MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 10 Februari 2018 07:49
WASPADA..!! Pertambangan Masih Paling Berisiko

NPL 18,52 Persen, Tetap Diminati Perbankan

MULAI ALIH SASARAN: Di Kaltim, minat perbankan untuk mengucur kredit ke sektor pertambangan masih tumbuh, meski bukan yang terbesar. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Risiko tinggi masih menaungi bisnis pertambangan dan penggalian. Di tengah membaiknya harga komoditas, debitur dari sektor ini masih mencatatkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) paling besar. Meski begitu, perbankan tampaknya tetap menjadikannya salah satu pasar utama.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim mencatat, rasio NPL bank umum konvensional secara umum mengalami perbaikan sepanjang tahun lalu. Per Desember 2017, posisinya ada di 6,57 persen. Walau masih di atas batas wajar, angka itu sudah lebih baik dari tahun sebelumnya yang sempat menyentuh 7,35 persen.

Kepala OJK Kaltim Dwi Ariyanto mengatakan, sepanjang tahun lalu, lapangan usaha pertambangan dan penggalian masih mendominasi ekonomi di Benua Etam, dengan porsi 46,31 persen. Hal itu menandakan bahwa daerah ini masih bergantung pada bisnis tersebut. Termasuk juga bagi perbankan, dalam hal penyaluran kredit.

Hal itu, kata dia, terlihat dari realisasi kredit di sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh signifikan. Mencapai 13,75 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Tapi kalau diurutkan per jenis, NPL tertinggi juga dari sektor pertambangan dan penggalian. Rasionya sampai 18,52 persen dari yang disalurkan perbankan. Tertinggi kedua dari sektor konstruksi, itu 10,04 persen,” jelas Dwi kepada Kaltim Post, Jumat (9/2).

Dia menyebut, periode anjloknya bisnis tambang beberapa tahun lalu harusnya menjadi pelajaran bagi perbankan, maupun bisnis pendukung lain. Karenanya, Dwi menyarankan agar perbankan terus memperbesar porsi sektor lain yang lebih aman dan berkelanjutan.

“Misalnya, sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan. Potensinya terlihat dari penyaluran kredit yang membaik tahun lalu. Dibandingkan tahun 2016, nilai kreditnya tumbuh 27,32 persen. Itu karena sejak beberapa tahun lalu, OJK memang sudah mendorong perbankan untuk berhenti bergantung pada sektor-sektor besar,” beber dia.

Berdasarkan catatan OJK, kredit bank umum konvensional di Kaltim secara keseluruhan mencapai Rp 67,8 triliun pada tahun lalu. Angka itu hanya tumbuh 3,86 persen dari tahun sebelumnya. Jika dirinci berdasarkan jenisnya, penyebaran kredit nyaris merata. Kelompok modal kerja menyerap 36,43 persen, konsumsi 35,77 persen, dan investasi 27,8 persen.

Dari 64,23 persen porsi kredit produktif, porsi terbesar masih diserap perdagangan besar dan eceran, dengan porsi 30,71 persen, atau senilai Rp 13,28 triliun. Selanjutnya, 14,81 persen diserap industri pengolahan, dengan nilai Rp 6,41 triliun. Lalu, menyusul sektor pertanian, perburuan dan kehutanan senilai Rp 4,31 triliun, dengan porsi 9,97 persen, serta pertambangan dan penggalian dengan porsi 9,57 persen, atau senilai Rp 4,14 triliun.

“Kami optimistis, dengan percepatan proses restrukturisasi serta membaiknya pertumbuhan ekonomi Kaltim, penyaluran kredit akan tumbuh jauh lebih tinggi tahun ini. Makin besar penyaluran, secara perhitungan juga bisa menekan rasio NPL,” ungkapnya.

Optimisme tersebut, tambahnya, diperlihatkan oleh target dari jasa keuangan yang dalam rencana bisnis memproyeksikan pertumbuhan kredit di angka 12,2 persen. Sementara dana pihak ketiga (DPK) ditarget naik 11,16 persen dibanding tahun lalu. (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:55

Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor

JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan…

Selasa, 18 September 2018 06:49

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

JAKARTA – Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring keluarnya Surat…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Lanjutkan Program Pengendalian Inflasi

BALIKPAPAN – Guna menekan laju inflasi di Kota Minyak, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI)…

Senin, 17 September 2018 07:11

Selamatkan Devisa lewat B20

SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan monitoring implementasi mandatori Biodiesel…

Senin, 17 September 2018 07:09

Asa Pariwisata Kota Minyak

BALIKPAPAN – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih serius dalam meningkatkan pariwisata. Minimnya…

Senin, 17 September 2018 07:05

Cocok dengan Medan Kaltim

SAMARINDA – Hadirnya produk baru, New Triton Athlete berhasil mendongkrak penjualan mobil Mitsubishi.…

Senin, 17 September 2018 07:02

Impor Barang Rp 1,1 Juta Kena Bea Masuk

JAKARTA – Pemerintah mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman dengan mengenakan bea…

Senin, 17 September 2018 06:56

RI Poros Ekonomi Kreatif 2030

JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .