MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 08 Februari 2018 23:09
Kasus SOA, Terdakwa Mengembalikan Dana Korupsi
Duit Korupsi Rp 135 Juta Dikembalikan

PROKAL.CO, SANGATTA – Tuntutan lima terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana subsidi ongkos angkut (SOA) beras miskin (raskin), dinyatakan terbukti sesuai dakwaan primer. Lantas, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Aulia Rahman menuntut lima terdakwa berdasar dakwaan primer Pasal 2 Ayat 1 jo 55 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, yang telah diubah jadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Lima terdakwa tersebut dinyatakan terbukti bersalah sesuai dakwaan primer.  Karena itu, mereka mendapat tuntutan hukuman masing-masing empat tahun penjara dan membayar denda Rp 200 juta,” ucap Kajari Sangatta Mulyadi melalui Kasi Pidsus Kejari Sangatta Rudi Susanta.

Lanjut Rudi, lima terdakwa menyatakan akan membayar uang pengganti dari denda Rp 200 juta tersebut secara tanggung renteng sebesar Rp 135 juta.   Untuk diketahui, lima terdakwa yang mengelola SOA raskin di Bengalon pada 2012-2013 tersebut ditahan Kejari Sangatta sejak 2 Oktober 2017. Mereka adalah Awang Aris selaku ketua Tim SOA, Bendahara Andriani (mantan sekretaris camat Bengalon), Sekretaris Raden Irawan, serta anggota Hermansyah, dan Mushan (mantan camat Bengalon).

Perbuatan mereka merugikan keuangan negara sebesar Rp 138,2 juta. Hal itu berdasar hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Masing-masing Rp 110 juta dicairkan pada 2012, dan sisanya dicairkan pada tahun berikutnya.

Padahal, anggaran yang sudah full digelontorkan dalam dua tahun tersebut seharusnya menjadi biaya angkutan di kecamatan, dari pemerintah melalui Tim SOA kepada para penerima raskin di Bengalon. Namun, uang tersebut diduga diselewengkan dengan cara dibagi-bagi di antara lima orang tersebut. Sementara ongkos angkut raskin dibebankan dan dipungut lagi ke desa.

Sejak lima orang ini ditahan, tak ada pengembalian dana kerugian negara. Padahal, menurut Rudi, pengembalian uang negara bisa jadi pertimbangan untuk meringankan hukuman. (mon/iza/k16)

 


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 10:44

Bandara Kalimarau Sudah Punya DPPU

TANJUNG REDEB – Setelah cukup lama menunggu, akhirnya pembangunan Depot …

Selasa, 11 Desember 2018 08:02

MASALAH LAGI..!! Warga Tuntut Kejelasan Ganti Rugi Lahan Jalan Jembatan Pulau Balang

PENAJAM - Puluhan warga Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam mendatangi…

Selasa, 11 Desember 2018 07:55

“Melapor, Berarti Berani Berantas Korupsi”

TANA PASER - Puluhan pegawai dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana…

Selasa, 11 Desember 2018 07:52

10 Calon Ditentukan Pekan Ini

PENAJAM - Nasib calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten…

Selasa, 11 Desember 2018 07:49

SEDIHNYA AEEE...!! Harga Sawit Masih di Bawah Rp 1.000

TANA PASER – Menindaklanjuti aspirasi Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS)…

Senin, 10 Desember 2018 11:20

LOH KENAPA? Proyek Gedung Kuta Adat Stop

PENAJAM–Pembangunan Taman Budaya dan Kuta Adat Paser di Kabupaten Penajam…

Senin, 10 Desember 2018 11:02

Kontingen Paser Keluhkan Fasilitas Porprov

TANA PASER–Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI/2018 Kaltim 2018 di…

Senin, 10 Desember 2018 10:54

Akses Mentawir Nyaris Putus

PENAJAM–Akses jalan penghubung di Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam…

Senin, 10 Desember 2018 09:53

Harga Merangkak Naik

SANGATTA–Harga sejumlah kebutuhan pokok pangan di sejumlah pasar Sangatta dalam…

Senin, 10 Desember 2018 09:52

Cegah Korupsi, Kejari Bagi-Bagi Stiker

BONTANG–Salah satu upaya untuk mencegah tindak pidana korupsi, Kejaksaan Negeri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .