MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 07 Februari 2018 09:25
Dari Rembuk Etam Menuju Kaltim Summit III
Segitiga Pariwisata, Bertumpu pada Alam dan Budaya
SUSUN RENCANA: Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak memberi sejumlah pandangan pada acara Rembuk Etam kemarin. (SAIPUL ANWAR/KP)

PROKAL.CO, AGENDA besar Kaltim Summit III digelar pekan depan. Sebagai evaluasi dua edisi terdahulu, dan menampung suara masyarakat sebagai bagian rencana pembangunan ke depan, Pemprov Kaltim bersama Kaltim Post menggelar Rembuk Etam di Lamin Etam, Selasa (6/2).

MUHAMMAD YODIQ, Samarinda

Rembuk Etam kemarin boleh dibilang pemanasan jelang Kaltim Summit III. Berbagai unsur ambil bagian, mulai dari akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan tentu saja instansi di lingkup Pemprov Kaltim.

Wakil Rektor IV Universitas Mulawarman (Unmul) Dr Bokhari menyebut, pembangunan di Kaltim masih kurang dalam hal infrastruktur. Terkhusus lagi di pedalaman. “Pertumbuhan ekonomi perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai, seperti akses jalan penghubung antardaerah, juga jembatan,” ujarnya.

Dia menambahkan, upaya pemerintah membangun Kawasan Ekonomi Khusus Maloy di Kutai Timur, perlu diapresiasi. Dia melihat Kaltim memang membutuhkan pelabuhan seperti Maloy. “Baru-baru saja saya melihat manfaat dari hal ini,” terang dia.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menanggapi itu dengan menyebut bahwa pembangunan di Kaltim terus ditingkatkan. Di era Presiden Joko Widodo, Maloy disebut-sebut menjadi kawasan strategis nasional. “Sekarang, hampir setiap pekan investor datang kepada kami,” ucapnya.

Faroek pun meminta agar Unmul menyediakan sumber daya manusia dengan kualitas mumpuni. Masalahnya, Kaltim masih kekurangan SDM lokal. Dia juga menyebut, salah satu program untuk menyambut Kaltim sebagai kawasan pariwisata adalah pembangunan jalan tol. “Ini akan mengangkat nilai pariwisata di Kaltim. Saya juga sudah membangun bandara di Berau, Paser, dan Kutai Timur. Supaya akses ke daerah di Kaltim mudah,” beber dia.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Syafruddin Pernyata melanjutkan, Kaltim sebenarnya mendapat dukungan dari pemerintah pusat yang telah mencanangkan tiga kawasan strategis pariwisata nasional. Ketiga kawasan tersebut berada di Berau, Kota Bangun, dan Mahakam Ulu. “Itu rancangan dari pusat. Sekarang DPRD Kaltim masih menggodok rancangan pariwisata untuk 15 tahun ke depan. Bertumpu pada alam dan budaya,” jelasnya.

“Apalagi bila pemekaran Kabupaten Berau Pantai terlaksana. Kami berharap ada lagi pembangunan bandara di sana. Karena sangat strategis menjadi kawasan pariwisata baru. Yang jelas kami optimistis,” ungkap dia.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kaltim Taufik Fauzi menambahkan, pembangunan infrastruktur jalan sudah digencarkan. Terutama jalan menuju daerah-daerah perbatasan. “Sejak periode pertama Pak Gubernur menjabat,” tegasnya.

Peran Faroek dinilainya sangat besar dengan menjalin kerja sama dengan TNI. Sebab, jika dilakukan dengan pihak ketiga, tingkat kesulitannya cukup tinggi. “Alhamdulillah dengan kerja sama ini jalan ke perbatasan sudah tembus. Mobil sudah bisa melintas di sana. Memang program utama membuka badan jalan,” tutur dia.

Kegiatan tersebut berasal dari dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sehingga jalan perbatasan yang mengarah ke Kalimantan Barat telah terbuka. “Tapi dengan anggaran terbatas, tidak bisa dilakukan pembangunannya permanen,” paparnya.

Selain itu, ada program air bersih dengan sistem multiyears contract senilai Rp 89 miliar melalui APBN. “Di sana juga sudah dibangun jalan lingkungan, bahkan tahun ini ada jembatan gantung yang bisa dilewati kendaraan roda tiga,” beber dia.

“Kementerian PUPR juga telah mendukung pembangunan sembilan jembatan untuk akses perbatasan. Tahun depan dapat terselesaikan dengan sistem multiyears contract. Komitmen pusat untuk perbatasan di Kaltim cukup besar,” kata Taufik.

Adapun jalan lintas selatan trans Kalimantan dengan panjang 40 km dengan nilai kontrak Rp 423 miliar, kemungkinan terselesaikan pada 2019. Tidak hanya itu, Jembatan Pulau Balang dengan panjang 880 meter yang memakan anggaran Rp 1,3 triliun, diperkirakan rampung tahun depan. “Semuanya dukungan pemerintah pusat,” ungkap dia.

“Untuk jalan tol Balikpapan-Samarinda dengan panjang 99,029 km akan segera dinikmati. Kemungkinan Desember ini bisa dioperasikan,” sambungnya.

Taufik memastikan, Maret mendatang pembangunan jembatan kembar akan kembali dikerjakan. Targetnya rampung Desember 2019. Pekerjaan dimulai dengan mengerjakan bagian di sisi Jalan Slamet Riyadi, bentang tengah, dan sisi Samarinda Seberang.

“Insyaallah tuntas sesuai target. Tahun depan kami ada pekerjaan bendungan air bersih yang akan dibangun di Kabupaten Paser dan Kabupaten PPU. Sejauh itu program berjalan dengan baik,” tutup dia. (dwi/k9)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 13:12

MASIH BANYAK..!! Ada 120 Desa di Kaltim Masih Tertinggal

SAMARINDA- Badan Pusat Statistik Kaltim mencatat 120 desa di Kaltim…

Selasa, 11 Desember 2018 11:00

Wisata Alam Kaltim Masih Jadi Idola

SAMARINDA - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kaltim pada Oktober…

Selasa, 11 Desember 2018 09:30

Ada Tambang Dekat Pemukiman, Laporkan ke Dinas ESDM

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Energi Sumber Daya…

Senin, 10 Desember 2018 11:32

KERAS..!! TNI Ultimatum Separatis Papua: Menyerah atau Kami Selesaikan!

Pencarian lima korban kebrutalan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua…

Senin, 10 Desember 2018 09:14

WOW..!! Gubernur Bertemu Dubes Rusia, Proyek Kereta Api Dilanjutkan

DENPASAR- Sempat vakum selama dua tahun, proyek kereta api di…

Senin, 10 Desember 2018 07:34

Air Mata Naga

JAKARTA – Ruang ganti Mitra Kukar mendadak hening. Semua penggawanya…

Minggu, 09 Desember 2018 23:25

Naga Akhirnya Turun Kasta, Ini Kata Pelatih RD

Perjuangan itu akhinya kandas. Ya Mitra Kukar secara resmi dipastikan…

Minggu, 09 Desember 2018 23:19

Kenapa Prabowo-Sandi Pindahkan Markas ke Jawa Tengah?

Keputusan Tim Prabowo-Sandiaga memindahkan markas perjuangannya ke Jawa Tengah, banyak…

Minggu, 09 Desember 2018 08:17

“Kakak Saya Lari, lalu Ditembak Mati”

BALIKPAPAN - Petrus Tandi sibuk dengan telepon genggamnya. Beberapa kali…

Minggu, 09 Desember 2018 08:12

Sulit Adang Pasokan Senjata

PEMBANTAIAN 16 pekerja di Papua menjadi indikasi bahwa pasokan senjata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .