MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Minggu, 11 Februari 2018 08:17
Nonton Bareng Film Bunda: Kisah Cinta 2 Kodi
Haru, Angkat Cerita Konflik Keluarga
SARAT PESAN MORAL: Wali Kota Rizal Effendi bersama warga nonton bareng film Bunda di e-Walk, Balikpapan SuperBlock (BSB), kemarin. (RARA/KPFM)

PROKAL.CO, Dalam suasana perayaan HUT ke-121 Kota Balikpapan, sebagian warga Kota Minyak memilih menghabiskan waktu dengan nonton bareng (nobar) film Bunda: Kisah Cinta 2 Kodi. Bersama Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, ratusan orang memenuhi teater XXI e-Walk, Sabtu (10/2).

KEGIATAN nobar film dengan bintang utama Acha Septriasa dan Ario Bayu ini bukan tanpa alasan. Sebab, produser film di bawah production house (PH)Inspira Picture tersebut merupakan putra daerah Balikpapan, Rendy Saputra. Dalam kesempatan itu, pria berusia 31 tahun ini meyakini film Bunda dapat membuka hati para penontonnya.

Dia bercerita, film ini seperti curahan hati suami dan istri secara apa adanya. Sehingga, dapat menjembatani dua hati antara suami istri. Rendy memang memiliki punya visi besar untuk terus memproduksi film yang bergenre inspiring. “Ini kisah nyata dari perempuan yang membangun brand fashion muslim. Akibatnya, dia terlibat konflik dengan keluarga,” tuturnya.

Menurutnya, kisah ini sangat relevan dengan kondisi kehidupan masyarakat di Tanah Air. Terutama jika melihat situasi di Balikpapan. Di mana, peran suami yang awalnya menjadi tulang punggung, seketika berubah sebaliknya. Kisah suami yang harus terpaksa kehilangan pekerjaan akibat lesunya industri tambang beberapa waktu lalu.

Selain Rendy, nobar juga dihadiri duo sutradara Bunda: Kisah Cinta 2 Kodi, yakni Bobby Prasetyo dan Ali Eunoia. Kepada awak media, Bobby menuturkan, film ini mengisahkan seorang muslimah yang sukses menjadi pebisnis. Namun, tentu bukan hanya soal bisnis saja. Dia meyakini, film ini sarat akan nilai keluarga. Ada pesan tentang komunikasi antara suami kepada istri atau anak dengan orangtua.

“Dari gala premier banyak penonton merasa related dengan kisah mereka. Problematika keluarga Indonesia. Kita pernah mengalami soal kendala ekonomi. Saat suami sedang susah dan istri yang harus takeover,” ujarnya. 

Ia mengungkapkan, selama proses syuting tak ada kesulitan berarti. Sebab, bintang utama film sudah terhitung profesional. Bahkan, Bobby cukup takjub dengan Acha Septriasa sebagai tokoh Tika, berani menghabiskan banyak scene emosional dalam sehari. Padahal saat itu, Acha sedang dalam masa kehamilan usia dua bulan.

“Dia berperan sebagai ibu dan pasti ada banyak scene yang sulit secara emosi. Saya lihat dia berani dan bisa syuting lancar. Justru kami yang cukup khawatir dengan kondisinya,” imbuhnya. Sutradara lainnya, Ali menambahkan, proses penulisan naskah menghabiskan waktu sekitar dua bulan, termasuk mendalami karakter aslinya.

Lalu, masuk masa pra produksi selama satu bulan di Bandung dan Depok. Mereka juga banyak syuting di Depo Kereta Api Depok karena latar cerita mengisahkan kejadian antara Jakarta – Bojong Gede. Sementara, waktu syuting menghabiskan waktu kurang lebih 15 hari.

“Artisnya kooperatif sekali. Kami berpikir akan susah mengarahkan anak-anak, ternyata tidak. Saya merasa yang paling menarik itu syuting di KRL. Keajaiban rasanya bisa syuting di depo kereta,” ujarnya.

Dia mengaku bahagia karena mendengar review positif dari penonton. Banyak yang merasa film ini begitu jujur terhadap kondisi keluarga saat ini. Menunjukkan bahwa hubungan keluarga juga tidak bisa sempurna. Namun, justru itu melengkapi cinta dalam keluarga.

“Saya takjub pada review mereka yang bilang cerita film ini seperti berkaca pada kondisi mereka. Bagaimana kasih sayang anak kepada ibu yang sulit diungkapkan. Ini universal dan bisa disaksikan oleh kalangan mana saja,” imbuhnya.

Film ini juga banyak menyampaikan pesan kebaikan. Hal itu disampaikan penulis novel Kisah Cinta 2 Kodi, Asma Nadia. Ia mengatakan, film ini tak hanya menjadi curahan hati antara suami istri. Namun, anak-anak juga dapat tersadar dan mengerti kondisi orangtua. Kemudian, bicara tentang peran setiap anggota keluarga dan ketahanan keluarga.

“Kadang kita lupa kalau sedang berjuang untuk keluarga. Bagaimana bisa menyeimbangkan antara bisnis dan keluarga. Suami terpaksa jadi seorang ayah rumah tangga yang menghadirkan masalah ego dan komunikasi,” bebernya. Asma berharap, film ini dapat bermanfaat dan berkontribusi bagi keluarga.

Sedangkan Rendy sebagai putra daerah Balikpapan menyebutkan, walau Bunda: Kisah Cinta 2 Kodi ini termasuk film nasional, dia berharap spirit film ini bisa menjadi kado ulang tahun kota. Sehingga, karyanya tersebut dapat menjadi kebanggaan warga Kota Beriman.

Ia berharap, film ini dapat bertahan selama satu bulan ke depan secara nasional. Setelah itu, pihaknya akan mengadakan private show untuk komunitas. Sebab, setelah film turun dari layar bioskop reguler, bukan berarti penayangan film akan terhenti. Rendy akan menggelar show selama dua bulan dengan memilih 80-100 bioskop besar di seluruh penjuru Indonesia.

Menurutnya, hal ini bukan tidak mungkin. Apalagi kenyataannya, film yang diangkat dari novel ini memiliki promotor terbanyak dari seluruh film yang pernah ada. Rendy berharap, Mei mendatang film Bunda: Kisah Cinta 2 Kodi ini sudah masuk box office movie dengan penonton di atas 1 juta.

“Biasanya nobar yang mendanai PH, kami tidak. Semua didukung umat, komunitas, pengusaha perempuan, dan sebagainya yang mau menjadi promotor film ini. Saya berharap, Balikpapan bisa full okupansi, penonton dari kalangan siswa dan keluarga,” tutupnya. (gel/rsh/k15)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 08:06

Adu Kompak, Polri-TNI Panjat Pinang

BALIKPAPAN - Dibutuhkan kekuatan fisik dan kekompakan untuk menaklukkan pinang setinggi 10 meter. Apalagi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:58

Denda Pajak Kendaraan Dihapus

BALIKPAPAN  –  Penunggak pajak kendaraan kini bisa bernapas lega. Pemprov Kaltim memberikan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:57
Apa Kabar Tol Balikpapan-Samarinda

Terkendala Kepemilikan Ganda dan Kontur Tanah

BALIKPAPAN  –  Target Jalan Tol Balikpapan-Samarinda rampung akhir 2018 dipastikan meleset.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:56

Tak Menyangka Lahir pada 17 Agustus

HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI jadi momen tak terlupakan bagi Agus dan Isnayanti. Bertepatan 17…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:54

Hari Merdeka, 16 Napi Langsung Bebas

BALIKPAPAN  –  Sebanyak 16 narapidana (napi) mendapat berkah HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan…

Jumat, 17 Agustus 2018 11:00
Terminal Lama Jadi Lokasi Parkir Taksi Gelap

Jangan Ada Taksi Gelap Lagi, Ini Solusi dari Angkasa Pura I

BALIKPAPAN – Meski dibolehkan memanfaatkan terminal lama Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad…

Jumat, 17 Agustus 2018 07:37

Hidangan Nusantara Tersedia 24 Jam

JELANG puncak ibadah haji, suhu di Makkah mencapai 50 derajat celsius. Hal ini diungkapkan Muhammad…

Jumat, 17 Agustus 2018 07:34

PLTU Muara Jawa Mulai Sinkronisasi

BALIKPAPAN – PLTU Mulut Tambang (MT) dengan kapasitas 2 x 27,5 MW di Kecamatan Muara Jawa, Kukar…

Jumat, 17 Agustus 2018 07:31

Dua Bacaleg Terindikasi Mantan Napi

BALIKPAPAN – Tahapanpemilihan umum legislatif 2019 saat ini sudah memasuki masa sanggah Daftar…

Jumat, 17 Agustus 2018 07:30

Habis Gowes Lanjut Rafting

TOUR de Ijen 2018 gelaran Borneo Enterprisindo (EO Kaltim Post) bersama Trans Borneo Travel and Adventure…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .