MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 09 Februari 2018 10:00
Susah Diungkap, 15 Saksi Diperiksa
-

PROKAL.CO, Polres Kutai Timur (Kutim) berupaya mengungkap kasus pembunuhan orangutan beberapa waktu lalu di Taman Nasional Kutai (TNK), Kecamatan Teluk Pandan, Kutim. Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan menegaskan, pihaknya memeriksa saksi terdekat dari tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak-banyaknya. Sejauh ini, telah ada 15 saksi diperiksa. Pihaknya juga berupaya mengumpulkan berbagai barang bukti dan menelitinya.

“Dari 15 saksi yang diperiksa, beberapa pemilik kebun, pelapor pertama, dokter yang melakukan autopsi, pihak TNK, dan warga di sekitar TKP yang memiliki lahan. Namun, saksi yang mengetahui persis kejadian ini tidak ada,” ujarnya.

Keterangan TNK yang dihimpun Teddy, TKP masuk dalam kawasan TNK dari seluas 120 ribu hektare lahan yang terhampar di Kutai Timur dan Kutai Kartanegara (Kukar). Namun, secara de facto, akhirnya dikuasai warga. Lahan TNK sebagian besar digunakan warga untuk perkebunan, di antaranya kebun sawit, nanas, dan tanaman kayu. Itulah yang menjadi alasan berbagai kalangan bisa keluar masuk hutan tersebut secara bebas. Tak ada pula perusahaan yang menguasai lahan di sekitarnya.

Hasil autopsi resmi, Teddy menjelaskan, 48 peluru yang mampu dikeluarkan oleh dokter terdiri dari 40 butir di bagian kepala dan 8 butir dari sekitar badan. Sisa peluru lainnya diketahui bakal dikuburkan bersama jasad satwa liar itu. Teddy menegaskan, pihaknya bakal melakukan penelitian senapan angin dan mencari tahu apakah ada unit yang memiliki kemampuan mengeluarkan banyak peluru dalam satu tembakan.

“Sebab belum dapat dipastikan, apakah kematian hewan tersebut disebabkan dalam satu kejadian penembakan oleh seseorang atau sekelompok orang atau mungkin terbunuh oleh banyak peluru dalam jangka waktu panjang. Hasil penembakan berkali-kali oleh pemburu yang berbeda,” ulasnya.

Ada pula kemungkinan lainnya. Teddy menduga seorang atau sekelompok manusia menembak hanya karena ingin mengusir. Atau bisa juga merupakan hasil perburuan yang gagal. “Banyak kemungkinan. Jadi, belum tentu terbunuh karena satu alasan ingin diburu,” terangnya.

“Tapi, berdasarkan keterangan saksi di lingkungan sekitar TKP, warga menyatakan tidak ada yang mendapat gangguan orangutan. Jadi, kecil kemungkinan penembakan dilakukan warga karena ingin mengusir,” imbuh dia.

Dinyatakannya kasus ini termasuk sulit diungkap karena minim saksi, sebab kejadian berada di dalam hutan sehingga sulit terpantau siapa saja. “Tembakan menggunakan senapan angin. Dari peluru yang kami lihat tersebut, tentu suatu tembakan yang tidak menimbulkan suara keras. Jadi, kemungkinan besar saat ditembakkan tidak ada saksi yang mendengarnya. Berbeda jika dilakukan dengan senjata api yang lebih gahar,” ungkap dia.

Adapun langkah konkretnya, ujar Teddy, Polres Kutim akan melakukan patroli rutin di kawasan TNK bersama petugas TNK dan warga guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Sebab, berdasarkan hasil pantauan lapangan, terdapat sekira empat sarang orangutan di kawasan yang tak jauh dari TKP ditemukannya orangutan. Adapun beberapa kasus serupa yang terjadi di Kutim sebelumnya, dinyatakan Teddy, bukan orangutan yang dibunuh dengan sengaja. “Yang jelas, kami fokus dulu melakukan pengungkapan kasus ini sampai tuntas,” tandas mantan Kapolres Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tersebut. (mon/iza/k11)


BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 11:37

27 Juli, Jamaah Haji Kaltim Mulai Diberangkatkan

SAMARINDA – Jika tak ada aral, 27 Juli mendatang kelompok terbang (kloter) pertama jamaah haji…

Jumat, 25 Mei 2018 20:12

KAPOK..!! Pembunuh Mahasiswi Divonis 11 Tahun Penjara

SAMARINDA -Masih ingat kasus pencurian di  Jalan Gerilya, Solong, yang berujung tewasnya Debby…

Jumat, 25 Mei 2018 13:47

Terus Dorong Partisipasi Pemilih Pada Pilgub, Ini yang Dilakukan KPU Kaltim

SAMARINDA –Segala upaya dilakukan Komisi pemilihan umum (KPU) Kaltim untuk meningkatkan jumlah…

Jumat, 25 Mei 2018 11:35

Bangunan Sia-Sia..?? Sudah Diresmikan tapi Tidak Difungsikan

SAMARINDA – Sampai kemarin (24/5), Museum Budaya di Kompleks Taman Samarendah belum dibuka untuk…

Jumat, 25 Mei 2018 11:29

Kaltim Bermartabat, Punya Sense yang Berbeda

Dasacita yang tertuang dalam “Kaltim Bermartabat” menarik perhatian para pakar, praktisi,…

Kamis, 24 Mei 2018 20:40

Ada Apa Ini? BPJS Ketenakerjaan Samarinda "Serang" Unmul..!!

SAMARINDA - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) Samarinda, kembali menyelenggarakan…

Kamis, 24 Mei 2018 19:53
Soft Launching Bandara APT Pranoto

Sempat Delay, Prosesi Tepung Tawar Sempat Diundur

SAMARINDA- Soft launching bandar udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto sukses dilaksanakan tadi…

Kamis, 24 Mei 2018 11:37

Kenakalan Remaja Menonjol Selama Ramadan

SAMARINDA – Ramadan dua tahun silam, Kota Tepian pernah dibuat mencekam oleh aktivitas antar-kelompok…

Kamis, 24 Mei 2018 11:37

YUK..!! Saatnya Beralih ke Bandara Baru

SAMARINDA – Setelah beroperasi 44 tahun, Bandara Temindung ditutup kemarin (23/5) oleh Gubernur…

Kamis, 24 Mei 2018 11:35

Posko Pengaduan THR Sudah Buka

SAMARINDA – Perusahaanwajib memberikantunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya. Pemberian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .