MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 07 Februari 2018 09:22
Bukan Tempat Menyambut Bayi
PEMBEKALAN: Kegiatan mengaji menjadi agenda rutin warga binaan Lapas Kelas II A Samarinda setiap harinya. Biasanya dilangsungkan di atas pukul 09.00 Wita.(saipul anwar/kp)

PROKAL.CO, NEGARA memperbolehkan anak narapidana mengikuti ibunya di lembaga permasyarakatan hingga berusia dua tahun. Ketentuan itu diatur dalam Peraturan Pemerintah 32/1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Namun, sehatkah lingkungan penjara untuk seorang bayi?

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kaltim Eka Komariah Kuncoro menegaskan, anak tak semestinya di dalam penjara. Meski baru lahir atau berusia hitungan bulan, bayi perlu dipisahkan dari sang ibu yang mendekam di penjara. Tersedia tempat penitipan khusus untuk bayi, terlebih bagi ibu yang tak memiliki keluarga di daerah dia dihukum.

Kondisi tersebut sempat terjadi di Samarinda pada 2016. Sepasang suami-istri tersangkut hukum lantaran kasus penipuan. Sang istri hamil delapan bulan ketika kasus menjerat. Melahirkan saat menjalani masa penahanan, P2TP2A Kaltim memberikan pendampingan sehingga perempuan tadi menerima hak-hak dan perlakuan selayaknya orang hamil. Ketika melahirkan, perempuan itu juga mendapat akses bersalin di rumah sakit. Proses pemulihan sepenuhnya di luar lapas.

Begitu kembali, anak yang baru lahir mengikuti sang ibu ke penjara. Bayi tadi dirawat dokter klinik lapas. Namun, setelah lima bulan, klinik kewalahan. Dokter tak mampu lagi menjaga. Bayi akhirnya dititipkan ke rumah sakit. Perawatan, termasuk susu tambahan, sepenuhnya ditanggung sementara sang ibu menyelesaikan masa hukuman di balik jeruji.

“Kami ingin memberikan ke keluarga, tapi keluarganya tinggal nenek yang mengurus anak saja sudah repot. Rumah sakit terpaksa memberikan perawatan sementara,” sebut Eka, Rabu (31/1).

Selain rumah sakit, daerah juga memilih panti untuk anak-anak usia enam bulan ke atas. Panti asuhan di bawah pengelolaan Dinas Sosial menjadi opsi terbaik menampung bayi narapidana. Bagaimanapun, kata Eka, rumah sakit masih sarang penyakit yang rentan bagi anak.

Persoalannya, PP 32/1999 memungkinkan narapidana membawa anaknya sampai berusia dua tahun. Beleid itu kerap dijadikan nilai tawar untuk mendapat keringanan hukuman. Padahal, Undang-Undang 35/2014 Perubahan UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak, mengatur bahwa anak yang dilahirkan perempuan ketika menjalani masa hukuman di penjara, menjadi tanggung jawab negara.

Di samping itu, rumah tahanan kerap dianggap tidak layak bagi perempuan yang melahirkan dan menyusui terutama karena masalah kebersihan. Rumah tahanan sebagai tempat pembinaan masih terkesan sebagai tempat menyiksa orang. Masih banyak penyiksaan dan perkelahian, makanan yang kurang layak, ruangan lembap dan pengap, dan tak jarang masih terjadi kejahatan seksual.

Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda mengklaim selalu membina dan memeriksa kualitas kesehatan rumah tahanan. Mereka bekerja sama dengan pengelola lapas di Kota Tepian dalam menangani ibu melahirkan hingga menyusui.

 “Penanganan di Lapas didampingi puskesmas terdekat sebagai penanggung jawab wilayah. Ada pembinaan dan pemeriksaan rutin,” terang Kasi Promosi Kesehatan Diskes Samarinda Deasy Evriyanti. Dalam proses persalinan, sebut dia, semua ditangani lapas karena sudah dilengkapi klinik dan tim medis. Puskesmas sekadar mendampingi. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 16 Februari 2018 06:59

Imlek dan Saya: It's Who I am

Oleh: Lola Devung (Maria Teodora Ping) Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman,…

Jumat, 16 Februari 2018 06:56

"Kita Satu DNA"

TAHUN Baru Imlek yang jatuh hari ini membawa sejuta harap. Pandita Hendri Suwito dari Buddhist Center…

Rabu, 14 Februari 2018 09:18

Program Bagus, Eksekusi Tak Mulus

TARGET dua juta sapi sulit tercapai hingga ujung periode kedua Gubernur Awang Faroek Ishak. Program…

Senin, 12 Februari 2018 09:00

Selamatkan Ratusan Ribu Suara, Bergantung Kerja Keras KPU

ANCAMAN tenggelamnya ratusan ribu suara warga Kaltim yang berdomisili di luar daerah bakal jadi nyata.…

Sabtu, 10 Februari 2018 09:30

Banyak Mimpi Belum Terealisasi

Hari ini, 121 tahun lalu Balikpapan dilahirkan. Masih banyak pekerjaan rumah yang belum dituntaskan.…

Sabtu, 10 Februari 2018 09:17

Gedung DPRD Batal, Fokus Penanganan Banjir

DPRD Balikpapan enggan pesimistis. Asa membangun Kota Minyak masih terbuka lebar. Meski dibayangi berbagai…

Jumat, 09 Februari 2018 09:24

Pesut Tak Tersenyum Lagi

Populasi pesut di Sungai Mahakam terus menyusut. Habitat dan nyawa The Smiling Dolphin terancam bahaya…

Jumat, 09 Februari 2018 09:20

Diteror Ponton Batu Bara

SELAMA 20 tahun belakangan, populasi pesut terkonsentrasi di perairan Muara Kaman, Kutai Kartanegara.…

Jumat, 09 Februari 2018 09:08

Elegi Pesut

OLEH: RADEN RORO MIRA BUDIASIH DILIHAT dari Jalan Gajah Mada, depan Kegubernuran Kaltim di Samarinda,…

Rabu, 07 Februari 2018 09:36

Perut Mengandung, Badan Terkurung

Perempuan-perempuan ini mengandung, melahirkan, dan menyusui di dalam tahanan. Perjuangan berat merawat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .