MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Sabtu, 10 Februari 2018 10:11
Pembantaian Brutal Orangutan di TNK
Polisi Curiga Warga Sekitar
BERHASIL DIANGKAT: Peluru senapan angin yang sempat bersarang di kepala dan badan orangutan, berhasil diangkat saat proses autopsi.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kematian orangutan (Pongo pygmaeus) akibat tembakan 130 peluru senapan angin terus diusut polisi dan tim satuan tugas gabungan. Karena hidup berdampingan dengan manusia, kecurigaan awal polisi terhadap warga yang tinggal di Taman Nasional Kutai (TNK), Desa Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim), makin dalam.

Kabag Ops Polres Kutim Kompol Budi Heriawan yang hadir pada pertemuan di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim pada Kamis (8/2) menyebut, analisis awal kepolisian adalah warga yang bermukim tak jauh dari lokasi penemuan orangutan. “Itu pemikiran awal kami. Sejauh ini belum ditemukan,” sebut perwira melati satu tersebut. Budi melanjutkan, polisi tak memasang target waktu untuk mengungkap siapa pelaku penembakan brutal itu.

Namun, aparat penegak hukum tersebut berjanji, kasus yang kabarnya turut jadi perhatian dunia itu bakal secepatnya diungkap. Tewasnya orangutan yang diberondong peluru itu mendapat kutukan keras dari para pencinta fauna. Informasi yang diperoleh Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sudah mengerahkan lima tim dari Balai TNK untuk mencegah terulangnya peristiwa tersebut dan mereka menyebar di lima desa.

Daerah yang menjadi perhatian, yakni Desa Teluk Pandan, Sangatta Selatan, Sangkima, Rantau Pulung dan Menamang. Hal itu dilakukan agar orangutan tidak turun ke permukiman atau lahan warga. Berdasarkan inventarisasi Balai TNK, populasi orangutan di TNK ada 1.931 individu. Dari 198.629 hektare lahan TNK, 192 hektare adalah lahan sawit. Nah, lokasi penemuan binatang bernama latin Pongo pygmaeus yang ditembaki 130 peluru senapan angin itu, berada di sekitar lahan sawit. Bahkan, proses nekropsi yang dilakukan tim dokter hewan, menemukan tiga biji sawit di tubuh orangutan tersebut.

Kepala BKSDA Kaltim Sunandar menjelaskan, enam sarang yang ditemukan di sekitar lokasi penemuan orangutan belum bisa dipastikan. “Apakah sarang baru atau lama perlu diperiksa,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Centre of Orangutan Protection (COP) Hardi Baktiantoro menjelaskan, sebelum benar-benar dinyatakan mati, orangutan yang kini berada di BKSDA Kaltim itu mengalami trauma. “Baik secara fisik maupun mental,” jelas Hardi. Meski tak memegang data rinci berapa jumlah orangutan yang tersebar di Kaltim, Hardi menyebut populasinya masih cukup banyak. Namun, dengan adanya pembantaian seperti yang terjadi di TNK, jika tidak dihentikan dan tanpa ada tindakan tegas, jumlahnya bisa terus berkurang.

Dengan adanya temuan orangutan yang tewas dengan 130 peluru, penggunaan senapan angin tentunya harus mendapat pengawalan ketat. Hal itu sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 8/2012 tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api untuk Kepentingan Olahraga, senapan angin hanya diperbolehkan di lapangan tembak. (*/dra/iza/k9)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 08:36

Sungai Mahakam Surut, KSOP Perketat Pelayaran

SAMARINDA – Hamparan tanah basah tampak begitu jelas. Pemandangan yang tak biasa kurun waktu sepekan…

Selasa, 18 September 2018 08:33

Taman Pustaka ala Kafe hingga Digitalisasi Layanan

Minat baca di Kaltim memang tergolong rendah, namun tingkat kunjungan ke perpustakaan tinggi. RORO MIRA,…

Selasa, 18 September 2018 08:16

Waspada Kebakaran Hutan

SAMARINDA – Memasuki kemarau, pemerintah dituntut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya…

Senin, 17 September 2018 08:51

Sungai Mahakam Surut, Produksi Air Bersih Normal

SAMARINDA – Cuaca terik yang melanda Samarinda beberapa hari terakhir mulai berdampak pada menurunnya…

Senin, 17 September 2018 08:45

Perang Tagar, Persekusi, dan Kewarasan Kita

OLEH: HERDIANSYAH HAMZAH, S.H, LL.M.(*)Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman PERANG tanda pagar…

Senin, 17 September 2018 08:16

Bupati Sampaikan Penjelasan Pemkab pada Paripurna

UJOH BILANG – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Jumat (14/9), memberikan jawaban…

Senin, 17 September 2018 08:16

DPMK Gelar Pembinaan Lembaga Adat Se-Kabupaten

UJOH BILANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Mahulu, Jumat (14/9), menggelar acara…

Senin, 17 September 2018 08:15

Selalu Dukung Kegiatan Lembaga Masyarakat Kampung

UJOH BILANG – Pemerintah selalu mendukung segala kegiatan lembaga kemasyarakatan kampung yang…

Minggu, 16 September 2018 08:46

Pesta Pora Narkoba di Balik Penjara

JAUH dari hiruk pikuk aktivitas perkotaan, lembaga pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas III Samarinda,…

Minggu, 16 September 2018 08:44

Deklarasi #2019GantiPresiden Batal

SAMARINDA – Turut menjadi tempat pelaksanaan deklarasi, Kaltim, khususnya Kota Tepian, “banjir”…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .