MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 09 Februari 2018 07:20
Nilai Tukar Membaik, Petani Masih Defisit
-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Tahun berganti, namun tingkat kesejahteraan petani di Kaltim belum menunjukkan perbaikan. Itu terbukti dari indeks nilai tukar yang masih di level defisit.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, nilai tukar petani (NTP) di Kaltim pada Januari 2018 memang naik tipis 0,18 persen dibanding bulan sebelumnya. Namun, posisinya masih di angka 97,45 poin. Posisi indeks yang di bawah level 100, menggambarkan bahwa pengeluaran petani untuk produksi dan konsumsi harian, masih lebih tinggi dibandingkan pendapatan mereka.

Kepala BPS Kaltim Muhammad Habibullah mengatakan, kenaikan tipis NTP pada Januari lalu terjadi karena persentase peningkatan indeks harga yang diterima atau pendapatan petani. Meskipun pada saat bersamaan, indeks harga yang dibayar petani juga naik.

“Dari lima subsektor, hanya petani peternakan dan perikanan yang nilai tukarnya ada di level surplus. Kedua bidang itu masing-masing mencatatkan NTP 108,20 dan 103,01. Sementara tiga subsektor lainnya, yakni tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan rakyat, hanya 96,62, 92,18, dan 92,80 poin.

Berbeda dengan nilai tukar petani, posisi nilai tukar usaha rumah tangga pertanian di Kaltim telah lebih dulu ada di level surplus, setidaknya setahun terakhir. Januari lalu, indeksnya kembali naik menjadi 108,39 poin.

Ditemui terpisah, Ketua Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Harry Aginta mengatakan, posisi NTP mengonfirmasi tingkat kesejahteraan di kawasan perdesaan. Dalam struktur ekonomi, kata dia, sektor ini hanya berkontribusi 7,9 persen. Tertinggal jauh dari pertambangan, yang menyumbang 46 persen.

Menurutnya, indikator NTP dapat digunakan untuk mengetahui gambaran tentang perkembangan tingkat pendapatan petani, dari waktu ke waktu. Hal tersebut tentunya juga menjadi dasar kebijakan pemerintah untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan mereka.

“Sehingga, jangan kaget jika jumlah petani semakin menurun. Karena NTP Kaltim juga belum bisa mencapai angka yang seharusnya. Wajar jika petani banyak beralih ke sektor lain,” tutup dia. (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 13:57

Produk AC Dikuasai Panasonic

SAMARINDA- Air Conditioner (AC) masih menjadi andalan PT Panasonic Gobel…

Senin, 17 Desember 2018 11:41

Panasonic Kenalkan AC Tangguh di Segala Situasi

SAMARINDA – Perusahaan elektronik Panasonic mengenalkan produk baru berupa air…

Senin, 17 Desember 2018 10:20

Naiknya Dolar Berpengaruh Pada Impor

Oleh: Rizka Putri Nafisa Mahasiswa Prodi Manajemen Hari senin ke…

Senin, 17 Desember 2018 08:00

Investasi Udang Terbuka Luas

JAKARTA – Udang menjadi salah satu komoditas perikanan paling potensial…

Senin, 17 Desember 2018 06:54

Optimisme Konsumen Menurun

SAMARINDA – Kondisi ekonomi dan optimisme konsumen di Kaltim mengalami…

Senin, 17 Desember 2018 06:52

Lion Air Batalkan Penurunan Kuota Bagasi Gratis

BALIKPAPAN – Lion Air Group membatalkan rencana penurunan volume bagasi…

Senin, 17 Desember 2018 06:49

Astra Luncurkan Produk Baru Tahun Depan

BALIKPAPAN – Kondisi otomotif yang belum pulih membuat kinerja Asuransi…

Senin, 17 Desember 2018 06:47

Stabilitas Jasa Keuangan Kaltim Terjaga

SAMARINDA – Stabilitas sektor jasa keuangan Kaltim dan Kaltara sampai…

Minggu, 16 Desember 2018 12:11

Belum Lirik Industri Hilirisasi, Perbankan Main Aman

SAMARINDA - Perbankan di Kalimantan Timur masih enggan mengucurkan kredit…

Minggu, 16 Desember 2018 08:05

Olahan New York Cheesecake nan Lembut

HIDANGAN pencuci mulut tak selalu bercita rasa manis, ada pula…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .