MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 12 Februari 2018 09:18
Gugur Suara dari Mahasiswa
Erfan Abdissalam

PROKAL.CO, SABAN tahun, muda mudi Kaltim merantau dari kampung halaman untuk menimba ilmu. Eksodus demikian bukanlah barang baru. Namun, mereka yang berdomisili di luar Kaltim akan menghadapi kendala ketika pilkada.

Jumlah mahasiswa Kaltim di rantau orang tidak sedikit, diperkirakan menembus 100 ribu jiwa. Sebagian dari mereka adalah pemilih pemula. Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, mencatat 59.013 pemilih pemula pada 2018. Mereka yang dikategorikan pemilih pemula adalah pemegang suara yang baru berhak memilih tahun ini.

Erfan Abdissalam adalah ketua Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur (KPMKT) Jogjakarta. Sebagai mahasiswa, dia tidak pernah menggunakan hak suara dalam pilkada. Pemuda 22 tahun dari Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, itu sudah enam tahun menuntut ilmu di Jogjakarta.

Erfan tiga kali absen dalam pemilu, yaitu Pilgub Kaltim 2013, Pemilihan Legislatif 2014, dan Pilbup Paser 2015. Mahasiswa Jurusan Farmasi di Universitas Muhammadiyah Jogjakarta itu hanya mendapat satu kesempatan menyumbangkan suara, yaitu Pilpres 2014. Skema pilpres yang berbeda dengan pilkada memungkinkan dia mengikuti pesta demokrasi.

Kesempatan memilih saat pilpres, tutur Erfan, berawal dari bantuan Komisi Pemilihan Umum Jogjakarta. Lembaga penyelenggara pemilu berinisiatif mendata seluruh penduduk termasuk yang tinggal di asrama mahasiswa. “Saya tidak bisa ikut pileg pada tahun yang sama karena pilihan yang tersedia adalah calon legislatif Jogjakarta, bukan Kaltim atau Paser,” katanya.

Tak semua mahasiswa mendapat kesempatan seperti Erfan. Mereka yang dapat memilih dalam pilpres hanya mahasiswa yang tinggal di asrama. Mahasiswa yang indekos tidak dapat terpantau. Dalam perkiraan KPMKT Jogjakarta, terang Erfan, sedikitnya 8.000 mahasiswa asal Kaltim bermukim di Kota Gudeg. Pendataan mahasiswa dari Balikpapan saja sekitar seribu orang.

“Masih banyak lagi yang tersebar di Malang, Surabaya, Jakarta, dan Makassar. Sebagai sesama pengurus KPMKT, kami sering berkomunikasi,” sebutnya. Menurut Erfan, hampir semua mahasiswa Kaltim antusias menyambut pilkada serentak. Perpolitikan Kaltim selalu menjadi tema utama dalam forum diskusi langsung maupun media sosial. Namun, mereka terkendala dalam memberikan suara pada hari pemungutan.

Masalah penggunaan hak suara para mahasiswa di luar daerah disebut sudah disampaikan KPMKT kepada Pemprov Kaltim. Melalui Sekprov Kaltim Rusmadi Wongso, Agustus 2017 lalu, KPMKT Jogjakarta dan KPMKT Surabaya mencari jalan keluar. Salah satunya, fasilitasi Pemprov Kaltim mengundang tokoh yang berpotensi maju dalam pilkada untuk berdiskusi di Jogjakarta.

“Kami memang terancam tidak bisa ikut bersuara, tapi setidaknya kami ingin menyampaikan aspirasi,” terang Erfan.

Selain itu, KPMKT mengirimkan surat kepada gubernur Kaltim, Desember lalu. Mereka memohon audiensi dan diskusi dengan gubernur mengenai pilkada. Namun, kata Erfan, tak ada tanggapan sampai sekarang.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Henry Pailan Tandi Payung mengatakan sudah mendengar permasalahan tersebut. Setiap individu yang ber-KTP  Kaltim, kata dia, mestinya berhak dan bisa memilih gubernur. “Kalau memang memungkinkan, ya, difasilitasi agar bisa memilih,” tuturnya.

Sudah sukar memberikan suara, para mahasiswa di luar daerah mengaku kesulitan mengurus beasiswa. Tim Riset Kaltim Post bekerja sama dengan KPMKT mengadakan survei yang diikuti 101 responden berusia 17–25 tahun yang kuliah di luar daerah. Mayoritas responden yaitu 36,6 persen meminta Beasiswa Kaltim Cemerlang diadakan lagi, serta kemudahan program beasiswa (lebih lengkap, lihat infografis). Kemudahan yang dimaksud yaitu mengurus dokumen dan berkas yang lebih fleksibel. (tim kp)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 10:46

Cerita Perjalanan Sunarman, Napi Palu yang Menyerahkan Diri ke Rutan Solo

Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:40

Waduh, Utang Luar Negeri Indonesia Naik, Tembus Rp 5.410 Triliun..!!

JAKARTA- Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh sebesar USD 360,7 miliar atau Rp 5.410 triliun (kurs…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:14

MAAF..!! Tol Balikpapan - Samarinda Molor, Ngga Jadi Diresmikan Jokowi

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda batal diresmikan akhir tahun ini. Padahal mantan Gubernur Kaltim…

Senin, 15 Oktober 2018 11:42
Menelisik Prostitusi Online di Kota Semarang

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota…

Senin, 15 Oktober 2018 11:36
Romo Leo Joosten Ginting Suka, Warga Belanda yang Lestarikan Budaya Batak Karo

Lestarikan Budaya Batak karena Cinta

Begitu menginjakkan kaki di Tapanuli Utara pada 1971, Leo Joosten langsung jatuh cinta dengan tanah…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:11

INNALILLAHI..!! 12 Siswa Tewas Diterjang Banjir

JAKARTA – Kelas sore itu berubah jadi tragedi. Puluhan siswa yang tengah belajar diterjang air…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:09

Premium Tak Naik, Tapi Pasokan Dikurangi?

Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai,…

Minggu, 14 Oktober 2018 08:06

Sikat Persebaya, Borneo FC Bidik Papan Atas

SURABAYA – Gairah Borneo FC kembali membuncah. Tekad bersaing di papan atas makin kuat. Suntikan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:10

Rumah DP 0 Persen Diluncurkan Anies

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan berharap rumah DP 0 persen dapat meringankan warga…

Sabtu, 13 Oktober 2018 10:28

Dua Kali Dipanggil Mangkir, Ketua DPRD Itu Dibawa Polisi

JAKARTA – Isu bahwa Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif ditangkap polisi terjawab. Ya, Mabes Polri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .