MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 07 Februari 2018 09:50
Petugas Olah TKP Hari Ini

Kasus Penganiayaan Anak Kandung, Kondisi Tersangka Diawasi

TERUS MEMBANTAH: Tersangka Gayatri berusaha menutupi wajahnya dari sorotan kamera awak media.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Ibu muda ini tak memperlihatkan raut wajah sedih. Padahal, dia baru kehilangan anak keempatnya. Itulah sepintas tentang Gayatri (26), ibu kandung Muhammad Mifzal Pahlevi, bocah 9 bulan yang tewas dengan tubuh penuh luka.

Gayatri juga terus mengelak disebut kerap menyiksa Mifzal. Aparat penegak hukum pun memutuskan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah tersangka Gayatri, mes tempat Donny (25), suami siri Gayatri bekerja.

Bangunan kayu berdinding tripleks di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota menjadi saksi bisu. Di rumah tersebut, Mifzal diduga kerap diperlakukan tak wajar. Tubuhnya yang mungil disungsang, pipinya ditampar, hingga kulitnya yang mulus digigit.

Tangisan kerap terdengar dari balik kamar berukuran sekitar 5x4 meter. “Tangisan minta susu. Tidak punya uang, ya, dibelikan yang kaleng,” sebut Gayatri.

Bangunan itu sedikit menjorok ke dalam sekitar 25 meter dari jalan utama. Polisi bakal memeriksa seluruh isi rumah. “Ya, satu-satu diperiksa dan semua sudut bangunan,” sebut Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ilir Ipda Purwanto saat dikonfirmasi kemarin (6/2).

Nah, yang diburu petugas adalah mencari ayunan yang dimaksud Donny. Pasalnya, dari keterangan ayah tiri korban, lebam di bagian mata kiri itu akibat terjatuh dari ayunan.

Ditegaskan Purwanto, olah TKP itu untuk memperkuat bukti tambahan. “Ya, mereka masih bersikeras dengan keterangan masing-masing. Soal penyiksaan selalu ditepis,” sebut Purwanto. Hari ini, pemeriksaan tempat tinggal Donny dan Gayatri dilakukan.

Polisi juga berencana memastikan susu yang dimaksud pelaku. “Kalau sudah tahu alergi, kenapa masih diberikan yang kaleng,” imbuh perwira balok satu itu. Eks kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang itu , bukti-bukti tambahan itu nantinya bakal memperberat hukuman Donny dan Gayatri, ayah tiri dan ibu kandung.

Dari pantauan Kaltim Post di Polsek Samarinda Ilir, Gayatri menghuni sel perempuan seorang diri. Sedangkan Donny, bergabung dengan kriminalis lainnya. Beberapa kali perempuan 26 tahun itu terlihat bicara sendiri. Duduk, rebah, berdiri, hal itu dilakukan di dalam bilik jeruji berukuran sekitar 5x2 meter, berdinding beton tebal. Perempuan kelahiran Samarinda, 20 Januari 1992 itu tampak bingung.  

Kembali ditegaskan Purwanto, kejiwaan mereka masih normal. “Buktinya dimintai keterangan bersedia,” jelasnya. Terkait pendampingan psikiater, Purwanto menegaskan, sudah berkoordinasi. “Kami mengira, masih ada yang disembunyikan. Makanya dia (Gayatri) bukan seperti ibu pada umumnya,” pungkas Purwanto. Begitu pula dengan saksi ahli, dokter di RS Siti Aisyiyah Samarinda bakal dimintai keterangan.

Kasus yang menyeret pasangan suami-istri tersebut, polisi menjeratnya dengan UU Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukuman 15 tahun penjara. “Kasus ini tidak perlu dikenakan pasal berlapis. Semuanya sudah termasuk dalam UU tersebut,” pungkasnya. (*/dra/kri/k11)

 


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 08:36

Sungai Mahakam Surut, KSOP Perketat Pelayaran

SAMARINDA – Hamparan tanah basah tampak begitu jelas. Pemandangan yang tak biasa kurun waktu sepekan…

Selasa, 18 September 2018 08:33

Taman Pustaka ala Kafe hingga Digitalisasi Layanan

Minat baca di Kaltim memang tergolong rendah, namun tingkat kunjungan ke perpustakaan tinggi. RORO MIRA,…

Selasa, 18 September 2018 08:16

Waspada Kebakaran Hutan

SAMARINDA – Memasuki kemarau, pemerintah dituntut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya…

Senin, 17 September 2018 08:51

Sungai Mahakam Surut, Produksi Air Bersih Normal

SAMARINDA – Cuaca terik yang melanda Samarinda beberapa hari terakhir mulai berdampak pada menurunnya…

Senin, 17 September 2018 08:45

Perang Tagar, Persekusi, dan Kewarasan Kita

OLEH: HERDIANSYAH HAMZAH, S.H, LL.M.(*)Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman PERANG tanda pagar…

Senin, 17 September 2018 08:16

Bupati Sampaikan Penjelasan Pemkab pada Paripurna

UJOH BILANG – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Jumat (14/9), memberikan jawaban…

Senin, 17 September 2018 08:16

DPMK Gelar Pembinaan Lembaga Adat Se-Kabupaten

UJOH BILANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Mahulu, Jumat (14/9), menggelar acara…

Senin, 17 September 2018 08:15

Selalu Dukung Kegiatan Lembaga Masyarakat Kampung

UJOH BILANG – Pemerintah selalu mendukung segala kegiatan lembaga kemasyarakatan kampung yang…

Minggu, 16 September 2018 08:46

Pesta Pora Narkoba di Balik Penjara

JAUH dari hiruk pikuk aktivitas perkotaan, lembaga pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas III Samarinda,…

Minggu, 16 September 2018 08:44

Deklarasi #2019GantiPresiden Batal

SAMARINDA – Turut menjadi tempat pelaksanaan deklarasi, Kaltim, khususnya Kota Tepian, “banjir”…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .