MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 07 Februari 2018 09:19
Sel Kapasitas Tujuh Orang Dihuni 40 Tahanan
-

PROKAL.CO, SEBAGAIMANA pelayanan ibu hamil yang diberlakukan Kementerian Kesehatan, narapidana maupun tahanan perempuan memiliki hak sama. Rangkaian pemeriksaan termasuk vaksinasi dipenuhi pada periode tersebut. Persoalannya, fasilitas kesehatan di rutan belum mendekati standar. Keterbatasan memaksa rutan menggandeng puskesmas maupun dinas kesehatan untuk menutupi kekurangan pemenuhan layanan medis warga binaan.

Di Rutan Kelas II A Samarinda, klinik sebagai pusat kesehatan setempat memiliki fasilitas empat sampai enam pasien. Empat perawat dan seorang dokter bertugas di klinik yang beroperasi 24 jam. Piket perawat biasanya hingga pukul 20.00 Wita. Selepas itu, tugas tenaga medis didapat secara on call.

Rupanya, klinik rutan cukup sepi penggemar. Penghuni rutan enggan melapor saat sakit. “Nah, kami ada kader kesehatan yang aktif pagi sampai sore. Mereka keliling ke kamar-kamar untuk mencari warga binaan yang sakit,” urai Kepala Rutan Kelas II A Samarinda Wahyu Susetyo.

Dia mengatakan, untuk ibu hamil, fasilitas medis beserta tenaganya sangat krusial. Ketika kandungan menginjak usia delapan bulan, penghuni lapas perempuan mendapat tempat khusus untuk perawatan di klinik. Ada enam perempuan penghuni rutan yang sedang hamil sekarang. Tiga orang sedang hamil besar. Satu di antaranya ditahan jaksa ketika usia kandungan sembilan bulan. “Tinggal menunggu hari. Masalahnya, kami tidak bisa menolak orang hamil,” sebut dr Rita Rosadi, dokter Rutan Kelas II A Samarinda.

Keterbatasan membuat klinik rutan tak memungkinkan membuka praktik persalinan. Tahanan yang melahirkan dirujuk ke RSUD AW Sjahranie Samarinda sebagaimana selama ini berlaku. Berikutnya, rumah sakit menentukan waktu warga binaan yang melahirkan kembali ke rutan. Keperluan biaya persalinan diupayakan rutan untuk dipenuhi lewat BPJS Kesehatan.

Wahyu Susetyo selaku kepala rutan mengaku dilema ketika dihadapkan dengan keputusan narapidana perempuan membawa anaknya ke dalam tahanan. Kondisi rutan yang kelebihan kapasitas, bukan hanya buruk untuk psikis anak. Lebih dari itu, lingkungan rentan penyakit.

“Kondisi sangat berjubel. Tiga bulan lalu, ada yang baru melahirkan, tapi kemudian dititipkan ke keluarga. Kondisinya tidak memungkinkan,” sebut Wahyu.

Rutan di Sempaja Barat, Samarinda Utara, dihuni 96 tahanan maupun narapidana perempuan. Memiliki dua kamar untuk menampung penghuni kaum hawa, satu kamarnya diisi 40-50 orang. Padahal, dengan tipe ruang 4x8 meter, standar penghuni yang menempatinya adalah tujuh orang. “Saya sendiri melihatnya sedih. Kasihan. Tak ada tempat leluasa,” ungkapnya.

Untuk mengakali ruangan yang sempit itu, rutan menyediakan tempat tidur bertingkat. Bagian teras blok juga dikurangi agar kamar menjadi luas. “Bayangkan saja, kamar yang mestinya diisi tujuh orang saja, jadi 40!”

Menurut catatan per 5 Februari 2018, Rutan Kelas II A Samarinda dihuni 1.457 tahanan dan narapidana. Angka itu menunjukkan, penghuni rutan 330 persen lebih banyak dari kapasitas. Tahanan dewasa pria mendominasi dengan total 885 orang sedangkan napi dewasa laki-laki adalah 474 orang. Rutan dibagi empat blok yang berisi 52 kamar. Satu kamar yang berkapasitas tujuh orang tadi, bisa ditempati sampai 30-an orang. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 16 Februari 2018 06:59

Imlek dan Saya: It's Who I am

Oleh: Lola Devung (Maria Teodora Ping) Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman,…

Jumat, 16 Februari 2018 06:56

"Kita Satu DNA"

TAHUN Baru Imlek yang jatuh hari ini membawa sejuta harap. Pandita Hendri Suwito dari Buddhist Center…

Rabu, 14 Februari 2018 09:18

Program Bagus, Eksekusi Tak Mulus

TARGET dua juta sapi sulit tercapai hingga ujung periode kedua Gubernur Awang Faroek Ishak. Program…

Senin, 12 Februari 2018 09:00

Selamatkan Ratusan Ribu Suara, Bergantung Kerja Keras KPU

ANCAMAN tenggelamnya ratusan ribu suara warga Kaltim yang berdomisili di luar daerah bakal jadi nyata.…

Sabtu, 10 Februari 2018 09:30

Banyak Mimpi Belum Terealisasi

Hari ini, 121 tahun lalu Balikpapan dilahirkan. Masih banyak pekerjaan rumah yang belum dituntaskan.…

Sabtu, 10 Februari 2018 09:17

Gedung DPRD Batal, Fokus Penanganan Banjir

DPRD Balikpapan enggan pesimistis. Asa membangun Kota Minyak masih terbuka lebar. Meski dibayangi berbagai…

Jumat, 09 Februari 2018 09:24

Pesut Tak Tersenyum Lagi

Populasi pesut di Sungai Mahakam terus menyusut. Habitat dan nyawa The Smiling Dolphin terancam bahaya…

Jumat, 09 Februari 2018 09:20

Diteror Ponton Batu Bara

SELAMA 20 tahun belakangan, populasi pesut terkonsentrasi di perairan Muara Kaman, Kutai Kartanegara.…

Jumat, 09 Februari 2018 09:08

Elegi Pesut

OLEH: RADEN RORO MIRA BUDIASIH DILIHAT dari Jalan Gajah Mada, depan Kegubernuran Kaltim di Samarinda,…

Rabu, 07 Februari 2018 09:36

Perut Mengandung, Badan Terkurung

Perempuan-perempuan ini mengandung, melahirkan, dan menyusui di dalam tahanan. Perjuangan berat merawat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .