MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 08 Februari 2018 23:09
Kasus SOA, Terdakwa Mengembalikan Dana Korupsi
Duit Korupsi Rp 135 Juta Dikembalikan

PROKAL.CO, SANGATTA – Tuntutan lima terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana subsidi ongkos angkut (SOA) beras miskin (raskin), dinyatakan terbukti sesuai dakwaan primer. Lantas, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Aulia Rahman menuntut lima terdakwa berdasar dakwaan primer Pasal 2 Ayat 1 jo 55 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, yang telah diubah jadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Lima terdakwa tersebut dinyatakan terbukti bersalah sesuai dakwaan primer.  Karena itu, mereka mendapat tuntutan hukuman masing-masing empat tahun penjara dan membayar denda Rp 200 juta,” ucap Kajari Sangatta Mulyadi melalui Kasi Pidsus Kejari Sangatta Rudi Susanta.

Lanjut Rudi, lima terdakwa menyatakan akan membayar uang pengganti dari denda Rp 200 juta tersebut secara tanggung renteng sebesar Rp 135 juta.   Untuk diketahui, lima terdakwa yang mengelola SOA raskin di Bengalon pada 2012-2013 tersebut ditahan Kejari Sangatta sejak 2 Oktober 2017. Mereka adalah Awang Aris selaku ketua Tim SOA, Bendahara Andriani (mantan sekretaris camat Bengalon), Sekretaris Raden Irawan, serta anggota Hermansyah, dan Mushan (mantan camat Bengalon).

Perbuatan mereka merugikan keuangan negara sebesar Rp 138,2 juta. Hal itu berdasar hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Masing-masing Rp 110 juta dicairkan pada 2012, dan sisanya dicairkan pada tahun berikutnya.

Padahal, anggaran yang sudah full digelontorkan dalam dua tahun tersebut seharusnya menjadi biaya angkutan di kecamatan, dari pemerintah melalui Tim SOA kepada para penerima raskin di Bengalon. Namun, uang tersebut diduga diselewengkan dengan cara dibagi-bagi di antara lima orang tersebut. Sementara ongkos angkut raskin dibebankan dan dipungut lagi ke desa.

Sejak lima orang ini ditahan, tak ada pengembalian dana kerugian negara. Padahal, menurut Rudi, pengembalian uang negara bisa jadi pertimbangan untuk meringankan hukuman. (mon/iza/k16)

 


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 10:02

Polisi Periksa Lokasi Tambang Ilegal

TENGGARONG - Maraknya sorotan atas temuan bekas galian tambang batu bara ilegal di Desa Karang Tunggal,…

Rabu, 21 Februari 2018 10:01

Dishub: Sulit Menindak di Tempat

PRAKTIK dugaan tambang ilegal di Tenggarong Seberang diduga sebagai salah satu pemicu kerusakan jalan.…

Rabu, 21 Februari 2018 09:59

SEMAKIN DEKAT

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar menggelar temu tatap muka dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat,…

Rabu, 21 Februari 2018 09:58

Petugas Razia Kendaraan yang Lalai Kir

SENDAWAR - Sebanyak 14 kendaraan roda empat dan roda enam ditilang petugas gabungan, saat razia kendaraan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:27

Peluang Tampilkan Potensi Daerah

TANJUNG REDEB - Kabupaten Berau terus berbenah untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Hari Kesatuan Gerak…

Selasa, 20 Februari 2018 10:24

Dari 100 Kampung, 43 Sudah Bentuk BUMK

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong pemerintah kampung membentuk Badan Usaha…

Selasa, 20 Februari 2018 10:24

Prioritaskan Relawan PATBM 20 Kampung

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana,…

Senin, 19 Februari 2018 09:02

Delegasi KfW Kunjungi Berau

TANJUNG REDEB – Delegasi Bank Pembangunan Jerman atau Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW)…

Senin, 19 Februari 2018 08:58

Bupati Resmikan Wisata Mangrove Bulalung

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau pantas merasa bangga. Sekarang, memiliki satu daya tarik wisata…

Senin, 19 Februari 2018 08:57

“Kembangkan Kreativitas dan Potensi Seni”

TANJUNG REDEB – KegiatanBerau Drumband Competition VII memperebutkan Piala Bergilir Bupati Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .