MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 12 Februari 2018 09:18
Gugur Suara dari Mahasiswa
Erfan Abdissalam

PROKAL.CO, SABAN tahun, muda mudi Kaltim merantau dari kampung halaman untuk menimba ilmu. Eksodus demikian bukanlah barang baru. Namun, mereka yang berdomisili di luar Kaltim akan menghadapi kendala ketika pilkada.

Jumlah mahasiswa Kaltim di rantau orang tidak sedikit, diperkirakan menembus 100 ribu jiwa. Sebagian dari mereka adalah pemilih pemula. Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, mencatat 59.013 pemilih pemula pada 2018. Mereka yang dikategorikan pemilih pemula adalah pemegang suara yang baru berhak memilih tahun ini.

Erfan Abdissalam adalah ketua Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur (KPMKT) Jogjakarta. Sebagai mahasiswa, dia tidak pernah menggunakan hak suara dalam pilkada. Pemuda 22 tahun dari Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, itu sudah enam tahun menuntut ilmu di Jogjakarta.

Erfan tiga kali absen dalam pemilu, yaitu Pilgub Kaltim 2013, Pemilihan Legislatif 2014, dan Pilbup Paser 2015. Mahasiswa Jurusan Farmasi di Universitas Muhammadiyah Jogjakarta itu hanya mendapat satu kesempatan menyumbangkan suara, yaitu Pilpres 2014. Skema pilpres yang berbeda dengan pilkada memungkinkan dia mengikuti pesta demokrasi.

Kesempatan memilih saat pilpres, tutur Erfan, berawal dari bantuan Komisi Pemilihan Umum Jogjakarta. Lembaga penyelenggara pemilu berinisiatif mendata seluruh penduduk termasuk yang tinggal di asrama mahasiswa. “Saya tidak bisa ikut pileg pada tahun yang sama karena pilihan yang tersedia adalah calon legislatif Jogjakarta, bukan Kaltim atau Paser,” katanya.

Tak semua mahasiswa mendapat kesempatan seperti Erfan. Mereka yang dapat memilih dalam pilpres hanya mahasiswa yang tinggal di asrama. Mahasiswa yang indekos tidak dapat terpantau. Dalam perkiraan KPMKT Jogjakarta, terang Erfan, sedikitnya 8.000 mahasiswa asal Kaltim bermukim di Kota Gudeg. Pendataan mahasiswa dari Balikpapan saja sekitar seribu orang.

“Masih banyak lagi yang tersebar di Malang, Surabaya, Jakarta, dan Makassar. Sebagai sesama pengurus KPMKT, kami sering berkomunikasi,” sebutnya. Menurut Erfan, hampir semua mahasiswa Kaltim antusias menyambut pilkada serentak. Perpolitikan Kaltim selalu menjadi tema utama dalam forum diskusi langsung maupun media sosial. Namun, mereka terkendala dalam memberikan suara pada hari pemungutan.

Masalah penggunaan hak suara para mahasiswa di luar daerah disebut sudah disampaikan KPMKT kepada Pemprov Kaltim. Melalui Sekprov Kaltim Rusmadi Wongso, Agustus 2017 lalu, KPMKT Jogjakarta dan KPMKT Surabaya mencari jalan keluar. Salah satunya, fasilitasi Pemprov Kaltim mengundang tokoh yang berpotensi maju dalam pilkada untuk berdiskusi di Jogjakarta.

“Kami memang terancam tidak bisa ikut bersuara, tapi setidaknya kami ingin menyampaikan aspirasi,” terang Erfan.

Selain itu, KPMKT mengirimkan surat kepada gubernur Kaltim, Desember lalu. Mereka memohon audiensi dan diskusi dengan gubernur mengenai pilkada. Namun, kata Erfan, tak ada tanggapan sampai sekarang.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Henry Pailan Tandi Payung mengatakan sudah mendengar permasalahan tersebut. Setiap individu yang ber-KTP  Kaltim, kata dia, mestinya berhak dan bisa memilih gubernur. “Kalau memang memungkinkan, ya, difasilitasi agar bisa memilih,” tuturnya.

Sudah sukar memberikan suara, para mahasiswa di luar daerah mengaku kesulitan mengurus beasiswa. Tim Riset Kaltim Post bekerja sama dengan KPMKT mengadakan survei yang diikuti 101 responden berusia 17–25 tahun yang kuliah di luar daerah. Mayoritas responden yaitu 36,6 persen meminta Beasiswa Kaltim Cemerlang diadakan lagi, serta kemudahan program beasiswa (lebih lengkap, lihat infografis). Kemudahan yang dimaksud yaitu mengurus dokumen dan berkas yang lebih fleksibel. (tim kp)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 12:36
Iran vs Spanyol

Percaya De Gea

KAZAN – Kiper Spanyol David de Gea membuat kesalahan besar pada debutnya di Piala Dunia 2018.…

Rabu, 20 Juni 2018 08:25
35.903 Orang Keluar lewat Semayang, Yang Balik Sebelum Pilkada Hanya 5.400-an

Cepat Pulang, demi Masa Depan Kaltim

SAMARINDA – Kekhawatiran angka golongan putih (golput) meninggi pada pemilihan kepala daerah (pilkada)…

Rabu, 20 Juni 2018 08:20
Pemkab Kukar Klaim Sudah Ajukan Izin Pemanfaatan Kawasan Tahura

Pusat Dituding Setengah Hati

TENGGARONG – Sejumlah objek yang beroperasi di atas Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto bakal…

Selasa, 19 Juni 2018 08:54

Gairah Salah

ST PETERSBURG – Mesir membutuhkan Mohamed Salah. Kekalahan The Pharaohs, julukan Mesir, di matchday…

Selasa, 19 Juni 2018 08:49

Soal Bangunan di Bukit Soeharto, Pemerintah Ikut Melanggar

TENGGARONG – Ketenangan warga yang bermukim di sepanjang jalan poros Balikpapan-Samarinda, mulai…

Selasa, 19 Juni 2018 08:47

Kelebihan Muatan, Kapal Tenggelam

SAMOSIR – Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang berlayar dari Pelabuhan Simanindo, Samosir tujuan…

Selasa, 19 Juni 2018 08:45

Kesalahan Fatal dan Cenderung Disengaja

JAKARTA – Untuk sekian kalinya terjadi kasus kesalahan cetak Alquran. Kali ini kabar kesalahan…

Selasa, 19 Juni 2018 08:43

Dihancurkan Laser, Paling Lama Satu Jam

Menghancurkan batu ginjal perlu waktu berhari-hari. Persiapan operasi. Tindakan. Dan masa pemulihan.…

Senin, 18 Juni 2018 08:19

Usai Lebaran, Selamat Datang Kemacetan

TENGGARONG – Hampir saban tahun saat Lebaran, jalan poros Balikpapan-Samarinda padat. Namun, titik…

Senin, 18 Juni 2018 08:05

TEGAS..!! RM Tahu Sumedang Harus Tutup saat Idulfitri

BATAS waktu pengurusan izin RM Tahu Sumedang, Jalan Soekarno-Hatta, Km 50, di kawasan Tahura Bukit Soeharto…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .