MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Sabtu, 10 Februari 2018 09:17
Gedung DPRD Batal, Fokus Penanganan Banjir
-

PROKAL.CO, DPRD Balikpapan enggan pesimistis. Asa membangun Kota Minyak masih terbuka lebar. Meski dibayangi berbagai isu soal kemampuan legislator menjalankan fungsinya, namun 45 anggota dewan tetap yakin. Apalagi tahun depan jadi tahun terakhir tuntasnya periode yang dipimpin Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh itu.

Abdulloh yang ditemui setelah rapat paripurna istimewa, Jumat (9/2), memberikan doa kepada Balikpapan. Warganya diharapkan lebih makmur. Peningkatan sumber daya manusia dan sumber daya alam jadi prioritas. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) jadi fokus. Meski harus mengorbankan kepentingan wakil rakyat. “Insyaallah pembatalan pembangunan gedung DPRD terlaksana. Nanti uangnya diberikan hal lain yang lebih prioritas,” ungkap politikus Golkar itu.

Dalam waktu dekat, DPRD Balikpapan akan mengadakan rapat khusus. Membahas alokasi anggaran dari gedung DPRD tahun ini ke sejumlah proyek dan program pemerintah lain. Seperti penanganan banjir.

Abdulloh menyebut, pihaknya akan fokus pada pelebaran Sungai Ampal. Saban hujan deras, sungai meluap dan menggenangi sejumlah titik di kawasan sekitarnya. “Senin ini (12/2) kami rapat. Bagaimana uang ini bisa dimanfaatkan untuk pelebaran sungai, parit besar, dan lainnya,” ucapnya.

Dirinya tak mengelak, kemampuan Pemkot Balikpapan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rizal Effendi dan Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud belum maksimal. Di usia pemerintahan Rizal-Rahmad selama hampir 21 bulan, masih banyak visi dan misi yang belum tuntas. Namun, menurutnya, masih ada waktu untuk menyelesaikannya.

“Ini masih starting, ya. Finish-nya belum. Yang jelas, concern saya itu belum menemukan adil, makmur, dan merata. Mudah-mudahan bisa diselesaikan pada akhir periode beliau,” katanya.

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Nazaruddin menyebut, banjir masih jadi perhatian pihaknya. Fokus utamanya mengurangi titik genangan. “Kalau pada usia ke 121 Balikpapan ada perbaikan, ini jadi kado tersendiri,” ungkap ketua fraksi Hanura itu.

Dirinya menyebut masih ada waktu bagi dirinya dan rekan-rekan di komisinya memperjuangkan anggaran pembatalan gedung DPRD untuk penanganan banjir. Dia sepakat, uang yang ada jangan sampai menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).

“Potensi SiLPA ini cukup besar. Pertama itu Rp 25 miliar. Terus ada rencana tambahan tahun ini Rp 50 miliar. Rp 75 miliar ini sangat mungkin untuk penanganan banjir khususnya Sungai Ampal,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Mieke Henny menyebut, satu persoalan yang masih jadi perhatian adalah pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan. Untuk pendidikan, sarana dan prasarana belum sepadan dengan aturan yang dikeluarkan pemkot. Misal, aturan full day school atau sekolah lima hari yang sudah diterapkan di sejumlah sekolah unggulan.

Menurutnya, banyak sekolah yang belum siap dengan aturan ini. Dalam temuannya, sekolah kekurangan ruang kelas dan sarana penunjang seperti toilet, kantin, dan tempat ibadah. Kondisi ini terjadi di sekolah negeri. Sementara di sekolah swasta yang tidak terikat kebijakan soal full day school, kondisi serupa terjadi. “Kami masih terus lakukan pengawasan. Sementara menurut kami, full day school belum masuk kategori baik. Namun, menuju baik,” ucapnya.

Di bidang pelayanan kesehatan, komisinya masih banyak menerima keluhan soal kesulitan masyarakat dalam mengakses BPJS Kesehatan. Padahal, program ini, disebut Mieke, sangat bagus dan membantu. Namun, sosialisasi kurang menyentuh pemahaman masyarakat yang berbeda kultur di setiap wilayah.

Ketua Komisi II Balikpapan M Taqwa menuturkan, pihaknya telah menyetujui usulan anggaran pengadaan alat perekam transaksi (tapping box) sebesar Rp 5 miliar di APBD 2018. Ini demi meningkatkan target pendapatan asli daerah (PAD) pajak restoran. Tahun 2017 lalu, terkumpul Rp 61 miliar. “Dengan alat ini, transaksi objek pajak itu bisa dimonitor. Tak ada lagi nanti kebocoran akibat objek pajak menyembunyikan transaksi. Jadi, PAD tahun ini bisa lebih besar lagi,” jelasnya.  

Gedung Parkir Klandasan (GPK) juga masih jadi atensi. Meski sudah dibangun dan diresmikan tepat setahun lalu, gedung delapan lantai yang memakan anggaran Rp 98 miliar itu hingga kini belum memberikan kontribusi. Karena itu, pihaknya akan mendesak Dinas Perhubungan selaku operator agar segera memaksimalkan GPK. Salah satunya usulan menjadikan GPK sebagai pusat kuliner. Membuat gedung di samping Taman Bekapai itu lebih atraktif dan menarik pengunjung. (*/rdh/rom/k11)


BACA JUGA

Jumat, 16 Februari 2018 06:59

Imlek dan Saya: It's Who I am

Oleh: Lola Devung (Maria Teodora Ping) Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman,…

Jumat, 16 Februari 2018 06:56

"Kita Satu DNA"

TAHUN Baru Imlek yang jatuh hari ini membawa sejuta harap. Pandita Hendri Suwito dari Buddhist Center…

Rabu, 14 Februari 2018 09:18

Program Bagus, Eksekusi Tak Mulus

TARGET dua juta sapi sulit tercapai hingga ujung periode kedua Gubernur Awang Faroek Ishak. Program…

Senin, 12 Februari 2018 09:00

Selamatkan Ratusan Ribu Suara, Bergantung Kerja Keras KPU

ANCAMAN tenggelamnya ratusan ribu suara warga Kaltim yang berdomisili di luar daerah bakal jadi nyata.…

Sabtu, 10 Februari 2018 09:30

Banyak Mimpi Belum Terealisasi

Hari ini, 121 tahun lalu Balikpapan dilahirkan. Masih banyak pekerjaan rumah yang belum dituntaskan.…

Jumat, 09 Februari 2018 09:24

Pesut Tak Tersenyum Lagi

Populasi pesut di Sungai Mahakam terus menyusut. Habitat dan nyawa The Smiling Dolphin terancam bahaya…

Jumat, 09 Februari 2018 09:20

Diteror Ponton Batu Bara

SELAMA 20 tahun belakangan, populasi pesut terkonsentrasi di perairan Muara Kaman, Kutai Kartanegara.…

Jumat, 09 Februari 2018 09:08

Elegi Pesut

OLEH: RADEN RORO MIRA BUDIASIH DILIHAT dari Jalan Gajah Mada, depan Kegubernuran Kaltim di Samarinda,…

Rabu, 07 Februari 2018 09:36

Perut Mengandung, Badan Terkurung

Perempuan-perempuan ini mengandung, melahirkan, dan menyusui di dalam tahanan. Perjuangan berat merawat…

Rabu, 07 Februari 2018 09:34

Bersalin dengan Biaya Sendiri

PEREMPUAN yang melahirkan ketika menjalani hukuman diizinkan untuk merawat bayi hingga berumur 2 tahun.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .