MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Februari 2018 07:20
Produk Baru Jadi Tumpuan

Pasar Otomotif Berharap Dampak Pemulihan Ekonomi

TOPANG PENJUALAN: Ignis yang dirilis tahun lalu, jadi penyegaran line up Suzuki dalam menjaga pangsa pasar di Kaltim dan Kaltara. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Meski belum maksimal, pemulihan ekonomi di Kaltim sepanjang tahun lalu mulai berdampak terhadap pasar kendaraan bermotor. Untuk mengoptimalkan momen tersebut, kehadiran produk-produk baru menjadi strategi utama pabrikan otomotif maupun diler.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, setelah dua tahun sebelumnya minus, pertumbuhan ekonomi Kaltim sepanjang tahun lalu memang membaik dengan tumbuh positif 3,13 persen. Namun, khusus untuk konsumsi rumah tangga, Benua Etam hanya mencatatkan pertumbuhan 2,54 persen.

Terbatasnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga itu, juga tergambar dari kinerja penjualan kendaraan roda empat di Kota Minyak. Team Marketing PT Samekarindo Indah Balikpapan, Mikhael Bejo Koestanto mengakui, belum lonjakan signifikan pada penjualan mereka.

“Masih sama seperti tahun sebelumnya. Tahun ini pun masih sama. Sejauh ini, penjualan Suzuki memang paling laku di produk-produk baru. Penyegaran line-up efektif menjaga tren penjualan diler. Kalau tidak begitu, sulit menarik hati konsumen,” jelasnya saat ditemui Kaltim Post, Jumat (9/2) lalu.

Terkait line up produk, Ignis menjadi produk teranyar yang dihadirkan Suzuki tahun lalu. Adapun untuk model lain, upaya penyegaran hanya dilakukan dengan memperbarui fitur atau tampilan.

Menurutnya, untuk kebutuhan besar seperti kendaraan roda empat, daya beli masyarakat memang masih cenderung tertahan. Meskipun, ada potensi membaiknya pendapatan di kalangan menengah.

Walau masih abu-abu, Mikhael menyebut PT Samekarindo Indah tetap optimistis menjaga pasar Suzuki. Salah satu indikatornya, tentu perbaikan harga batu bara, yang bulan ini bahkan sudah kembali menyentuh level USD 100 per metrik ton.

Hal senada disampaikan kepala Cabang Astra International-Daihatsu Balikpapan, Junaidy Jirajaya. Dia menyebut, sentimen positif yang menaungi pergantian tahun belum cukup menjadi indikator perbaikan penjualan. “Pasar otomotif awal tahun ini tumbuh karena memang ada produk baru saja,” jelasnya.

Pria akrab disapa Jun ini menjelaskan, awal tahun ini Daihatsu sudah menghadirkan All New Terios untuk menyambut potensi yang terbatas itu. Sambutan pasar di Balikpapan maupun Kaltim juga cukup menggembirakan, karena diklaim sudah menembus target penjualan.

“Bahkan hampir 50 persen pembelian cash. Itu sejarah di Kaltim. Bisa dibilang keuangan masyarakat Kaltim ini sebenarnya masih bagus. Hanya saja lebih hati-hati dan memilah pengeluaran untuk apa saja,” ungkap Jun, Kamis (8/2).

Dia menegaskan, kecenderungan masyarakat menyukai produk anyar benar-benar menjadi penopang utama penjualan tahun ini. Hal itu disebut Jun sebagai kewajaran. Sedangkan secara keseluruhan, produk lain disebutnya masih sulit mencari pembeli.
“Ekonomi yang tumbuh ini kan karena bisnis batu bara yang membaik. Belum bisa dijadikan patokan bagi pergerakan ekonomi hingga level bawah. Ya sektor riil nyatanya belum bergerak,” jelasnya.

Hal itu, kata Jun, terlihat dari penjualan pada sektor komersial. Jenis pikap Daihatsu yang membidik pengusaha di segmen bawah, justru turun sepanjang 2017 lalu.

“Artinya, pengguna jasa mobil komersial ini lesu, khususnya di sektor perdagangan menengah ke bawah. Konsumen yang masih potensial saat ini banyak dari pegawai pemerintahan dan pengusaha besar,” beber dia.

Dengan sederet tantangan dan peluang itu, Junaidy tetap optimistis Daihatsu dapat lebih baik ketimbang tahun lalu. Asalkan, kata dia, tren perbaikan ekonomi berjalan konsisten dan stabil.

“Kalau sudah stabil, masyarakat tak takut lagi membelanjakan uangnya untuk konsumsi besar seperti membeli kendaraan. Kami juga siap sambut itu dengan minimal jemput bola, mendatangi sasaran pasar. Langkah lain seperti menyediakan cicilan ringan dan hadiah, itu juga perlu,” tegasnya.

Diwawancarai terpisah, Kepala Cabang Toyota Auto 2000 Sudirman Balikpapan, Muhammad Zainuri menilai, konsumen memang perlu daya tarik agar mau membeli produk. Salah satunya, dengan menghadirkan produk anyar, seperti yang dilakukan hampir semua pabrikan otomotif.

Dia memperkirakan, konsumsi masyarakat Kaltim tahun ini baru akan mulai naik pada awal semester II nanti. Itu pun dengan catatan kondisi ekonomi stabil.

“Penjualan Toyota di Kaltim tahun lalu masih tumbuh 8 persen. Pangsa pasar kami di daerah ini juga naik dari 30 persen tahun lalu, sampai posisi sebulan pertama tahun ini di kisaran 36,8 persen,” jelasnya.

Zainuri menyebut, Toyota Auto2000 di Balikpapan memang banyak terbantu dengan kehadiran produk anyar, All New Toyota Rush. Namun secara keseluruhan, penjualan mereka tetap ditopang kelas Avanza dari kelas MPV yang menyumbang 20 persen. Disusul Calya dan Agya, serta segmen SUV pikap seperti Hilux.

“Harga batu bara yang terus merangkak ini bisa jadi angin segar bagi industri otomotif di Kaltim. Tapi tentu kita berharap ada potensi baru dari sektor lain. Karena kalau tiba-tiba batu bara merosot lagi, semua bisnis bisa berdampak. Itu sudah pernah terjadi,” pungkasnya. (aji/man/k18)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:55

Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor

JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan…

Selasa, 18 September 2018 06:49

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

JAKARTA – Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring keluarnya Surat…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Lanjutkan Program Pengendalian Inflasi

BALIKPAPAN – Guna menekan laju inflasi di Kota Minyak, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI)…

Senin, 17 September 2018 07:11

Selamatkan Devisa lewat B20

SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan monitoring implementasi mandatori Biodiesel…

Senin, 17 September 2018 07:09

Asa Pariwisata Kota Minyak

BALIKPAPAN – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih serius dalam meningkatkan pariwisata. Minimnya…

Senin, 17 September 2018 07:05

Cocok dengan Medan Kaltim

SAMARINDA – Hadirnya produk baru, New Triton Athlete berhasil mendongkrak penjualan mobil Mitsubishi.…

Senin, 17 September 2018 07:02

Impor Barang Rp 1,1 Juta Kena Bea Masuk

JAKARTA – Pemerintah mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman dengan mengenakan bea…

Senin, 17 September 2018 06:56

RI Poros Ekonomi Kreatif 2030

JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .