MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 12 Februari 2018 09:15
Regina, Orangutan yang Bertahun-tahun Berdampingan dengan Warga
Tidur Sekasur, Bibir Bengkak setelah Makan Ikan
SEPERTI KELUARGA: Regina memeluk Intan Nurmala Sari sesaat sebelum petugas mengevakuasinya kemarin. Foto kiri Raska (kaus hitam) melihat Regina.(EDWIN AGUSTYAN/KP)

PROKAL.CO, Pembukaan kebun sawit secara masif membuat orangutan tersingkir dari rumahnya. Arena bermain bersalin menjadi tempat yang tidak ramah. Mereka memilih pergi agar tetap bisa bertahan hidup.

EDWIN AGUSTYAN, Bontang

SALAH satu yang berhasil selamat itu adalah Regina. Medio 2013, orangutan tersebut merangkak pelan mencari perlindungan. Kebakaran hutan yang melanda Kelurahan Guntung, Bontang, kala itu membuatnya mengungsi. Terpisah dari induknya. Langkah kakinya membawanya ke permukiman warga.

Rumah panggung yang ditempati pasangan suami-istri Suparman Hendi (31) dan Intan Nurmala Sari (30) dipilih menjadi tempat persinggahan orangutan tersebut. Suparman dan Intanlah yang akhirnya memberi nama Regina kepada kera besar tersebut. Layaknya orang yang sedang bertamu, Regina memukul-mukul daun pintu. Seperti sedang mengetuk.

Intan yang melihat tubuh mungil Regina segera memeluknya. Saat itu, hewan dengan nama latin Pongo pygmaeus itu berumur sekitar 8 bulan. Usianya tidak terpaut jauh dengan anak bungsu Intan, Meysa Riska. “Hampir sama. Saat itu anak saya baru belajar jalan,” kata Intan kemarin di kediamannya di Kelurahan Guntung, kemarin (11/2).

Keluarga tersebut merawat Regina seperti anak sendiri. Selama enam bulan mamalia itu diberi minum susu. Tidurnya pun satu kasur dengan Riska dan Muhammad Raska, anak ketiga pasangan itu. Kebiasaan itu berlangsung saban hari. Keakraban pun segera terjalin erat di antara mereka. “Dia (Regina) ngamuk kalau saya seolah ingin melempar Raska. Karena memang sudah sangat dekat,” terang Suparman.

Hewan dilindungi itu diajari mengenali bagian tubuhnya. Meminta dengan tangan kanan dan boleh marah. “Kalau minta minum dia menggaruk leher. Kalau mau makan, gerakan tangan seperti minta disuap,” kata Intan.

Sehari-hari, Regina diberi makan pepaya, nanas, dan nasi. Es dan kopi pun diseruputnya. Warga sekitar juga sering membawakannya makanan. Termasuk gorengan. Tapi, Gina, begitu Regina sering dipanggil, tak bisa makan ikan. “Bibirnya langsung bengkak,” tuturnya.

Suatu waktu, tidak ada orang di rumah Suparman. Gina yang ditempatkan di batang pohon di samping rumah kelaparan. Dia menemukan air aki dan meminumnya. “Seharian Gina diare,” ungkapnya.

Selama ini, Intan menyebut tidak menutupi kalau keluarganya memelihara orangutan. Mereka juga tahu bila binatang dengan deoxyribonucleic acid (DNA) yang 97 persen (hasil penelitian Washington University's Genome Center) mirip manusia itu dilindungi. Bahkan puskesmas, sebut dia, sudah dua kali melakukan vaksin terhadapnya. “Kalau tidak salah suntik rabies,” jelasnya.

Gina juga jarang dirantai. Karena sudah sangat jinak dia diberi keleluasaan bergerak. Lehernya baru diberi rantai dan diikat di pohon jika tidak ada yang menjaga. “Kami takut kalau cari makan ke kebunnya orang,” akunya.

Perempuan berjilbab itu mengaku berat untuk melepas Gina. Terlebih dua dari empat anaknya sangat dekat. Dia bahkan sudah menganggap orangutan itu anak sendiri. Tak heran jika saat Gina dievakuasi diiringi tangisan. Terutama Riska. Namun, dia sadar bahwa orangutan itu harus diserahkan agar bisa kembali hidup di habitatnya. “Sudah, ya, Nak. Banyak temanmu nanti di sana,” kata Intan, kepada Gina, yang sudah dalam kandang.

Suparman menyampaikan, Regina datang ke rumahnya pada 2013 bertepatan dengan pembukaan lahan sawit di sekitar Gunung Tongkat, Kutim. Lokasinya tidak jauh dari Guntung. “Dia jalan dari arah sana (Gunung Tongkat),” katanya.

Sementara itu, evakuasi Regina berawal dari sosialisasi yang dilakukan Taman Nasional Kutai (TNK). Mereka menerima aduan bahwa ada warga yang memelihara orangutan. “Setelah kami cek, lokasinya ternyata berada di luar TNK. Jadi kami koordinasikan dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam),” kata Kepala TNK Nur Patria.

Adapun, Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Kaltim Tarsis Krisdianto mengungkapkan, Regina nantinya diberikan ke pusat rehabilitasi orangutan. Mengingat, pihaknya tidak memiliki fasilitas maupun keahlian. “Mereka (pusat rehabilitasi orangutan) juga yang berhak menerima orangutan hasil penyitaan dari masyarakat,” tuturnya. Rehabilitasi diperlukan agar orangutan itu bisa menyesuaikan diri. Mengingat sejak bayi mamalia itu hidup jinak. (rom/k8)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 08:33

Dolar Naik, Jangka Panjang Kaltim Bisa Merugi

SAMARINDA – Kaltim jangan terlena. Kata yang paling pas disematkan untuk provinsi ini. Benua Etam…

Selasa, 25 September 2018 08:30

Hidup-Mati Lawan India

KUALA LUMPUR – Ambisi Timnas Indonesia U-16 mengamankan tiket ke fase selanjutnya di Piala AFC…

Selasa, 25 September 2018 08:26

Dewan Protes Duit Bansos Dipangkas

SAMARINDA – Perdebatan alot belanja hibah bantuan sosial (bansos) di APBD Perubahan (APBD-P) Kaltim…

Selasa, 25 September 2018 08:25

14 Bank Dibobol, Rp 14 T “Raib”

JAKARTA - Rp 14 triliun berhasil digondol PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (PT SNP) dari 14 bank BUMN…

Selasa, 25 September 2018 08:22

Bermalam di Memphis, Kota yang Lahirkan Rock ‘n Roll dan Elvis

Memphis adalah nama penting bagi industri musik dunia. Datanglah ke kota di pinggiran Sungai Mississippi…

Senin, 24 September 2018 09:38

Menjajal Megabus, Pesaing sang Legenda Greyhound

Dihubungkan jaringan jalan yang begitu panjang dari satu kota ke kota lain. Seluruh penjuru daratan…

Senin, 24 September 2018 09:23

Tak Ingin Bebani Warga, Minta Pemerintah Turunkan Harga

Dibanding daerah lain di Kaltim, Bontang dapat dikatakan lebih unggul dalam hal jaringan gas (jargas).…

Senin, 24 September 2018 09:20

Sudah Ditetapkan, Idris Geser Ferdian

PERLAHAN tapi pasti. Dukungan bagi Muhammad Idris sebagai kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)…

Minggu, 23 September 2018 12:55

Tuntaskan Proyek Peninggalan Gubernur

SAMARINDA - Restuardy Daud akhirnya resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim oleh Menteri…

Minggu, 23 September 2018 09:18

Modal Penting Menang Tandang

BANGKALAN – Kemenangan 2-1 berhasil diraih Borneo FC dalam lanjutan Liga 1 menantang Madura United…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .