MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Sabtu, 10 Februari 2018 10:11
Pembantaian Brutal Orangutan di TNK
Polisi Curiga Warga Sekitar
BERHASIL DIANGKAT: Peluru senapan angin yang sempat bersarang di kepala dan badan orangutan, berhasil diangkat saat proses autopsi.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kematian orangutan (Pongo pygmaeus) akibat tembakan 130 peluru senapan angin terus diusut polisi dan tim satuan tugas gabungan. Karena hidup berdampingan dengan manusia, kecurigaan awal polisi terhadap warga yang tinggal di Taman Nasional Kutai (TNK), Desa Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim), makin dalam.

Kabag Ops Polres Kutim Kompol Budi Heriawan yang hadir pada pertemuan di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim pada Kamis (8/2) menyebut, analisis awal kepolisian adalah warga yang bermukim tak jauh dari lokasi penemuan orangutan. “Itu pemikiran awal kami. Sejauh ini belum ditemukan,” sebut perwira melati satu tersebut. Budi melanjutkan, polisi tak memasang target waktu untuk mengungkap siapa pelaku penembakan brutal itu.

Namun, aparat penegak hukum tersebut berjanji, kasus yang kabarnya turut jadi perhatian dunia itu bakal secepatnya diungkap. Tewasnya orangutan yang diberondong peluru itu mendapat kutukan keras dari para pencinta fauna. Informasi yang diperoleh Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sudah mengerahkan lima tim dari Balai TNK untuk mencegah terulangnya peristiwa tersebut dan mereka menyebar di lima desa.

Daerah yang menjadi perhatian, yakni Desa Teluk Pandan, Sangatta Selatan, Sangkima, Rantau Pulung dan Menamang. Hal itu dilakukan agar orangutan tidak turun ke permukiman atau lahan warga. Berdasarkan inventarisasi Balai TNK, populasi orangutan di TNK ada 1.931 individu. Dari 198.629 hektare lahan TNK, 192 hektare adalah lahan sawit. Nah, lokasi penemuan binatang bernama latin Pongo pygmaeus yang ditembaki 130 peluru senapan angin itu, berada di sekitar lahan sawit. Bahkan, proses nekropsi yang dilakukan tim dokter hewan, menemukan tiga biji sawit di tubuh orangutan tersebut.

Kepala BKSDA Kaltim Sunandar menjelaskan, enam sarang yang ditemukan di sekitar lokasi penemuan orangutan belum bisa dipastikan. “Apakah sarang baru atau lama perlu diperiksa,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Centre of Orangutan Protection (COP) Hardi Baktiantoro menjelaskan, sebelum benar-benar dinyatakan mati, orangutan yang kini berada di BKSDA Kaltim itu mengalami trauma. “Baik secara fisik maupun mental,” jelas Hardi. Meski tak memegang data rinci berapa jumlah orangutan yang tersebar di Kaltim, Hardi menyebut populasinya masih cukup banyak. Namun, dengan adanya pembantaian seperti yang terjadi di TNK, jika tidak dihentikan dan tanpa ada tindakan tegas, jumlahnya bisa terus berkurang.

Dengan adanya temuan orangutan yang tewas dengan 130 peluru, penggunaan senapan angin tentunya harus mendapat pengawalan ketat. Hal itu sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 8/2012 tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api untuk Kepentingan Olahraga, senapan angin hanya diperbolehkan di lapangan tembak. (*/dra/iza/k9)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 10:18
Gerakan Menutup Aurat Keempat di Kota Tepian

Yang Belum Diajak, yang Sudah Diharap Istikamah

Februari identik dengan valentine dan diartikan dengan kasih sayang berlebihan. Momentum ini dimanfaatkan…

Minggu, 18 Februari 2018 11:16

BAHAYA..!!! Bangunan Bertingkat RSUD Retak

SAMARINDA – Sejumlah keluarga pasien hilir mudik di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD AW…

Minggu, 18 Februari 2018 11:14

FKPT Monitor Tujuh Ponpes

SAMARINDA - Sebanyak tujuh pondok pesantren (ponpes) di Kaltim terus dimonitor dan diberikan pemahaman…

Minggu, 18 Februari 2018 11:13

Relokasi Terkendala Anggaran

SAMARINDA – Relokasi warga di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Jembatan Kehewanan arah…

Minggu, 18 Februari 2018 11:12

Program Smart City Belum Jalan

SAMARINDA – Rencana Pemkot Samarinda menerapkan program smart city belum bisa berjalan.…

Minggu, 18 Februari 2018 11:12

Pria Mengambang di Sungai Mahakam

SAMARINDA – Sejak pergi dari rumahnya di Jalan Teuku Umar, Gang Suka Damai, Kelurahan Lok Bahu,…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:41

Jelang UN, Ombudsman Awasi Sekolah

SAMARINDA – Jelang pelaksanaan UN (ujian nasional) April mendatang, Ombudsman RI Perwakilan Kaltim…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:39

Buaya Muncul di Sungai Karang Mumus

SAMARINDA – Kurang dari sepekan, warga yang beraktivitas di Sungai Karang Mumus (SKM) gempar.…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:38

Awalnya Anti, Kini Cinta Mati

Semangat Bunga Jelitha Ibrani untuk terus menggaungkan semangat menjaga hutan dan isinya terus bergema.…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:37

Anggaran Bertambah, Utang Tetap Ada

SAMARINDA – Polres Samarinda mendapat tambahan anggaran pada 2018. Sebelumnya aparat berseragam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .