MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 07 Februari 2018 09:19
Sel Kapasitas Tujuh Orang Dihuni 40 Tahanan
-

PROKAL.CO, SEBAGAIMANA pelayanan ibu hamil yang diberlakukan Kementerian Kesehatan, narapidana maupun tahanan perempuan memiliki hak sama. Rangkaian pemeriksaan termasuk vaksinasi dipenuhi pada periode tersebut. Persoalannya, fasilitas kesehatan di rutan belum mendekati standar. Keterbatasan memaksa rutan menggandeng puskesmas maupun dinas kesehatan untuk menutupi kekurangan pemenuhan layanan medis warga binaan.

Di Rutan Kelas II A Samarinda, klinik sebagai pusat kesehatan setempat memiliki fasilitas empat sampai enam pasien. Empat perawat dan seorang dokter bertugas di klinik yang beroperasi 24 jam. Piket perawat biasanya hingga pukul 20.00 Wita. Selepas itu, tugas tenaga medis didapat secara on call.

Rupanya, klinik rutan cukup sepi penggemar. Penghuni rutan enggan melapor saat sakit. “Nah, kami ada kader kesehatan yang aktif pagi sampai sore. Mereka keliling ke kamar-kamar untuk mencari warga binaan yang sakit,” urai Kepala Rutan Kelas II A Samarinda Wahyu Susetyo.

Dia mengatakan, untuk ibu hamil, fasilitas medis beserta tenaganya sangat krusial. Ketika kandungan menginjak usia delapan bulan, penghuni lapas perempuan mendapat tempat khusus untuk perawatan di klinik. Ada enam perempuan penghuni rutan yang sedang hamil sekarang. Tiga orang sedang hamil besar. Satu di antaranya ditahan jaksa ketika usia kandungan sembilan bulan. “Tinggal menunggu hari. Masalahnya, kami tidak bisa menolak orang hamil,” sebut dr Rita Rosadi, dokter Rutan Kelas II A Samarinda.

Keterbatasan membuat klinik rutan tak memungkinkan membuka praktik persalinan. Tahanan yang melahirkan dirujuk ke RSUD AW Sjahranie Samarinda sebagaimana selama ini berlaku. Berikutnya, rumah sakit menentukan waktu warga binaan yang melahirkan kembali ke rutan. Keperluan biaya persalinan diupayakan rutan untuk dipenuhi lewat BPJS Kesehatan.

Wahyu Susetyo selaku kepala rutan mengaku dilema ketika dihadapkan dengan keputusan narapidana perempuan membawa anaknya ke dalam tahanan. Kondisi rutan yang kelebihan kapasitas, bukan hanya buruk untuk psikis anak. Lebih dari itu, lingkungan rentan penyakit.

“Kondisi sangat berjubel. Tiga bulan lalu, ada yang baru melahirkan, tapi kemudian dititipkan ke keluarga. Kondisinya tidak memungkinkan,” sebut Wahyu.

Rutan di Sempaja Barat, Samarinda Utara, dihuni 96 tahanan maupun narapidana perempuan. Memiliki dua kamar untuk menampung penghuni kaum hawa, satu kamarnya diisi 40-50 orang. Padahal, dengan tipe ruang 4x8 meter, standar penghuni yang menempatinya adalah tujuh orang. “Saya sendiri melihatnya sedih. Kasihan. Tak ada tempat leluasa,” ungkapnya.

Untuk mengakali ruangan yang sempit itu, rutan menyediakan tempat tidur bertingkat. Bagian teras blok juga dikurangi agar kamar menjadi luas. “Bayangkan saja, kamar yang mestinya diisi tujuh orang saja, jadi 40!”

Menurut catatan per 5 Februari 2018, Rutan Kelas II A Samarinda dihuni 1.457 tahanan dan narapidana. Angka itu menunjukkan, penghuni rutan 330 persen lebih banyak dari kapasitas. Tahanan dewasa pria mendominasi dengan total 885 orang sedangkan napi dewasa laki-laki adalah 474 orang. Rutan dibagi empat blok yang berisi 52 kamar. Satu kamar yang berkapasitas tujuh orang tadi, bisa ditempati sampai 30-an orang. (tim kp)


BACA JUGA

Senin, 17 September 2018 09:18

Buku (Bukan Lagi) Jendela Ilmu

Dahulu buku jendela dunia. Namun, perlahan-lahan sang primadona mulai hilang pamor. Era digital disebut-sebut…

Senin, 17 September 2018 09:14

Ideal Baca 6 Jam Sehari

DUA pekan lalu menjadi hari penting bagi pecinta buku. Sebab 8 September ditetapkan sebagai hari literasi…

Senin, 17 September 2018 09:06

Koleksi Perpustakaan Daerah Belum Lengkap

BERBAGAI cara dilakukan untuk berkontribusi menambah literasi dari masyarakat lokal. Sejarawan lokal…

Senin, 17 September 2018 09:04

Menanti Inovasi Tenaga Pendidik

MEMBANGUN budaya literasi memang tak mudah. Tapi harus dilakukan serius, setahap demi setahap hingga…

Senin, 17 September 2018 09:01

Cerita Unta Bawa Kitab untuk Motivasi Membaca

TIDAK ada usaha yang mengkhianati hasil. Itulah yang menggambarkan sosok Rudini. Pria kelahiran Lampung,…

Senin, 17 September 2018 08:59

Menyentuh Angkasa dengan Buku

Oleh: Raden Roro Mira(Wartawan Kaltim Post (Juara 3 Duta Baca Kaltim 2018–2020) BENDA apa yang…

Jumat, 14 September 2018 08:48

Bergantung Anggaran yang Tak Tentu

PARIWISATA Samarinda kalah banyak dan kalah tenar ketimbang pertumbuhan perhotelan atau hiburan lainnya.…

Jumat, 14 September 2018 08:46

Pandangan Geologi dalam Potensi Wisata Alam Samarinda

OLEH: FAJAR ALAM(Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Timur) BUMI, sebagaimana…

Senin, 10 September 2018 09:02

Menggoyang Pemerintah dari Kantin Rektorat

Catatan: Faroq Zamzami (*) DI kampus, kantin tak sebatas menjadi destinasi isi perut. Bercanda. Bercengkerama…

Senin, 03 September 2018 09:04

Ditanya Penataan Sungai Karang Mumus, Ini Jawaban Sekkot Samarinda

BERBAGAI tudingan ketidaksiapan Pemkot Samarinda terhadap penanggulangan banjir mendapat tanggapan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .