MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 07 Februari 2018 09:19
Sel Kapasitas Tujuh Orang Dihuni 40 Tahanan
-

PROKAL.CO, SEBAGAIMANA pelayanan ibu hamil yang diberlakukan Kementerian Kesehatan, narapidana maupun tahanan perempuan memiliki hak sama. Rangkaian pemeriksaan termasuk vaksinasi dipenuhi pada periode tersebut. Persoalannya, fasilitas kesehatan di rutan belum mendekati standar. Keterbatasan memaksa rutan menggandeng puskesmas maupun dinas kesehatan untuk menutupi kekurangan pemenuhan layanan medis warga binaan.

Di Rutan Kelas II A Samarinda, klinik sebagai pusat kesehatan setempat memiliki fasilitas empat sampai enam pasien. Empat perawat dan seorang dokter bertugas di klinik yang beroperasi 24 jam. Piket perawat biasanya hingga pukul 20.00 Wita. Selepas itu, tugas tenaga medis didapat secara on call.

Rupanya, klinik rutan cukup sepi penggemar. Penghuni rutan enggan melapor saat sakit. “Nah, kami ada kader kesehatan yang aktif pagi sampai sore. Mereka keliling ke kamar-kamar untuk mencari warga binaan yang sakit,” urai Kepala Rutan Kelas II A Samarinda Wahyu Susetyo.

Dia mengatakan, untuk ibu hamil, fasilitas medis beserta tenaganya sangat krusial. Ketika kandungan menginjak usia delapan bulan, penghuni lapas perempuan mendapat tempat khusus untuk perawatan di klinik. Ada enam perempuan penghuni rutan yang sedang hamil sekarang. Tiga orang sedang hamil besar. Satu di antaranya ditahan jaksa ketika usia kandungan sembilan bulan. “Tinggal menunggu hari. Masalahnya, kami tidak bisa menolak orang hamil,” sebut dr Rita Rosadi, dokter Rutan Kelas II A Samarinda.

Keterbatasan membuat klinik rutan tak memungkinkan membuka praktik persalinan. Tahanan yang melahirkan dirujuk ke RSUD AW Sjahranie Samarinda sebagaimana selama ini berlaku. Berikutnya, rumah sakit menentukan waktu warga binaan yang melahirkan kembali ke rutan. Keperluan biaya persalinan diupayakan rutan untuk dipenuhi lewat BPJS Kesehatan.

Wahyu Susetyo selaku kepala rutan mengaku dilema ketika dihadapkan dengan keputusan narapidana perempuan membawa anaknya ke dalam tahanan. Kondisi rutan yang kelebihan kapasitas, bukan hanya buruk untuk psikis anak. Lebih dari itu, lingkungan rentan penyakit.

“Kondisi sangat berjubel. Tiga bulan lalu, ada yang baru melahirkan, tapi kemudian dititipkan ke keluarga. Kondisinya tidak memungkinkan,” sebut Wahyu.

Rutan di Sempaja Barat, Samarinda Utara, dihuni 96 tahanan maupun narapidana perempuan. Memiliki dua kamar untuk menampung penghuni kaum hawa, satu kamarnya diisi 40-50 orang. Padahal, dengan tipe ruang 4x8 meter, standar penghuni yang menempatinya adalah tujuh orang. “Saya sendiri melihatnya sedih. Kasihan. Tak ada tempat leluasa,” ungkapnya.

Untuk mengakali ruangan yang sempit itu, rutan menyediakan tempat tidur bertingkat. Bagian teras blok juga dikurangi agar kamar menjadi luas. “Bayangkan saja, kamar yang mestinya diisi tujuh orang saja, jadi 40!”

Menurut catatan per 5 Februari 2018, Rutan Kelas II A Samarinda dihuni 1.457 tahanan dan narapidana. Angka itu menunjukkan, penghuni rutan 330 persen lebih banyak dari kapasitas. Tahanan dewasa pria mendominasi dengan total 885 orang sedangkan napi dewasa laki-laki adalah 474 orang. Rutan dibagi empat blok yang berisi 52 kamar. Satu kamar yang berkapasitas tujuh orang tadi, bisa ditempati sampai 30-an orang. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 08:20

Menolak Pernikahan Anak

Soal nikah bawah umur tak hanya urusan pencegahan. Tetapi juga…

Jumat, 14 Desember 2018 08:17

Dihantui Depresi dan KDRT

PERNIKAHAN anak masih kerap terjadi. Usia belasan tahun pun, jika…

Jumat, 14 Desember 2018 08:14

Lampu Hijau dari Regulasi?

MENIKAH memang dambaan setiap pasangan untuk meresmikan dan menghalalkan jalinan…

Senin, 10 Desember 2018 08:41

Ada Mafia Tanah di IMTN

Sindikat mafia tanah menyasar Balikpapan bagian utara. Mufakat jahat melibatkan…

Senin, 10 Desember 2018 08:34

Bisa Dibatalkan di Pengadilan

TAKTIK berbekal IMTN, Sudarman lolos mengantongi sertifikat dari BPN Balikpapan.…

Senin, 10 Desember 2018 08:19

“Pemainnya Itu-Itu Saja”

SEGEL yang merupakan dokumen dasar dalam penerbitan IMTN menjadi muara…

Senin, 10 Desember 2018 08:15

Tanah Kosong Paling Banyak Diincar

BALIKPAPAN menjadi kota dengan kasus sengketa tanah tertinggi di Kaltim. Kemajuan Kota…

Jumat, 07 Desember 2018 08:25

Sektor Swasta Lebih Akomodatif

KELUHAN penyandang difabel di Kaltim ternyata sudah lama menjadi sorotan…

Senin, 26 November 2018 08:26

Ngos-ngosan Oemar Bakri Mengejar Sejahtera

Dua puluh lima November, kemarin, diperingati sebagai Hari Guru. Jadi…

Senin, 26 November 2018 08:20

Gaji Ratusan Ribu bagi Penentu Wajah Pendidikan

NASIB guru honorer di Kaltim memerlukan perhatian pemerintah. Terutama, masalah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .