MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 12 Februari 2018 09:03
Cari Cara Yakinkan Pemilih
SUDAH KETENTUAN: Warga Kaltim yang ingin menggunakan hak suara mereka wajib pulang kampung. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SERATUS ribu suara warga Kaltim yang menimba ilmu serta mengadu nasib di daerah lain terancam masuk golongan putih. Kelompok "perantauan" tersebut memiliki suara signifikan, hingga 7 persen dari total warga yang menggunakan hak pilih pada Pilkada 2015. Sejumlah pihak berupaya mencari jalan keluar untuk mereka, termasuk partai politik.

Sekretaris DPD Golkar Kaltim Abdul Kadir tak menyangkal bila kelompok tersebut menjadi faktor penentu angka golput yang tinggi. Namun, di sisi lain, suara warga yang tinggal di luar provinsi adalah peluang untuk diperebutkan.

Menurutnya, tanpa tempat pemilihan suara di luar Kaltim, para pemilih di luar daerah harus diyakinkan. Penyelenggara dan pasangan calon gubernur dan wakil harus mampu menyampaikan pesan. "Mengikuti pemilu itu bukan hak, melainkan kewajiban," jelas Kadir. Pesan itu berarti ada rasa tanggung jawab sehingga mereka berkenan untuk pulang.

“Memilih pemimpin itu sebuah kewajiban. Kepada siapa pilihannya, itu hak,” sambungnya.

Kadir juga menilai, suara yang melayang dari kelompok tersebut berpotensi mengganggu proses demokrasi. Angka golput yang tinggi adalah persoalan bagi kualitas pemilihan umum. "Ironis sekali jika ada pemimpin yang terpilih hanya oleh 30 persen pemegang suara,” tuturnya. Kadir beranggapan, krisis demikian berdampak kepada kepercayaan pemimpin.

Untuk memberikan kesadaran itu, Kadir mengkritik pembatasan alat peraga kampanye. Padahal, medium itu dapat menampilkan sosok kandidat yang membuat pemilih aktif di pilkada. “Ibarat menjual produk, jika disajikan menarik, konsumen akan terpikat,” katanya.

Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik, Agitasi, dan Propaganda, DPD PDI Perjuangan Kaltim, Agus Salim, setuju bahwa pembatasan alat peraga mempersempit ruang gerak kandidat. Untuk pemilih di luar daerah, PDIP bersosialisasi door to door. Namun, Agus lebih menekankan kepada kesadaran pemilih untuk pulang kampung. Kecil kemungkinan penyelenggara pemilu membuka TPS di luar daerah. Hal ini turut menjadi tantangan bagi partai politik.

Ketua DPW PPP Kaltim Rusman Yaqub menyarankan KPU membuka TPS di sejumlah daerah di luar Kaltim. Cara itu dianggap sebagai bentuk tanggung jawab penyelenggara pemilu. “Itu boleh dilakukan. Kenapa tidak? Jika memang benar informasinya ada 100 ribu lebih penduduk Kaltim yang tersebar di sejumlah daerah, itu angka yang signifikan di Pilgub,” ungkapnya.

TPS bisa dibuka di kantor perwakilan instansi atau asrama mahasiswa Kaltim. Rusman menyarankan perwakilan pemerintah di kota-kota yang dimaksud digandeng terlebih dahulu. “Kami akan sounding ini kepada KPU dan pemerintah. Kami minta diberikan akses untuk sosialisasi di daerah-daerah tersebut,” terang ketua tim pemenang pasangan Syaharie Jaang dan Awang Ferdian Hidayat itu.

Politikus Partai Gerindra Agus Suwandi memilih menyerahkan masalah pemilih di luar daerah kepada individu masing-masing. Berbeda dengan pilpres, kata dia, pilgub tak mengakomodasi pembukaan TPS di luar daerah.

Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) Kaltim KH Muhammad Rasyid justru berpendapat, sebagai lembaga penyelenggara pemilu, KPU harus membuat TPS khusus di kantong-kantong warga Kaltim di luar daerah. Ini agar hak pemilih sebagai warga negara bisa disalurkan.

“Kalau mau pulang, itu perlu biaya. Mereka yang belum mampu atau tak ada waktu, tetapi mau memilih tentu kesulitan. Jadi, sebaiknya KPU buat TPS di sana,” kata Rasyid. Dia berpandangan, jangan sampai pemilih di luar Kaltim merasa diabaikan. Apalagi dalam prosesnya, mereka tak memiliki informasi akurat mengenai pilgub. (tim kp)


BACA JUGA

Selasa, 22 Mei 2018 09:24

Sekwan Mundur karena Tekanan

BALIKPAPAN – Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Balikpapan Purnomo akhirnya bersuara. Dia menyebut,…

Selasa, 22 Mei 2018 09:17

Banjir Cobaan saat Ramadan

SAMARINDA – Banjir terus menjadi momok bagi warga Samarinda. Kemarin (21/5), hujan yang mengguyur…

Selasa, 22 Mei 2018 09:11

BSB Target Layani Mudik Lebaran

SAMARINDA – Peresmian Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto tinggal menunggu…

Selasa, 22 Mei 2018 09:10

Satgas Endus Monopoli Ayam

BALIKPAPAN – Laporan utama Kaltim Post edisi Senin (21/5), terkait melambungnya harga daging ayam…

Selasa, 22 Mei 2018 09:08

Sahur di Udara, Berbuka dengan Tendon di Ginza

LAPORAN DARI TOKYO: FAROQ ZAMZAMI CUACA di Tokyo, Jepang, tahun ini agaknya bersahabat bagi umat muslim…

Senin, 21 Mei 2018 08:49

Irianto: Listrik Adalah Kebutuhan Dasar

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie terus melakukan berbagai upaya untuk percepatan…

Minggu, 20 Mei 2018 13:10

Setelah Homili, Baru Harry Tersenyum

WINDSOR – Anggun dalam balutan gaun pengantin Givenchy rancangan Clare Waight Keller, Meghan Markle…

Minggu, 20 Mei 2018 07:52
Diduga Ada Permainan Distributor, Pemprov Awasi Pemasok

Stok Aman tapi Harga Meroket

SAMARINDA – Pada saat stok aman, justru harga keperluan pokok di Kaltim malah meroket. Celakanya,…

Minggu, 20 Mei 2018 07:47

Kasus Ceceran Minyak di Teluk Balikpapan, Karyawan Pertamina Tersangka

BALIKPAPAN - Tumpahan minyak di Teluk Balikpapan akhir Maret akhirnya menyeret “korban”…

Minggu, 20 Mei 2018 07:42

ATM Kembali Ingkar Janji, Agen Terpaksa Keluarkan Kocek Pribadi hingga Miliaran

BALIKPAPAN - Puluhan calon jamaah umrah PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) berkumpul tadi malam (19/5) sekitar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .