MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 08 Februari 2018 23:09
Kasus SOA, Terdakwa Mengembalikan Dana Korupsi
Duit Korupsi Rp 135 Juta Dikembalikan

PROKAL.CO, SANGATTA – Tuntutan lima terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana subsidi ongkos angkut (SOA) beras miskin (raskin), dinyatakan terbukti sesuai dakwaan primer. Lantas, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Aulia Rahman menuntut lima terdakwa berdasar dakwaan primer Pasal 2 Ayat 1 jo 55 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, yang telah diubah jadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Lima terdakwa tersebut dinyatakan terbukti bersalah sesuai dakwaan primer.  Karena itu, mereka mendapat tuntutan hukuman masing-masing empat tahun penjara dan membayar denda Rp 200 juta,” ucap Kajari Sangatta Mulyadi melalui Kasi Pidsus Kejari Sangatta Rudi Susanta.

Lanjut Rudi, lima terdakwa menyatakan akan membayar uang pengganti dari denda Rp 200 juta tersebut secara tanggung renteng sebesar Rp 135 juta.   Untuk diketahui, lima terdakwa yang mengelola SOA raskin di Bengalon pada 2012-2013 tersebut ditahan Kejari Sangatta sejak 2 Oktober 2017. Mereka adalah Awang Aris selaku ketua Tim SOA, Bendahara Andriani (mantan sekretaris camat Bengalon), Sekretaris Raden Irawan, serta anggota Hermansyah, dan Mushan (mantan camat Bengalon).

Perbuatan mereka merugikan keuangan negara sebesar Rp 138,2 juta. Hal itu berdasar hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Masing-masing Rp 110 juta dicairkan pada 2012, dan sisanya dicairkan pada tahun berikutnya.

Padahal, anggaran yang sudah full digelontorkan dalam dua tahun tersebut seharusnya menjadi biaya angkutan di kecamatan, dari pemerintah melalui Tim SOA kepada para penerima raskin di Bengalon. Namun, uang tersebut diduga diselewengkan dengan cara dibagi-bagi di antara lima orang tersebut. Sementara ongkos angkut raskin dibebankan dan dipungut lagi ke desa.

Sejak lima orang ini ditahan, tak ada pengembalian dana kerugian negara. Padahal, menurut Rudi, pengembalian uang negara bisa jadi pertimbangan untuk meringankan hukuman. (mon/iza/k16)

 


BACA JUGA

Selasa, 22 Mei 2018 11:11

Perbedaan Jadi Unsur Perekat Persatuan

UJOH BILANG – Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-5 Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dirangkai…

Selasa, 22 Mei 2018 11:10

Tegas Perangi Miras

UJOH BILANG – Pada peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-5 Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Senin…

Selasa, 22 Mei 2018 11:07

Lagi, Pipa Jargas Meledak

BONTANG – Dengan napas tersengal-sengal Suyitno berlari menyelamatkan Biantara (5). Dia beranjak…

Selasa, 22 Mei 2018 11:07

Terlambat Bayar THR, Denda Lima Persen

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau  Apridoh…

Selasa, 22 Mei 2018 11:05

Kemarau Segera Tiba, Waspadai Titik Api

SANGATTA – Musim hujan tampaknya bakal segera berlalu. Selanjutnya, musim kemarau diperkirakan…

Selasa, 22 Mei 2018 08:44

Banyak Angkutan Sawit Melebihi Kapasitas Muat

TANA PASER - Razia kendaraan angkutan yang baru-baru ini dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Paser…

Selasa, 22 Mei 2018 08:41

“Jangan Hanya Menggugurkan Kewajiban"

PENAJAM - Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengagendakan rapat paripurna…

Selasa, 22 Mei 2018 08:39

Gedung Perkantoran Mangkrak Kembali Dikerjakan

TANA PASER – Sejumlah aset tidak bergerak milik Pemkab Paser yang sempat mangkrak beberapa tahun…

Selasa, 22 Mei 2018 08:36

Hari Ini Pemadaman di Wilayah Janju Sekitarnya

TANA PASER - Manajer Rayon PLN Tanah Grogot Tri Hari Lukito mengatakan, selama Ramadan sampai Lebaran,…

Selasa, 22 Mei 2018 08:34

SMA 1 Tanjung Harapan Dapat Bantuan RKB dan Lab

TANA PASER - SMA 1 Tanjung Harapan akhirnya mendapatkan bantuan pembangunan fasilitas sekolah yang didanai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .