MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Senin, 12 Februari 2018 08:20
“Kalau Perlu Beri Hukuman Kebiri”

Sebulan, Empat Kasus Ayah Setubuhi Anaknya di PPU

-Iswanto.

PROKAL.CO, PENAJAM – Kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap pelajar kian marak terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pada Januari 2018, sudah ada empat kasus yang korbannya adalah remaja putri dengan rentang usia 14 hingga 17 tahun. Pelakunya pun merupakan orang terdekat, yakni ayah atau paman korban. Hingga mengakibatkan korbannya mengandung.

Kasus pertama yang dilaporkan pada 5 Januari 2018. Persetubuhan terhadap remaja di bawah umur, terjadi di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu. FD (17) yang disetubuhi ayahnya GT sampai hamil sekira tujuh bulan. Berdasarkan laporan, ayah bejatnya itu telah melakukan persetubuhan sebanyak dua kali di rumahnya. Pada 2016, dan Agustus 2017. Laporan kedua pada 10 Januari 2018. Korbannya, NW (15) disetubuhi ayah tiri korban, MS (39) di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten PPU. Buruh harian lepas itu tega menyetubuhi anak tirinya selama lima tahun, hingga terbongkar pada 9 Januari 2018 lalu. Menurut pengakuan korban, dia memenuhi hasrat seksual ayah tirinya, sedikitnya dua kali dalam seminggu. Ini dilakukan sang ayah sejak duduk di kelas 4 SD. Aksi bejat itu dilakukan saat sang istri disuruh membeli rokok dengan berjalan kaki sejauh satu kilometer dari rumahnya.

Laporan ketiga pada 15 Januari 2018, payudara CT (14), Warga Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam diremas oleh pamannya, ABD (42) saat sedang tidur. Senin (14/1) dini hari. Pelaku saat melakukan aksinya, sedang berpura-pura tidur. Memeluknya korban dari belakang dan melakukan perbuatan tak terpuji tersebut. Pelaku lalu mencium pipi dan bibir korban. Tak hanya itu, pelaku juga mencoba memagang kemaluan korban.

Namun percobaan pelaku untuk menyetubuhi gagal karena korban menghindar. Dan terakhir dilaporkan pada 17 Januari 2018. Tindakan persetubuhan terhadap remaja di bawah umur, terjadi di Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku. Korban, IK (15) disetubuhi ayah tiri korban, MD (49) sejak April hingga Mei 2017, terhitung tiga kali. Pelaku menyetubuhi korban setiap malam hari, saat sang ibu terlelap. Hingga tetangganya korban curiga, pada 16 Januari 2018 lalu. Korban diketahui telah hamil enam bulan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres PPU, Iptu Iswanto menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ampun kepada para pelaku persetubuhan terhadap anak. Terutama pelakunya adalah ayah kandung maupun ayah tiri korban. Dan akan menerapkan sanksi tegas, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016

Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. “Kami kenakan ancaman pidana lebih dari 10 tahun. Bahkan kalau perlu dikebiri seperti yang diatur dalam Perppu 1/2016,” ucap dia kepada harian ini, pekan lalu.

Ancaman pidana tegas itu, telah diatur pada Pasal 81 Perppu 1/2016 yang menjelaskan pidana paling lama lima belas, dan jika dilakukan oleh orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan korban maka pidananya ditambah sepertiga dari ancaman pidana yang dikenakan. Dan dapat dikenai tindakan berupa kebiri kimia dan pemasangan alat pendeteksi elektronik. “Itu supaya memberi efek jera. Makanya kalau mau cari hiburan, jangan keluarga yang digauli. Bisa merusak masa depan anak,” tegas dia.

Terpisah Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lily Benuo Taka, Yul Maghfirah mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap korban. Khususnya kepada korban yang tengah hamil. “Kami akan terus dampingi korban yang hamil. Termasuk membantu proses persalinan. Termasuk melanjutkan pendidikan korban pasca-persalinan nanti. Akan ikut kejar paket” kata dia saat dihubungi harian ini, kemarin.

Untuk saat ini, para korban persetubuhan masih berada di rumahnya, itu karena PPU belum memiliki rumah aman maupun rumah singgah, untuk menampung korban pelecehan seksual. Sehingga jika ingin melakukan rehabilitasi terhadap korban, harus berkoordinasi dengan P2TP2A Kota Balikpapan dan P2TP2A Kota Samarinda. “Kami masih melihat perkembangannya nanti. Seperti korban di Desa Gunung Mulia. Jika dirasa tidak aman bersama keluarga korban, akan kami ungsikan di rumah singgah yang ada di Balikpapan atau Samarinda,” pungkasnya. (*/kip/one/k18)


BACA JUGA

Selasa, 22 Mei 2018 11:11

Perbedaan Jadi Unsur Perekat Persatuan

UJOH BILANG – Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-5 Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dirangkai…

Selasa, 22 Mei 2018 11:10

Tegas Perangi Miras

UJOH BILANG – Pada peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-5 Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Senin…

Selasa, 22 Mei 2018 11:07

Lagi, Pipa Jargas Meledak

BONTANG – Dengan napas tersengal-sengal Suyitno berlari menyelamatkan Biantara (5). Dia beranjak…

Selasa, 22 Mei 2018 11:07

Terlambat Bayar THR, Denda Lima Persen

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau  Apridoh…

Selasa, 22 Mei 2018 11:05

Kemarau Segera Tiba, Waspadai Titik Api

SANGATTA – Musim hujan tampaknya bakal segera berlalu. Selanjutnya, musim kemarau diperkirakan…

Selasa, 22 Mei 2018 08:44

Banyak Angkutan Sawit Melebihi Kapasitas Muat

TANA PASER - Razia kendaraan angkutan yang baru-baru ini dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Paser…

Selasa, 22 Mei 2018 08:39

Gedung Perkantoran Mangkrak Kembali Dikerjakan

TANA PASER – Sejumlah aset tidak bergerak milik Pemkab Paser yang sempat mangkrak beberapa tahun…

Selasa, 22 Mei 2018 08:36

Hari Ini Pemadaman di Wilayah Janju Sekitarnya

TANA PASER - Manajer Rayon PLN Tanah Grogot Tri Hari Lukito mengatakan, selama Ramadan sampai Lebaran,…

Selasa, 22 Mei 2018 08:34

SMA 1 Tanjung Harapan Dapat Bantuan RKB dan Lab

TANA PASER - SMA 1 Tanjung Harapan akhirnya mendapatkan bantuan pembangunan fasilitas sekolah yang didanai…

Selasa, 22 Mei 2018 08:27

Pangdam Kunjungi Berau

TANJUNG REDEB – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto bersama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .