MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 09 Februari 2018 10:00
Susah Diungkap, 15 Saksi Diperiksa
-

PROKAL.CO, Polres Kutai Timur (Kutim) berupaya mengungkap kasus pembunuhan orangutan beberapa waktu lalu di Taman Nasional Kutai (TNK), Kecamatan Teluk Pandan, Kutim. Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan menegaskan, pihaknya memeriksa saksi terdekat dari tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak-banyaknya. Sejauh ini, telah ada 15 saksi diperiksa. Pihaknya juga berupaya mengumpulkan berbagai barang bukti dan menelitinya.

“Dari 15 saksi yang diperiksa, beberapa pemilik kebun, pelapor pertama, dokter yang melakukan autopsi, pihak TNK, dan warga di sekitar TKP yang memiliki lahan. Namun, saksi yang mengetahui persis kejadian ini tidak ada,” ujarnya.

Keterangan TNK yang dihimpun Teddy, TKP masuk dalam kawasan TNK dari seluas 120 ribu hektare lahan yang terhampar di Kutai Timur dan Kutai Kartanegara (Kukar). Namun, secara de facto, akhirnya dikuasai warga. Lahan TNK sebagian besar digunakan warga untuk perkebunan, di antaranya kebun sawit, nanas, dan tanaman kayu. Itulah yang menjadi alasan berbagai kalangan bisa keluar masuk hutan tersebut secara bebas. Tak ada pula perusahaan yang menguasai lahan di sekitarnya.

Hasil autopsi resmi, Teddy menjelaskan, 48 peluru yang mampu dikeluarkan oleh dokter terdiri dari 40 butir di bagian kepala dan 8 butir dari sekitar badan. Sisa peluru lainnya diketahui bakal dikuburkan bersama jasad satwa liar itu. Teddy menegaskan, pihaknya bakal melakukan penelitian senapan angin dan mencari tahu apakah ada unit yang memiliki kemampuan mengeluarkan banyak peluru dalam satu tembakan.

“Sebab belum dapat dipastikan, apakah kematian hewan tersebut disebabkan dalam satu kejadian penembakan oleh seseorang atau sekelompok orang atau mungkin terbunuh oleh banyak peluru dalam jangka waktu panjang. Hasil penembakan berkali-kali oleh pemburu yang berbeda,” ulasnya.

Ada pula kemungkinan lainnya. Teddy menduga seorang atau sekelompok manusia menembak hanya karena ingin mengusir. Atau bisa juga merupakan hasil perburuan yang gagal. “Banyak kemungkinan. Jadi, belum tentu terbunuh karena satu alasan ingin diburu,” terangnya.

“Tapi, berdasarkan keterangan saksi di lingkungan sekitar TKP, warga menyatakan tidak ada yang mendapat gangguan orangutan. Jadi, kecil kemungkinan penembakan dilakukan warga karena ingin mengusir,” imbuh dia.

Dinyatakannya kasus ini termasuk sulit diungkap karena minim saksi, sebab kejadian berada di dalam hutan sehingga sulit terpantau siapa saja. “Tembakan menggunakan senapan angin. Dari peluru yang kami lihat tersebut, tentu suatu tembakan yang tidak menimbulkan suara keras. Jadi, kemungkinan besar saat ditembakkan tidak ada saksi yang mendengarnya. Berbeda jika dilakukan dengan senjata api yang lebih gahar,” ungkap dia.

Adapun langkah konkretnya, ujar Teddy, Polres Kutim akan melakukan patroli rutin di kawasan TNK bersama petugas TNK dan warga guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Sebab, berdasarkan hasil pantauan lapangan, terdapat sekira empat sarang orangutan di kawasan yang tak jauh dari TKP ditemukannya orangutan. Adapun beberapa kasus serupa yang terjadi di Kutim sebelumnya, dinyatakan Teddy, bukan orangutan yang dibunuh dengan sengaja. “Yang jelas, kami fokus dulu melakukan pengungkapan kasus ini sampai tuntas,” tandas mantan Kapolres Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tersebut. (mon/iza/k11)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 10:18
Gerakan Menutup Aurat Keempat di Kota Tepian

Yang Belum Diajak, yang Sudah Diharap Istikamah

Februari identik dengan valentine dan diartikan dengan kasih sayang berlebihan. Momentum ini dimanfaatkan…

Minggu, 18 Februari 2018 11:16

BAHAYA..!!! Bangunan Bertingkat RSUD Retak

SAMARINDA – Sejumlah keluarga pasien hilir mudik di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD AW…

Minggu, 18 Februari 2018 11:14

FKPT Monitor Tujuh Ponpes

SAMARINDA - Sebanyak tujuh pondok pesantren (ponpes) di Kaltim terus dimonitor dan diberikan pemahaman…

Minggu, 18 Februari 2018 11:13

Relokasi Terkendala Anggaran

SAMARINDA – Relokasi warga di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Jembatan Kehewanan arah…

Minggu, 18 Februari 2018 11:12

Program Smart City Belum Jalan

SAMARINDA – Rencana Pemkot Samarinda menerapkan program smart city belum bisa berjalan.…

Minggu, 18 Februari 2018 11:12

Pria Mengambang di Sungai Mahakam

SAMARINDA – Sejak pergi dari rumahnya di Jalan Teuku Umar, Gang Suka Damai, Kelurahan Lok Bahu,…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:41

Jelang UN, Ombudsman Awasi Sekolah

SAMARINDA – Jelang pelaksanaan UN (ujian nasional) April mendatang, Ombudsman RI Perwakilan Kaltim…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:39

Buaya Muncul di Sungai Karang Mumus

SAMARINDA – Kurang dari sepekan, warga yang beraktivitas di Sungai Karang Mumus (SKM) gempar.…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:38

Awalnya Anti, Kini Cinta Mati

Semangat Bunga Jelitha Ibrani untuk terus menggaungkan semangat menjaga hutan dan isinya terus bergema.…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:37

Anggaran Bertambah, Utang Tetap Ada

SAMARINDA – Polres Samarinda mendapat tambahan anggaran pada 2018. Sebelumnya aparat berseragam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .