MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Sabtu, 10 Februari 2018 09:30
Banyak Mimpi Belum Terealisasi

Minim Anggaran Jadi Penghalang Balikpapan

PROKAL.CO, Hari ini, 121 tahun lalu Balikpapan dilahirkan. Masih banyak pekerjaan rumah yang belum dituntaskan.

KEMEGAHAN Stadion Batakan, Balikpapan sudah terlihat dari Jalan Mulawarman, Balikpapan Timur. Dari jalan provinsi tersebut, jalur selebar 20 meter menuju fasilitas kebanggaan warga Kota Minyak itu sudah diaspal mulus. Sementara satu lajur jalan masuk lainnya dengan lebar yang sama tengah dikerjakan.

Saat Kaltim Post berkunjung ke stadion awal pekan ini, sejumlah pekerja memadati areal samping kiri stadion. Pembangunan areal parkir sedang berlangsung. Saat itu sedang proses land clearing.

Sementara di dalam stadion, barisan kursi biru berjajar rapi. Serasi dengan warna baja penyangga atap serta berbagai aksesori yang sudah terpasang di stadion senilai Rp 1,2 triliun ini. Sekitar 1.700 kursi bakal dipasang di areal tribune di bawah ruang VIP. Separuh lebih dari jumlah itu telah terpasang. Itu merupakan anggaran 2017 sebesar Rp 5 miliar.

Sementara tahun ini, pemkot kembali menganggarkan Rp 5 miliar untuk melanjutkan pemasangan kursi tersebut. Total kapasitas stadion yang dibangun sejak 2011 itu sebesar 46.000 penonton. Lapangan sepak bola itu merupakan satu dari sejumlah proyek yang telah rampung tahun lalu. Sekaligus menjadi kado dalam HUT ke-121 Balikpapan hari ini (10/2).

Meski demikian, masih banyak “mimpi” kota ini yang masih belum terealisasi. Kendalanya beragam, mayoritas karena keterbatasan anggaran. Wali Kota Rizal Effendi mengakui hal tersebut.

Dia menjelaskan, persoalan keuangan tidak hanya dialami Balikpapan. Tetapi, hampir di seluruh daerah di Indonesia. Balikpapan mulai mengalami defisit anggaran pada 2015. Sebab, dana bagi hasil triwulan keempat senilai Rp 283 miliar dari pemerintah pusat batal disalurkan ke daerah.

“Imbasnya pada 2016, defisit luar biasa. Balikpapan cukup beruntung pada 2015 sudah melakukan pemangkasan besar-besaran. Itu pun hanya bisa menyelamatkan kegiatan tahun itu (2015). Sementara pada 2016, meski sudah dipangkas, masih banyak kegiatan yang harus stop dan ditunda ke tahun 2017,” kenang Rizal.

Akibatnya, sejumlah proyek besar yang sedang berjalan pada masa itu harus diselesaikan dengan terseok-seok. Sementara proyek lain yang menjadi “mimpi” bersama, harus ditunda. “Pada waktu itu kan masih ada stadion yang belum selesai. Lalu, Gedung Parkir Klandasan dan Balikpapan Islamic Center,” jelasnya.

Sementara upaya meminta bantuan ke pemerintah provinsi juga tak menghasilkan sesuai yang diharapkan. Jadi, anggaran tahun sebelumnya banyak terkuras untuk menuntaskan proyek besar yang sudah berjalan.

“Karena kalau tidak diselesaikan juga tidak mungkin kami biarkan mangkrak begitu saja. Apalagi begitu banyak warga yang menginginkan adanya Balikpapan Islamic Center dan Stadion Batakan,” imbuhnya.

Rizal melanjutkan, keinginan Pemkot Balikpapan membangun jalan layang atau flyover di Simpang Muara Rapak, Balikpapan Utara untuk meminimalisasi kecelakaan harus tertunda. Proyek itu sudah memiliki detail engineering design (DED) sejak 2015. Kemudian seharusnya dimulai pembebasan lahan pada 2016. Namun, urung dilakukan karena tak ada anggaran.

Akhirnya, pemkot memilih menindaklanjuti proyek itu setelah ada kepastian bakal dibangun menggunakan APBN. Mengingat, status Jalan Soekarno-Hatta yang akan dibangun flyover merupakan jalan nasional. Pemkot, kata Rizal, sudah mengusulkan ke pusat. Begitu juga lewat lobi yang dilakukan anggota DPRD Balikpapan. Sayangnya, sampai saat ini, proyek itu memang masih belum masuk daftar kegiatan di APBN.

Sejumlah perencanaan pemerintah kota lainnya, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur, pemkot berupaya mencarikan pendanaan dari provinsi maupun pusat. Misalnya saja pembangunan Waduk Teritip yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III. Juga rencana pembangunan Embung Aji Raden juga oleh BWS III.

“Dari provinsi juga membantu membangun jaringan pipa dari Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Teritip kepada masyarakat. Panjangnya 17 kilometer yang dikerjakan dengan anggaran dari APBN, provinsi, dan pemerintah kota,” terangnya. Persoalan infrastruktur, lanjutnya, memang tak bisa pemkot sendirian. Harus kerja sama dengan semua pihak.

Adapun, Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyebut, evaluasi akan terus dilakukan. Dia menginginkan perekonomian terus tumbuh. Salah satu yang dia dorong adalah kerja sama Perusda Balikpapan dan Pelindo VI soal pembangunan depo kontainer di Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau.

EKONOMI POSITIF

Sementara itu, perekonomian Balikpapan tercatat dari tahun ke tahun memiliki kinerja positif. Sempat mengalami penurunan yang signifikan pada 2015 sebesar 1,3 persen (year on year/yoy). Tahun 2016, meningkat menjadi 4,76 persen. Namun, tahun 2017, diproyeksikan menurun menjadi 2,6 persen.

Positifnya perekonomian di Balikpapan terlihat dari menggeliatnya penyaluran kredit selama 2017. Angka penyaluran kredit perbankan Balikpapan mencapai angka Rp 24,5 triliun atau tumbuh 6,22 persen dari tahun sebelumnya. Jauh meningkat dibandingkan tahun 2016 yang terkontraksi hingga minus 0,08 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan Suharman Tabrani menjelaskan, pertumbuhan kredit selama 2017 merupakan pertumbuhan kredit tertinggi dalam empat tahun terakhir. Secara sektoral, pertumbuhan kredit tertinggi mencapai 34,5 persen yang tersalurkan untuk jasa-jasa dunia usaha. Mencakup leasing, real estate, dan persewaan alat transportasi, serta mesin-mesin.

Sepanjang 2017, prediksi ekspor tumbuh hingga 22,6 persen. Tentu jauh lebih tinggi dari 2016 yang justru terkontraksi minus 33,4 persen. Berdasarkan data BI, peningkatan ekspor terbesar berasal dari komoditas palm oil yang meningkat hingga 60,3 persen. Kemudian menyusul hasil minyak sebesar 40,4 persen dan batu bara sebesar 22,7 persen.

“Tingginya kinerja ekspor Balikpapan diyakini akan memberi dampak multiplier bagi perbaikan sektor ekonomi lainnya seperti perdagangan, hotel, restoran, transportasi, pergudangan, serta jasa-jasa,” katanya.

Dia menambahkan, kinerja positif perekonomian Balikpapan tak lepas dari dukungan laju inflasi yang terkendali. Contoh akhir 2017, inflasi Balikpapan tercatat sebesar 2,45 persen (yoy). Angka itu masih di bawah nasional yang sebesar 3,61 persen (yoy) dan Kaltim sebesar 3,15 persen (yoy).

“Pencapaian inflasi yang rendah dan stabil di Balikpapan terutama dari terkendalinya inflasi bahan makanan,” tuturnya. Ada peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan dan Satgas Pangan dalam mengawal stabilitas harga dan ketersediaan pasokan berbagai komoditas pangan strategis di Balikpapan.

Sebagai informasi, TPID terdiri dari partisipasi berbagai pihak, di antaranya Bank Indonesia, Bulog Divre Kaltimra, serta Satgas Pangan yang dimotori Polda Kaltim dan Polres Balikpapan.

Menurutnya, ada beberapa potensi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Balikpapan. Di antaranya, kelanjutan proyek nasional Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), proyek Jembatan Pulau Balang, proyek kilang Pertamina, dan pengembangan Kawasan Industri Kariangau (KIK). Dari sisi pengeluaran, prospek konsumsi rumah tangga turut diperkirakan akan tumbuh lebih baik.

“Kami optimistis, berbagai event nasional dan internasional akan kembali berlangsung di Balikpapan,” ujarnya. Dia berpesan, semua pihak mulai berbenah alias mempercantik diri sebagai tuan rumah. Apalagi, tahun ini bersamaan dengan momen pemilihan kepala daerah (pilkada) yang mampu berpengaruh positif dalam mendorong konsumsi masyarakat.

Menurutnya, minimnya anggaran di APBD 2017 turut memengaruhi ruang gerak Pemkot Balikpapan mendorong peningkatan belanja daerah. Mengingat, tahun 2015, APBD Balikpapan pernah menyentuh angka Rp 3,4 triliun. Namun, tahun lalu sempat menurun drastis menjadi Rp 1,9 triliun. Tahun ini meningkat menjadi Rp 2,1 triliun.

Dia berpesan, semua elemen masyarakat Balikpapan perlu bahu-membahu mencari terobosan. Caranya dengan terus menggali dan mengoptimalkan sumber-sumber ekonomi baru yang memberi dampak luas. “Menyelesaikan berbagai proyek pembangunan infrastruktur bisa memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi daerah,” bebernya. (rsh/gel/rom/k11)


BACA JUGA

Jumat, 16 Februari 2018 06:59

Imlek dan Saya: It's Who I am

Oleh: Lola Devung (Maria Teodora Ping) Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman,…

Jumat, 16 Februari 2018 06:56

"Kita Satu DNA"

TAHUN Baru Imlek yang jatuh hari ini membawa sejuta harap. Pandita Hendri Suwito dari Buddhist Center…

Rabu, 14 Februari 2018 09:18

Program Bagus, Eksekusi Tak Mulus

TARGET dua juta sapi sulit tercapai hingga ujung periode kedua Gubernur Awang Faroek Ishak. Program…

Senin, 12 Februari 2018 09:00

Selamatkan Ratusan Ribu Suara, Bergantung Kerja Keras KPU

ANCAMAN tenggelamnya ratusan ribu suara warga Kaltim yang berdomisili di luar daerah bakal jadi nyata.…

Sabtu, 10 Februari 2018 09:17

Gedung DPRD Batal, Fokus Penanganan Banjir

DPRD Balikpapan enggan pesimistis. Asa membangun Kota Minyak masih terbuka lebar. Meski dibayangi berbagai…

Jumat, 09 Februari 2018 09:24

Pesut Tak Tersenyum Lagi

Populasi pesut di Sungai Mahakam terus menyusut. Habitat dan nyawa The Smiling Dolphin terancam bahaya…

Jumat, 09 Februari 2018 09:20

Diteror Ponton Batu Bara

SELAMA 20 tahun belakangan, populasi pesut terkonsentrasi di perairan Muara Kaman, Kutai Kartanegara.…

Jumat, 09 Februari 2018 09:08

Elegi Pesut

OLEH: RADEN RORO MIRA BUDIASIH DILIHAT dari Jalan Gajah Mada, depan Kegubernuran Kaltim di Samarinda,…

Rabu, 07 Februari 2018 09:36

Perut Mengandung, Badan Terkurung

Perempuan-perempuan ini mengandung, melahirkan, dan menyusui di dalam tahanan. Perjuangan berat merawat…

Rabu, 07 Februari 2018 09:34

Bersalin dengan Biaya Sendiri

PEREMPUAN yang melahirkan ketika menjalani hukuman diizinkan untuk merawat bayi hingga berumur 2 tahun.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .