MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 07 Februari 2018 09:50
Petugas Olah TKP Hari Ini

Kasus Penganiayaan Anak Kandung, Kondisi Tersangka Diawasi

TERUS MEMBANTAH: Tersangka Gayatri berusaha menutupi wajahnya dari sorotan kamera awak media.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Ibu muda ini tak memperlihatkan raut wajah sedih. Padahal, dia baru kehilangan anak keempatnya. Itulah sepintas tentang Gayatri (26), ibu kandung Muhammad Mifzal Pahlevi, bocah 9 bulan yang tewas dengan tubuh penuh luka.

Gayatri juga terus mengelak disebut kerap menyiksa Mifzal. Aparat penegak hukum pun memutuskan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah tersangka Gayatri, mes tempat Donny (25), suami siri Gayatri bekerja.

Bangunan kayu berdinding tripleks di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota menjadi saksi bisu. Di rumah tersebut, Mifzal diduga kerap diperlakukan tak wajar. Tubuhnya yang mungil disungsang, pipinya ditampar, hingga kulitnya yang mulus digigit.

Tangisan kerap terdengar dari balik kamar berukuran sekitar 5x4 meter. “Tangisan minta susu. Tidak punya uang, ya, dibelikan yang kaleng,” sebut Gayatri.

Bangunan itu sedikit menjorok ke dalam sekitar 25 meter dari jalan utama. Polisi bakal memeriksa seluruh isi rumah. “Ya, satu-satu diperiksa dan semua sudut bangunan,” sebut Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ilir Ipda Purwanto saat dikonfirmasi kemarin (6/2).

Nah, yang diburu petugas adalah mencari ayunan yang dimaksud Donny. Pasalnya, dari keterangan ayah tiri korban, lebam di bagian mata kiri itu akibat terjatuh dari ayunan.

Ditegaskan Purwanto, olah TKP itu untuk memperkuat bukti tambahan. “Ya, mereka masih bersikeras dengan keterangan masing-masing. Soal penyiksaan selalu ditepis,” sebut Purwanto. Hari ini, pemeriksaan tempat tinggal Donny dan Gayatri dilakukan.

Polisi juga berencana memastikan susu yang dimaksud pelaku. “Kalau sudah tahu alergi, kenapa masih diberikan yang kaleng,” imbuh perwira balok satu itu. Eks kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang itu , bukti-bukti tambahan itu nantinya bakal memperberat hukuman Donny dan Gayatri, ayah tiri dan ibu kandung.

Dari pantauan Kaltim Post di Polsek Samarinda Ilir, Gayatri menghuni sel perempuan seorang diri. Sedangkan Donny, bergabung dengan kriminalis lainnya. Beberapa kali perempuan 26 tahun itu terlihat bicara sendiri. Duduk, rebah, berdiri, hal itu dilakukan di dalam bilik jeruji berukuran sekitar 5x2 meter, berdinding beton tebal. Perempuan kelahiran Samarinda, 20 Januari 1992 itu tampak bingung.  

Kembali ditegaskan Purwanto, kejiwaan mereka masih normal. “Buktinya dimintai keterangan bersedia,” jelasnya. Terkait pendampingan psikiater, Purwanto menegaskan, sudah berkoordinasi. “Kami mengira, masih ada yang disembunyikan. Makanya dia (Gayatri) bukan seperti ibu pada umumnya,” pungkas Purwanto. Begitu pula dengan saksi ahli, dokter di RS Siti Aisyiyah Samarinda bakal dimintai keterangan.

Kasus yang menyeret pasangan suami-istri tersebut, polisi menjeratnya dengan UU Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukuman 15 tahun penjara. “Kasus ini tidak perlu dikenakan pasal berlapis. Semuanya sudah termasuk dalam UU tersebut,” pungkasnya. (*/dra/kri/k11)

 


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 09:22

Kata Jaang, Jangan Bersosialisasi Menjelekkan Paslon Lain

TENGGARONG- Calon Gubernur Kaltim Syaharie Jaang mengingatkan kepada seluruh tim suksesnya agar tetap…

Selasa, 20 Februari 2018 10:13

Pengadaan Interior Diagendakan Juni

SAMARINDA – Gedung Museum Budaya di Taman Samarendah sudah berdiri. Bahkan sudah dibuka untuk…

Selasa, 20 Februari 2018 10:12

Dishub Akui Dilema Tangani Masalah Parkir

SAMARINDA – Beberapa ruas jalan menyempit, seperti Jalan Ir Sutami, Sungai Kunjang, dan Jalan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:12

Tuntutan Tinggi, Vonis Bebas

SAMARINDA - Febriadi alias Febi divonis bebas di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Kamis (15/2) pekan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:11

Tata Rambut Orang-Orang Terlupakan

Nama yang seram belum tentu berperangai kasar. Hal itu dibuktikan oleh Komunitas Barberterror pada hari…

Senin, 19 Februari 2018 10:21

RTH Masih di Bawah 10 Persen

SAMARINDA – Ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Tepian masih terbilang minim. Berdasarkan ketentuan…

Senin, 19 Februari 2018 10:20

Penertiban Reklame Tersisa 18 Titik

SAMARINDA – Satu demi satu reklame yang berdiri di median jalan dibongkar. Hal itu mengacu…

Senin, 19 Februari 2018 10:19

Deklarasi Kampanye Damai, Cawagub Ini Malah Bilang Samarinda Tak Layak Huni...

SAMARINDA – Keempat Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim tampil satu panggung…

Senin, 19 Februari 2018 10:18
Gerakan Menutup Aurat Keempat di Kota Tepian

Yang Belum Diajak, yang Sudah Diharap Istikamah

Februari identik dengan valentine dan diartikan dengan kasih sayang berlebihan. Momentum ini dimanfaatkan…

Minggu, 18 Februari 2018 11:16

BAHAYA..!!! Bangunan Bertingkat RSUD Retak

SAMARINDA – Sejumlah keluarga pasien hilir mudik di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD AW…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .