MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Sabtu, 10 Februari 2018 08:53
Balikpapan Kota “Madu”, Maju dan Modern dari Dulu

Dari Diskusi Sejarah Mathilda

CERITA SEJARAH: Eddy Subrata (kanan) dan Ocha (kiri) menjadi narasumber Mathilda Fest, malam tadi.(anggi/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Sejarah Kota Balikpapan dibahas tuntas di acara Diskusi Sejarah Mathilda Balikpapan, Jumat (9/2) malam tadi. Hadir Rosalinda Tumbelaka, pegiat aktif dalam berbagai komunitas.Seperti Balikpapan Tempo Doeloe dan Dahor Heritage.

Tidak sendiri, tadi malam dia didampingi Eddy Subrata, narasumber dari Komunitas Pemerhati (KOPI) Balikpapan. Diskusi yang digelar Jumat (9/2) mulai pukul 19.00 Wita itu merupakan rangkaian HUT ke-121 Balikpapan. Dengan tajuk Mathilda Fest, acara ini dihelat 7–10 Februari hari ini di parkiran Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome.

Mereka mengajak masyarakat yang hadir untuk tilas balik sejarah Balikpapan. Ocha mengatakan, banyak data sebelum kemerdekaan 1945 yang jarang diketahui orang. Termasuk masa-masa emas di Balikpapan.

Dirinya mengatakan, tahun 30-an, semasa penjajahan Belanda pun Balikpapan sudah modern. Mereka datang kemari dan membuka berbagai sumur minyak, tidak di Balikpapan melainkan Sanga-Sanga, Tarakan, dan Samboja. Sedangkan mulanya, Balikpapan hanya berfungsi sebagai tempat penyimpan minyak, karena dekat dengan akses laut dan penerbangan.

Hingga pada akhirnya, mereka menemukan lantung (minyak mentah) di Balikpapan, sumur yang digali 10 Februari 1897 tersebut digali dan diberi nama Mathilda, anak dari JH Menten sang penemu minyak. “Saya tertarik ketika membaca bagaimana sumber minyak itu terbuka. Dan mungkin saja, suatu hari nanti sumber minyak itu akan dibuka kembali,” ujarnya.

Ia melanjutkan, dari dulu Balikpapan telah menjadi kota transit. Sebab, banyak fasilitas penunjang sudah didirikan di Balikpapan, mulai perumahan, rumah sakit, sekolah, tempat olahraga, hiburan, bandara, dan pelabuhan. Sedangkan di beberapa titik dibangun kilang, gudang, tangki, hingga pipa minyak yang terhubung hingga Samboja.  

“Tahun 30-an, Balikpapan sudah modern sekali. Kotanya sudah rapi. Karena Belanda kan jago dalam arsitektur dan mereka telah memetakan aset-aset vital tersebut. Sejak tahun itu, hingga tahun 2000-an, minyak Balikpapan menjadi primadona,” ucapnya.

Masa-masa emas tersebut, kata Ocha, bak madu. Sebab, minyak telah diekspor ke berbagai negeri. Hingga mengundang banyak orang datang dari luar pulau dan mencari pekerjaan di Balikpapan.

Menurutnya, anak zaman sekarang sudah mulai meninggalkan sejarah. “Banyak dari generasi sekarang, tidak lagi tertarik dan peduli akan sejarah. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan, terlebih keberadaan benda-benda sejarah tersebut juga tak lagi terurus dengan baik,” timpalnya.(*/lil/one/k15)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 08:03

Terduga Teroris Asal Balikpapan, Polda Tunggu Densus 88

BALIKPAPAN - Tertangkapnya dua terduga teroris di Jogjakarta, Selasa (11/12)…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:08

Tol Balikpapan-Samarinda Tak Kunjung Selesai, Wali Kota Ngaku Kerap Digunjingkan Orang Kalsel

BALIKPAPAN- Tol trans-Kalimantan hingga saat ini tak kunjung selesai. Tol…

Jumat, 14 Desember 2018 07:42

Pengusaha Diberi Waktu 2 Bulan

BALIKPAPAN - Tiga poin pelanggaran ditemukan pada kasus limbah di…

Kamis, 13 Desember 2018 09:00
Latihan Skala Besar PHM Menghadapi Situasi Darurat

SUDAH SIAP..!! Jika Ada Kebocoran Pipa, Ini yang Dilakukan PHM

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) selaku operator Wilayah…

Senin, 10 Desember 2018 07:57

Dinas PU Siapkan Desain Pagar

BALIKPAPAN – Sudah tiga nyawa melayang akibat terseret air bah…

Senin, 10 Desember 2018 07:40

Larangan Plastik di Tempat Umum Diterapkan Tahun Depan

BALIKPAPAN - Peraturan Daerah (Perda) terkait larangan penggunaan kantong plastik…

Minggu, 09 Desember 2018 07:18

Terus Berulang, Saran Buat Pagar

PROSES pencarian Amin, bocah delapan tahun yang hanyut di drainase,…

Minggu, 09 Desember 2018 07:13

LIPI Evaluasi Kebun Raya

BALIKPAPAN - Status Kebun Raya Balikpapan (KRB) masih menjadi kewenangan…

Minggu, 09 Desember 2018 07:10

Polda Antisipasi Potensi Penimbun BBM

BALIKPAPAN – Pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:49

Pemkot Dianggap Tak Punya Taji

BALIKPAPAN  –  Pemkot Balikpapan dianggap tak punya taji. Mengatasi masalah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .