MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 10 Februari 2018 07:53
Ruang untuk Sektor Pertanian

PROKAL.CO, class="Default">OLEH: MUHAMMAD RIFKI MAULANA
(
Analis KPw BI Kaltim)

TAHUN 2017 menjadi titik balik Kaltim. Pertumbuhan ekonomi daerah ini kembali ke jalur positif, setelah dua tahun sebelumnya ada di level minus alias terkontraksi.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, ekonomi Kaltim tahun 2017 lalu tumbuh 3,13 persen. Daerah ini juga masih menjadi pemilik struktur ekonomi terbesar di Kalimantan. Porsinya 52,29 persen dari total nilai produk domestik regional bruto (PDRB) lima provinsi di pulau ini.

Positifnya capaian tersebut, tak lepas dari penguatan ekonomi global, yang mendorong peningkatan harga komoditas di pasar internasional. Terutama komoditas energi, seperti batu bara, serta minyak dan gas bumi.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, harga batu bara acuan (HBA) sepanjang 2017 rata-rata di posisi USD 85,92 per metrik ton. Harga itu naik 38,95 persen dari rata-rata tahun sebelumnya.

Tren positif itu membuat kontribusi sektor pertambangan terhadap struktur ekonomi Kaltim tetap mendominasi. Sumbangannya 46,31 persen. Berdasarkan Survei McCloskey, dominasi itu juga terlihat dalam kontribusi produksi batu bara Kaltim yang mencapai 51,69 persen dari total produksi batu bara nasional tahun lalu.

Namun, dominasi sektor batu bara tersebut tak diiringi penyerapan tenaga kerja yang sepadan. Tercatat, tingkat elastisitas penyerapan tenaga kerja Kaltim dari sektor ini menjadi yang terendah. Hanya 0,60 persen. Di sisi lain, tingkat elastisitas sektor pertambangan Kaltim, juga relatif rendah dibandingkan wilayah lain di Kawasan Indonesia Timur, yang meliputiBali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua.

Berbicara tentang tenaga kerja, usaha pertanian menjadi sektor yang memiliki tingkat elastisitas tertinggi di Kaltim. Tercatat, tingkat elastisitas penyerapan tenaga kerja sektor pertanian adalah sebesar 0,76 persen. Artinya, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi pada sektor tersebut, mampu menambah penyerapan tenaga kerja 0,76 persen.

Sektor pertanian pun masuk empat besar sektor yang memiliki kontribusi terbesar terhadap struktur PDRB Kaltim di tahun lalu. Meskipun kontribusinya baru 7,96 persen. Setidaknya, angka itu sudah lebih tinggi dari porsi sektor perdagangan dan transportasi-pergudangan.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi di sektor yang mencakup pertanian, kehutanan dan perikanan itu mencapai 5,70 persen tahun lalu. Angka yang berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Kaltim secara keseluruhan. Angka pertumbuhan itu juga lebih besar dari pertumbuhan usaha pertambangan dan penggalian yang hanya naik 1,21 persen pada periode yang sama.

Besarnya potensi sektor pertanian tersebut diharapkan mampu menekan tingkat pengangguran terbuka di Kaltim yang bisa dibilang masih relatif tinggi. Per akhir 2016 lalu, angkanya mencapai 7,91 persen.

Rasio itu di atas rata-rata wilayah lain di Kalimantan, serta daerah lain di Kawasan Timur Indonesia, maupun rata-rata nasional. Dengan tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi, serta besarnya potensi pertumbuhan pada sektor tersebut, sudah selayaknya sektor pertanian diberi perhatian khusus. Itu tak lepas dari karakter usaha yang memang cenderung padat karya.

Penulis berharap, sektor pertanian mampu menjadi andalan dalam pengembangan ekonomi Kaltim. Kolaborasi antara pemerintah kota-kabupaten, pemerintah provinsi dan instansi terkait, juga diharapkan mampu memaksimalkan potensi dari sektor ini. (man2/k15)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 07:08

Suap di Lembaga Peradilan

Oleh : Sholihin Bone (Pengajar di FH Untag, STIH Awang Long) PUBLIK Tanah Air kembali dikejutkan oleh…

Selasa, 18 September 2018 07:06

Minimnya Langkah Kaki dan Jalur Pedestrian Kita

Oleh:Muhammad Risal (Mahasiswa Magister Administrasi Publik FISIP Unmul) SALAH SATU penelitian yang…

Selasa, 18 September 2018 07:04

Limbah Batang Pisang sebagai Penguat Material Komposit Alternatif

Oleh: Ika Ismail ST MT (Dosen Teknik Material dan Metalurgi ITK) LIMBAH adalah buangan yang dihasilkan…

Senin, 17 September 2018 07:23

Perkuat Identitas Bangsa di Kalangan Milenial

OLEH: MAYA RETNO SARI GENERASI milenial sudah sangat sering diperbincangkan oleh banyak kalangan saat…

Senin, 17 September 2018 07:21

Ibrah Tahun Baru Islam

OLEH: MUKHTAR(Wakil Ketua IKA PMII Kutai Timur Bidang Riset dan Teknologi) SELASA pada 11 September…

Senin, 17 September 2018 07:15

Prospek Ekonomi Olahraga

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO MM(Pemerhati Ketenagakerjaan dan Ekonomi Kerakyatan, Mahasiswa S3-Doktor…

Sabtu, 15 September 2018 00:18

Kharisma Hashtag (#)

Era digital memang sangat memudahkan setiap lentik jemari untuk mencari apa saja yang diinginkan. Menjadi…

Rabu, 12 September 2018 08:04

Pengembangan Keaksaraan dan Keterampilan

Oleh: Tri Widayati(Pamong Belajar BP PAUD & Dikmas Kaltim) GLOBALISASI telah mengubah cara pandang…

Selasa, 11 September 2018 07:03

Pembangunan Coastal Area Balikpapan, untuk Siapa?

Oleh: Farid Nurrahman(Lecturer of Urban and Regional Planning at Kalimantan Institute of Technology…

Selasa, 11 September 2018 06:58

Kemiskinan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pendidikan Nonformal

Oleh: A Ismail Lukman(Staf Pengajar Prodi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Mulawarman) KEMISKINAN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .