MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Kamis, 08 Februari 2018 08:26
Sistem Pengendalian Banjir Buruk
TERENDAM: Banjir di kawasan Tanjung Selor sering kali dipengaruhi hujan yang terjadi di hulu dan kawasan. Tampak, Kota Tanjung Selor terendam banjir 2017 lalu. (RADAR KALTARA)

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Penyebab terbesar musibah banjir yang sering kali terjadi di Kota Tanjung Selor, adalah hujan di bagian hulu dan kawasan. Demikian disampaikan dosen Fakultas Teknik Universitas, Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, Harvy Irvani ST.     

“Pada waktu terjadi hujan dengan kapasitas tinggi dalam rentan waktu yang cukup lama pada daerah hulu Sungai Kayan, akan terjadi luapan pada daerah hilir Sungai Kayan,” katanya.

Dia menyebutkan, Sungai Kayan memiliki luasan sungai 33.289,69 kilometer persegi dengan panjang sungai yang mencapai 576 kilometer. Sedangkan curah hujan sebesar 2.500–4.000 milimeter per tahun. Lantas potensi air permukaan 43,56 miliar per tahun setara dengan debit rata-rata 1.315 meter kubik per detik.

“Akibat terjadinya hujan lebat di daerah hulu, menjadikan debit sungai di bagian hilir meningkat. Peningkatan debit akan membesar terjadi apabila ada perubahan tata guna lahan di daerah aliran sungai,” jelasnya.

Menurut Harvy Irvani, tercatat 26 perusahaan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kayan, baik tambang maupun perkebunan. Perubahan tata guna lahan inilah yang mengakibatkan peningkatan debit puncak sungai menjadi 6–20 kali lebih besar.

“Untuk menekan itu semua, bergantung dari kebijakan pemerintah. Mengingat keberadaan perusahaan tidak selamanya merugikan suatu daerah,” ujarnya.

Bagaimana dengan sistem drainase Kota Tanjung Selor, apakah sudah cukup? Dijelaskan  Harvy Irvani, akibat adanya perubahan iklim secara global, sehingga sering terjadi curah hujan dengan rentang waktu yang cukup lama di daerah perkotaan.

“Ini menjadikan genangan air di kawasan-kawasan tertentu. Banjir jenis ini, berbeda dengan banjir kiriman. Genangan sering kali terjadi karena kapasitas drainase di Tanjung Selor tidak lagi mampu mengalirkan air limpahan. Jadi, penyebabnya sudah pasti akibat sistem pengendalian banjir yang buruk,” terangnya. (sny/eza/san/k9)


BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 07:22

Pertamina Survei Lokasi Rencana DPPU

TANJUNG SELOR – Peningkatan pelayanan dan ketahanan stok bahan bakar…

Minggu, 16 Desember 2018 08:02

Bulog Tambah Gudang

TANJUNG SELOR - Penduduk Bulungan terus bertambah. Hal ini tentu…

Jumat, 14 Desember 2018 07:36

Musnahkan Barang Ilegal

NUNUKAN – Pemusnahan barang milik negara hasil sitaan, dilakukan Kantor…

Jumat, 14 Desember 2018 07:34

Molor Lagi, Peresmian Paras Perbatasan

NUNUKAN – Semula pemerintah merencanakan akan meresmikan pusat jajanan serba…

Kamis, 13 Desember 2018 07:14

Waspadai Ancaman Perbatasan

TARAKAN – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengingatkan aparat keamanan…

Kamis, 13 Desember 2018 07:12

Kalangan Nelayan Curiga Ada Permainan

TARAKAN – Perhimpunan Nelayan Kecil (PNK) Kota Tarakan kembali mengeluhkan…

Kamis, 13 Desember 2018 07:10

Pemkab Mulai Buru Wajib Pajak Restoran

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan sekarang mulai getol memburu…

Kamis, 13 Desember 2018 07:10

Bocah 4 Tahun Tewas Terseret Arus

TANJUNG SELOR – Suasana di kamar jenazah RSD dr H…

Rabu, 12 Desember 2018 07:59

Menteri PUPR Beri Dukungan

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki…

Rabu, 12 Desember 2018 07:58

Urutan Ke-19 Indeks Kesiapan Geospasial

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mengungkapkan, Kaltara berada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .