MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 07 Februari 2018 09:34
Bersalin dengan Biaya Sendiri
PIKIRKAN ASI: NA menggendong bayinya yang baru lahir pada Senin (5/2) lalu di Ruang Mawar, RSUD AW Sjahranie, Samarinda. Keesokan harinya ia kembali ke kurungan Rutan Kelas IIA Samarinda, terpisah dari sang anak yang dititipkan ke keluarga.(BOBBY LOLOWANG/KP)

PROKAL.CO, PEREMPUAN yang melahirkan ketika menjalani hukuman diizinkan untuk merawat bayi hingga berumur 2 tahun. Kehadiran bayi di dalam penjara sudah menjadi ketetapan sejak diterbitkannya Peraturan Pemerintah 32/1999 tentang Syarat dan Tata Cara Tugas Perawatan Tahanan atau Warga Binaan Pemasyarakatan. Ada pula PP 58/1999 tentang Syarat dan Tata Kelola Hak Tahanan atau Warga Binaan.

Dari PP 32/1999, khususnya Pasal 20, warga binaan atau tahanan yang tengah hamil berhak memperoleh makanan tambahan sesuai petunjuk dokter rutan/lapas dan melakukan jenis pekerjaan tertentu. Sementara PP 58/1999 Pasal 28 mengamanatkan, anak dari tahanan perempuan mendapat menu makanan seperti biasa.

“Semua dalam tanggungan negara,” tegas Agus Toyib, kepala Divisi Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kaltim. Saat hari kelahiran tiba, tahanan perempuan berhak dirujuk ke rumah sakit bersalin. Dokter rutan atau lapas acap kali tak memiliki spesialisasi persalinan.

Namun, jumlah warga binaan yang berbanding terbalik dengan kapasitas penjara telah mengebiri hak-hak mereka. Realitas dalam memberikan hak-hak itu banyak diadang masalah, terutama anggaran yang terbatas. Pembiayaan persalinan akhirnya dibebankan kepada keluarga tahanan.

Meski begitu, ada pengecualian yang diambil kepala rutan atau lapas, jika tahanan tak memiliki keluarga yang bisa menjadi penjamin. “Kalau memang tak ada, baru diambil kebijakan itu,” terangnya.

Perempuan yang mengandung di penjara dinaungi administrasi yang rumit. Tiga kewenangan berkelindan terhadap ruang hidup mereka selama menjalani pidana berdasarkan PP 27/1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Menilik aturan itu, ada rutan atau lapas yang bertanggung jawab atas fisik warga binaan. Lalu, hakim memiliki kewenangan untuk yuridis, sementara dokter atas kesehatan mereka.

Ada pula administrasi penahanan yang dimiliki penyidik, jaksa, serta hakim. Rini dan Nana, dua perempuan hamil yang harus berhadapan dengan hukum di Samarinda, menjadi contoh. Ketika waktu melahirkan tiba, mereka harus mendapat izin pembantaran untuk keluar sementara dari tahanan. Penangguhan penahanan itulah yang harus berdasarkan izin ketua pengadilan setempat.

“Situasional seperti itu, peradilan fleksibel. Bisa dikeluarkan lebih dulu baru administrasinya menyusul asal ada petunjuk awal dari dokter di tahanan,” kata Hongkun Otoh, wakil ketua Pengadilan Negeri Samarinda. Hal itu berlaku kepada seluruh tahanan di bawah yuridis peradilan ketika mengalami masalah kesehatan, tak hanya untuk perempuan hamil.

Adapun jaksa, turut berwenang ketika status hukum seseorang belum berkekuatan hukum tetap. Proses pembantaran menjadi tanggung jawab jaksa penuntut umum. (tim kp)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 10:12

Literasi Keuangan (Jangan) Disepelekan

Literasi keuangan belum menunjukkan angka ideal. Realita yang rawan disalahgunakan oknum jahat, yang…

Kamis, 20 September 2018 09:53

Literasi Minim, Wanprestasi Menghantui

SEMENTARA tingkat penggunaan produk keuangan publik Kaltim mencapai 74,9 persen, level pemahaman terhadap…

Senin, 17 September 2018 09:18

Buku (Bukan Lagi) Jendela Ilmu

Dahulu buku jendela dunia. Namun, perlahan-lahan sang primadona mulai hilang pamor. Era digital disebut-sebut…

Senin, 17 September 2018 09:14

Ideal Baca 6 Jam Sehari

DUA pekan lalu menjadi hari penting bagi pecinta buku. Sebab 8 September ditetapkan sebagai hari literasi…

Senin, 17 September 2018 09:06

Koleksi Perpustakaan Daerah Belum Lengkap

BERBAGAI cara dilakukan untuk berkontribusi menambah literasi dari masyarakat lokal. Sejarawan lokal…

Senin, 17 September 2018 09:04

Menanti Inovasi Tenaga Pendidik

MEMBANGUN budaya literasi memang tak mudah. Tapi harus dilakukan serius, setahap demi setahap hingga…

Senin, 17 September 2018 09:01

Cerita Unta Bawa Kitab untuk Motivasi Membaca

TIDAK ada usaha yang mengkhianati hasil. Itulah yang menggambarkan sosok Rudini. Pria kelahiran Lampung,…

Senin, 17 September 2018 08:59

Menyentuh Angkasa dengan Buku

Oleh: Raden Roro Mira(Wartawan Kaltim Post (Juara 3 Duta Baca Kaltim 2018–2020) BENDA apa yang…

Jumat, 14 September 2018 08:48

Bergantung Anggaran yang Tak Tentu

PARIWISATA Samarinda kalah banyak dan kalah tenar ketimbang pertumbuhan perhotelan atau hiburan lainnya.…

Jumat, 14 September 2018 08:46

Pandangan Geologi dalam Potensi Wisata Alam Samarinda

OLEH: FAJAR ALAM(Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Timur) BUMI, sebagaimana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .