MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 09 Februari 2018 09:08
Elegi Pesut

PROKAL.CO, OLEH: RADEN RORO MIRA BUDIASIH

DILIHAT dari Jalan Gajah Mada, depan Kegubernuran Kaltim di Samarinda, tiga pesut berenang riang. Trio mamalia air itu membuka mulutnya dengan girang. Sayang, mereka hanya patung batu yang dibangun pada 1986 silam.

Pesut pernah bersama-sama dengan burung enggang dan orangutan saat Kaltim menjadi tuan rumah PON XVII 2008. Pesut tersenyum diapit dua hewan endemik Kaltim lain sebagai maskot. Sepuluh tahun lalu, jumlah pesut diperkirakan 114 ekor berdasar data Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (YK RASI) Kaltim. Jumlahnya sekarang turun menjadi 77 ekor.

Mereka yang hidup pada 1970-an menceritakan bahwa penampakan pesut adalah pemandangan lumrah di Sungai Mahakam. Kecipak kawanan pesut akan menimbulkan ombak. Sesiapa yang mendengarnya akan segera beranjak untuk melihat.

Pesut berasal dari laut pesisir dangkal. Pada zaman es, sekelompok mamalia air berenang hingga Sungai Mahakam. Ketika era dingin pergi, panas menghampiri sehingga daerah dangkal yang tertutup es menjadi daratan. Pesut akhirnya berkembang biak di Sungai Mahakam sampai sekarang.

Pesut punya kebiasaan unik, mirip kerabatnya, yaitu lumba-lumba dan paus di laut. Mereka bisa salto dan membantingkan badan hingga spy hopping (memunculkan setengah badan tegak untuk memantau permukaan). Meski hal itu biasa bagi kerabatnya, pesut boleh dibilang sang juara. Massa jenis air sungai lebih besar dari laut. Lebih sulit melakukannya di air tawar. Selain itu, perilaku unik pesut adalah menyemprotkan air dari mulut. Selain untuk berburu ikan sebagai makanan utama, perbuatan itu diyakini sebagai cara pejantan menarik perhatian betina.

DNA pesut mahakam disebut berbeda dengan pesut pada umumnya yang bernama latin Orcaella brevirostris. Atas temuan itu, RASI berencana menetapkan spesies baru, yaitu Orcaella mahakamensis. Jika terwujud, populasi spesies ini sangat sedikit di dunia karena hanya dua digit, hanya puluhan. Lagi pula, habitat mamalia dengan status sangat terancam punah itu tersisa di Kaltim.

Indonesia seharusnya bangga. Kaltim mestinya bisa berbuat lebih banyak dari sebatas menjadikannya ikon pekan olahraga. Lumba-lumba air tawar sekarang tersisa tujuh jenis di dunia, satu di antaranya di perairan Mahakam. Ironinya adalah pesut mahakam menduduki urutan pertama satwa di Indonesia yang terancam punah.

Konversi lahan pinggiran sungai menjadi ladang bisnis, lalu lalang ponton batu bara, penggunaan rengge (jerat ikan) yang tidak bersahabat, menjadi biang kerok. Kisah pesut akhirnya hanya rekaman manis para orangtua. Generasi milenial, Gen Z, hingga alpha, sangat mungkin tak pernah melihat senyum lumba-lumba itu. Di dalam pekatnya air Sungai Mahakam yang cokelat, pesut-pesut berharap kepedulian kita semua. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 16 Februari 2018 06:59

Imlek dan Saya: It's Who I am

Oleh: Lola Devung (Maria Teodora Ping) Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman,…

Jumat, 16 Februari 2018 06:56

"Kita Satu DNA"

TAHUN Baru Imlek yang jatuh hari ini membawa sejuta harap. Pandita Hendri Suwito dari Buddhist Center…

Rabu, 14 Februari 2018 09:18

Program Bagus, Eksekusi Tak Mulus

TARGET dua juta sapi sulit tercapai hingga ujung periode kedua Gubernur Awang Faroek Ishak. Program…

Senin, 12 Februari 2018 09:00

Selamatkan Ratusan Ribu Suara, Bergantung Kerja Keras KPU

ANCAMAN tenggelamnya ratusan ribu suara warga Kaltim yang berdomisili di luar daerah bakal jadi nyata.…

Sabtu, 10 Februari 2018 09:30

Banyak Mimpi Belum Terealisasi

Hari ini, 121 tahun lalu Balikpapan dilahirkan. Masih banyak pekerjaan rumah yang belum dituntaskan.…

Sabtu, 10 Februari 2018 09:17

Gedung DPRD Batal, Fokus Penanganan Banjir

DPRD Balikpapan enggan pesimistis. Asa membangun Kota Minyak masih terbuka lebar. Meski dibayangi berbagai…

Jumat, 09 Februari 2018 09:24

Pesut Tak Tersenyum Lagi

Populasi pesut di Sungai Mahakam terus menyusut. Habitat dan nyawa The Smiling Dolphin terancam bahaya…

Jumat, 09 Februari 2018 09:20

Diteror Ponton Batu Bara

SELAMA 20 tahun belakangan, populasi pesut terkonsentrasi di perairan Muara Kaman, Kutai Kartanegara.…

Rabu, 07 Februari 2018 09:36

Perut Mengandung, Badan Terkurung

Perempuan-perempuan ini mengandung, melahirkan, dan menyusui di dalam tahanan. Perjuangan berat merawat…

Rabu, 07 Februari 2018 09:34

Bersalin dengan Biaya Sendiri

PEREMPUAN yang melahirkan ketika menjalani hukuman diizinkan untuk merawat bayi hingga berumur 2 tahun.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .