MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 12 Februari 2018 09:03
Cari Cara Yakinkan Pemilih
SUDAH KETENTUAN: Warga Kaltim yang ingin menggunakan hak suara mereka wajib pulang kampung. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SERATUS ribu suara warga Kaltim yang menimba ilmu serta mengadu nasib di daerah lain terancam masuk golongan putih. Kelompok "perantauan" tersebut memiliki suara signifikan, hingga 7 persen dari total warga yang menggunakan hak pilih pada Pilkada 2015. Sejumlah pihak berupaya mencari jalan keluar untuk mereka, termasuk partai politik.

Sekretaris DPD Golkar Kaltim Abdul Kadir tak menyangkal bila kelompok tersebut menjadi faktor penentu angka golput yang tinggi. Namun, di sisi lain, suara warga yang tinggal di luar provinsi adalah peluang untuk diperebutkan.

Menurutnya, tanpa tempat pemilihan suara di luar Kaltim, para pemilih di luar daerah harus diyakinkan. Penyelenggara dan pasangan calon gubernur dan wakil harus mampu menyampaikan pesan. "Mengikuti pemilu itu bukan hak, melainkan kewajiban," jelas Kadir. Pesan itu berarti ada rasa tanggung jawab sehingga mereka berkenan untuk pulang.

“Memilih pemimpin itu sebuah kewajiban. Kepada siapa pilihannya, itu hak,” sambungnya.

Kadir juga menilai, suara yang melayang dari kelompok tersebut berpotensi mengganggu proses demokrasi. Angka golput yang tinggi adalah persoalan bagi kualitas pemilihan umum. "Ironis sekali jika ada pemimpin yang terpilih hanya oleh 30 persen pemegang suara,” tuturnya. Kadir beranggapan, krisis demikian berdampak kepada kepercayaan pemimpin.

Untuk memberikan kesadaran itu, Kadir mengkritik pembatasan alat peraga kampanye. Padahal, medium itu dapat menampilkan sosok kandidat yang membuat pemilih aktif di pilkada. “Ibarat menjual produk, jika disajikan menarik, konsumen akan terpikat,” katanya.

Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik, Agitasi, dan Propaganda, DPD PDI Perjuangan Kaltim, Agus Salim, setuju bahwa pembatasan alat peraga mempersempit ruang gerak kandidat. Untuk pemilih di luar daerah, PDIP bersosialisasi door to door. Namun, Agus lebih menekankan kepada kesadaran pemilih untuk pulang kampung. Kecil kemungkinan penyelenggara pemilu membuka TPS di luar daerah. Hal ini turut menjadi tantangan bagi partai politik.

Ketua DPW PPP Kaltim Rusman Yaqub menyarankan KPU membuka TPS di sejumlah daerah di luar Kaltim. Cara itu dianggap sebagai bentuk tanggung jawab penyelenggara pemilu. “Itu boleh dilakukan. Kenapa tidak? Jika memang benar informasinya ada 100 ribu lebih penduduk Kaltim yang tersebar di sejumlah daerah, itu angka yang signifikan di Pilgub,” ungkapnya.

TPS bisa dibuka di kantor perwakilan instansi atau asrama mahasiswa Kaltim. Rusman menyarankan perwakilan pemerintah di kota-kota yang dimaksud digandeng terlebih dahulu. “Kami akan sounding ini kepada KPU dan pemerintah. Kami minta diberikan akses untuk sosialisasi di daerah-daerah tersebut,” terang ketua tim pemenang pasangan Syaharie Jaang dan Awang Ferdian Hidayat itu.

Politikus Partai Gerindra Agus Suwandi memilih menyerahkan masalah pemilih di luar daerah kepada individu masing-masing. Berbeda dengan pilpres, kata dia, pilgub tak mengakomodasi pembukaan TPS di luar daerah.

Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) Kaltim KH Muhammad Rasyid justru berpendapat, sebagai lembaga penyelenggara pemilu, KPU harus membuat TPS khusus di kantong-kantong warga Kaltim di luar daerah. Ini agar hak pemilih sebagai warga negara bisa disalurkan.

“Kalau mau pulang, itu perlu biaya. Mereka yang belum mampu atau tak ada waktu, tetapi mau memilih tentu kesulitan. Jadi, sebaiknya KPU buat TPS di sana,” kata Rasyid. Dia berpandangan, jangan sampai pemilih di luar Kaltim merasa diabaikan. Apalagi dalam prosesnya, mereka tak memiliki informasi akurat mengenai pilgub. (tim kp)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 13:12

MASIH BANYAK..!! Ada 120 Desa di Kaltim Masih Tertinggal

SAMARINDA- Badan Pusat Statistik Kaltim mencatat 120 desa di Kaltim…

Selasa, 11 Desember 2018 11:00

Wisata Alam Kaltim Masih Jadi Idola

SAMARINDA - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kaltim pada Oktober…

Selasa, 11 Desember 2018 09:30

Ada Tambang Dekat Pemukiman, Laporkan ke Dinas ESDM

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Energi Sumber Daya…

Senin, 10 Desember 2018 11:32

KERAS..!! TNI Ultimatum Separatis Papua: Menyerah atau Kami Selesaikan!

Pencarian lima korban kebrutalan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua…

Senin, 10 Desember 2018 09:14

WOW..!! Gubernur Bertemu Dubes Rusia, Proyek Kereta Api Dilanjutkan

DENPASAR- Sempat vakum selama dua tahun, proyek kereta api di…

Senin, 10 Desember 2018 07:34

Air Mata Naga

JAKARTA – Ruang ganti Mitra Kukar mendadak hening. Semua penggawanya…

Minggu, 09 Desember 2018 23:25

Naga Akhirnya Turun Kasta, Ini Kata Pelatih RD

Perjuangan itu akhinya kandas. Ya Mitra Kukar secara resmi dipastikan…

Minggu, 09 Desember 2018 23:19

Kenapa Prabowo-Sandi Pindahkan Markas ke Jawa Tengah?

Keputusan Tim Prabowo-Sandiaga memindahkan markas perjuangannya ke Jawa Tengah, banyak…

Minggu, 09 Desember 2018 08:17

“Kakak Saya Lari, lalu Ditembak Mati”

BALIKPAPAN - Petrus Tandi sibuk dengan telepon genggamnya. Beberapa kali…

Minggu, 09 Desember 2018 08:12

Sulit Adang Pasokan Senjata

PEMBANTAIAN 16 pekerja di Papua menjadi indikasi bahwa pasokan senjata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .