MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 11 Februari 2018 08:52
Usia Lebih Seabad, Masih Krisis Air

Ekonomi Balikpapan Stabil Positif

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Di usia yang lebih seabad, Balikpapan masih dibayang-bayangi masalah klasik. Yakni ancaman krisis air. Mengingat produksi air bersih di Kota Minyak masih jauh dari kata ideal.

Dari data yang diperoleh Kaltim Post, produksi air di Balikpapan dari Waduk Manggar dan sumur tanah sebanyak 1.200 liter per detik. Sementara dalam kajian PDAM Balikpapan, saat ini, Kota Minyak memerlukan produksi air ideal 2.000 liter per detik. Artinya, masih defisit sekitar 800 liter per detik.

Jarak defisit bakal terpangkas tahun ini. Dengan catatan Bendungan Teritip berkapasitas 250 liter per detik dan Embung Aji Raden di Lamaru yang berkapasitas 150 liter per detik jadi berproduksi. Tambahan 400 liter per detik membuat defisit menurun menjadi 400 liter per detik.

Direktur Utama PDAM Balikpapan Haidir Effendi mengatakan, Kota Minyak masih mengandalkan air tadah hujan. Bila kota ini mengalami kekeringan atau kemarau, hampir dipastikan layanan air bersih akan terganggu. “Jadi, adanya Embung Aji Raden dan Bendungan Teritip tersebut, cukup membantu. Tapi belum mengatasi secara keseluruhan persoalan air,” terangnya.

Dia menuturkan, pembangunan jaringan pipa sudah dilakukan sejak tahun lalu hingga sekarang. Seluruh proyek itu dianggarkan di APBD Kaltim sebesar Rp 12 miliar. Untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Teritip dianggarkan Rp 92 miliar melalui APBN 2017. Bila semua pipa jaringan sudah terpasang ke rumah warga, maka IPA akan mendistribusikan air bersih.

Pengamat perkotaan dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Farid Nurrahman mengakui, persoalan air bersih di Balikpapan wajib menjadi fokus pemerintah. Dia menganggap, air bersih sangat fundamental. Sehingga ketika air ngadat, maka akan berpengaruh terhadap investasi maupun kenyamanan warga. “Cara mengatasinya, dengan mencari sumber air alternatif,” katanya.

Meski krisis air masih menghantui, secara keseluruhan sistem pemerintahan di Balikpapan sudah berjalan baik. Sehingga pergantian roda kepemimpinan tidak begitu berpengaruh dalam jalannya sistem pemerintahan tersebut.

Sebagai contoh, hasil survei Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia menempatkan Kota Minyak berada di posisi tiga dari tujuh kota paling layak huni di Indonesia. Menjadi yang tertinggi nilainya di Kalimantan. Bahkan, mengalahkan ibu kota Kaltim, Samarinda yang justru masuk di jejeran kota tidak nyaman.

“Semoga hasil ini menjadi acuan untuk lebih baik lagi dan membuat pemerintah tidak terlena. Perlu diperhatikan suplai pangan agar harga keperluan pokok tren harganya tidak selalu mengalami peningkatan,” ucap alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.

Farid menjelaskan, kemajuan ekonomi kota ini sangat dipengaruhi ekonomi global. Balikpapan bertipikal kota bisnis. Tren ekonomi global akan berdampak, terutama di sektor perminyakan. Kebijakan pemerintah yang berdampak pada perusahaan asing juga akan berdampak untuk Kota Minyak. Berbeda dengan Samarinda. Kota Tepian itu merupakan kota pusat pemerintahan.

“Sejauh ini perkembangan perekonomian kota masih bisa dinilai positif. Perhitungannya simpel saja. Kehidupan perkotaannya tidak terpengaruh dari anggaran belanja daerah.  Ringannya, Balikpapan tidak akan mati jika proyek-proyek pembangunan pemerintah tidak berjalan,” bebernya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, perekonomian Kota Minyak masih tumbuh positif. Tahun 2015 pertumbuhan ekonomi sempat anjlok menyentuh 1,3 persen (year on year/yoy). Setahun kemudian meningkat menjadi 4,76 persen. Sedangkan tahun ini, proyeksi ekonomi sekitar 2,6 persen. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Balikpapan lebih baik dari Kaltim. Skala provinsi, pada 2015, pernah menyentuh minus 1,21 persen dan menjadi minus 0,38 persen pada 2016.

Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota di ITK tersebut sangat memaklumi jika Pemkot Balikpapan selama ini berlindung di balik defisit anggaran, jika menyangkut mandeknya pembangunan. Secara prinsip, pemerintah ingin menunjukkan lebih baik menunda membangun, daripada memaksa membangun lalu menciptakan utang yang tidak dapat terbayar.

Menjadi masalah ketika warga yang telah terbiasa melihat pembangunan sekarang menjadi tidak melihat itu. Kebiasaan menimbulkan penilaian tersendiri bagi masyarakat Balikpapan.

Untuk proyek yang ada dan tengah direncanakan, Farid memiliki dua pandangan. Pertama, untuk proyek yang telah berjalan dan hasilnya tidak maksimal, pemerintah harus melakukan evaluasi mulai perencanaan hingga pelaksanaan. Tindakan konkret diperlukan. Kedua, untuk proyek yang belum berjalan, harus dikaji kembali. Jangan sampai hasilnya seperti proyek yang telah berjalan dan tidak maksimal.

“Membangun harus sesuai keperluan, bukan keinginan. Jauhkan pikiran dan prinsip-prinsip project oriented (asal ada proyek). Tapi ke depankan sisi planning oriented,” sarannya.

Namun di balik pencapaian tetap ada kekurangan. Pemangku kekuasaan di Balikpapan perlu menata dengan konsep kota berkelanjutan. Proses renewing infrastruktur penunjang perkotaan harus terus dijalankan. Karena jika jalannya tidak seimbang, maka akan terjadi masalah.

Adapun proyek yang belum juga terealisasi adalah Jalan Layang Simpang Muara Rapak, Balikpapan Utara. Proyek tersebut sudah memiliki detail engineering design (DED) dengan kebutuhan anggaran Rp 250 miliar. Jumlah itu belum termasuk untuk pembebasan lahan. Namun, tidak ada ketersediaan anggaran untuk pembangunan fisik.

Kemudian rencana pembangunan Terminal Angkutan Barang Km 13, Karang Joang, Balikpapan Utara. Proyek tersebut meliputi depo kontainer dan pusat pergudangan. Fungsinya untuk memecah muatan dari angkutan lebih besar ke kendaraan yang lebih kecil. Lahan sudah ada 11 hektare. Kebutuhan anggaran diperkirakan Rp 75 miliar. Namun pemkot belum memiliki anggaran untuk membangunnya.

Selain itu, persoalan lain adalah banjir. Menurutnya, perlu ditinjau kembali masterplan drainase. Pemkot perlu melakukan kajian untuk merencanakan perbaikan jaringan drainase untuk 50 tahun ke depan. Memperbaiki sesuai dengan prioritasnya. “Karena kalau tidak dilakukan, maka perbaikan akan terkesan tambal sulam. Sehingga titik banjir hanya berpindah dari A ke B dan bukannya malah berkurang,” bebernya.

Sementara itu, masukan datang dari Andi Burhanuddin Solong. Mantan ketua DPRD Balikpapan itu menyebut, banjir masih menjadi momok menakutkan bagi warga. Karena itu, pembangunan infrastruktur penanganan banjir mesti diprioritaskan. Khususnya pembenahan di Sungai Ampal. “Itu dari Jembatan Damai sampai laut, sungainya dangkal. Kemudian sungainya juga berkelok-kelok,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa ABS tersebut mengatakan, pesisir Balikpapan sudah dalam kondisi sekarat. Proyek coastal area yang digadang jadi megaproyek disebutnya jadi solusi. Meski begitu, pemkot harus hati-hati dalam membuat kebijakan soal pembangunan. Sebab menyangkut masyarakat sekitar pesisir.

“Pantai Manggar sudah mengalami abrasi. Bibir pantainya telah berkurang 250 meter. Perlu penanganan serius di pesisir. Tetapi ingat jangan sampai menabrak aturan,” pintanya. (*/rdh/rom/k9)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 10:32

Unang Bunuh Pasutri dengan Tenang

BALIKPAPAN – Publik dibuat heran dengan Unang Sudrajat (49). Otak pembunuhan pasangan suami-istri,…

Kamis, 20 September 2018 10:27

Diminta Kawal Proyek Strategis

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak melantik bupati dan wakil bupati Penajam Paser…

Kamis, 20 September 2018 10:23

Diprediksi Rampung Pertengahan Tahun Depan

Ada kabar gembira. Dari rencana pembangunan Transmart Samarinda. Di pengujung masa jabatannya, Gubernur…

Kamis, 20 September 2018 10:04

Curigai Iming-Iming Untung Tinggi

MENGETAHUI sebuah investasi bodong atau tidak sebenarnya sederhana. Kategori tersebut bisa diketahui…

Rabu, 19 September 2018 13:00

Korban Aktif Pengajian dan Dermawan

DUA mobil jenazah tiba pukul 15.53 Wita di Masjid Al Mushawwir, Jalan Strat VI Balikpapan Utara, Selasa…

Rabu, 19 September 2018 12:22

Perusda Didorong Garap IUP

SAMARINDA – Minimnya kontribusi badan usaha milik Pemprov Kaltim terhadap peningkatan pendapatan…

Rabu, 19 September 2018 12:00

Ngga Jelas, Ternyata Kilang Bontang Masih Tunggu Investor

BONTANG – Pembangunan kilang minyak di Bontang belum ada kejelasan. Pemerintah belum memutuskan…

Selasa, 18 September 2018 12:00

KEJI..!! Bapak-Anak Habisi Bos Sendiri

BALIKPAPAN – Aksi kejahatan yang masih mewarnai Balikpapan membuat kota ini tak lagi aman. Setelah…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…

Selasa, 18 September 2018 08:51

Menang setelah Lima Tahun

TENGGARONG – Mitra Kukar berhasil mematahkan kutukan tak pernah menang dari Persipura Jayapura…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .