MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Februari 2018 07:12
Pertumbuhan Signifikan PPN Bukan karena Konsumsi
-

PROKAL.CO, JAKARTA – Realisasi penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) memang tumbuh positif tahun lalu. Namun, pemerintah menegaskan, pertumbuhan itu lebih banyak berasal dari peningkatan produksi nasional, bukan konsumsi masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, penerimaan PPN tahun lalu tercatat Rp 478,4 triliun. Nilai itu naik 16 persen dari realisasi Rp 412,2 triliun pada tahun sebelumnya. Pencapaian PPN tahun lalu juga 0,6 persen lebih tinggi dari target APBNP 2017.

Namun di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga nasional tahun lalu hanya 4,95 persen. Lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yakni 5,01 persen.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution pun mengakui, tren positif penerimaan PPN bukan semata-mata cerminan dari tren konsumsi. Menurut dia, proses produksi yang membutuhkan pembelian barang baku dan barang modal juga ikut berkontribusi. “(PPN dan konsumsi) tidak harus sejalan sepenuhnya,” ujar Darmin di kantornya, Jumat (9/2) lalu.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menuturkan, penerimaan PPN yang tumbuh 16 persen tahun lalu merupakan cerminan dari membaiknya produksi nasional.  Mengutip data BPS, industri makanan dan minuman masih tumbuh positif 9,23 persen. Selanjutnya, sektor otomotif juga naik 3,68 persen, sementara tekstil tumbuh 3,76 persen, setelah setahun sebelumnya tumbuh negatif.

Namun dia tak menampik, pada banyak momen, penerimaan PPN merupakan refleksi dari konsumsi masyarakat. Melihat anomali ini, Kemenkeu pun berharap BPS bisa menjelaskan apakah seluruh konsumsi masyarakat benar-benar didata oleh lembaga statistik tersebut.

“Bukan hanya masalah digital (konsumsi dari perdagangan elektronik). Tapi dari sisi yang disebut saving, atau konsumsi yang tidak direkam dalam statistik BPS,” lanjut dia.

Meski demikian, bukan berarti kondisi ini adalah hal yang buruk. Dengan bertumbuhnya kembali produksi nasional, artinya Indonesia sudah perlahan pulih dari tekanan harga komoditas yang menyerang Indonesia antara 2015 hingga 2016 lalu. Menkeu berharap, kondisi ini bisa disertai pertumbuhan konsumsi yang kembali membaik di 2018.

“Tahun 2015 hingga 2016, tekanan dalam bentuk turunnya penerimaan utamanya sektor swasta berasal dari komoditas dan memengaruhi berbagai macam konsumsi. Tahun 2017 sudah mulai pulih,” kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Menurutnya, selama pemerintah bisa menjaga inflasi, maka momentum pertumbuhan ini diharapkan bisa menciptakan kepercayaan, daya beli, maupun aktivitas konsumsi masyarakat. (man2/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 06:05

Pertahankan Sistem Penjualan Dual Brand di Kalsel

BANJARMASIN  –  PT Semen Indonesia (SI) masih mempertahankan sistem penjualan…

Jumat, 14 Desember 2018 06:41

Pemerintah Tambah Pasokan BBM 8 Persen

JAKARTA – Pemerintah berencana menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM)…

Jumat, 14 Desember 2018 06:36

Beralih ke Elektronik Menengah Atas

JAKARTA – Pelaku industri elektronik, khususnya di segmen home appliance,…

Jumat, 14 Desember 2018 06:36

Bulog Amankan Pasokan Pangan

JAKARTA - Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Perusahaan Umum…

Jumat, 14 Desember 2018 06:35

AP II Terbitkan Surat Utang Rp 750 Miliar

JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) resmi mencatatkan obligasi…

Kamis, 13 Desember 2018 06:44

Awal 2019, Ekonomi Tumbuh Positif

SAMARINDA – Perekonomian Kaltim pada triwulan I 2019 diprediksi tumbuh…

Kamis, 13 Desember 2018 06:43

Perkuat Pasar Motor Sport

BALIKPAPAN - Penyegaran kembali dilakukan Honda kepada motor sport andalannya,…

Kamis, 13 Desember 2018 06:39

Bersiap Tatap Bonus Demografi

BALIKPAPAN - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) terus mendorong…

Kamis, 13 Desember 2018 06:37

CGV Hadirkan Sweetbox Class

BALIKPAPAN - CGV Cinemas Plaza Balikpapan terus memanjakan penggemar film…

Kamis, 13 Desember 2018 06:32

Investor Tunggu Hasil Pilpres

JAKARTA - PT Pefindo memperkirakan penerbitan obligasi korporasi tahun depan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .