MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 10 Februari 2018 07:49
WASPADA..!! Pertambangan Masih Paling Berisiko

NPL 18,52 Persen, Tetap Diminati Perbankan

MULAI ALIH SASARAN: Di Kaltim, minat perbankan untuk mengucur kredit ke sektor pertambangan masih tumbuh, meski bukan yang terbesar. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Risiko tinggi masih menaungi bisnis pertambangan dan penggalian. Di tengah membaiknya harga komoditas, debitur dari sektor ini masih mencatatkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) paling besar. Meski begitu, perbankan tampaknya tetap menjadikannya salah satu pasar utama.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim mencatat, rasio NPL bank umum konvensional secara umum mengalami perbaikan sepanjang tahun lalu. Per Desember 2017, posisinya ada di 6,57 persen. Walau masih di atas batas wajar, angka itu sudah lebih baik dari tahun sebelumnya yang sempat menyentuh 7,35 persen.

Kepala OJK Kaltim Dwi Ariyanto mengatakan, sepanjang tahun lalu, lapangan usaha pertambangan dan penggalian masih mendominasi ekonomi di Benua Etam, dengan porsi 46,31 persen. Hal itu menandakan bahwa daerah ini masih bergantung pada bisnis tersebut. Termasuk juga bagi perbankan, dalam hal penyaluran kredit.

Hal itu, kata dia, terlihat dari realisasi kredit di sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh signifikan. Mencapai 13,75 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Tapi kalau diurutkan per jenis, NPL tertinggi juga dari sektor pertambangan dan penggalian. Rasionya sampai 18,52 persen dari yang disalurkan perbankan. Tertinggi kedua dari sektor konstruksi, itu 10,04 persen,” jelas Dwi kepada Kaltim Post, Jumat (9/2).

Dia menyebut, periode anjloknya bisnis tambang beberapa tahun lalu harusnya menjadi pelajaran bagi perbankan, maupun bisnis pendukung lain. Karenanya, Dwi menyarankan agar perbankan terus memperbesar porsi sektor lain yang lebih aman dan berkelanjutan.

“Misalnya, sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan. Potensinya terlihat dari penyaluran kredit yang membaik tahun lalu. Dibandingkan tahun 2016, nilai kreditnya tumbuh 27,32 persen. Itu karena sejak beberapa tahun lalu, OJK memang sudah mendorong perbankan untuk berhenti bergantung pada sektor-sektor besar,” beber dia.

Berdasarkan catatan OJK, kredit bank umum konvensional di Kaltim secara keseluruhan mencapai Rp 67,8 triliun pada tahun lalu. Angka itu hanya tumbuh 3,86 persen dari tahun sebelumnya. Jika dirinci berdasarkan jenisnya, penyebaran kredit nyaris merata. Kelompok modal kerja menyerap 36,43 persen, konsumsi 35,77 persen, dan investasi 27,8 persen.

Dari 64,23 persen porsi kredit produktif, porsi terbesar masih diserap perdagangan besar dan eceran, dengan porsi 30,71 persen, atau senilai Rp 13,28 triliun. Selanjutnya, 14,81 persen diserap industri pengolahan, dengan nilai Rp 6,41 triliun. Lalu, menyusul sektor pertanian, perburuan dan kehutanan senilai Rp 4,31 triliun, dengan porsi 9,97 persen, serta pertambangan dan penggalian dengan porsi 9,57 persen, atau senilai Rp 4,14 triliun.

“Kami optimistis, dengan percepatan proses restrukturisasi serta membaiknya pertumbuhan ekonomi Kaltim, penyaluran kredit akan tumbuh jauh lebih tinggi tahun ini. Makin besar penyaluran, secara perhitungan juga bisa menekan rasio NPL,” ungkapnya.

Optimisme tersebut, tambahnya, diperlihatkan oleh target dari jasa keuangan yang dalam rencana bisnis memproyeksikan pertumbuhan kredit di angka 12,2 persen. Sementara dana pihak ketiga (DPK) ditarget naik 11,16 persen dibanding tahun lalu. (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 13:57

Produk AC Dikuasai Panasonic

SAMARINDA- Air Conditioner (AC) masih menjadi andalan PT Panasonic Gobel…

Senin, 17 Desember 2018 11:41

Panasonic Kenalkan AC Tangguh di Segala Situasi

SAMARINDA – Perusahaan elektronik Panasonic mengenalkan produk baru berupa air…

Senin, 17 Desember 2018 10:20

Naiknya Dolar Berpengaruh Pada Impor

Oleh: Rizka Putri Nafisa Mahasiswa Prodi Manajemen Hari senin ke…

Senin, 17 Desember 2018 08:00

Investasi Udang Terbuka Luas

JAKARTA – Udang menjadi salah satu komoditas perikanan paling potensial…

Senin, 17 Desember 2018 06:54

Optimisme Konsumen Menurun

SAMARINDA – Kondisi ekonomi dan optimisme konsumen di Kaltim mengalami…

Senin, 17 Desember 2018 06:52

Lion Air Batalkan Penurunan Kuota Bagasi Gratis

BALIKPAPAN – Lion Air Group membatalkan rencana penurunan volume bagasi…

Senin, 17 Desember 2018 06:49

Astra Luncurkan Produk Baru Tahun Depan

BALIKPAPAN – Kondisi otomotif yang belum pulih membuat kinerja Asuransi…

Senin, 17 Desember 2018 06:47

Stabilitas Jasa Keuangan Kaltim Terjaga

SAMARINDA – Stabilitas sektor jasa keuangan Kaltim dan Kaltara sampai…

Minggu, 16 Desember 2018 12:11

Belum Lirik Industri Hilirisasi, Perbankan Main Aman

SAMARINDA - Perbankan di Kalimantan Timur masih enggan mengucurkan kredit…

Minggu, 16 Desember 2018 08:05

Olahan New York Cheesecake nan Lembut

HIDANGAN pencuci mulut tak selalu bercita rasa manis, ada pula…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .