MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 13 Februari 2018 07:26
UMKM Kian Agresif Serap Kredit

Disokong KUR, Usaha Perdagangan Masih Favorit

DI ATAS TARGET: Berdasarkan catatan OJK, segmen UMKM menyerap 31,65 persen dari total kucuran kredit bank umum di Kaltim. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kaltim kian mendapat porsi dari perbankan. Sepanjang tahun lalu, debitur dari segmen ini mendapat kucuran kredit Rp 21,32 triliun.

Nilai itu naik 6,74 persen dibanding periode 2016. Sementara porsinya, setara 31,65 persen dari total penyaluran kredit bank umum yang tahun lalu mencapai Rp 67,38 triliun. Pangsa tersebut lebih besar dari target rata-rata yang ditetapkan regulator, di angka 10 persen.

“Capaian penyaluran kredit UMKM itu juga wujud komitmen perbankan di Kaltim untuk memenuhi rasio pembiayaan UMKM. Tahun lalu, target porsi UMKM terhadap total portofolio kredit perbankan minimal 10 persen,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Dwi Ariyanto kepada Kaltim Post, Senin (12/2).

Jika dibedah lebih dalam, lanjut dia, usaha perdagangan besar dan eceran masih menjadi pasar utama perbankan di segmen UMKM, dengan distribusi 47,33 persen, atau senilai Rp 10,09 triliun. “Selanjutnya, ke sektor pertanian, perburuan dan kehutanan, dengan nilai Rp 3,02 triliun atau 14,19 persen dari total kredit UMKM,” terangnya.

Potensi UMKM dalam membangun ekonomi di daerah, disebut Dwi sangat penting. Terutama dalam mendukung sektor riil, yang bersentuhan langsung dengan aktivitas konsumsi masyarakat. Karenanya, menurut dia, tak heran jika perbankan kian melirik.

“UMKM ini adalah sektor dengan ketahanan cukup kuat. Seperti sekarang, saat kinerja sektor besar cenderung fluktuatif, UMKM lebih stabil. Dalam perekonomian pun, pelan-pelan strukturnya terus tumbuh, risikonya juga lebih kecil. Jadi, tak salah kalau porsinya dalam kredit juga bertambah,” tutupnya.

Ditemui terpisah, Konsultan UMKM Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim, Yusuf Arif Setiawan turut mengomentari tren tersebut. Menurutnya, serapan UMKM yang makin besar dalam struktur kredit, tak lepas dari realisasi program kredit usaha rakyat (KUR) yang disubsidi pemerintah.

Dia menjelaskan, selain perbankan yang kian ekspansif mengguyur modal ke segmen ini, pemahaman pelaku usaha mikro dan kecil juga semakin baik. Berdasarkan informasi dari bank-bank penyalur, debitur dari UMKM juga relatif disiplin menjaga kualitas pelunasan kredit mereka.

“Tapi secara umum, pertumbuhan kredit UMKM itu juga tak lepas dari semakin pahamnya mereka atas produk pembiayaan dari perbankan keseluruhan,” kata Yusuf saat diwawancarai, Senin (12/2).

Andil program KUR, lanjut dia, terlihat dari prosedur yang relatif lebih mudah ketimbang kredit produktif lain. UMKM yang mengajukan permintaan modal usaha cukup berbekal surat keterangan usaha dari kelurahan, sudah bisa mendapat pinjaman di bawah Rp 20 juta. Sementara untuk pinjaman yang lebih besar, beberapa bank mensyaratkan bukti legalitas badan usaha.

Untuk kategori kedua itu, Yusuf mengakui, pelaku UMKM masih relatif sulit memenuhinya. Meskipun, dia mengakui, pengurusan izin usaha di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPPTSP) sudah mudah dan tak dipungut biaya.

“Memang masih banyak pelaku usaha yang kurang informasi, atau malas mencari tahu. Padahal kalau syarat perizinan ini terpenuhi, tentunya penyaluran kredit UMKM bisa meningkat lebih besar,” tutupnya. (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:55

Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor

JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan…

Selasa, 18 September 2018 06:49

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

JAKARTA – Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring keluarnya Surat…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Lanjutkan Program Pengendalian Inflasi

BALIKPAPAN – Guna menekan laju inflasi di Kota Minyak, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI)…

Senin, 17 September 2018 07:11

Selamatkan Devisa lewat B20

SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan monitoring implementasi mandatori Biodiesel…

Senin, 17 September 2018 07:09

Asa Pariwisata Kota Minyak

BALIKPAPAN – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih serius dalam meningkatkan pariwisata. Minimnya…

Senin, 17 September 2018 07:05

Cocok dengan Medan Kaltim

SAMARINDA – Hadirnya produk baru, New Triton Athlete berhasil mendongkrak penjualan mobil Mitsubishi.…

Senin, 17 September 2018 07:02

Impor Barang Rp 1,1 Juta Kena Bea Masuk

JAKARTA – Pemerintah mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman dengan mengenakan bea…

Senin, 17 September 2018 06:56

RI Poros Ekonomi Kreatif 2030

JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .