MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Februari 2018 07:12
Pertumbuhan Signifikan PPN Bukan karena Konsumsi
-

PROKAL.CO, JAKARTA – Realisasi penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) memang tumbuh positif tahun lalu. Namun, pemerintah menegaskan, pertumbuhan itu lebih banyak berasal dari peningkatan produksi nasional, bukan konsumsi masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, penerimaan PPN tahun lalu tercatat Rp 478,4 triliun. Nilai itu naik 16 persen dari realisasi Rp 412,2 triliun pada tahun sebelumnya. Pencapaian PPN tahun lalu juga 0,6 persen lebih tinggi dari target APBNP 2017.

Namun di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga nasional tahun lalu hanya 4,95 persen. Lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yakni 5,01 persen.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution pun mengakui, tren positif penerimaan PPN bukan semata-mata cerminan dari tren konsumsi. Menurut dia, proses produksi yang membutuhkan pembelian barang baku dan barang modal juga ikut berkontribusi. “(PPN dan konsumsi) tidak harus sejalan sepenuhnya,” ujar Darmin di kantornya, Jumat (9/2) lalu.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menuturkan, penerimaan PPN yang tumbuh 16 persen tahun lalu merupakan cerminan dari membaiknya produksi nasional.  Mengutip data BPS, industri makanan dan minuman masih tumbuh positif 9,23 persen. Selanjutnya, sektor otomotif juga naik 3,68 persen, sementara tekstil tumbuh 3,76 persen, setelah setahun sebelumnya tumbuh negatif.

Namun dia tak menampik, pada banyak momen, penerimaan PPN merupakan refleksi dari konsumsi masyarakat. Melihat anomali ini, Kemenkeu pun berharap BPS bisa menjelaskan apakah seluruh konsumsi masyarakat benar-benar didata oleh lembaga statistik tersebut.

“Bukan hanya masalah digital (konsumsi dari perdagangan elektronik). Tapi dari sisi yang disebut saving, atau konsumsi yang tidak direkam dalam statistik BPS,” lanjut dia.

Meski demikian, bukan berarti kondisi ini adalah hal yang buruk. Dengan bertumbuhnya kembali produksi nasional, artinya Indonesia sudah perlahan pulih dari tekanan harga komoditas yang menyerang Indonesia antara 2015 hingga 2016 lalu. Menkeu berharap, kondisi ini bisa disertai pertumbuhan konsumsi yang kembali membaik di 2018.

“Tahun 2015 hingga 2016, tekanan dalam bentuk turunnya penerimaan utamanya sektor swasta berasal dari komoditas dan memengaruhi berbagai macam konsumsi. Tahun 2017 sudah mulai pulih,” kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Menurutnya, selama pemerintah bisa menjaga inflasi, maka momentum pertumbuhan ini diharapkan bisa menciptakan kepercayaan, daya beli, maupun aktivitas konsumsi masyarakat. (man2/k18)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 06:17

Harga Ayam Tertahan Libur Lebaran

SAMARINDA - Meski sudah memasuki H+2 Lebaran, harga sejumlah komoditas pangan seperti ayam broiler,…

Senin, 18 Juni 2018 06:15

Rute Internasional Tumbuh 13 Persen

BALIKPAPAN - Masyarakat yang ingin berlibur pada bulan ini harus merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya,…

Senin, 18 Juni 2018 06:14

Kunjungan Wisman Belum Maksimal, Butuh Perbaikan Infrastruktur

SAMARINDA - Wisatawan mancanegara (wisman) dari Singapura, India, dan Australia masih mendominasi kunjungan…

Senin, 18 Juni 2018 06:12

SYUKURLAH..!! Daya Beli Kian Membaik, Ini Buktinya

BALIKPAPAN - Daya beli konsumen menunjukkan tanda-tanda perbaikan pada momen Ramadan dan Lebaran kali…

Senin, 18 Juni 2018 06:10

Memangkas Krisis Petani di Kaltim

SAMARINDA - Jumlah petani di Kaltim terancam terus menurun. Pasalnya, pemahaman masyarakat terhadap…

Senin, 18 Juni 2018 06:05

Waspada Balon Udara

JAKARTA – Pemudik yang menggunakan jalur udara untuk kembali ke kampung halaman harus lebih waspada.…

Senin, 18 Juni 2018 06:04

Arus Balik Diprediksi Mulai 20 Juni

TARAKAN - Lonjakan penumpang arus balik belum terlihat di Pelabuhan Tengkayu I (SDF), Sabtu (16/6).…

Minggu, 17 Juni 2018 10:21

CANTIK..!! Dimodif, Begini Tampilan Toyota C-HR

Hasil inovasi desain para insinyur Toyota pada C-HR tidak lantas menutup kreativitas modifikator dari…

Sabtu, 16 Juni 2018 12:14

Realisasi Uang Lebaran Naik 15 Persen

JAKARTA - Realisasi kebutuhan uang Lebaran tahun ini telah mencapai Rp 188,2 triliun. Sebelumnya, Bank…

Jumat, 15 Juni 2018 14:02

Penumpang Bandara Angkasa Pura I Tumbuh 10 Persen

JAKARTA – Pertumbuhan penumpang pesawat pada musim mudik kali ini cukup mengejutkan. Menteri Perhubungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .