MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 12 Februari 2018 07:34
Pertarungan Serius Dragon Ball
-

PROKAL.CO, SETELAH absen beberapa tahun, Bandai Namco kembali merilis game fighting bertema Dragon Ball pada 2004. Ketika itu, teknologi sudah memungkinkan grafis 3D dengan gaya anime yang disebut cel shading. Game Dragon Ball Z: Budoukai pun jadi populer, disusul sekuel serta sejumlah seri-seri lain yang serupa, terakhir Dragon Ball: Xenoverse 2 dua tahun silam.

Tapi, semua game tersebut kurang memiliki kedalaman sistem pertarungan. Para penggemar game fighting tidak menganggapnya serius, tetapi hanya sebagai ”merchandise dari manga/anime populer”. Genre pertarungan 3D juga belakangan stagnan. Tidak seperti fighting 2D yang dikembangkan Street Fighter kontemporer yang memadukan grafis 3D dan sistem pertarungan tetap 2D.

Bandai Namco pun mempersiapkan game untuk mendobrak hal tersebut. Judulnya, Dragon Ball FighterZ. Keseimbangan para karakter dan kedalaman sistem pertarungan jadi fokus utama. Tentu tanpa melupakan nuansa yang seru serta grafis tajam hasil kecanggihan Unreal Engine 4.

Agar hasilnya optimal, Bandai Namco menyerahkan penggarapan kepada ahlinya. Ahli yang dimaksud adalah Arc System Works. Perusahaan tersebut sudah belasan tahun jadi pesaing serius Capcom, produsen serial Street Fighter.

Serial Guilty Gear dan BlazBlue karya mereka sudah masuk jajaran game fighting 2D papan atas. Plusnya lagi, mereka tidak asing dengan Dragon Ball. Mereka berpengalaman menangani Dragon Ball Z: Bukuu Tougeki (Amerika: Dragon Ball Z: Supersonic Warriors) untuk mesin portabel GameBoy Advance dan Dragon Ball Z: Extreme Butouden untuk Nintendo 3DS.

Demi terjaganya keseimbangan, jumlah petarung dalam Dragon Ball FighterZ tidak sebanyak seri-seri terdahulu. Tapi, tak ada karakter inferior di sini. Yamcha, misalnya, tidaklah lebih lemah ketimbang Frieza dalam versus mode. Bandai Namco juga menyiapkan kisah latar belakang yang konsisten dengan manga/anime Dragon Ball Super, sekuel Dragon Ball Z.

Dragon Ball FighterZ memperkenalkan satu karakter orisinal, yaitu Android no 21. Gadis rakitan Red Ribbon itu mampu mengobrak-abrik dunia, tak kalah dengan Cell ataupun Zamasu. Pemain bisa mendalami kisah lengkapnya dalam tiga alur paralel story mode, masing-masing dengan sudut pandang Son Goku, Frieza, dan Android no 21.

Sebagaimana Street Fighter kontemporer, pertarungannya berlangsung sangat mengalir. Sekilas, adegan ala anime di sana-sini sama sekali tidak mengganggu ritme pertarungan yang serius. Sejumlah unsur khas Dragon Ball ditambahkan dalam sistem pertempurannya. Misalnya, superdash yang menerabas serangan-serangan lemah. Atau vanish attack, yaitu seketika ada di belakang musuh, lalu menyerang.

Mau konsep yang lebih Dragon Ball lagi? Jurus-jurus spesial memunculkan bola-bola naga. Jika sudah terkumpul tujuh butir, jurus itu bisa digunakan untuk memanggil Shenron.

Dewa naga tersebut mengabulkan permintaan pemain untuk memudahkannya dalam pertarungan. Teknik itu bukan sekadar hiasan, melainkan bisa secara efektif dilakukan dalam serangkaian serangan beruntun.

Jadi, bagi penggemar game fighting –termasuk atlet e-sport– yang mencari alternatif Street Fighter V dan kurang puas dengan Marvel vs Capcom: Infinity, layak menjajal Dragon Ball FighterZ. Game tersebut sudah hadir untuk mesin PlayStation 4, Xbox One, dan PC. Mungkin akan menyusul juga versi Nintendo Switchnya. (c25/ray)


BACA JUGA

Rabu, 30 Januari 2019 07:18

Dogfight Kembali ke Pakem

Ace Combat 7 Genre: Flight 3D Shooting Mesin: PS4 dan…

Kamis, 24 Januari 2019 07:54

Stiker Lokal Rasa Global

TAHU sticker set ala tumblr yang lucu-lucu? Eits, nggak perlu…

Rabu, 23 Januari 2019 07:43

”Katanya” dan ”Faktanya”

DALAM membuat karya kreatif di Instagram story, banyak mitos ”katanya”…

Selasa, 22 Januari 2019 07:39

Tertib karena Video Parodi

ATCS punya cara tersendiri mengingatkan para pengguna jalan untuk tertib…

Selasa, 22 Januari 2019 07:38

Tumbuhkan Jiwa Entrepreneurship lewat Food Fest

MENJADI entrepreneur muda emang bukan sesuatu hal yang mustahil. Apalagi,…

Senin, 21 Januari 2019 07:34

Welcome to Fantasy, Welcome to Twiceland!

’’Likey! Me likey likey likey!’’ SIAPA yang familier dengan cuplikan…

Senin, 21 Januari 2019 07:27

ONCE Said…

SELAIN menyajikan keseruan konser, Twiceland jadi ajang untuk lebih mengetahui…

Senin, 21 Januari 2019 07:24

Hadirkan Musisi Hit Korsel hingga Lokal

ARE you ready for Lalala Festival 2019? Yup, festival tahunan…

Minggu, 20 Januari 2019 06:59

Si Lembut Suka Menghasut

BIASANYA, cowok yang terlihat biasa-biasa aja atau bahkan cenderung punya…

Kamis, 17 Januari 2019 08:16

Pesona Musik dalam Kembang Api

SIAPA sih yang nggak tahu dancing fountain atau air mancur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*