MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 10 Februari 2018 07:53
Ruang untuk Sektor Pertanian

PROKAL.CO, class="Default">OLEH: MUHAMMAD RIFKI MAULANA
(
Analis KPw BI Kaltim)

TAHUN 2017 menjadi titik balik Kaltim. Pertumbuhan ekonomi daerah ini kembali ke jalur positif, setelah dua tahun sebelumnya ada di level minus alias terkontraksi.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, ekonomi Kaltim tahun 2017 lalu tumbuh 3,13 persen. Daerah ini juga masih menjadi pemilik struktur ekonomi terbesar di Kalimantan. Porsinya 52,29 persen dari total nilai produk domestik regional bruto (PDRB) lima provinsi di pulau ini.

Positifnya capaian tersebut, tak lepas dari penguatan ekonomi global, yang mendorong peningkatan harga komoditas di pasar internasional. Terutama komoditas energi, seperti batu bara, serta minyak dan gas bumi.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, harga batu bara acuan (HBA) sepanjang 2017 rata-rata di posisi USD 85,92 per metrik ton. Harga itu naik 38,95 persen dari rata-rata tahun sebelumnya.

Tren positif itu membuat kontribusi sektor pertambangan terhadap struktur ekonomi Kaltim tetap mendominasi. Sumbangannya 46,31 persen. Berdasarkan Survei McCloskey, dominasi itu juga terlihat dalam kontribusi produksi batu bara Kaltim yang mencapai 51,69 persen dari total produksi batu bara nasional tahun lalu.

Namun, dominasi sektor batu bara tersebut tak diiringi penyerapan tenaga kerja yang sepadan. Tercatat, tingkat elastisitas penyerapan tenaga kerja Kaltim dari sektor ini menjadi yang terendah. Hanya 0,60 persen. Di sisi lain, tingkat elastisitas sektor pertambangan Kaltim, juga relatif rendah dibandingkan wilayah lain di Kawasan Indonesia Timur, yang meliputiBali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua.

Berbicara tentang tenaga kerja, usaha pertanian menjadi sektor yang memiliki tingkat elastisitas tertinggi di Kaltim. Tercatat, tingkat elastisitas penyerapan tenaga kerja sektor pertanian adalah sebesar 0,76 persen. Artinya, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi pada sektor tersebut, mampu menambah penyerapan tenaga kerja 0,76 persen.

Sektor pertanian pun masuk empat besar sektor yang memiliki kontribusi terbesar terhadap struktur PDRB Kaltim di tahun lalu. Meskipun kontribusinya baru 7,96 persen. Setidaknya, angka itu sudah lebih tinggi dari porsi sektor perdagangan dan transportasi-pergudangan.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi di sektor yang mencakup pertanian, kehutanan dan perikanan itu mencapai 5,70 persen tahun lalu. Angka yang berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Kaltim secara keseluruhan. Angka pertumbuhan itu juga lebih besar dari pertumbuhan usaha pertambangan dan penggalian yang hanya naik 1,21 persen pada periode yang sama.

Besarnya potensi sektor pertanian tersebut diharapkan mampu menekan tingkat pengangguran terbuka di Kaltim yang bisa dibilang masih relatif tinggi. Per akhir 2016 lalu, angkanya mencapai 7,91 persen.

Rasio itu di atas rata-rata wilayah lain di Kalimantan, serta daerah lain di Kawasan Timur Indonesia, maupun rata-rata nasional. Dengan tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi, serta besarnya potensi pertumbuhan pada sektor tersebut, sudah selayaknya sektor pertanian diberi perhatian khusus. Itu tak lepas dari karakter usaha yang memang cenderung padat karya.

Penulis berharap, sektor pertanian mampu menjadi andalan dalam pengembangan ekonomi Kaltim. Kolaborasi antara pemerintah kota-kabupaten, pemerintah provinsi dan instansi terkait, juga diharapkan mampu memaksimalkan potensi dari sektor ini. (man2/k15)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 22:09

ASN Turn Back Hoax

Oleh Dewi Sartika, SE., MM Peneliti Muda pada Lembaga Administrasi…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:02

Akibat Tambang, Kerusakan Meradang

KALIMANTAN  Timur adalah provinsi yang memiliki potensi kekayaan alam yang…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:00

Masa Depan 212

REUNI 212 yang berlangsung pada 2 Desember 2018 di Kawasan…

Jumat, 14 Desember 2018 07:27

Pelaku Penghina Fisik Harus Siap-Siap Dipidana

Oleh: Elsa Malinda (Warga Balikpapan) AKHIR-akhir ini istilah body shaming…

Jumat, 14 Desember 2018 07:25

Penggunaan "Kafir" dalam Masyarakat Multikultural

Oleh: H Fuad Fansuri, Lc M Th I (Dosen Ilmu…

Kamis, 13 Desember 2018 07:28

Pembangunan Berkelanjutan Kaltim?

Oleh: Bambang Saputra (Sekretaris MES Balikpapan) PEMBANGUNAN berkelanjutan (sustainable development),…

Kamis, 13 Desember 2018 07:25

Menanam Toleransi Memetik Damai

Oleh: Arief Rohman Arofah MA Hum (Penyuluh Agama Islam Kementerian…

Kamis, 13 Desember 2018 07:21

Keterbatasan Data Bisa Hambat Pencapaian SDGs

Nama: Rezaneri Noer Fitrianasari (Aparatur Sipil Negara di Badan Pusat…

Rabu, 12 Desember 2018 07:47

Menanti Hadirnya Taman Wisata Rohani

Oleh: Muslan PEMERINTAH tampaknya harus melakukan inovasi dalam memberikan pilihan…

Rabu, 12 Desember 2018 07:44

Lestarikan Budaya Gotong Royong Bersama BPJS Kesehatan

Oleh: Windi Winata Paramudita (Mahasiswa Magister Kebijakan Publik Universitas Mulawarman)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .