MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Februari 2018 07:20
Produk Baru Jadi Tumpuan

Pasar Otomotif Berharap Dampak Pemulihan Ekonomi

TOPANG PENJUALAN: Ignis yang dirilis tahun lalu, jadi penyegaran line up Suzuki dalam menjaga pangsa pasar di Kaltim dan Kaltara. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Meski belum maksimal, pemulihan ekonomi di Kaltim sepanjang tahun lalu mulai berdampak terhadap pasar kendaraan bermotor. Untuk mengoptimalkan momen tersebut, kehadiran produk-produk baru menjadi strategi utama pabrikan otomotif maupun diler.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, setelah dua tahun sebelumnya minus, pertumbuhan ekonomi Kaltim sepanjang tahun lalu memang membaik dengan tumbuh positif 3,13 persen. Namun, khusus untuk konsumsi rumah tangga, Benua Etam hanya mencatatkan pertumbuhan 2,54 persen.

Terbatasnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga itu, juga tergambar dari kinerja penjualan kendaraan roda empat di Kota Minyak. Team Marketing PT Samekarindo Indah Balikpapan, Mikhael Bejo Koestanto mengakui, belum lonjakan signifikan pada penjualan mereka.

“Masih sama seperti tahun sebelumnya. Tahun ini pun masih sama. Sejauh ini, penjualan Suzuki memang paling laku di produk-produk baru. Penyegaran line-up efektif menjaga tren penjualan diler. Kalau tidak begitu, sulit menarik hati konsumen,” jelasnya saat ditemui Kaltim Post, Jumat (9/2) lalu.

Terkait line up produk, Ignis menjadi produk teranyar yang dihadirkan Suzuki tahun lalu. Adapun untuk model lain, upaya penyegaran hanya dilakukan dengan memperbarui fitur atau tampilan.

Menurutnya, untuk kebutuhan besar seperti kendaraan roda empat, daya beli masyarakat memang masih cenderung tertahan. Meskipun, ada potensi membaiknya pendapatan di kalangan menengah.

Walau masih abu-abu, Mikhael menyebut PT Samekarindo Indah tetap optimistis menjaga pasar Suzuki. Salah satu indikatornya, tentu perbaikan harga batu bara, yang bulan ini bahkan sudah kembali menyentuh level USD 100 per metrik ton.

Hal senada disampaikan kepala Cabang Astra International-Daihatsu Balikpapan, Junaidy Jirajaya. Dia menyebut, sentimen positif yang menaungi pergantian tahun belum cukup menjadi indikator perbaikan penjualan. “Pasar otomotif awal tahun ini tumbuh karena memang ada produk baru saja,” jelasnya.

Pria akrab disapa Jun ini menjelaskan, awal tahun ini Daihatsu sudah menghadirkan All New Terios untuk menyambut potensi yang terbatas itu. Sambutan pasar di Balikpapan maupun Kaltim juga cukup menggembirakan, karena diklaim sudah menembus target penjualan.

“Bahkan hampir 50 persen pembelian cash. Itu sejarah di Kaltim. Bisa dibilang keuangan masyarakat Kaltim ini sebenarnya masih bagus. Hanya saja lebih hati-hati dan memilah pengeluaran untuk apa saja,” ungkap Jun, Kamis (8/2).

Dia menegaskan, kecenderungan masyarakat menyukai produk anyar benar-benar menjadi penopang utama penjualan tahun ini. Hal itu disebut Jun sebagai kewajaran. Sedangkan secara keseluruhan, produk lain disebutnya masih sulit mencari pembeli.
“Ekonomi yang tumbuh ini kan karena bisnis batu bara yang membaik. Belum bisa dijadikan patokan bagi pergerakan ekonomi hingga level bawah. Ya sektor riil nyatanya belum bergerak,” jelasnya.

Hal itu, kata Jun, terlihat dari penjualan pada sektor komersial. Jenis pikap Daihatsu yang membidik pengusaha di segmen bawah, justru turun sepanjang 2017 lalu.

“Artinya, pengguna jasa mobil komersial ini lesu, khususnya di sektor perdagangan menengah ke bawah. Konsumen yang masih potensial saat ini banyak dari pegawai pemerintahan dan pengusaha besar,” beber dia.

Dengan sederet tantangan dan peluang itu, Junaidy tetap optimistis Daihatsu dapat lebih baik ketimbang tahun lalu. Asalkan, kata dia, tren perbaikan ekonomi berjalan konsisten dan stabil.

“Kalau sudah stabil, masyarakat tak takut lagi membelanjakan uangnya untuk konsumsi besar seperti membeli kendaraan. Kami juga siap sambut itu dengan minimal jemput bola, mendatangi sasaran pasar. Langkah lain seperti menyediakan cicilan ringan dan hadiah, itu juga perlu,” tegasnya.

Diwawancarai terpisah, Kepala Cabang Toyota Auto 2000 Sudirman Balikpapan, Muhammad Zainuri menilai, konsumen memang perlu daya tarik agar mau membeli produk. Salah satunya, dengan menghadirkan produk anyar, seperti yang dilakukan hampir semua pabrikan otomotif.

Dia memperkirakan, konsumsi masyarakat Kaltim tahun ini baru akan mulai naik pada awal semester II nanti. Itu pun dengan catatan kondisi ekonomi stabil.

“Penjualan Toyota di Kaltim tahun lalu masih tumbuh 8 persen. Pangsa pasar kami di daerah ini juga naik dari 30 persen tahun lalu, sampai posisi sebulan pertama tahun ini di kisaran 36,8 persen,” jelasnya.

Zainuri menyebut, Toyota Auto2000 di Balikpapan memang banyak terbantu dengan kehadiran produk anyar, All New Toyota Rush. Namun secara keseluruhan, penjualan mereka tetap ditopang kelas Avanza dari kelas MPV yang menyumbang 20 persen. Disusul Calya dan Agya, serta segmen SUV pikap seperti Hilux.

“Harga batu bara yang terus merangkak ini bisa jadi angin segar bagi industri otomotif di Kaltim. Tapi tentu kita berharap ada potensi baru dari sektor lain. Karena kalau tiba-tiba batu bara merosot lagi, semua bisnis bisa berdampak. Itu sudah pernah terjadi,” pungkasnya. (aji/man/k18)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 07:56

Ini Dia, Bakal Jadi Ikon Wisata Balikpapan

BALIKPAPAN - Tidak mudah meyakinkan masyarakat untuk beralih ke hunian apartemen. Pasalnya, saat ini…

Kamis, 20 September 2018 07:53

2019, Pemerintah Utang Subsidi Rp 15 T ke Pertamina dan PLN

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan, utang subsidi yang belum dibayarkan pemerintah…

Kamis, 20 September 2018 07:48

Jaga Kinerja Ekspor

JAKARTA - Satu dari 28 produk baja dari Indonesia, yaitu non-alloy and other alloy quarto plates dikenakan…

Kamis, 20 September 2018 07:46

Kredit UMKM Kian Tumbuh

SAMARINDA - Meski masih negatif, kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kaltim menunjukkan perbaikan.…

Kamis, 20 September 2018 07:45

Tonjolkan Pariwisata dan Biodiesel

JAKARTA - Penyelenggaraan International Monetary Fund (IMF) World Bank Group di Nusa Dua, Bali, tinggal…

Kamis, 20 September 2018 07:44

Pemerintah Beri Relaksasi Debitur KUR

JAKARTA – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terkena dampak gempa Lombok bisa…

Rabu, 19 September 2018 07:03

Rupiah Kembali Bergolak

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tidak berdaya di hadapan dolar Amerika Serikat (USD). Berdasar…

Rabu, 19 September 2018 07:01

Transaksi Tunai Meningkat

SAMARINDA - Jumlah transaksi tunai di Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan…

Rabu, 19 September 2018 06:56

Siapkan 1,4 Juta Ton Pupuk

BONTANG – Kebutuhan pupuk dalam negeri dipastikan aman. Terutama saat musim tanam pada Oktober…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Aduan Konsumen Kaltim Terbanyak di Kalimantan

SAMARINDA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim tampaknya harus bekerja ekstra memperbaiki literasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .