MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 09 Februari 2018 09:08
Elegi Pesut

PROKAL.CO, OLEH: RADEN RORO MIRA BUDIASIH

DILIHAT dari Jalan Gajah Mada, depan Kegubernuran Kaltim di Samarinda, tiga pesut berenang riang. Trio mamalia air itu membuka mulutnya dengan girang. Sayang, mereka hanya patung batu yang dibangun pada 1986 silam.

Pesut pernah bersama-sama dengan burung enggang dan orangutan saat Kaltim menjadi tuan rumah PON XVII 2008. Pesut tersenyum diapit dua hewan endemik Kaltim lain sebagai maskot. Sepuluh tahun lalu, jumlah pesut diperkirakan 114 ekor berdasar data Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (YK RASI) Kaltim. Jumlahnya sekarang turun menjadi 77 ekor.

Mereka yang hidup pada 1970-an menceritakan bahwa penampakan pesut adalah pemandangan lumrah di Sungai Mahakam. Kecipak kawanan pesut akan menimbulkan ombak. Sesiapa yang mendengarnya akan segera beranjak untuk melihat.

Pesut berasal dari laut pesisir dangkal. Pada zaman es, sekelompok mamalia air berenang hingga Sungai Mahakam. Ketika era dingin pergi, panas menghampiri sehingga daerah dangkal yang tertutup es menjadi daratan. Pesut akhirnya berkembang biak di Sungai Mahakam sampai sekarang.

Pesut punya kebiasaan unik, mirip kerabatnya, yaitu lumba-lumba dan paus di laut. Mereka bisa salto dan membantingkan badan hingga spy hopping (memunculkan setengah badan tegak untuk memantau permukaan). Meski hal itu biasa bagi kerabatnya, pesut boleh dibilang sang juara. Massa jenis air sungai lebih besar dari laut. Lebih sulit melakukannya di air tawar. Selain itu, perilaku unik pesut adalah menyemprotkan air dari mulut. Selain untuk berburu ikan sebagai makanan utama, perbuatan itu diyakini sebagai cara pejantan menarik perhatian betina.

DNA pesut mahakam disebut berbeda dengan pesut pada umumnya yang bernama latin Orcaella brevirostris. Atas temuan itu, RASI berencana menetapkan spesies baru, yaitu Orcaella mahakamensis. Jika terwujud, populasi spesies ini sangat sedikit di dunia karena hanya dua digit, hanya puluhan. Lagi pula, habitat mamalia dengan status sangat terancam punah itu tersisa di Kaltim.

Indonesia seharusnya bangga. Kaltim mestinya bisa berbuat lebih banyak dari sebatas menjadikannya ikon pekan olahraga. Lumba-lumba air tawar sekarang tersisa tujuh jenis di dunia, satu di antaranya di perairan Mahakam. Ironinya adalah pesut mahakam menduduki urutan pertama satwa di Indonesia yang terancam punah.

Konversi lahan pinggiran sungai menjadi ladang bisnis, lalu lalang ponton batu bara, penggunaan rengge (jerat ikan) yang tidak bersahabat, menjadi biang kerok. Kisah pesut akhirnya hanya rekaman manis para orangtua. Generasi milenial, Gen Z, hingga alpha, sangat mungkin tak pernah melihat senyum lumba-lumba itu. Di dalam pekatnya air Sungai Mahakam yang cokelat, pesut-pesut berharap kepedulian kita semua. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 11 Mei 2018 09:41
Nasib Beruang Madu di Kaltim

Lirik Jerman, Siap Go International

SEJAK UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah berlaku, Dinas Kehutanan Kaltim memegang kendali atas Kesatuan…

Jumat, 11 Mei 2018 09:10

Eksklusif namun Dilupakan

DOSEN Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda Rustam menyebut, sejak awal pendiriannya pada 2005,…

Jumat, 11 Mei 2018 09:06

Tunggu Serah-Terima Aset

KONDISI Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan terombang-ambing. Terutama pengelolaan…

Jumat, 11 Mei 2018 09:03

Perlu Kolaborasi Dinas Kehutanan dan Pro Natura

OLEH: AGUSDIN(Perintis dan Pemerhati KWPLH) SEBELUM merintis KWPLH, saya bergabung dalam penyelamatan…

Jumat, 27 April 2018 13:43

Belum Ada Pasien Kanker Akibat Kopi

KOPI jadi simalakama. Mulanya tanaman tersebut mengandung antioksidan, zat yang melindungi tubuh dari…

Jumat, 27 April 2018 13:40

Bisnis Kopi, Antara Rasa dan Citra

EMPAT bulan menjelang akhir 2015, Semenjana hadir memenuhi dahaga penikmat kopi. Adalah Rifki Ramadhan…

Jumat, 27 April 2018 13:30

Kopi Itu Seksi

TIDAK hanya sekolah barista atau pembuat kopi, tempat belajar bagi mereka yang menyukai proses sangrai…

Jumat, 27 April 2018 09:25

MENGGUGAT KENIKMATAN SECANGKIR KOPI

Secangkir kopi bukan sekadar bubuk hitam dan air gula. Ini soal sensasi kegembiraan, magnet penyatu,…

Jumat, 27 April 2018 09:21

Kopi Instan, Pilihan Aman?

SECANGKIR kopi tubruk, bagi sebagian orang satu hal wajib dan pantang untuk dilewatkan setiap hari.…

Jumat, 27 April 2018 08:58

Pro-Kontra Kopi, Sudah Biasa

Oleh: Kris Nugraha(Penikmat kopi dan pemilik kedai Republik Coffee) BILA bicara soal pro-kontra, kopi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .