MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Senin, 12 Februari 2018 11:59
Ujian Mental Angkat Besi

PROKAL.CO, JAKARTA – Indonesia mendominasi test event hari pertama cabang olahraga (cabor) angkat besi. Dari delapan kelas yang dipertandingkan kemarin (11/2), Indonesia menyabet lima medali emas. Meski begitu, test event di Hall A1, JIExpo Kemayoran, Jakarta, belum menggambarkan persaingan sesungguhnya Asian Games 2018.

Eko Yuli Irawan, peraih emas kelas 62 kg putra menyatakan, ajang kali ini menjadi ujian mental bagi dia. “Memang ada terpacu medali emas, buat melihat peningkatan prestasi di latihan saja,” urai lifter asal Jawa Timur tersebut.

Kemarin, Eko melakukan angkatan snatch 135 kg, dan clean and jerk, 160 kg. Capaian itu memang bukan merupakan prestasi terbaik dia. Sebab, dalam latihan sebulan terakhir, 135 kg snatch dan 171 kg clean and jerk

Kejadian menarik saat Eko melakukan percobaan ketiga angkatan clean and jerk. Peraih perak Olimpiade 2016 Rio itu memasang target 172 kg, tetapi akhirnya dia gagal menuntaskannya. Saat menjalani latihan, dia bisa mengangkat beban di kisaran 171 kg. Namun, dengan kondisi berat badan yang di atas 62 kg alias over. “Maunya tes mental dengan kondisi berat badan sekarang, ternyata belum siap,” terangnya.

Dengan waktu saat ini, Eko realistis bisa bersaing untuk merebut medali emas Asian Games Agustus mendatang. “Peluangnya sekarang fifty-fifty karena pemegang rekor di Asian Games sebelumnya kena suspend,” ujarnya.

Sementara itu, pada sektor putra, Sri Wahyuni Agustiani, andalan Merah Putih di kelas 48 kg putri masih menjadi yang terbaik di kelasnya. Dia mencatatkan angkatan terbaik 82 kg (snatch) dan 105 kg (clean and jerk).

Yuni—sapaan karib Sri Wahyuni—harus merelakan kesempatan memperbaiki angkatan ketiga di 111 kg. “Tadi harusnya kena, clean-nya saja aman, jerk-nya kurang fokus,” urainya.

Khusus sektor putri, kebijakan menaikkan kelas masing-masing lifter mengalami perubahan mendadak menjelang test event berlangsung. Manajer pelatnas angkat besi, Dirdja Wihardja menyebutkan, kebijakan tersebut atas permintaan petinggi PB PABBSI.

“Selain itu, memang kami butuh data awal yang konkret menuju Asian Games karena tinggal 193 hari lagi,” ujarnya. Namun, perubahan tersebut sedikit menyusahkan para lifter. Sebab, semula, mereka mempersiapkan diri untuk tampil satu kelas di atas kelas spesialis mereka. (nap/jpg/ndy/k11)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 13:09

Ini Dia Faktor Kenapa Aleksandar Rakic Bisa Jadi Top Skor

MULANYA striker Persebaya Surabaya David da Silva yang lebih dijagokan…

Selasa, 11 Desember 2018 13:01
Rohit Chand

Pemain Tim, Tidak Individual

SEBELUM pekan terakhir Liga 1, sudah terdengar beberapa nama yang…

Selasa, 11 Desember 2018 12:58
Osvaldo Haay, Pemain Muda Terbaik Liga 1 2018

Karena Menonjol Dalam Tim

LAMBAT panas. Kata itu tepat menggambarkan performa winger Persebaya Surabaya…

Selasa, 11 Desember 2018 11:19

Fase Penentu di Camp Nou

BARCELONA memang sudah memastikan tiket ke 16 besar Liga Champions.…

Selasa, 11 Desember 2018 11:08

Degradasi Bukan Kiamat

KOMPETISI Liga 1 2018 sudah selesai. Persija Jakarta keluar sebagai…

Selasa, 11 Desember 2018 11:04

Ozil berlabuh ke Inter Milan

Rumor yang menyebut gelandang Arsenal Mesut Ozil bakal bergabung dengan…

Selasa, 11 Desember 2018 07:28

Nabil: Itu Bukan Tipe Saya

BOS Borneo FC Nabil Husein meradang. Tim yang dikelolanya dengan…

Selasa, 11 Desember 2018 07:21

Evaluasi PSM: Kurang Maksimalkan Potensi

LIGA 1 2018 sudah berakhir. Para pemain PSM pun kini…

Selasa, 11 Desember 2018 07:12

Tak Dipandang Sebelah Mata

JAKARTA – Terpilihnya Rohit Chand (Persija) sebagai pemain terbaik Liga…

Selasa, 11 Desember 2018 07:09

Liga 1 2019 setelah Pilpres

JAKARTA - PT Liga Indonesia Baru (LIB) segera melakukan evaluasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .