MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 07 Februari 2018 09:18
Penjara Kaltim Paling Rawan
Agus Saryono

PROKAL.CO, SUDAH berbadan dua, desak-desakkan pula. Kondisi itulah mesti dihadapi warga binaan yang hamil saat menjalani masa hukuman di rutan maupun lapas di Kaltim. Penghuninya tumpang tindih. Bahkan, membuat provinsi ini mencapai level kerawanan tertinggi nasional.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kaltim Agus Saryono mengungkapkan kondisi pelik yang dihadapi satuan kerjanya. Termasuk pusingnya mengurus kebutuhan kesehatan warga binaan di pengasingan. Berikut petikan wawancaranya, Selasa (6/2).

Bagaimana rutan atau lapas memperlakukan warga binaan yang sedang hamil selama ini?

Narapidana atau tahanan hamil tak bisa dilarang. Kalau sakit masih bisa ditolak. Stroke, misalnya. Namun, perlakuan tak bisa dibedakan. Tinggal dari segi kemanusiaan saja. Karena ada perempuan di LP hamil, mau enggak mau penghuni lain juga kasihan. Tapi kadang ada saja yang mengganggu, misal ada yang merokok dalam satu ruangan. Mau dilarang tapi kondisi terbatas juga.

Tak ada perlakuan khusus sama sekali?

Kalau melahirkan, ada alternatif mengingat dia menyusui, boleh membawa anak sampai usia 2 tahun. Lewat dari itu harus diserahkan. Tapi, kalau memang belum 2 tahun ada keluarga mau merawat, lebih bagus lagi.

Bagaimana penanganan terhadap warga binaan yang hamil saat menjalani masa hukuman?

Penanganan terbatas. Enggak ada bidan. Kalau mau melahirkan dan memiliki keluarga yang mampu, bersalin ke rumah sakit kami izinkan. Tapi kalau tidak mampu, kami punya kewajiban memfasilitasi. Misalnya enggak punya uang, enggak ada keluarga, harus kita tanggung dengan anggaran yang ada.

Alokasinya ada, tapi tentu, misalnya (operasi) cesar, kita enggak mampu juga. Karena kita pakai BPJS (Kesehatan).

Bagaimana nasib bayi yang dibawa tahanan/narapidana setelah melahirkan?

Kami harus menanggung. Tak punya susu, itu jadi kewajiban kami. Jika narapidana orang tak mampu, keluarga tak jelas, kami bertanggung jawab menyediakan makan. Susunya enggak ada, kami sediakan.

Kondisinya penjara-penjara di Kaltim saat ini kelebihan kapasitas…

Ya, mudahan dengan RUU KUHP yang baru ini bisa menekan persoalan tersebut.  Kalau seperti sekarang ini, lapas di mana pun akan penuh. Ya, kalau dia hanya mencuri singkong misalnya, mungkin bisa mendapat hukuman berupa kerja sosial.

Tapi RUU ini baru digodok. Tak menutup kemungkinan pada saat putusan bisa langsung jalan. Itu lebih bagus lagi. Sama seperti peradilan anak yang perlu kembali ke orangtua. Tak harus masuk penjara. Kasihan. Sekolah putus, stigma masyarakat, belum lagi ada catatan kriminal.

Bagaimana perlakuan hukum terhadap anak selama ini?

Mengenai anak, berlaku sistem Peradilan Pidana Anak dalam UU 11/2012. Seharusnya anak seminim mungkin dipidana. Kembali ke orangtua. Diversi restorative justice. Tapi ini belum terlaksana sepenuhnya. (Tahanan/narapidana) anak sudah 120-an di Kaltim.

Sampai di mana pembangunan penjara khusus anak di Kaltim?

Di Kutai Kartanegara tahun ini ada pembangunan walau tak banyak anggarannya. Untuk membangun lapas baru dengan kapasitas hunian 200 itu enggak cukup Rp 150 miliar. Ini cuma turun Rp 10 miliar. Untung saja tanahnya sudah dari pemkab.

Kendalanya, (tahanan/narapidana) perempuan saja sudah 700. Warga binaan perempuan 700 itu kalau di Jawa sudah memakan tiga LP. (Lahan) di Tenggarong yang diserahkan ke kita hanya kebagian sedikit. Apa boleh buat. Kita harus memaksimalkan dan mengoptimalkan karena sangat mendesak.

Seberapa mendesak?

Kalau Anda masuk LP Samarinda, kondisinya sudah seperti ikan asin. Satu blok diisi 70 orang. Atas bawah jadi tempat tidur. Kalau pagi ingin buang air kecil, warga binaan mesti melewati kepala teman-temannya. Perempuan juga kalau berhalangan, membutuhkan air yang sangat banyak. Itu kendala juga. Belum lagi jika ada yang hamil.

Lalu…

Intinya kalau perempuan, LP perempuan klas II A Samarinda itu sudah ada. Harusnya di Samarinda, tapi karena lahan enggak ada, sementara di Kukar, menempati sedikit lahan eks RSUD Parikesit. Namun, sekarang mereka masih tersebar di lapas/rutan di Kaltim. Nantinya, yang hukuman sudah diputus, kami tarik ke Kukar. Tak perlu semua, cukup separuh atau 300-an orang. Selebihnya masih di lapas rutan tapi dengan status tahanan.

Kendalanya itu, kalau ada yang hamil repot. Ada yang asma, enggak boleh kena asap rokok, itu saja kita sudah pusing. Kalau ada poliklinik yang memenuhi syarat sudah enak. Kalau enggak kan repot juga.

Bagaimana dengan tenaga medisnya?

Di Kaltim sekarang memiliki tiga dokter. Di formasi terbaru kami dapat satu untuk ditempatkan di Tenggarong. Di (Rutan) Samarinda satu. Juga satu dokter menangani Lapas Narkotika dan Lapas Samarinda. Cuma, ya, memang kurang. Perawat harusnya ada empat S-1, tapi yang memenuhi syarat hanya dua. Tapi kami dapat banyak dari D-3.

Angka ideal perawat di setiap UPT?

Setiap klinik di lapas/rutan harusnya ada empat perawat. Tapi kalau darurat, tiga pun boleh, yang penting ada.

Bagaimana dengan tenaga sipir?

Sementara ini secara rasio belum ideal. Idealnya 1:25. Tapi sekarang sudah lumayan. Contoh, satu lapas/rutan pegawai sebelumnya sekitar 50-60. Namun kami mendapat tambahan 40 sampai 50 (sipir).

Keadaan itu diperburuk kondisi lapas/rutan yang kelebihan kapasitas…

Malah sudah overcrowded. Sudah tumpang tindih. Hampir semua kondisi di Indonesia begitu. Yang unik di Kaltim, dari 11 lapas/rutan yang ada, sekarang sudah mencapai 10 ribu. Jumlah tersebut hanya terpaut sekitar 750 dibanding Jawa Tengah yang memiliki 44 lapas. Bayangkan.

Di Kaltim ini, Rutan Samarinda penghuninya 1.400, Lapas Narkotika 1.400, Tenggarong juga 1.400, Balikpapan 1000-an. Tarakan ngeri lagi. Kapasitasnya 150, diisi 1000-an. Sudah 600 persen.

Bagaimana posisi secara nasional?

Di Kaltim bukan (kelebihan kapasitas) terbesar di Indonesia. Tapi tingkat kerawanannya termasuk nomor 1. Dengan tingkat kerawanan seperti itu, ada kemungkinan terjadi insiden seperti di Riau.

Apa langkah pencegahan yang diambil?

Jadi (UPT) jangan ambil kebijakan yang meresahkan warga binaan. Ambil pendekatan secara kultural, bukan struktural.  Tarakan sangat kita khawatirkan. Jika terjadi kerusuhan di Aceh, Riau, masih enak karena bisa dilarikan ke daerah terdekat. Lha, Tarakan ke mana? Pulau kecil. Hanya bisa ke Nunukan. Bulungan belum ada.

Langkah konkret lainnya?

Kami melakukan perluasan di Balikpapan, menambah 100 kapasitas. Tarakan juga ada pembangunan Rp 4 miliar lebih yang selesai tahun ini. Lumayan, nambah 200. Bontang Rp 2,4 miliar membangun poliklinik yang bagus. Peralatan juga bagus. Tapi, dokter tidak ada. Makanya kami harapkan ada kerja sama dengan IDI untuk bisa kirim dokter setidaknya seminggu sekali. (tim kp)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 09:30

Tumbuh walau Lambat

SAMARINDA - Di tengah kelesuan ekonomi akibat harga komoditas batu bara yang anjlok dalam empat tahun…

Senin, 19 Februari 2018 09:29

Inovasi Adalah Kunci

SAMARINDA – Kelesuan ekonomi akibat harga batu bara yang anjlok dalam empat tahun belakangan berdampak…

Senin, 19 Februari 2018 09:26

Keniscayaan Sebuah Transformasi

APBD defisit, mal-mal semakin sepi, dan migrasi penduduk keluar Kaltim? Begitulah pertanyaan yang sering…

Senin, 19 Februari 2018 09:21

"Jangan Sekadar Janji dan Omongan"

BERBAGAI cara ditempuh Pemprov Kaltim demi mendorong investasi sepanjang kelesuan ekonomi. Belum lama…

Jumat, 16 Februari 2018 07:10

Darah Utusan Dinasti Yuan

MASUKNYA etnis Tionghoa ke Samarinda diperkirakan turut terjadi pada masa Dinasti Yuan (1279-1294).…

Jumat, 16 Februari 2018 07:07

Nyaris Diruntuhkan Jepang

KELENTENG Thian Gie Kiong mengalami banyak renovasi sejak selesai dibangun pada 1905. Namun, bangunan…

Jumat, 16 Februari 2018 07:05

Jejak Tangan Kanan Sultan dan 100 Tahun Guang Dong

BANYAK cerita soal riwayat Lo Apu sebagai tokoh Tionghoa pada masa dulu. Dia disebut-sebut memiliki…

Jumat, 16 Februari 2018 06:59

Imlek dan Saya: It's Who I am

Oleh: Lola Devung (Maria Teodora Ping) Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman,…

Jumat, 16 Februari 2018 06:56

"Kita Satu DNA"

TAHUN Baru Imlek yang jatuh hari ini membawa sejuta harap. Pandita Hendri Suwito dari Buddhist Center…

Rabu, 14 Februari 2018 09:18

Program Bagus, Eksekusi Tak Mulus

TARGET dua juta sapi sulit tercapai hingga ujung periode kedua Gubernur Awang Faroek Ishak. Program…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .