MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 09 Februari 2018 10:00
Susah Diungkap, 15 Saksi Diperiksa
-

PROKAL.CO, Polres Kutai Timur (Kutim) berupaya mengungkap kasus pembunuhan orangutan beberapa waktu lalu di Taman Nasional Kutai (TNK), Kecamatan Teluk Pandan, Kutim. Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan menegaskan, pihaknya memeriksa saksi terdekat dari tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak-banyaknya. Sejauh ini, telah ada 15 saksi diperiksa. Pihaknya juga berupaya mengumpulkan berbagai barang bukti dan menelitinya.

“Dari 15 saksi yang diperiksa, beberapa pemilik kebun, pelapor pertama, dokter yang melakukan autopsi, pihak TNK, dan warga di sekitar TKP yang memiliki lahan. Namun, saksi yang mengetahui persis kejadian ini tidak ada,” ujarnya.

Keterangan TNK yang dihimpun Teddy, TKP masuk dalam kawasan TNK dari seluas 120 ribu hektare lahan yang terhampar di Kutai Timur dan Kutai Kartanegara (Kukar). Namun, secara de facto, akhirnya dikuasai warga. Lahan TNK sebagian besar digunakan warga untuk perkebunan, di antaranya kebun sawit, nanas, dan tanaman kayu. Itulah yang menjadi alasan berbagai kalangan bisa keluar masuk hutan tersebut secara bebas. Tak ada pula perusahaan yang menguasai lahan di sekitarnya.

Hasil autopsi resmi, Teddy menjelaskan, 48 peluru yang mampu dikeluarkan oleh dokter terdiri dari 40 butir di bagian kepala dan 8 butir dari sekitar badan. Sisa peluru lainnya diketahui bakal dikuburkan bersama jasad satwa liar itu. Teddy menegaskan, pihaknya bakal melakukan penelitian senapan angin dan mencari tahu apakah ada unit yang memiliki kemampuan mengeluarkan banyak peluru dalam satu tembakan.

“Sebab belum dapat dipastikan, apakah kematian hewan tersebut disebabkan dalam satu kejadian penembakan oleh seseorang atau sekelompok orang atau mungkin terbunuh oleh banyak peluru dalam jangka waktu panjang. Hasil penembakan berkali-kali oleh pemburu yang berbeda,” ulasnya.

Ada pula kemungkinan lainnya. Teddy menduga seorang atau sekelompok manusia menembak hanya karena ingin mengusir. Atau bisa juga merupakan hasil perburuan yang gagal. “Banyak kemungkinan. Jadi, belum tentu terbunuh karena satu alasan ingin diburu,” terangnya.

“Tapi, berdasarkan keterangan saksi di lingkungan sekitar TKP, warga menyatakan tidak ada yang mendapat gangguan orangutan. Jadi, kecil kemungkinan penembakan dilakukan warga karena ingin mengusir,” imbuh dia.

Dinyatakannya kasus ini termasuk sulit diungkap karena minim saksi, sebab kejadian berada di dalam hutan sehingga sulit terpantau siapa saja. “Tembakan menggunakan senapan angin. Dari peluru yang kami lihat tersebut, tentu suatu tembakan yang tidak menimbulkan suara keras. Jadi, kemungkinan besar saat ditembakkan tidak ada saksi yang mendengarnya. Berbeda jika dilakukan dengan senjata api yang lebih gahar,” ungkap dia.

Adapun langkah konkretnya, ujar Teddy, Polres Kutim akan melakukan patroli rutin di kawasan TNK bersama petugas TNK dan warga guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Sebab, berdasarkan hasil pantauan lapangan, terdapat sekira empat sarang orangutan di kawasan yang tak jauh dari TKP ditemukannya orangutan. Adapun beberapa kasus serupa yang terjadi di Kutim sebelumnya, dinyatakan Teddy, bukan orangutan yang dibunuh dengan sengaja. “Yang jelas, kami fokus dulu melakukan pengungkapan kasus ini sampai tuntas,” tandas mantan Kapolres Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tersebut. (mon/iza/k11)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 08:00

MUI Kaltim Turut Mengecam

SAMARINDA – Perbuatan tak senonoh Teguh Effendi (58), oknum guru mengaji di lingkungan rumahnya,…

Kamis, 15 November 2018 07:59
Sekwan Pastikan Sudah Surati Wali Kota

Bulan Ini Ditargetkan Sudah Ada Wawali

SAMARINDA – DPRD Samarinda menargetkan pengisian kursi wakil wali kota (wawali) pada bulan ini.…

Kamis, 15 November 2018 07:28

Pemkab Siap Hibahkan Lahan untuk Markas Kodim

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Selasa (13/11) lalu, menerima kunjungan…

Rabu, 14 November 2018 08:46

Ada Kemungkinan Korban Lain

SAMARINDA – Ulah Teguh Effendi (58), oknum guru mengaji di Jalan Rejo Mulyo, Kelurahan Lempake,…

Rabu, 14 November 2018 08:44

Gauli Anak Sendiri, Dihukum Lima Tahun

UMUR bukan lagi penghalang ketikanafsu sudah di ubun-ubun. Anak kandung pun bisa jadi pelampiasan birahi.…

Rabu, 14 November 2018 07:22

Tumbuhkan Semangat Baru

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Senin (12/11), bertindak sebagai inspektur…

Rabu, 14 November 2018 07:21

Raperda Harus Sesuai Kondisi Masyarakat

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh mengharapkan rancangan peraturan daerah…

Selasa, 13 November 2018 08:23

BEJAT..!! Modal Rp 5 Ribu, Oknum Guru Ngaji Setubuhi Murid

SAMARINDA – Sebagai seorang tenaga pengajar, seharusnya memberikan pelajaran yang mendidik kepada…

Senin, 12 November 2018 08:20

Penerangan Jalan Minim, Ternyata Ini yang Diprioritaskan Dishub

SAMARINDA – Sampai sekarang, penerangan jalan umum (PJU) di Samarinda masih minim. Terutama di…

Senin, 12 November 2018 07:57

Dapat Acungan Jempol Menteri Keuangan

IMPLEMENTASI smart city Kota Samarinda mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Bahkan, Kementerian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .