MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Sabtu, 10 Februari 2018 10:03
Ribuan Warga Samarinda Bergantung dari Ojek Online

Tak Bisa Dibendung, Hanya Perlu Dibatasi

Ismansyah

PROKAL.CO, SAMARINDA – Pembatasan driver ojek online sulit dibendung. Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda mengaku, tidak bisa membendung kecuali diblokir langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). “Kami tidak bisa membendung, karena berbasis aplikasi dari aplikasi. Di pusat atau kominfo yang bisa blokir itu,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Ismansyah.

Dia menyebut, kalau mau membatasi jumlah driver pun ada penghitungan sendiri. Mulai dari perbandingan dengan jumlah penduduk, jumlah kendaraan dan luas wilayah Samarinda. Jumlah driver ojek online di Kota Tepian, diyakini sekitar 6.200 orang dengan dua perusahaan yang mendominasi, yakni Go-Jek dan Grab. Go-Jek lah yang terbesar, sekitar 5.000 orang terdaftar di sistem. Sedangkan jumlah penduduk Samarinda berdasarkan sensus BPS 2015 berjumlah 812.597 jiwa.

Dengan kata lain, sekitar 0,6 persen penduduk Kota Tepian menggantungkan hidup menjadi driver Go-Jek. Sedangkan untuk GrabBike memiliki anggota sekitar 1.200 orang atau 0,2 persen dari penduduk Kota Samarinda. Artinya 0,8 persen penduduk Samarinda terlibat di bisnis ojek online tersebut. “Tidak bisa sembarangan menentukan, meskipun itu tetap dari pihak aplikatornya,” terangnya.

Dia mengatakan, setelah ada kejelasan dari Kemenkominfo, barulah pemerintah berani keluarkan aturan berupa SK wali kota atau sejenisnya untuk membatasi jumlah driver tersebut. “Pemerintah hanya keluarkan aturan, yang membatasi tetap pihak aplikatornya,” sebut dia.

Prinsipnya, kata dia, pemerintah tidak ingin membatasi hak warga untuk mencari nafkah. Namun kalau ternyata jumlahnya dianggap berlebih dan menjadi masalah, barulah bisa dikeluarkan aturan. “Sementara ini belum ada riak-riak atau konflik,” sambungnya.  Memang, lanjut dia, jumlah driver online perlu ada pembatasan karena dikhawatirkan dapat memicu konflik. Menurutnya, semakin banyak jumlah driver kendaraan umum berbasis online pada satu perusahaan, bakal memunculkan persaingan. “Itu yang kami jaga, jangan sampai terjadi gesekan di lapangan,” ungkap mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda itu. (*/dq/iza/k9)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 08:13

Tak Terlalu Pagi untuk Buraq

Pagi begitu dingin di Mahulu. Saya terbangun setidaknya tiga kali sebelum embun mulai tampak di atas…

Kamis, 18 Oktober 2018 07:47

160 Ribu KTP-el Belum Dicetak

SAMARINDA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta meninjau kembali rencana memblokir data…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:10

Hak Lima Anggota DPRD Dibekukan

SAMARINDA – Hadirnya putusan sela Pengadilan Negeri (PN) Samarinda atas gugatan warga terkait…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:53

Hudoq Pekayang Jati Diri Daerah

UJOH BILANG - Kegiatan rutin Hudoq Pekayang merupakan wujud implementasi dari Undang-Undang (UU) Nomor…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:52

Lakukan Percepatan Pembangunan 2019

UJOH BILANG - Pada 2019 pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan daerah melalui intensifikasi dan ekstensifikasi…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:50

Penyusunan RZWP3K Tak Libatkan Nelayan

SAMARINDA - Hidup nelayan bakal lebih susah. Inilah yang dikhawatirkan para aktivis lingkungan, jika…

Senin, 15 Oktober 2018 21:44

Tak Mungkin Pesawat Presiden Mendarat di Samarinda

SAMARINDA- Harapan warga Samarinda agar pesawat Kepresidenan Republik Indonesia mendarat di Bandara…

Senin, 15 Oktober 2018 11:44

Alphad Bermasalah dengan Hukum, Ini Kata Gerindra Kaltim

BALIKPAPAN– Akhirnya partai dimana Alphad Syarif bernaung, Gerindra Kaltim buka suara soal kasus…

Senin, 15 Oktober 2018 10:51

KEJADIAN LAGI..!! Satu Tongkang Hantam Rumah

SAMARINDA– Kecelakaan perairan terjadi lagi di Mahakam. Ya, tongkang hanyut kembali menabrak rumah…

Senin, 15 Oktober 2018 07:00

Pengabdian dan Pengalaman yang Tak Terlupakan

Mamuju, Minggu sore sekira pukul 17.00 waktu setempat, relawan tanggap darurat dari Majelis Pimpinan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .