edisi Imlek lalu membawa berkah bagi bisnis perhotelan di Samarinda.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .