MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 12 Februari 2018 09:00
Selamatkan Ratusan Ribu Suara, Bergantung Kerja Keras KPU
Halda Arsyad

PROKAL.CO, ANCAMAN tenggelamnya ratusan ribu suara warga Kaltim yang berdomisili di luar daerah bakal jadi nyata. Musababnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim sebagai penyelenggara pilkada tak bisa berbuat banyak selain menaati aturan. Harapan diberikan fasilitas untuk mencoblos pun sirna. Padahal, potensi suara luar daerah boleh diperhitungkan. Tak hanya itu, suara-suara tersebut bakal masuk list golongan putih jika tak digunakan.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad menyatakan, aturannya memang belum ada. Kecuali itu berkaitan dengan pemilihan presiden. “Khusus pilpres biasanya ada jemput bola atau mendatangi pemilih yang berada di luar daerah atau luar negeri,” ucapnya.

Jadi, kata dia, warga Kaltim yang berada di luar daerah, baik urusan pekerjaan atau pendidikan diharapkan bisa pulang kampung saat hari pencoblosan pada 27 Juni 2018 mendatang, agar dapat menggunakan hak pilihnya. Berikut petikan wawancara, Kamis pekan lalu.

Bagaimana upaya DKP3A Kaltim mendata warga Kaltim yang tinggal di daerah lain. Yang nantinya data tersebut bisa dijadikan acuan KPU dalam mendata pemilih?

Yang pasti, DKP3A Kaltim selalu lakukan sosialiasi kepada masyarakat. Apabila mereka pindah domisili sementara, baiknya melapor agar tercatat dengan baik. Sayangnya, harapan tersebut tak terjadi, sebagaian besar justru tak lapor akibatnya mereka yang menahun tinggal di daerah lain tak terekam di DKP3A. Intinya keaktifan masyarakat diperlukan, sebab pihaknya tak sanggup jika harus memantau ratusan ribu penduduk Kaltim yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Bagaimana nasib warga Kaltim di luar pulau itu. Apakah selama ini golput?

Kami perkirakan demikian. Itu dibuktikan dengan angka partisipasi pemilih Kaltim. DKP3A mencurigai, salah satu penyumbang terbesar adalah pekerja dan mahasiswa yang tak sempat pulang untuk nyoblos. Namun, itu masih dalam perkiraan sebab angka pastinya tak ada. Maksudnya, jumlah penduduk Benua Etam yang domisili di daerah lain.

Lalu bagaimana mengatasinya?

Sebenarnya KPU Kaltim dan DKP3A Kaltim sudah melakukan sosialisasi ke beberapa lembaga permasyarakatan serta rumah tahahan di Kaltim, yang juga merupakan penyumbang lebarnya jurang angka partisipasi. Bahkan, didapati ada beberapa tahanan tak punya tanda pengenal. Padahal, dia sudah bertahun-tahun mendekam. Setelah mendapat informasi, kami pun segera melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih. Nah, setidaknya cara itu kami gunakan untuk mengurangi angka golput.

Lalu bagaimana seharusnya warga Kaltim yang berdomisili luar daerah agar tetap bisa berpartisipasi di pilgub?

Mau tak mau harus pulang (ke Kaltim) dan menyempatkan waktu untuk memilih calon kepala daerah. Jika masih sayang dengan Kaltim dan tak rela suaranya hangus sebaiknya kembali untuk memilih.

Tak ada solusi lain?

Sebenarnya ada, namun ini diambil jika KPU Kaltim mau bekerja keras. Misalnya, dengan menggandeng asrama mahasiswa dan mes Kaltim yang berada di daerah lain. Kemudian, memfasilitasi warga yang tak bisa pulang kampung untuk memilih calon kepala daerah mereka.

Cara tersebut menurut saya cukup ampuh. Bayangkan saja, jumlah suara yang berada di luar Kaltim itu bisa mengurangi angka golput. Itu juga kalau KPU mau kerja keras. Bila terbatas dengan anggaran atau tak bisa melanggar aturan, apa boleh buat. Jika tertarik satu yang patut diwaspadai, yakni independensi. (tim kp)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 09:30

Tumbuh walau Lambat

SAMARINDA - Di tengah kelesuan ekonomi akibat harga komoditas batu bara yang anjlok dalam empat tahun…

Senin, 19 Februari 2018 09:29

Inovasi Adalah Kunci

SAMARINDA – Kelesuan ekonomi akibat harga batu bara yang anjlok dalam empat tahun belakangan berdampak…

Senin, 19 Februari 2018 09:26

Keniscayaan Sebuah Transformasi

APBD defisit, mal-mal semakin sepi, dan migrasi penduduk keluar Kaltim? Begitulah pertanyaan yang sering…

Senin, 19 Februari 2018 09:21

"Jangan Sekadar Janji dan Omongan"

BERBAGAI cara ditempuh Pemprov Kaltim demi mendorong investasi sepanjang kelesuan ekonomi. Belum lama…

Jumat, 16 Februari 2018 07:10

Darah Utusan Dinasti Yuan

MASUKNYA etnis Tionghoa ke Samarinda diperkirakan turut terjadi pada masa Dinasti Yuan (1279-1294).…

Jumat, 16 Februari 2018 07:07

Nyaris Diruntuhkan Jepang

KELENTENG Thian Gie Kiong mengalami banyak renovasi sejak selesai dibangun pada 1905. Namun, bangunan…

Jumat, 16 Februari 2018 07:05

Jejak Tangan Kanan Sultan dan 100 Tahun Guang Dong

BANYAK cerita soal riwayat Lo Apu sebagai tokoh Tionghoa pada masa dulu. Dia disebut-sebut memiliki…

Jumat, 16 Februari 2018 06:59

Imlek dan Saya: It's Who I am

Oleh: Lola Devung (Maria Teodora Ping) Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman,…

Jumat, 16 Februari 2018 06:56

"Kita Satu DNA"

TAHUN Baru Imlek yang jatuh hari ini membawa sejuta harap. Pandita Hendri Suwito dari Buddhist Center…

Rabu, 14 Februari 2018 09:18

Program Bagus, Eksekusi Tak Mulus

TARGET dua juta sapi sulit tercapai hingga ujung periode kedua Gubernur Awang Faroek Ishak. Program…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .