MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 12 Februari 2018 08:56
Waspada Dimanfaatkan Kontestan

PROKAL.CO, OLEH: LUTFI WAHYUDI
(Pengamat politik dari Universitas Mulawarman, Samarinda)

PILIHAN demokrasi sebagai sistem politik di Indonesia membawa konsekuensi kepada pelibatan rakyat dalam pengambilan keputusan politik. Salah satu pelibatan diwujudkan lewat hak politik warga negara yaitu memilih pemimpin, tak terkecuali kepala daerah.

Pada tahun ini, rakyat Kaltim akan menggunakan hak politik dalam hajatan demokrasi, yaitu pemilihan gubernur/wakil gubernur periode 2018–2023. Lebih dari 2,5 juta warga Kaltim sudah mempunyai hak pilih. Namun, dari jumlah tersebut, tidak semua pemilih berada di wilayah Kaltim. Ada yang tersebar di beberapa wilayah, antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogjakarta, dan Makassar.

Jumlah para pemilih itu diperkirakan 100 ribu lebih. Jauh lebih besar dibandingkan jumlah pemilih di Kabupaten Mahakam Ulu yang berkisar 20 ribuan (KPU, data Pilkada 2015). Angka tadi bahkan hanya sedikit berbeda dibandingkan jumlah pemilih di Penajam Paser Utara sekitar 118 ribu lebih (KPU, data Pilpres 2014). Sebuah angka yang tidak dapat dianggap sepele karena jumlahnya sekitar 4 persen dari seluruh warga Kaltim yang mempunyai hak pilih. Artinya, jumlah itu cukup signifikan untuk memengaruhi kemenangan pasangan calon yang berlaga di Pilgub Kaltim 2018.

Perlu diingat, berdasarkan Pasal 158 Undang-Undang 10/2016, peserta pilkada bisa mengajukan permohonan pembatalan penetapan hasil penghitungan suara kepada Mahkamah Konstitusi. Permohonan dipenuhi bila memenuhi ambang batas selisih suara paling banyak 0,5 persen hingga 2 persen dari total suara sah hasil penghitungan suara tahap akhir. Tidak menutup kemungkinan, ruang sengketa pilkada di MK terbuka bila kelak ada pasangan calon yang mempermasalahkan angka tadi.

Terlepas itu semua, memilih adalah hak politik warga negara dalam sistem politik demokrasi. Karena itu, kewajiban negara untuk memberikan fasilitas agar hak tersebut dapat terpenuhi. Demokrasi beroperasi di tingkat individual. Individu yang otonom adalah subjek utama sistem demokrasi. Hal itu diwujudkan melalui pemungutan suara dan partisipasi individu dalam pembuatan keputusan sehari-hari (Held, 2006: 89).

Menyangkut hak, maka sedikit atau banyak jumlahnya bukanlah persoalan utama. Persoalan pokoknya adalah negara mampu menunaikan kewajiban untuk memenuhi hak warganya. Dalam relasi antara negara dan warganya, lahir sejumlah hak dan kewajiban bagi pihak masing-masing. Pemenuhan keduanya sangat memengaruhi dinamika interaksi negara dengan warganya. Dengan demikian, negara tidak boleh abai dalam permasalahan ini.

Negara, melalui institusi yang berwenang adalah penyelenggara pemilu, sudah seharusnya mengupayakan seluruh warga yang telah mempunyai hak pilih dapat terlayani dan terfasilitasi. Dengan begitu, negara juga berhak menagih dan memaksa warga negaranya untuk menunaikan kewajibannya. Begitulah yang ditengarai Max Weber, bahwa negara adalah institusi yang sah untuk memonopoli penggunaan fisik kepada warganya.

Mengenai banyaknya warga Kaltim yang sudah mempunyai hak pilih namun berdomisili di luar Kaltim, ada baiknya penyelenggara pemilu membuat terobosan. Penyelenggara sedapat mungkin memfasilitasi pemenuhan hak politik warga Kaltim yang sebagian besar adalah pelajar dan mahasiswa. Mereka berpotensi besar tidak dapat menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub Kaltim 2018.

Memang pemungutan suara pada 27 Juni 2018 bertepatan dengan libur panjang pelajar dan mahasiswa sebelum masuk tahun  akademik baru. Kemungkinan besar mereka akan mudik dan memanfaatkan momentum tersebut untuk ikut dalam pemungutan suara. Tetapi, ini masih bersifat temporer, kasuistis, dan spekulatif. Tetap harus ada upaya yang terlembagakan dari penyelenggara pemilu agar kondisi ini tidak dimanfaatkan para kontestan. Mereka yang punya dana besar bisa mendulang suara dari sini. Cara itu dapat memunculkan dugaan perlakuan tidak adil bagi kontestan yang lain.

Kondusivitas harus tetap terjaga meski pilkada tahun ini menyebabkan tarikan berbagai kepentingan terasa lebih kencang dan lebih keras. Pilkada tahun ini berimpitan dengan pileg dan pilpres tahun depan. Demokrasi elektoral menjadikan suara rakyat kian penting artinya. (fel/k8)


BACA JUGA

Selasa, 22 Mei 2018 09:24

Sekwan Mundur karena Tekanan

BALIKPAPAN – Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Balikpapan Purnomo akhirnya bersuara. Dia menyebut,…

Selasa, 22 Mei 2018 09:17

Banjir Cobaan saat Ramadan

SAMARINDA – Banjir terus menjadi momok bagi warga Samarinda. Kemarin (21/5), hujan yang mengguyur…

Selasa, 22 Mei 2018 09:11

BSB Target Layani Mudik Lebaran

SAMARINDA – Peresmian Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto tinggal menunggu…

Selasa, 22 Mei 2018 09:10

Satgas Endus Monopoli Ayam

BALIKPAPAN – Laporan utama Kaltim Post edisi Senin (21/5), terkait melambungnya harga daging ayam…

Selasa, 22 Mei 2018 09:08

Sahur di Udara, Berbuka dengan Tendon di Ginza

LAPORAN DARI TOKYO: FAROQ ZAMZAMI CUACA di Tokyo, Jepang, tahun ini agaknya bersahabat bagi umat muslim…

Senin, 21 Mei 2018 08:49

Irianto: Listrik Adalah Kebutuhan Dasar

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie terus melakukan berbagai upaya untuk percepatan…

Minggu, 20 Mei 2018 13:10

Setelah Homili, Baru Harry Tersenyum

WINDSOR – Anggun dalam balutan gaun pengantin Givenchy rancangan Clare Waight Keller, Meghan Markle…

Minggu, 20 Mei 2018 07:52
Diduga Ada Permainan Distributor, Pemprov Awasi Pemasok

Stok Aman tapi Harga Meroket

SAMARINDA – Pada saat stok aman, justru harga keperluan pokok di Kaltim malah meroket. Celakanya,…

Minggu, 20 Mei 2018 07:47

Kasus Ceceran Minyak di Teluk Balikpapan, Karyawan Pertamina Tersangka

BALIKPAPAN - Tumpahan minyak di Teluk Balikpapan akhir Maret akhirnya menyeret “korban”…

Minggu, 20 Mei 2018 07:42

ATM Kembali Ingkar Janji, Agen Terpaksa Keluarkan Kocek Pribadi hingga Miliaran

BALIKPAPAN - Puluhan calon jamaah umrah PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) berkumpul tadi malam (19/5) sekitar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .