MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 10 Februari 2018 08:10
INTRIK MUSIK DAN POLITIK

SAAT MUSIK BERADA PADA GARDA DEPAN PERLAWANAN

PROKAL.CO, class="Default">TATKALA Amerika Serikat terlibat perang dengan Vietnam, John Lennon, pentolan grup band nomor wahid The Beatles, pada saat yang sama menulis nomor legendaris bertajuk Revolution pada 1968. Bukan hanya The Beatles, nama-nama seperti Radiohead, U2, bahkan Coldplay dan sederet musisi lain kerap turut andil dalam agenda-agenda aktivisme.

Beberapa musisi emang memilih politik sebagai landasan dalam bermusik. Mayoritas musik politis dibuat untuk mempersuasi dan meningkatkan kesadaran akan isu tertentu. Jika di daratan Britania ada The Beatles yang lekat dengan kampanye perdamaian, di Indonesia ada nama seperti Efek Rumah Kaca, Sisir Tanah, serta Senartogok yang dengan lantang membicarakan kemanusiaan dan konflik sekitar dalam repetoarnya.

’’Saya sering mengiringi kegiatan demonstrasi di beberapa titik konflik bersama aktivis lain. Porsi saya hanya menemani, baik proses advokasi maupun menghibur. Kawan-kawan sering mengajak, ’Jo, yuk ke lahan, nanti nyanyi-nyanyi sama petani’,’’ ungkap Tarjo, personel semata wayang Senartogok.

Senartogok emang nggak hanya aktif sebagai musisi. Lirik-lirik yang ditulis di albumnya juga direfleksikan secara langsung. Misalnya, dalam pergelaran Festival Kampung Kota (FKK) Desember silam. Di atas reruntuhan bangunan yang digusur, dia merapal lagu demi lagu untuk mengabarkan kondisi kampung halamannya kepada pendengarnya. Bahkan, dia sampai menciptakan sebuah lagu berjudul Bertahan Adalah Bentuk Cinta Paling Liar secara spontan yang dipersembahkan untuk kampungnya, Dago Elos.

’’Masalah spontanitas membuat lagu, itu kebiasan buruk saya. Keterikatan momen dan kondisi di tempat tersebut memengaruhi saya secara personal. Misalnya, di FKK kemarin. Sebenarnya liriknya lama sekali menjadi doa pengusir rasa takut saya. Kalimat Bertahan Adalah Bentuk Cinta Paling Liar sering saya tuliskan di aksi-aksi menghadang penggusuran,’’ terang pria yang akrab disapa Bung Tarjo itu.

Namun, nggak semua musisi yang kerap memuat lirik-lirik politis juga turut larut dalam barisan perlawanan. Ada juga yang hanya memberikan kritik halus tanpa harus dinyanyikan dengan tangan mengepal. ’’Kalau menurut saya, semua orang wajib terlibat aktivisme. Arti aktivisme tersebut disepakati sebagai upaya perayaan hidup sehingga semua orang harus mengorganisasi keseharianya,’’ jelas Tarjo.

Artinya, perilaku aktivisme itu bisa berwujud apa aja. ’’Setiap aktivis dapat menggunakan lagu, tulisan, lukisan, atau karya apa pun sebagai medium,’’ lanjutnya.

Di balik gemerlap ingar-bingar panggung, pada suatu titik tersunyi, ada juga musisi yang menjadikan gagasan estetika musik bukan hanya pada taraf hiburan. Lebih dari itu, sadar memiliki massa yang mumpuni dan peluang propaganda besar, para musisi menjadikan pembebasan sebagai estetika baru dalam pencapaian kekaryaan.

’’Saya jadi ingat kata Nietzsche, seorang filsuf asal Jerman, ’tragedi musik menampakkan dirinya’. Tragedi tersebut mungkin bisa dipahami sebagai niatan besar kita untuk bergabung pada solidaritas apa pun dan estetika mengikuti di belakangnya,’’ paparnya.

Nggak hanya hadir di atas panggung yang megah, musik juga kerap turun ke ruas sempit jalan riuh buruh atau ke hamparan luas milik petani yang hendak digusur. Bukan sekadar estetika nada, lebih dari itu, musik dapat mengancam dan mengadili tiap tindak tirani. ’’Saya ingin membalik kalimat Nietzsche, ’tanpa kehidupan di dalamnya, musik merupakan kesalahan’. Maka, indikator keberhasilan musik adalah kehidupan. Jadi, teruslah hidup,’’ kata Tarjo. (rno/c22/fhr)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 07:09

''Runway Clear for Take Off''

BEKERJA di bidang aviation alias penerbangan tentu jadi mimpi bagi sebagian orang. Selain menjanjikan…

Selasa, 25 September 2018 07:06

Peran Penting di Kala Genting

MESKI mungkin nggak sepopuler pilot atau pramugari yang menjadi ’’front man’’…

Senin, 24 September 2018 07:26

Mainan Lawas Menolak Tewas

MESKI generasi Z pada zaman sekarang lebih akrab dengan gawai atau online game, nggak sedikit loh yang…

Senin, 24 September 2018 07:23

Serba-serbi untuk Diamati

APA aja sih yang harus diperhatikan pembeli saat akan membeli mainan lawas atau vintage? Lalu, berapa…

Minggu, 23 September 2018 07:30

All Good Art is Abstract

MEMILIKI kuku cantik dan sehat merupakan idaman setiap perempuan. Memasuki autumn/winter 2018, bukan…

Minggu, 23 September 2018 07:26

Kepo yuk!

Beberapa teman Zetizen masih banyak nih yang penasaran seputar nail art. Mulai trennya, tip dan trik,…

Sabtu, 22 September 2018 00:12

Kritik dalam Dentuman Musik

MUSIK elektronik nggak selamanya tentang tempo cepat dan cahaya lampu warna-warni yang bergerak lincah.…

Sabtu, 22 September 2018 00:11

Hasilkan Karya dari Derita

WALTS, valstep, dan dubstep. Mungkin nggak banyak orang yang tahu perbedaan ketiganya. Tapi, satu hal…

Kamis, 20 September 2018 08:09

MEREKAM MASA TANPA KAMERA

SEBAGAI sesuatu yang dinamis, seni terus berkembang dan selalu bertransformasi menemukan bentuk-bentuk…

Kamis, 20 September 2018 08:04

Membangun Seni dari Balik Jeruji

SENI kerap hadir sebagai oase di tengah kehidupan dunia yang kering, gersang, dan penuh kerikil tajam.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .