MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Februari 2018 07:12
Pertumbuhan Signifikan PPN Bukan karena Konsumsi
-

PROKAL.CO, JAKARTA – Realisasi penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) memang tumbuh positif tahun lalu. Namun, pemerintah menegaskan, pertumbuhan itu lebih banyak berasal dari peningkatan produksi nasional, bukan konsumsi masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, penerimaan PPN tahun lalu tercatat Rp 478,4 triliun. Nilai itu naik 16 persen dari realisasi Rp 412,2 triliun pada tahun sebelumnya. Pencapaian PPN tahun lalu juga 0,6 persen lebih tinggi dari target APBNP 2017.

Namun di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga nasional tahun lalu hanya 4,95 persen. Lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yakni 5,01 persen.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution pun mengakui, tren positif penerimaan PPN bukan semata-mata cerminan dari tren konsumsi. Menurut dia, proses produksi yang membutuhkan pembelian barang baku dan barang modal juga ikut berkontribusi. “(PPN dan konsumsi) tidak harus sejalan sepenuhnya,” ujar Darmin di kantornya, Jumat (9/2) lalu.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menuturkan, penerimaan PPN yang tumbuh 16 persen tahun lalu merupakan cerminan dari membaiknya produksi nasional.  Mengutip data BPS, industri makanan dan minuman masih tumbuh positif 9,23 persen. Selanjutnya, sektor otomotif juga naik 3,68 persen, sementara tekstil tumbuh 3,76 persen, setelah setahun sebelumnya tumbuh negatif.

Namun dia tak menampik, pada banyak momen, penerimaan PPN merupakan refleksi dari konsumsi masyarakat. Melihat anomali ini, Kemenkeu pun berharap BPS bisa menjelaskan apakah seluruh konsumsi masyarakat benar-benar didata oleh lembaga statistik tersebut.

“Bukan hanya masalah digital (konsumsi dari perdagangan elektronik). Tapi dari sisi yang disebut saving, atau konsumsi yang tidak direkam dalam statistik BPS,” lanjut dia.

Meski demikian, bukan berarti kondisi ini adalah hal yang buruk. Dengan bertumbuhnya kembali produksi nasional, artinya Indonesia sudah perlahan pulih dari tekanan harga komoditas yang menyerang Indonesia antara 2015 hingga 2016 lalu. Menkeu berharap, kondisi ini bisa disertai pertumbuhan konsumsi yang kembali membaik di 2018.

“Tahun 2015 hingga 2016, tekanan dalam bentuk turunnya penerimaan utamanya sektor swasta berasal dari komoditas dan memengaruhi berbagai macam konsumsi. Tahun 2017 sudah mulai pulih,” kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Menurutnya, selama pemerintah bisa menjaga inflasi, maka momentum pertumbuhan ini diharapkan bisa menciptakan kepercayaan, daya beli, maupun aktivitas konsumsi masyarakat. (man2/k18)


BACA JUGA

Rabu, 26 September 2018 06:50

Keuangan Rumah Tangga Kaltim Masih Rentan

SAMARINDA - Indeks kerentanan keuangan rumah tangga secara nasional mengalami penurunan. Pada 2016 tercatat…

Rabu, 26 September 2018 06:47

Belum Lirik Sektor Batu Bara

BALIKPAPAN - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk masih enggan masuk lebih dalam ke sektor pertambangan…

Selasa, 25 September 2018 06:56

Harus Sejalan Hadirkan Hilirisasi

SAMARINDA - Terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018 terkait penundaan dan evaluasi…

Selasa, 25 September 2018 06:55

Kejar Target Penerimaan

BALIKPAPAN - Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan tampaknya masih harus…

Selasa, 25 September 2018 06:52

2019, Ekonomi Balikpapan Tumbuh 5 Persen

BALIKPAPAN - Pertumbuhan ekonomi Kota Minyak hingga akhir tahun ini masih berada di jalur positif. Tahun…

Selasa, 25 September 2018 06:49

Jaga Inflasi lewat Klaster Sapi

SAMARINDA - Pemerintah dan Bank Indonesia terus berinovasi dalam menjaga inflasi di Kaltim. Salah satunya…

Selasa, 25 September 2018 06:44

Waspada Perekonomian Global

JAKARTA - Para emiten harus mengantisipasi perekonomian global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai,…

Selasa, 25 September 2018 06:43

Ritel Turunkan Target Pertumbuhan 5–7 Persen

JAKARTA – Kinerja sektor ritel belum sepenuhnya pulih. Berdasar data yang dirilis Bank Indonesia…

Selasa, 25 September 2018 06:43

PLN Kembangkan Infrastruktur di Jember

JEMBER – PT PLN sedang mengembangkan sistem ketenagalistrikan tegangan tinggi di tiga lokasi di…

Selasa, 25 September 2018 06:42

Dorong Penjualan dengan Inovasi

SURABAYA – Kondisi pasar elektronik secara umum sedang menurun. Karena itu, produsen elektronik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .