MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Minggu, 11 Februari 2018 08:17
Nonton Bareng Film Bunda: Kisah Cinta 2 Kodi
Haru, Angkat Cerita Konflik Keluarga
SARAT PESAN MORAL: Wali Kota Rizal Effendi bersama warga nonton bareng film Bunda di e-Walk, Balikpapan SuperBlock (BSB), kemarin. (RARA/KPFM)

PROKAL.CO, Dalam suasana perayaan HUT ke-121 Kota Balikpapan, sebagian warga Kota Minyak memilih menghabiskan waktu dengan nonton bareng (nobar) film Bunda: Kisah Cinta 2 Kodi. Bersama Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, ratusan orang memenuhi teater XXI e-Walk, Sabtu (10/2).

KEGIATAN nobar film dengan bintang utama Acha Septriasa dan Ario Bayu ini bukan tanpa alasan. Sebab, produser film di bawah production house (PH)Inspira Picture tersebut merupakan putra daerah Balikpapan, Rendy Saputra. Dalam kesempatan itu, pria berusia 31 tahun ini meyakini film Bunda dapat membuka hati para penontonnya.

Dia bercerita, film ini seperti curahan hati suami dan istri secara apa adanya. Sehingga, dapat menjembatani dua hati antara suami istri. Rendy memang memiliki punya visi besar untuk terus memproduksi film yang bergenre inspiring. “Ini kisah nyata dari perempuan yang membangun brand fashion muslim. Akibatnya, dia terlibat konflik dengan keluarga,” tuturnya.

Menurutnya, kisah ini sangat relevan dengan kondisi kehidupan masyarakat di Tanah Air. Terutama jika melihat situasi di Balikpapan. Di mana, peran suami yang awalnya menjadi tulang punggung, seketika berubah sebaliknya. Kisah suami yang harus terpaksa kehilangan pekerjaan akibat lesunya industri tambang beberapa waktu lalu.

Selain Rendy, nobar juga dihadiri duo sutradara Bunda: Kisah Cinta 2 Kodi, yakni Bobby Prasetyo dan Ali Eunoia. Kepada awak media, Bobby menuturkan, film ini mengisahkan seorang muslimah yang sukses menjadi pebisnis. Namun, tentu bukan hanya soal bisnis saja. Dia meyakini, film ini sarat akan nilai keluarga. Ada pesan tentang komunikasi antara suami kepada istri atau anak dengan orangtua.

“Dari gala premier banyak penonton merasa related dengan kisah mereka. Problematika keluarga Indonesia. Kita pernah mengalami soal kendala ekonomi. Saat suami sedang susah dan istri yang harus takeover,” ujarnya. 

Ia mengungkapkan, selama proses syuting tak ada kesulitan berarti. Sebab, bintang utama film sudah terhitung profesional. Bahkan, Bobby cukup takjub dengan Acha Septriasa sebagai tokoh Tika, berani menghabiskan banyak scene emosional dalam sehari. Padahal saat itu, Acha sedang dalam masa kehamilan usia dua bulan.

“Dia berperan sebagai ibu dan pasti ada banyak scene yang sulit secara emosi. Saya lihat dia berani dan bisa syuting lancar. Justru kami yang cukup khawatir dengan kondisinya,” imbuhnya. Sutradara lainnya, Ali menambahkan, proses penulisan naskah menghabiskan waktu sekitar dua bulan, termasuk mendalami karakter aslinya.

Lalu, masuk masa pra produksi selama satu bulan di Bandung dan Depok. Mereka juga banyak syuting di Depo Kereta Api Depok karena latar cerita mengisahkan kejadian antara Jakarta – Bojong Gede. Sementara, waktu syuting menghabiskan waktu kurang lebih 15 hari.

“Artisnya kooperatif sekali. Kami berpikir akan susah mengarahkan anak-anak, ternyata tidak. Saya merasa yang paling menarik itu syuting di KRL. Keajaiban rasanya bisa syuting di depo kereta,” ujarnya.

Dia mengaku bahagia karena mendengar review positif dari penonton. Banyak yang merasa film ini begitu jujur terhadap kondisi keluarga saat ini. Menunjukkan bahwa hubungan keluarga juga tidak bisa sempurna. Namun, justru itu melengkapi cinta dalam keluarga.

“Saya takjub pada review mereka yang bilang cerita film ini seperti berkaca pada kondisi mereka. Bagaimana kasih sayang anak kepada ibu yang sulit diungkapkan. Ini universal dan bisa disaksikan oleh kalangan mana saja,” imbuhnya.

Film ini juga banyak menyampaikan pesan kebaikan. Hal itu disampaikan penulis novel Kisah Cinta 2 Kodi, Asma Nadia. Ia mengatakan, film ini tak hanya menjadi curahan hati antara suami istri. Namun, anak-anak juga dapat tersadar dan mengerti kondisi orangtua. Kemudian, bicara tentang peran setiap anggota keluarga dan ketahanan keluarga.

“Kadang kita lupa kalau sedang berjuang untuk keluarga. Bagaimana bisa menyeimbangkan antara bisnis dan keluarga. Suami terpaksa jadi seorang ayah rumah tangga yang menghadirkan masalah ego dan komunikasi,” bebernya. Asma berharap, film ini dapat bermanfaat dan berkontribusi bagi keluarga.

Sedangkan Rendy sebagai putra daerah Balikpapan menyebutkan, walau Bunda: Kisah Cinta 2 Kodi ini termasuk film nasional, dia berharap spirit film ini bisa menjadi kado ulang tahun kota. Sehingga, karyanya tersebut dapat menjadi kebanggaan warga Kota Beriman.

Ia berharap, film ini dapat bertahan selama satu bulan ke depan secara nasional. Setelah itu, pihaknya akan mengadakan private show untuk komunitas. Sebab, setelah film turun dari layar bioskop reguler, bukan berarti penayangan film akan terhenti. Rendy akan menggelar show selama dua bulan dengan memilih 80-100 bioskop besar di seluruh penjuru Indonesia.

Menurutnya, hal ini bukan tidak mungkin. Apalagi kenyataannya, film yang diangkat dari novel ini memiliki promotor terbanyak dari seluruh film yang pernah ada. Rendy berharap, Mei mendatang film Bunda: Kisah Cinta 2 Kodi ini sudah masuk box office movie dengan penonton di atas 1 juta.

“Biasanya nobar yang mendanai PH, kami tidak. Semua didukung umat, komunitas, pengusaha perempuan, dan sebagainya yang mau menjadi promotor film ini. Saya berharap, Balikpapan bisa full okupansi, penonton dari kalangan siswa dan keluarga,” tutupnya. (gel/rsh/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 02:19

Siswa Luar Kota Wajib Ikuti Verval

BALIKPAPAN  -  Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan berlangsung awal Juli…

Sabtu, 26 Mei 2018 02:15

Jual Miras, Dua IRT Ditangkap Polisi

BALIKPAPAN  -  Anggota Direktorat Sabhara (Ditsabhara) Polda Kaltim berhasil mengamankan penjual…

Sabtu, 26 Mei 2018 02:15

Siapkan Lima Posko Angkutan Lebaran

BALIKPAPAN  –  Menghadapi arus mudik Lebaran, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD)…

Rabu, 23 Mei 2018 10:45

Kendaraan Sipil Dilarang Pakai Rotator

BALIKPAPAN – Lampu tanda rotator biasa dijumpai pada mobil patroli polisi. Namun, seiring perkembangan…

Rabu, 23 Mei 2018 10:05

Dana Pembangunan Masjid Kurang? Ini Kata Safaruddin...

BALIKPAPAN -Calon Wakil Gubernur  Kaltim  nomor urut 4 Safaruddin termasuk yang  tidak…

Rabu, 23 Mei 2018 08:39
Lanjutan Kasus Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan

Pegawai Pertamina Batal Diperiksa

BALIKPAPAN - Penyidik Polda Kaltim batal mengambil keterangan dari tersangka tumpahan minyak di Teluk…

Rabu, 23 Mei 2018 08:37

“Telusuri Hulunya, Pemainnya Itu-Itu Saja”

PELAKSANA tugas (Plt) Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud sudah turun meninjau fenomena kenaikan…

Selasa, 22 Mei 2018 09:00

Terlalu Panjang, Pangkas Rantai Distribusi

BALIKPAPAN - Bulan Ramadan dan Lebaran permintaan konsumsi masyarakat meningkat dan harga meroket. Para…

Selasa, 22 Mei 2018 08:54

Mei, Inflasi akan Didorong Permintaan Ayam dan Sayuran

LAJU inflasi pada Mei ini diprediksikan di angka 0,40–0,60 persen. Sejauh ini, memang harga bahan…

Senin, 21 Mei 2018 08:18

Pertama Terapkan Konsep WBK dan WBBM

BALIKPAPAN – Setelah melewati satu tahun masa pembangunan, renovasi Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .