MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 12 Februari 2018 09:00
Selamatkan Ratusan Ribu Suara, Bergantung Kerja Keras KPU
Halda Arsyad

PROKAL.CO, ANCAMAN tenggelamnya ratusan ribu suara warga Kaltim yang berdomisili di luar daerah bakal jadi nyata. Musababnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim sebagai penyelenggara pilkada tak bisa berbuat banyak selain menaati aturan. Harapan diberikan fasilitas untuk mencoblos pun sirna. Padahal, potensi suara luar daerah boleh diperhitungkan. Tak hanya itu, suara-suara tersebut bakal masuk list golongan putih jika tak digunakan.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad menyatakan, aturannya memang belum ada. Kecuali itu berkaitan dengan pemilihan presiden. “Khusus pilpres biasanya ada jemput bola atau mendatangi pemilih yang berada di luar daerah atau luar negeri,” ucapnya.

Jadi, kata dia, warga Kaltim yang berada di luar daerah, baik urusan pekerjaan atau pendidikan diharapkan bisa pulang kampung saat hari pencoblosan pada 27 Juni 2018 mendatang, agar dapat menggunakan hak pilihnya. Berikut petikan wawancara, Kamis pekan lalu.

Bagaimana upaya DKP3A Kaltim mendata warga Kaltim yang tinggal di daerah lain. Yang nantinya data tersebut bisa dijadikan acuan KPU dalam mendata pemilih?

Yang pasti, DKP3A Kaltim selalu lakukan sosialiasi kepada masyarakat. Apabila mereka pindah domisili sementara, baiknya melapor agar tercatat dengan baik. Sayangnya, harapan tersebut tak terjadi, sebagaian besar justru tak lapor akibatnya mereka yang menahun tinggal di daerah lain tak terekam di DKP3A. Intinya keaktifan masyarakat diperlukan, sebab pihaknya tak sanggup jika harus memantau ratusan ribu penduduk Kaltim yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Bagaimana nasib warga Kaltim di luar pulau itu. Apakah selama ini golput?

Kami perkirakan demikian. Itu dibuktikan dengan angka partisipasi pemilih Kaltim. DKP3A mencurigai, salah satu penyumbang terbesar adalah pekerja dan mahasiswa yang tak sempat pulang untuk nyoblos. Namun, itu masih dalam perkiraan sebab angka pastinya tak ada. Maksudnya, jumlah penduduk Benua Etam yang domisili di daerah lain.

Lalu bagaimana mengatasinya?

Sebenarnya KPU Kaltim dan DKP3A Kaltim sudah melakukan sosialisasi ke beberapa lembaga permasyarakatan serta rumah tahahan di Kaltim, yang juga merupakan penyumbang lebarnya jurang angka partisipasi. Bahkan, didapati ada beberapa tahanan tak punya tanda pengenal. Padahal, dia sudah bertahun-tahun mendekam. Setelah mendapat informasi, kami pun segera melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih. Nah, setidaknya cara itu kami gunakan untuk mengurangi angka golput.

Lalu bagaimana seharusnya warga Kaltim yang berdomisili luar daerah agar tetap bisa berpartisipasi di pilgub?

Mau tak mau harus pulang (ke Kaltim) dan menyempatkan waktu untuk memilih calon kepala daerah. Jika masih sayang dengan Kaltim dan tak rela suaranya hangus sebaiknya kembali untuk memilih.

Tak ada solusi lain?

Sebenarnya ada, namun ini diambil jika KPU Kaltim mau bekerja keras. Misalnya, dengan menggandeng asrama mahasiswa dan mes Kaltim yang berada di daerah lain. Kemudian, memfasilitasi warga yang tak bisa pulang kampung untuk memilih calon kepala daerah mereka.

Cara tersebut menurut saya cukup ampuh. Bayangkan saja, jumlah suara yang berada di luar Kaltim itu bisa mengurangi angka golput. Itu juga kalau KPU mau kerja keras. Bila terbatas dengan anggaran atau tak bisa melanggar aturan, apa boleh buat. Jika tertarik satu yang patut diwaspadai, yakni independensi. (tim kp)


BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2018 08:46

Kaltim Juga Rawan Gempa

Kaltim memang tak karib dengan gempa, namun bukan berarti Bumi Mulawarman tak pernah mengalami guncangan.…

Senin, 08 Oktober 2018 12:34

Mengharamkan Nikah Siri

Menghalalkan hubungan cinta yang terjalin adalah mimpi bagi banyak pasangan. Namun, tak sedikit yang…

Senin, 08 Oktober 2018 12:32

Banyak Mudaratnya ketimbang Enaknya

RINI dan Joni, bukan nama sebenarnya, sudah saling kelewat sayang. Namun, restu orangtua sang pria tak…

Senin, 08 Oktober 2018 12:31

Penghulu Dadakan Tergoda Bayaran

SECARA hukum, negara melarang pernikahan siri terhadap setiap warganya. Namun, praktiknya masih cukup…

Senin, 08 Oktober 2018 12:29

Nikah Siri, Perempuan dan Anak Jadi Korban

OLEH: SUWARDI SAGAMA(Pakar Hukum Perlindungan Anak/Dosen Hukum Tata Negara IAIN Samarinda) NIKAH siri…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:26

Vegetarian= Jaga Tubuh, Jaga Bumi

Anda adalah apa yang Anda makan. Ungkapan itu menjadi tren seiring makin tingginya kepedulian gaya hidup…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:21

Pedang Bermata Dua

MESKI diklaim membuat tubuh fit, fresh dan awet muda, menjalani hidup sebagai vegetarian lebih tak selamanya…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:10

Tren Menanjak Minat Menjadi Vegetarian

HASRAT menjadi vegetarian bahkan vegan trennya menanjak. Termasuk Kaltim. Berikut wawancara dengan Koordinator…

Kamis, 27 September 2018 09:19

Memangkas Emisi, Menjaga Bumi

Perubahan iklim yang kian buruk tak muncul begitu saja. Hujan yang tak tentu hingga kemarau yang terbilang…

Kamis, 27 September 2018 09:12

Ekonomi Menggiurkan dari Alam

RATANA Lukanawarakul begitu seksama mendengar penjelasan Agus, pemuda Desa Muara Siran, Muara Kaman,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .