MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Februari 2018 07:20
Produk Baru Jadi Tumpuan

Pasar Otomotif Berharap Dampak Pemulihan Ekonomi

TOPANG PENJUALAN: Ignis yang dirilis tahun lalu, jadi penyegaran line up Suzuki dalam menjaga pangsa pasar di Kaltim dan Kaltara. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Meski belum maksimal, pemulihan ekonomi di Kaltim sepanjang tahun lalu mulai berdampak terhadap pasar kendaraan bermotor. Untuk mengoptimalkan momen tersebut, kehadiran produk-produk baru menjadi strategi utama pabrikan otomotif maupun diler.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, setelah dua tahun sebelumnya minus, pertumbuhan ekonomi Kaltim sepanjang tahun lalu memang membaik dengan tumbuh positif 3,13 persen. Namun, khusus untuk konsumsi rumah tangga, Benua Etam hanya mencatatkan pertumbuhan 2,54 persen.

Terbatasnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga itu, juga tergambar dari kinerja penjualan kendaraan roda empat di Kota Minyak. Team Marketing PT Samekarindo Indah Balikpapan, Mikhael Bejo Koestanto mengakui, belum lonjakan signifikan pada penjualan mereka.

“Masih sama seperti tahun sebelumnya. Tahun ini pun masih sama. Sejauh ini, penjualan Suzuki memang paling laku di produk-produk baru. Penyegaran line-up efektif menjaga tren penjualan diler. Kalau tidak begitu, sulit menarik hati konsumen,” jelasnya saat ditemui Kaltim Post, Jumat (9/2) lalu.

Terkait line up produk, Ignis menjadi produk teranyar yang dihadirkan Suzuki tahun lalu. Adapun untuk model lain, upaya penyegaran hanya dilakukan dengan memperbarui fitur atau tampilan.

Menurutnya, untuk kebutuhan besar seperti kendaraan roda empat, daya beli masyarakat memang masih cenderung tertahan. Meskipun, ada potensi membaiknya pendapatan di kalangan menengah.

Walau masih abu-abu, Mikhael menyebut PT Samekarindo Indah tetap optimistis menjaga pasar Suzuki. Salah satu indikatornya, tentu perbaikan harga batu bara, yang bulan ini bahkan sudah kembali menyentuh level USD 100 per metrik ton.

Hal senada disampaikan kepala Cabang Astra International-Daihatsu Balikpapan, Junaidy Jirajaya. Dia menyebut, sentimen positif yang menaungi pergantian tahun belum cukup menjadi indikator perbaikan penjualan. “Pasar otomotif awal tahun ini tumbuh karena memang ada produk baru saja,” jelasnya.

Pria akrab disapa Jun ini menjelaskan, awal tahun ini Daihatsu sudah menghadirkan All New Terios untuk menyambut potensi yang terbatas itu. Sambutan pasar di Balikpapan maupun Kaltim juga cukup menggembirakan, karena diklaim sudah menembus target penjualan.

“Bahkan hampir 50 persen pembelian cash. Itu sejarah di Kaltim. Bisa dibilang keuangan masyarakat Kaltim ini sebenarnya masih bagus. Hanya saja lebih hati-hati dan memilah pengeluaran untuk apa saja,” ungkap Jun, Kamis (8/2).

Dia menegaskan, kecenderungan masyarakat menyukai produk anyar benar-benar menjadi penopang utama penjualan tahun ini. Hal itu disebut Jun sebagai kewajaran. Sedangkan secara keseluruhan, produk lain disebutnya masih sulit mencari pembeli.
“Ekonomi yang tumbuh ini kan karena bisnis batu bara yang membaik. Belum bisa dijadikan patokan bagi pergerakan ekonomi hingga level bawah. Ya sektor riil nyatanya belum bergerak,” jelasnya.

Hal itu, kata Jun, terlihat dari penjualan pada sektor komersial. Jenis pikap Daihatsu yang membidik pengusaha di segmen bawah, justru turun sepanjang 2017 lalu.

“Artinya, pengguna jasa mobil komersial ini lesu, khususnya di sektor perdagangan menengah ke bawah. Konsumen yang masih potensial saat ini banyak dari pegawai pemerintahan dan pengusaha besar,” beber dia.

Dengan sederet tantangan dan peluang itu, Junaidy tetap optimistis Daihatsu dapat lebih baik ketimbang tahun lalu. Asalkan, kata dia, tren perbaikan ekonomi berjalan konsisten dan stabil.

“Kalau sudah stabil, masyarakat tak takut lagi membelanjakan uangnya untuk konsumsi besar seperti membeli kendaraan. Kami juga siap sambut itu dengan minimal jemput bola, mendatangi sasaran pasar. Langkah lain seperti menyediakan cicilan ringan dan hadiah, itu juga perlu,” tegasnya.

Diwawancarai terpisah, Kepala Cabang Toyota Auto 2000 Sudirman Balikpapan, Muhammad Zainuri menilai, konsumen memang perlu daya tarik agar mau membeli produk. Salah satunya, dengan menghadirkan produk anyar, seperti yang dilakukan hampir semua pabrikan otomotif.

Dia memperkirakan, konsumsi masyarakat Kaltim tahun ini baru akan mulai naik pada awal semester II nanti. Itu pun dengan catatan kondisi ekonomi stabil.

“Penjualan Toyota di Kaltim tahun lalu masih tumbuh 8 persen. Pangsa pasar kami di daerah ini juga naik dari 30 persen tahun lalu, sampai posisi sebulan pertama tahun ini di kisaran 36,8 persen,” jelasnya.

Zainuri menyebut, Toyota Auto2000 di Balikpapan memang banyak terbantu dengan kehadiran produk anyar, All New Toyota Rush. Namun secara keseluruhan, penjualan mereka tetap ditopang kelas Avanza dari kelas MPV yang menyumbang 20 persen. Disusul Calya dan Agya, serta segmen SUV pikap seperti Hilux.

“Harga batu bara yang terus merangkak ini bisa jadi angin segar bagi industri otomotif di Kaltim. Tapi tentu kita berharap ada potensi baru dari sektor lain. Karena kalau tiba-tiba batu bara merosot lagi, semua bisnis bisa berdampak. Itu sudah pernah terjadi,” pungkasnya. (aji/man/k18)


BACA JUGA

Rabu, 19 Desember 2018 06:56

2019, Maloy Harus Beroperasi

SAMARINDA – Kementerian Perindustrian sudah mengumumkan 18 proyek kawasan industri…

Rabu, 19 Desember 2018 06:51

Di Kaltim, Kredit Konsumsi Masih Mendominasi

SAMARINDA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim mencatat, kredit konsumsi…

Rabu, 19 Desember 2018 06:45

KENA LAGI..!! Kantong Plastik Ditarik Pajak

JAKARTA – Pemerintah segera menerapkan tarif cukai untuk plastik yang…

Selasa, 18 Desember 2018 08:02

Potensi Ekspor Udang Belum Digarap Maksimal

SAMARINDA – Udang windu Kaltim menjadi satu-satunya andalan Indonesia. Jenis…

Selasa, 18 Desember 2018 07:44

Gafur Optimistis Bisa Tingkatkan PAD Daerah

BALIKPAPAN – PT Pelindo (Persero) IV Cabang Balikpapan menjajaki kerja…

Selasa, 18 Desember 2018 07:43

Pertamina EP Kembangkan Migas Area Bunyu Central

BALIKPAPAN - PT Pertamina EP Asset V terus mendorong produksi…

Selasa, 18 Desember 2018 07:41

Ini Dia, si-BiRU, Solusi Pendingin pada Tegangan Rendah

SAMARINDA – Panasonic mengeluarkan produk air conditioner (AC) yang mampu…

Selasa, 18 Desember 2018 07:14

Tonggak Baru Hubungan Bilateral

JAKARTA – Indonesia memulai tonggak baru hubungan bilateral Indonesia dengan…

Selasa, 18 Desember 2018 07:11

Tantangan Properti Semakin Berat

JAKARTA – Perkembangan sektor properti pada 2019 bakal semakin berat.…

Selasa, 18 Desember 2018 06:45

18 Kawasan Industri Luar Jawa Dikebut

JAKARTA - Pembangunan kawasan industry di luar Jawa terus didorong…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .