MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 07 Februari 2018 09:22
Bukan Tempat Menyambut Bayi
PEMBEKALAN: Kegiatan mengaji menjadi agenda rutin warga binaan Lapas Kelas II A Samarinda setiap harinya. Biasanya dilangsungkan di atas pukul 09.00 Wita.(saipul anwar/kp)

PROKAL.CO, NEGARA memperbolehkan anak narapidana mengikuti ibunya di lembaga permasyarakatan hingga berusia dua tahun. Ketentuan itu diatur dalam Peraturan Pemerintah 32/1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Namun, sehatkah lingkungan penjara untuk seorang bayi?

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kaltim Eka Komariah Kuncoro menegaskan, anak tak semestinya di dalam penjara. Meski baru lahir atau berusia hitungan bulan, bayi perlu dipisahkan dari sang ibu yang mendekam di penjara. Tersedia tempat penitipan khusus untuk bayi, terlebih bagi ibu yang tak memiliki keluarga di daerah dia dihukum.

Kondisi tersebut sempat terjadi di Samarinda pada 2016. Sepasang suami-istri tersangkut hukum lantaran kasus penipuan. Sang istri hamil delapan bulan ketika kasus menjerat. Melahirkan saat menjalani masa penahanan, P2TP2A Kaltim memberikan pendampingan sehingga perempuan tadi menerima hak-hak dan perlakuan selayaknya orang hamil. Ketika melahirkan, perempuan itu juga mendapat akses bersalin di rumah sakit. Proses pemulihan sepenuhnya di luar lapas.

Begitu kembali, anak yang baru lahir mengikuti sang ibu ke penjara. Bayi tadi dirawat dokter klinik lapas. Namun, setelah lima bulan, klinik kewalahan. Dokter tak mampu lagi menjaga. Bayi akhirnya dititipkan ke rumah sakit. Perawatan, termasuk susu tambahan, sepenuhnya ditanggung sementara sang ibu menyelesaikan masa hukuman di balik jeruji.

“Kami ingin memberikan ke keluarga, tapi keluarganya tinggal nenek yang mengurus anak saja sudah repot. Rumah sakit terpaksa memberikan perawatan sementara,” sebut Eka, Rabu (31/1).

Selain rumah sakit, daerah juga memilih panti untuk anak-anak usia enam bulan ke atas. Panti asuhan di bawah pengelolaan Dinas Sosial menjadi opsi terbaik menampung bayi narapidana. Bagaimanapun, kata Eka, rumah sakit masih sarang penyakit yang rentan bagi anak.

Persoalannya, PP 32/1999 memungkinkan narapidana membawa anaknya sampai berusia dua tahun. Beleid itu kerap dijadikan nilai tawar untuk mendapat keringanan hukuman. Padahal, Undang-Undang 35/2014 Perubahan UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak, mengatur bahwa anak yang dilahirkan perempuan ketika menjalani masa hukuman di penjara, menjadi tanggung jawab negara.

Di samping itu, rumah tahanan kerap dianggap tidak layak bagi perempuan yang melahirkan dan menyusui terutama karena masalah kebersihan. Rumah tahanan sebagai tempat pembinaan masih terkesan sebagai tempat menyiksa orang. Masih banyak penyiksaan dan perkelahian, makanan yang kurang layak, ruangan lembap dan pengap, dan tak jarang masih terjadi kejahatan seksual.

Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda mengklaim selalu membina dan memeriksa kualitas kesehatan rumah tahanan. Mereka bekerja sama dengan pengelola lapas di Kota Tepian dalam menangani ibu melahirkan hingga menyusui.

 “Penanganan di Lapas didampingi puskesmas terdekat sebagai penanggung jawab wilayah. Ada pembinaan dan pemeriksaan rutin,” terang Kasi Promosi Kesehatan Diskes Samarinda Deasy Evriyanti. Dalam proses persalinan, sebut dia, semua ditangani lapas karena sudah dilengkapi klinik dan tim medis. Puskesmas sekadar mendampingi. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 11 Mei 2018 09:41
Nasib Beruang Madu di Kaltim

Lirik Jerman, Siap Go International

SEJAK UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah berlaku, Dinas Kehutanan Kaltim memegang kendali atas Kesatuan…

Jumat, 11 Mei 2018 09:10

Eksklusif namun Dilupakan

DOSEN Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda Rustam menyebut, sejak awal pendiriannya pada 2005,…

Jumat, 11 Mei 2018 09:06

Tunggu Serah-Terima Aset

KONDISI Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan terombang-ambing. Terutama pengelolaan…

Jumat, 11 Mei 2018 09:03

Perlu Kolaborasi Dinas Kehutanan dan Pro Natura

OLEH: AGUSDIN(Perintis dan Pemerhati KWPLH) SEBELUM merintis KWPLH, saya bergabung dalam penyelamatan…

Jumat, 27 April 2018 13:43

Belum Ada Pasien Kanker Akibat Kopi

KOPI jadi simalakama. Mulanya tanaman tersebut mengandung antioksidan, zat yang melindungi tubuh dari…

Jumat, 27 April 2018 13:40

Bisnis Kopi, Antara Rasa dan Citra

EMPAT bulan menjelang akhir 2015, Semenjana hadir memenuhi dahaga penikmat kopi. Adalah Rifki Ramadhan…

Jumat, 27 April 2018 13:30

Kopi Itu Seksi

TIDAK hanya sekolah barista atau pembuat kopi, tempat belajar bagi mereka yang menyukai proses sangrai…

Jumat, 27 April 2018 09:25

MENGGUGAT KENIKMATAN SECANGKIR KOPI

Secangkir kopi bukan sekadar bubuk hitam dan air gula. Ini soal sensasi kegembiraan, magnet penyatu,…

Jumat, 27 April 2018 09:21

Kopi Instan, Pilihan Aman?

SECANGKIR kopi tubruk, bagi sebagian orang satu hal wajib dan pantang untuk dilewatkan setiap hari.…

Jumat, 27 April 2018 08:58

Pro-Kontra Kopi, Sudah Biasa

Oleh: Kris Nugraha(Penikmat kopi dan pemilik kedai Republik Coffee) BILA bicara soal pro-kontra, kopi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .