MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 05 Februari 2018 10:05
Bayi Itu Digigit dan Ditampar
NGAKU ANAK ALERGI: Donny saat diperiksa polisi membantah menyiksa Mifzal, anak tirinya, hingga tewas.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kamar berdinding tripleks 5x4 meter di rumah, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pelabuhan, Samarinda Kota, menjadi saksi bisu kesadisan Donny (25) dan Gayatri (26). Ya, pasangan suami istri yang baru menikah, Agustus 2017 lalu, secara siri tersebut diduga menyiksa Muhammad Mifzal Pahlevi hingga tewas. Ya, saat dibawa ke rumah sakit, tubuh bayi sembilan bulan itu penuh luka, lebam, dan bolong.

Namun, kedua orangtuanya yang kini mendekam di penjara membantah telah menyiksa bayinya. Mifzal, terang pasangan tersebut, tewas karena alergi. Kemarin (4/2), Kaltim Post menemui Gayatri dan Donny di Polsek Samarinda Ilir.

Donny membantah semua tuduhan yang disematkan kepadanya. “Dia (Mifzal) alergi kulit dan susu,” elaknya. Media ini menanyakan soal luka-luka yang ditemukan di tubuh bayi yang meninggal Kamis malam (1/2) tersebut. Namun, pria yang bekerja sebagai pengantar air (galon) keliling itu mengutarakan, korban pernah jatuh dari ayunan di kamar dan dari motor.

Saat ditanya soal bayi masih berusia sembilan bulan namun bisa jatuh dari motor, Donny tak menjawab. Pemuda berkulit sawo matang itu hanya menyebut lebam di mata kiri anak tirinya karena jatuh dari ayunan. Anehnya, saat media ini mendatangi kediaman Donny, di dalam kamar tak ditemukan ayunan seperti yang dikatakannya. Pria yang sebelumnya juga sudah menikah itu menyebut, Mifzal alergi sejak umur satu bulan. “Itu bilang istri saya dan belum lama ini pernah dibawa ke klinik di Sungai Dama,” lanjutnya.

Donny mengaku pernah menampar Mifzal di depan rekan-rekan kerjanya. “Itu karena saya gemas. Tampar main-main saja,” ungkapnya. Namun, dia membantah pernah menyiksa anak tirinya. Gayatri yang ditemui terpisah juga mengaku pernah menggigit kaki Mifzal hingga terluka. Alasan Gayatri pun sama dengan Donny, gemas. “Saya gemas karena dia mulai pintar jalan,” sebutnya.

Dari keterangan tetangga korban, tangisan Mifzal kerap muncul setiap malam. Meski suaranya tak begitu nyaring, diduga, mulut bayi itu dibekap tangan. Namun, lagi-lagi Donny membantah. “Saya tidak pernah bekap, juga tidak merokok di dalam rumah. Itu karena alergi,” ucapnya berulang-ulang.

Dari penelusuran Kaltim Post, hingga usia tiga bulan, Mifzal dirawat Ulfa, ibu kandung Gayatri. Perempuan 70 tahun itu menyebut, cucunya tidak alergi. “Sebelum dia pergi dibawa ibunya (Gayatri) dari rumah, Desember 2017, kondisinya (Mifzal) sangat sehat,” ujarnya. Dia mengaku terkejut ketika melihat anak keempat dari pernikahan Gayatri dengan Hasmianur–suami sah pelaku–banyak ditemukan lebam.

Cerita Ulfa, pernikahan Gayatri dengan Donny tak diketahui keluarga. Menurut dia, anak perempuannya itu tak ada bedanya dengan ibu rumah tangga (IRT) pada umumnya.

Meski Donny dan Gayatri berkelit, polisi punya keyakinan lain. Ditegaskan Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ilir Ipda Purwanto, polisi yakin, tewasnya Mifzal karena siksaan. “Kami sudah visum luar sementara. Dipastikan karena penganiayaan,” tegas perwira balok satu itu. Disinggung soal bantahan pelaku, Purwanto menyampaikan, setiap pelaku tentu membela diri. “Tunggu pemeriksaannya selesai,” pungkasnya. (*/dra/iza/k8)

 


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 10:10

Pematangan Lahan Jadi Modus

LEBIH dari separuh wilayah Kota Tepian sudah berubah menjadi area pertambangan. Bisnis perumahan jadi…

Kamis, 22 Februari 2018 10:10

PARAH INI..!! Ada Batu Baranya, Kuburan Dikeruk Oknum Polisi

SAMARINDA – Aktivitas penambangan batu bara secara sembunyi-sembunyi alias ilegal, seolah tak…

Kamis, 22 Februari 2018 10:09

MENGENAL CARA KERJA REPORTER

Puluhan murid TK Islam Ruhamaa Samarinda antusias mengunjungi redaksi Kaltim Post di Jalan Untung Suropati…

Kamis, 22 Februari 2018 10:08

Fasilitas Citra Niaga Akan Ditingkatkan

SAMARINDA – Citra Niaga telah tertinggal jauh dari pusat perbelanjaan modern. Pemkot Samarinda…

Kamis, 22 Februari 2018 10:07

Pemkot Diminta Seriusi Relokasi Warga SKM

SAMARINDA –Tertundanya relokasi warga di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) ke Handil Kopi jadi…

Rabu, 21 Februari 2018 10:37

Unsur Kelalaian Belum Ditemukan

SAMARINDA – Keberadaan pelindung tiang utama jembatan sangat diperlukan. Tujuannya agar kapal-kapal…

Rabu, 21 Februari 2018 10:36

WASPADA..!! Jalan AW Sjahranie Rawan Kriminal

SAMARINDA - Kriminalitas di ibu kota Kaltim bisa dibilang memprihatinkan. Terutama di ruas Jalan AW…

Rabu, 21 Februari 2018 10:36

Lima Tempat Dilarang Pasang Algaka

SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda kembali menggelar rapat koordinasi dengan Polresta,…

Rabu, 21 Februari 2018 10:35

Manusia Harus Sadar, Hutan Itu Penting

Proses hukum atas kematian orangutan di Taman Nasional Kutai (TNK) telah berjalan setengah bulan. Empat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:24

Hari Ini, DLH Panggil Indomaret

SAMARINDA –Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda dibuat geram oleh pemilik Indomaret di Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .