MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 11 Februari 2018 08:48
Tiga Bulan Diradar TNI

Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1 Ton Sabu

SINDIKAT: Satu ton sabu-sabu berhasil disita dari kapal Sunrise Glory. Kemarin petugas menunjukkan barang bukti dan empat kru kapal. (SEI RATIFA/AFP PHOTO)

PROKAL.CO, BATAM – Penangkapan kapal Sunrise Glory dengan 1 ton sabu-sabu di perairan Batam, Kamis (8/2), makin menguatkan fakta yang memprihatinkan. Bahwa Indonesia semakin menjadi jujukan (tujuan) bandar narkoba internasional dalam memasarkan barang haramnya.

Apalagi, penangkapan kapal Sunrise Glory yang berbendera Singapura itu hanya berselang tujuh bulan dari pengungkapan penyelundupan 1 ton sabu-sabu lewat laut dengan kapal Wanderlust yang terungkap di Hotel Mandalika di Anyer, Banten, pada 13 Juli 2017. Rentetan penangkapan itu sangat meresahkan. Sebab, dengan hitungan kasar, setiap 1 ton sabu-sabu tersebut memiliki daya rusak hingga 2 juta pemakai bila masing-masing mengonsumsi 0,5 gram saja.

Deputi Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari menjelaskan, maraknya penyelundupan narkoba lewat laut sudah terjadi dalam dua tahun terakhir. Menurut dia, hal itu terjadi karena gencarnya penindakan narkoba di beberapa negara di Asia. “Tiongkok menindak, Filipina juga,” ujarnya kepada Batam Pos (Jawa Pos Group) dalam jumpa pers penangkapan kapal Sunrise Glory di Batam kemarin.

Akibatnya, sabu-sabu yang harusnya dipasok untuk dua negara tersebut, kini dialihkan masuk ke Indonesia. Dari pantauan BNN, para bandar sabu internasional menilai Indonesia adalah pangsa pasar yang potensial. "Penduduk 200 juta lebih, dan sebanyak 40 persennya adalah generasi muda yang sangat mudah terpengaruh dan berpotensi menjadi pencandu," ucapnya.

Sesuai data BNN, pasar narkotika di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Pada 2015, jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai 5, 2 juta orang. Angka itu terus naik pada 2016 dengan jumlah pengguna diprediksi mencapai 5,7 juta jiwa. Pada 2017, kenaikan tetap terjadi dengan jumlah pengguna 5,9 juta orang.

Juru Bicara Divhumas Polri Kombespol Slamet Pribadi menambahkan, selain jumlah pengguna, yang lebih menggiurkan adalah harga narkotika di Indonesia yang berlipat-lipat dari harga di negara produsen, seperti Tiongkok. ”Maka, bila bisa menjual ke Indonesia, mereka akan untung besar. Ya, menambah menjadi incaran,” jelasnya.

SATU SINDIKAT

Terkait penangkapan kapal Sunrise Glory, Arman Depari menyatakan, BNN sedang menyelidiki apakah pemilik Sunrise Glory dan Wanderlust merupakan satu jaringan yang sama. “Dari barang bukti itu bisa terekam. Apakah ada kesamaan barang bukti Wanderlust dengan Sunrise Glory. Jadi narkoba itu memiliki sidik jari. Kalau sama, satu jaringan mereka,” tuturnya.

Wakasal Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman menduga, kuat pemilik kapal Sunrise Glory tersebut satu jaringan dengan kapal Wanderlust. “Melihat modus kapal ini mencoba memasuki perairan Indonesia, mengungkapkan kemungkinan itu,” ujarnya dalam jumpa pers di Batam kemarin.

“Mereka ini mencoba masuk dengan menyisir melalui zona ekonomi eksklusif (ZEE). Lalu coba-coba masuk, tapi saat akan dikejar mereka akan keluar dari ZEE. Masuk ke perairan internasional,” tambahnya.

Achmad menerangkan, pihaknya menerima informasi ada kapal bernama Sundemen 66 yang akan mencoba menyelundupkan sabu-sabu ke Indonesia sejak Desember tahun lalu. Sejak itu, TNI AL memerintahkan jajarannya untuk memantau setiap pergerakan kapal di perairan Indonesia.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, setelah tiga bulan dipantau, pada Rabu (7/2), kapal yang memiliki ciri-ciri yang sama saat melintasi Selat Philip, selat perbatasan Singapura dan Batam.

TNI AL pun mengerahkan KRI Siguror untuk mengejarnya. Kapal tersebut ditangkap di titik koordinat 01/08.722U/103.48.022T. Saat ditangkap kapal itu menggunakan bendera Singapura. “Danguskamla melapor ke Pangmabar, meminta kapal bersama empat krunya itu ditarik ke Batam. Walau nama kapal itu tidak sesuai dengan informasi yang kami dapat. Kami bawa dulu, karena secara siluet kapal itu memiliki ciri yang sama dengan kapal yang diinformasikan ke kami,” tuturnya.

KRI Siguror dan kapal Sunrise Glory masuk ke Batam, Kamis (8/2) dini hari. Dari awal, kata Achmad pihak TNI AL sudah mencurigai kapal ini adalah yang selama ini jadi target operasi mereka. Maka, TNI AL segera berkoordinasi ke Badan Narkotika Nasional. “Pak Arman (Arman Depari) mengirimkan anggotanya ke kami. Bea Cukai menurunkan unit anjing pelacaknya,” ungkapnya.

Arman menambahkan, kapal Sunrise Glory terdeteksi berada di Laut Andaman, yang lokasinya berada di utara Aceh dan barat Thailand. “Mereka sengaja tidak masuk wilayah kita,” jelasnya.

Dari Laut Andaman, kapal tersebut berlayar melewati Samudra Hindia menuju ke wilayah Australia. Diduga kapal ini telah sandar di Perth, Australia. Mereka membongkar muatan lebih dari satu ton sabu-sabu di kota paling Barat Australia tersebut.

“Sayangnya, saat bongkar muatan sabu-sabu itu tidak tertangkap otoritas setempat. Kami juga kehilangan jejak pasca bongkar muatan tersebut,” papar mantan kapolda Kepulauan Riau (Kepri) tersebut.

Direktur Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto menuturkan, bahwa sabu-sabu yang berhasil diturunkan di Australia itu mencapai 1,3 ton. “Jumlah yang lebih besar dibanding yang dibawa saat tertangkap TNI AL,” ujarnya.

Menurutnya, sebenarnya pada perjalanan pertama tujuan dari Sunrise Glory itu membongkar muatan di Banyuwangi dan Bali. Namun, entah mengapa malah berubah haluan ke Australia.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto turut bangga atas keberhasilan seluruh prajurit TNI AL tersebut. Pejabat yang akrab dipanggil Hadi itu akan bertolak ke Batam hari ini (11/2) untuk berjumpa langsung dengan para prajurit. “Ya, tentu saja panglima sangat bangga dan berterima kasih kepada prajurit TNI AL yang telah berhasil menangkap dan menggagalkan penyelundupan narkotika tersebut,” ungkap Kapuspen TNI Mayjen M Sabrar Fadhilah kemarin.

SABU TERTUTUP BERAS

Perlu waktu satu hari lebih bagi tim TNI AL, BNN, dan Bea Cukai untuk menemukan narkoba jenis sabu-sabu di kapal Sunrise Glory. “Kami baru temukan sabu-sabu itu, Jumat (9/2) pukul 18.00 WIB,” tuturnya. Padahal, kapal sudah bersandar di Batam pada Kamis dini hari (8/2).

Sabu-sabu itu ditemukan di dalam palka bagian buritan kapal. Sebanyak 41 karung sabu-sabu ditemukan di bawah tumpukan karung beras. “Kami menduga itu beras semua, soalnya bagian atas kami lihat isinya beras. Berasnya banyak banget, bisa untuk persediaan beberapa bulan,” tuturnya.

Namun, saat tim anjing pelacak langsung tercium keberadaan sabu-sabu tersebut. Saat berada di atas kapal, anjing pelacak itu menuju bagian buritan kapal. “Setelah dicek, benar ada sabu-sabu. Saat ini anjing pelacaknya sedang dalam kondisi yang tak baik. Bisa jadi karena ombak, atau mencium sabunya. Kami menduga masih ada lagi sabunya disembunyikan di kapal,” ungkapnya.

Achmad menuturkan pihaknya akan menunggu kondisi anjing pelacak pulih kembali, agar bisa kembali bekerja mengendus narkoba lainnya yang disembunyikan komplotan ini. Melihat sindikat tersebut, dia menduga jaringan ini memiliki mother ship (kapal induk) atau kapal yang menyuplai sabu-sabu ke kapal-kapal kecil. “Itu bisa jadi, melihat persediaan makanan mereka,” ungkapnya.

Dari pantauan Batam Pos di kapal itu berisikan berkarung-karung beras yang sudah dibongkar oleh tim Satgas gabungan. Tidak hanya beras saja. Ada juga rokok, tisu, dan berbagai jenis minuman kaleng. Selain itu, ada sampo bertuliskan huruf Thailand. Lalu juga ada air mineral dalam kemasan merek Swirzer, yang berasal dari Pasir Panjang, Singapura. Sementara itu, ada air mineral dalam kemasan merek En Pure buatan Malaysia.

Dilihat secara sekilas, Sunrise Glory mirip dengan kapal-kapal penangkap ikan milik nelayan Thailand. Berjejer sisi kiri dan kanan kapal, pancing besar untuk menangkap ikan. Kamuflase kapal itu sangat sempurna, dengan miliki izin menangkap ikan yang dikeluarkan pejabat Indonesia pada 2014. “Terkait dokumen ini, kami rasa dipalsukan,” tuturnya.

Dalam pemeriksaan, nakhoda kapal dan tiga kru kapal Sunrise Glory mengakui tidak saling kenal. Hal ini mereka sampaikan ke penyidik TNI AL dan BNN. Mereka mengakui direkrut seseorang di Taiwan. “Tidak saling kenal mereka ini, dan sedang kami selidiki lebih lanjut,” kata Wakasal Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman kemarin.

Kendala penyelidikan ini, kata Achmad, karena bahasa. Keempat awak kapal tidak mengerti bahasa Inggris, hanya tahu bahasa mandarin. “Kami sedang datangkan ahli bahasa agar memudahkan penyidikan,” ucapnya.

Terkait nama-nama empat orang tersebut. Achmad mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan, sehingga belum bisa disebutkan. Pengembangan ini juga terkait dengan dugaan apakah kapal ini pernah mengirimkan sabu-sabu ke Indonesia. “Jaringannya mana, akan kami ungkap nanti,” ujarnya.

Semula, keempat orang warga Taiwan itu mengaku kapal yang dinaikinya adalah kapal milik orang Indonesia. Setelah dicek, ternyata mereka memasang empat bendera yakni Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.

Hal tersebut dilakukan untuk penyamaran saja atau mengelabui petugas patroli laut di beberapa negara nantinya. “Ternyata modus ini digunakan untuk menyelundupkan sabu-sabu,” ungkap Achmad. (ska/idr/syn/kim/rom/k9)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 10:27

Diminta Kawal Proyek Strategis

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak melantik bupati dan wakil bupati Penajam Paser…

Kamis, 20 September 2018 10:23

Diprediksi Rampung Pertengahan Tahun Depan

Ada kabar gembira. Dari rencana pembangunan Transmart Samarinda. Di pengujung masa jabatannya, Gubernur…

Kamis, 20 September 2018 10:04

Curigai Iming-Iming Untung Tinggi

MENGETAHUI sebuah investasi bodong atau tidak sebenarnya sederhana. Kategori tersebut bisa diketahui…

Rabu, 19 September 2018 12:22

Perusda Didorong Garap IUP

SAMARINDA – Minimnya kontribusi badan usaha milik Pemprov Kaltim terhadap peningkatan pendapatan…

Rabu, 19 September 2018 12:00

Ngga Jelas, Ternyata Kilang Bontang Masih Tunggu Investor

BONTANG – Pembangunan kilang minyak di Bontang belum ada kejelasan. Pemerintah belum memutuskan…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…

Selasa, 18 September 2018 08:51

Menang setelah Lima Tahun

TENGGARONG – Mitra Kukar berhasil mematahkan kutukan tak pernah menang dari Persipura Jayapura…

Selasa, 18 September 2018 08:47

DPRD Kaltim Ngotot Bentuk Pansus

SAMARINDA - Upaya DPRD Kaltim membentuk panitia khusus (pansus) proyek multiyears contract (MYC) tidak…

Selasa, 18 September 2018 08:44

Edy Sinergi dengan Program Gubernur

DUKUNGAN untuk para kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim…

Senin, 17 September 2018 09:24

PPU Buka Jalur Alternatif

PENAJAM – Bentang utama atau tengah Jembatan Pulau Balang terus berprogres. Namun, persoalan baru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .