MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 09 Februari 2018 07:20
Nilai Tukar Membaik, Petani Masih Defisit
-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Tahun berganti, namun tingkat kesejahteraan petani di Kaltim belum menunjukkan perbaikan. Itu terbukti dari indeks nilai tukar yang masih di level defisit.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, nilai tukar petani (NTP) di Kaltim pada Januari 2018 memang naik tipis 0,18 persen dibanding bulan sebelumnya. Namun, posisinya masih di angka 97,45 poin. Posisi indeks yang di bawah level 100, menggambarkan bahwa pengeluaran petani untuk produksi dan konsumsi harian, masih lebih tinggi dibandingkan pendapatan mereka.

Kepala BPS Kaltim Muhammad Habibullah mengatakan, kenaikan tipis NTP pada Januari lalu terjadi karena persentase peningkatan indeks harga yang diterima atau pendapatan petani. Meskipun pada saat bersamaan, indeks harga yang dibayar petani juga naik.

“Dari lima subsektor, hanya petani peternakan dan perikanan yang nilai tukarnya ada di level surplus. Kedua bidang itu masing-masing mencatatkan NTP 108,20 dan 103,01. Sementara tiga subsektor lainnya, yakni tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan rakyat, hanya 96,62, 92,18, dan 92,80 poin.

Berbeda dengan nilai tukar petani, posisi nilai tukar usaha rumah tangga pertanian di Kaltim telah lebih dulu ada di level surplus, setidaknya setahun terakhir. Januari lalu, indeksnya kembali naik menjadi 108,39 poin.

Ditemui terpisah, Ketua Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Harry Aginta mengatakan, posisi NTP mengonfirmasi tingkat kesejahteraan di kawasan perdesaan. Dalam struktur ekonomi, kata dia, sektor ini hanya berkontribusi 7,9 persen. Tertinggal jauh dari pertambangan, yang menyumbang 46 persen.

Menurutnya, indikator NTP dapat digunakan untuk mengetahui gambaran tentang perkembangan tingkat pendapatan petani, dari waktu ke waktu. Hal tersebut tentunya juga menjadi dasar kebijakan pemerintah untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan mereka.

“Sehingga, jangan kaget jika jumlah petani semakin menurun. Karena NTP Kaltim juga belum bisa mencapai angka yang seharusnya. Wajar jika petani banyak beralih ke sektor lain,” tutup dia. (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 06:40

Pemerintah Dituntut Tegas

SAMARINDA - Seiring dilakukannya moratorium lahan perkebunan, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia…

Jumat, 25 Mei 2018 06:38

Kualitas Pelamar Kerja Jadi Perhatian

SAMARINDA - Kualitas sumber daya manusia (SDM) jadi masalah utama minimnya perusahaan di Bumi Etam merekrut…

Jumat, 25 Mei 2018 06:38

Mulai Awasi Ekonomi Digital, Bisa Cabut Izin Usaha

Menjawab tantangan ekonomi di era generasi Z, kepengurusan Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha…

Jumat, 25 Mei 2018 06:32

Diskon hingga 90 Persen dan Voucher Total Rp 1 Miliar

Lazada, destinasi belanja online nomer 1 di Indonesia dan Asia Tenggara turut memeriahkan Bulan Suci…

Jumat, 25 Mei 2018 06:32

H-10, Harga Pangan Rawan Naik

JAKARTA — Meski harga pangan relatif stabil, namun Satgas Pangan Polri mendeteksi harga ayam dan…

Kamis, 24 Mei 2018 06:58

Bisnis Otomotif Kian Optimistis

BALIKPAPAN - Memasuki kuartal II 2018, penjualan industri otomotif di Kaltim diyakini membaik. Adanya…

Kamis, 24 Mei 2018 06:56

Jumlah Petani Jadi Atensi

SAMARINDA - Pemerintah dituntut terus berinovasi dalam meningkatkan produksi beras di Kaltim. Selain…

Kamis, 24 Mei 2018 06:53

Terancam Alami Penurunan Produksi

BALIKPAPAN - PT Pertamina (Persero) diharapkan segera melakukan investasi minyak dan gas bumi (migas)…

Kamis, 24 Mei 2018 06:51

Ekonomi Syariah Jadi Prioritas

SAMARINDA - Bank Indonesia berusaha terus mengembangkan ekonomi syariah. Pasalnya, saat ini sektor bank…

Kamis, 24 Mei 2018 06:48

Kertajati Bisa untuk Pesawat Badan Lebar

JAKARTA – Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati segera dioperasikan. Rencananya, Presiden…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .