MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 09 Februari 2018 09:08
Elegi Pesut

PROKAL.CO, OLEH: RADEN RORO MIRA BUDIASIH

DILIHAT dari Jalan Gajah Mada, depan Kegubernuran Kaltim di Samarinda, tiga pesut berenang riang. Trio mamalia air itu membuka mulutnya dengan girang. Sayang, mereka hanya patung batu yang dibangun pada 1986 silam.

Pesut pernah bersama-sama dengan burung enggang dan orangutan saat Kaltim menjadi tuan rumah PON XVII 2008. Pesut tersenyum diapit dua hewan endemik Kaltim lain sebagai maskot. Sepuluh tahun lalu, jumlah pesut diperkirakan 114 ekor berdasar data Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (YK RASI) Kaltim. Jumlahnya sekarang turun menjadi 77 ekor.

Mereka yang hidup pada 1970-an menceritakan bahwa penampakan pesut adalah pemandangan lumrah di Sungai Mahakam. Kecipak kawanan pesut akan menimbulkan ombak. Sesiapa yang mendengarnya akan segera beranjak untuk melihat.

Pesut berasal dari laut pesisir dangkal. Pada zaman es, sekelompok mamalia air berenang hingga Sungai Mahakam. Ketika era dingin pergi, panas menghampiri sehingga daerah dangkal yang tertutup es menjadi daratan. Pesut akhirnya berkembang biak di Sungai Mahakam sampai sekarang.

Pesut punya kebiasaan unik, mirip kerabatnya, yaitu lumba-lumba dan paus di laut. Mereka bisa salto dan membantingkan badan hingga spy hopping (memunculkan setengah badan tegak untuk memantau permukaan). Meski hal itu biasa bagi kerabatnya, pesut boleh dibilang sang juara. Massa jenis air sungai lebih besar dari laut. Lebih sulit melakukannya di air tawar. Selain itu, perilaku unik pesut adalah menyemprotkan air dari mulut. Selain untuk berburu ikan sebagai makanan utama, perbuatan itu diyakini sebagai cara pejantan menarik perhatian betina.

DNA pesut mahakam disebut berbeda dengan pesut pada umumnya yang bernama latin Orcaella brevirostris. Atas temuan itu, RASI berencana menetapkan spesies baru, yaitu Orcaella mahakamensis. Jika terwujud, populasi spesies ini sangat sedikit di dunia karena hanya dua digit, hanya puluhan. Lagi pula, habitat mamalia dengan status sangat terancam punah itu tersisa di Kaltim.

Indonesia seharusnya bangga. Kaltim mestinya bisa berbuat lebih banyak dari sebatas menjadikannya ikon pekan olahraga. Lumba-lumba air tawar sekarang tersisa tujuh jenis di dunia, satu di antaranya di perairan Mahakam. Ironinya adalah pesut mahakam menduduki urutan pertama satwa di Indonesia yang terancam punah.

Konversi lahan pinggiran sungai menjadi ladang bisnis, lalu lalang ponton batu bara, penggunaan rengge (jerat ikan) yang tidak bersahabat, menjadi biang kerok. Kisah pesut akhirnya hanya rekaman manis para orangtua. Generasi milenial, Gen Z, hingga alpha, sangat mungkin tak pernah melihat senyum lumba-lumba itu. Di dalam pekatnya air Sungai Mahakam yang cokelat, pesut-pesut berharap kepedulian kita semua. (tim kp)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 08:54

Mewaspadai Sisi Gelap Uang Digital

Oleh: Suharyono Soemarwoto, MM MENGGEMPARKAN! Itulah kata tepat menggambarkan kemajuan mata uang berbasis                                            …

Jumat, 10 Agustus 2018 08:57

Rita Pergi, Siapa Ganti Edi?

Tensi politik Kota Raja memanas. Edi Damansyah makin mulus mengisi kursi bupati yang ditinggalkan Rita…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:54

Kasak-kusuk Golkar, Gerindra, dan PKS

TAK adanya larangan yang terang bagi kader partai politik untuk mengisi kekosongan jabatan wakil bupati…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:33

Kesultanan Berharap Putra Daerah Jabat Bupati

KUTAI Kartanegara (Kukar) mencari pemimpin baru. Setelah putusan hukum Rita Widyasari inkrah, Edi Damansyah…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:32

Parlemen Meminta Pendamping

JALUR perseorangan ternyata tak bebas dari aturan. Jika menang pilkada kemudian salah satunya (kepala…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:27

Kutim Dua Kali Tak Pilih Wakil

KEKOSONGAN jabatan kepala daerah yang terjadi di Kutai Kartanegara (Kukar), sebenarnya sudah terjadi…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:24

“Saya Belum Memikirkan”

DALAM hitungan hari setelah Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari ditahan KPK dengan…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:00

Target Sejuta Anak Divaksin

DINAS Kesehatan (Diskes) Kaltim mengaku tidak ingin berbicara soal halal atau tidaknya vaksin measles…

Rabu, 08 Agustus 2018 09:14

Label Halal Bikin Galau

Vaksin measles dan rubella (MR) mental. Belum mampu menembus urat nadi jutaan siswa sekolah dasar. Musababnya…

Rabu, 08 Agustus 2018 09:10

Boleh Imunisasi MR, asal…

SELEPAS salat Jumat (3/8), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Kesehatan akhirnya bertatap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .