MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 07 Februari 2018 09:19
Sel Kapasitas Tujuh Orang Dihuni 40 Tahanan
-

PROKAL.CO, SEBAGAIMANA pelayanan ibu hamil yang diberlakukan Kementerian Kesehatan, narapidana maupun tahanan perempuan memiliki hak sama. Rangkaian pemeriksaan termasuk vaksinasi dipenuhi pada periode tersebut. Persoalannya, fasilitas kesehatan di rutan belum mendekati standar. Keterbatasan memaksa rutan menggandeng puskesmas maupun dinas kesehatan untuk menutupi kekurangan pemenuhan layanan medis warga binaan.

Di Rutan Kelas II A Samarinda, klinik sebagai pusat kesehatan setempat memiliki fasilitas empat sampai enam pasien. Empat perawat dan seorang dokter bertugas di klinik yang beroperasi 24 jam. Piket perawat biasanya hingga pukul 20.00 Wita. Selepas itu, tugas tenaga medis didapat secara on call.

Rupanya, klinik rutan cukup sepi penggemar. Penghuni rutan enggan melapor saat sakit. “Nah, kami ada kader kesehatan yang aktif pagi sampai sore. Mereka keliling ke kamar-kamar untuk mencari warga binaan yang sakit,” urai Kepala Rutan Kelas II A Samarinda Wahyu Susetyo.

Dia mengatakan, untuk ibu hamil, fasilitas medis beserta tenaganya sangat krusial. Ketika kandungan menginjak usia delapan bulan, penghuni lapas perempuan mendapat tempat khusus untuk perawatan di klinik. Ada enam perempuan penghuni rutan yang sedang hamil sekarang. Tiga orang sedang hamil besar. Satu di antaranya ditahan jaksa ketika usia kandungan sembilan bulan. “Tinggal menunggu hari. Masalahnya, kami tidak bisa menolak orang hamil,” sebut dr Rita Rosadi, dokter Rutan Kelas II A Samarinda.

Keterbatasan membuat klinik rutan tak memungkinkan membuka praktik persalinan. Tahanan yang melahirkan dirujuk ke RSUD AW Sjahranie Samarinda sebagaimana selama ini berlaku. Berikutnya, rumah sakit menentukan waktu warga binaan yang melahirkan kembali ke rutan. Keperluan biaya persalinan diupayakan rutan untuk dipenuhi lewat BPJS Kesehatan.

Wahyu Susetyo selaku kepala rutan mengaku dilema ketika dihadapkan dengan keputusan narapidana perempuan membawa anaknya ke dalam tahanan. Kondisi rutan yang kelebihan kapasitas, bukan hanya buruk untuk psikis anak. Lebih dari itu, lingkungan rentan penyakit.

“Kondisi sangat berjubel. Tiga bulan lalu, ada yang baru melahirkan, tapi kemudian dititipkan ke keluarga. Kondisinya tidak memungkinkan,” sebut Wahyu.

Rutan di Sempaja Barat, Samarinda Utara, dihuni 96 tahanan maupun narapidana perempuan. Memiliki dua kamar untuk menampung penghuni kaum hawa, satu kamarnya diisi 40-50 orang. Padahal, dengan tipe ruang 4x8 meter, standar penghuni yang menempatinya adalah tujuh orang. “Saya sendiri melihatnya sedih. Kasihan. Tak ada tempat leluasa,” ungkapnya.

Untuk mengakali ruangan yang sempit itu, rutan menyediakan tempat tidur bertingkat. Bagian teras blok juga dikurangi agar kamar menjadi luas. “Bayangkan saja, kamar yang mestinya diisi tujuh orang saja, jadi 40!”

Menurut catatan per 5 Februari 2018, Rutan Kelas II A Samarinda dihuni 1.457 tahanan dan narapidana. Angka itu menunjukkan, penghuni rutan 330 persen lebih banyak dari kapasitas. Tahanan dewasa pria mendominasi dengan total 885 orang sedangkan napi dewasa laki-laki adalah 474 orang. Rutan dibagi empat blok yang berisi 52 kamar. Satu kamar yang berkapasitas tujuh orang tadi, bisa ditempati sampai 30-an orang. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 11 Mei 2018 09:41
Nasib Beruang Madu di Kaltim

Lirik Jerman, Siap Go International

SEJAK UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah berlaku, Dinas Kehutanan Kaltim memegang kendali atas Kesatuan…

Jumat, 11 Mei 2018 09:10

Eksklusif namun Dilupakan

DOSEN Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda Rustam menyebut, sejak awal pendiriannya pada 2005,…

Jumat, 11 Mei 2018 09:06

Tunggu Serah-Terima Aset

KONDISI Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan terombang-ambing. Terutama pengelolaan…

Jumat, 11 Mei 2018 09:03

Perlu Kolaborasi Dinas Kehutanan dan Pro Natura

OLEH: AGUSDIN(Perintis dan Pemerhati KWPLH) SEBELUM merintis KWPLH, saya bergabung dalam penyelamatan…

Jumat, 27 April 2018 13:43

Belum Ada Pasien Kanker Akibat Kopi

KOPI jadi simalakama. Mulanya tanaman tersebut mengandung antioksidan, zat yang melindungi tubuh dari…

Jumat, 27 April 2018 13:40

Bisnis Kopi, Antara Rasa dan Citra

EMPAT bulan menjelang akhir 2015, Semenjana hadir memenuhi dahaga penikmat kopi. Adalah Rifki Ramadhan…

Jumat, 27 April 2018 13:30

Kopi Itu Seksi

TIDAK hanya sekolah barista atau pembuat kopi, tempat belajar bagi mereka yang menyukai proses sangrai…

Jumat, 27 April 2018 09:25

MENGGUGAT KENIKMATAN SECANGKIR KOPI

Secangkir kopi bukan sekadar bubuk hitam dan air gula. Ini soal sensasi kegembiraan, magnet penyatu,…

Jumat, 27 April 2018 09:21

Kopi Instan, Pilihan Aman?

SECANGKIR kopi tubruk, bagi sebagian orang satu hal wajib dan pantang untuk dilewatkan setiap hari.…

Jumat, 27 April 2018 08:58

Pro-Kontra Kopi, Sudah Biasa

Oleh: Kris Nugraha(Penikmat kopi dan pemilik kedai Republik Coffee) BILA bicara soal pro-kontra, kopi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .