MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 05 Februari 2018 10:05
Bayi Itu Digigit dan Ditampar
NGAKU ANAK ALERGI: Donny saat diperiksa polisi membantah menyiksa Mifzal, anak tirinya, hingga tewas.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kamar berdinding tripleks 5x4 meter di rumah, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pelabuhan, Samarinda Kota, menjadi saksi bisu kesadisan Donny (25) dan Gayatri (26). Ya, pasangan suami istri yang baru menikah, Agustus 2017 lalu, secara siri tersebut diduga menyiksa Muhammad Mifzal Pahlevi hingga tewas. Ya, saat dibawa ke rumah sakit, tubuh bayi sembilan bulan itu penuh luka, lebam, dan bolong.

Namun, kedua orangtuanya yang kini mendekam di penjara membantah telah menyiksa bayinya. Mifzal, terang pasangan tersebut, tewas karena alergi. Kemarin (4/2), Kaltim Post menemui Gayatri dan Donny di Polsek Samarinda Ilir.

Donny membantah semua tuduhan yang disematkan kepadanya. “Dia (Mifzal) alergi kulit dan susu,” elaknya. Media ini menanyakan soal luka-luka yang ditemukan di tubuh bayi yang meninggal Kamis malam (1/2) tersebut. Namun, pria yang bekerja sebagai pengantar air (galon) keliling itu mengutarakan, korban pernah jatuh dari ayunan di kamar dan dari motor.

Saat ditanya soal bayi masih berusia sembilan bulan namun bisa jatuh dari motor, Donny tak menjawab. Pemuda berkulit sawo matang itu hanya menyebut lebam di mata kiri anak tirinya karena jatuh dari ayunan. Anehnya, saat media ini mendatangi kediaman Donny, di dalam kamar tak ditemukan ayunan seperti yang dikatakannya. Pria yang sebelumnya juga sudah menikah itu menyebut, Mifzal alergi sejak umur satu bulan. “Itu bilang istri saya dan belum lama ini pernah dibawa ke klinik di Sungai Dama,” lanjutnya.

Donny mengaku pernah menampar Mifzal di depan rekan-rekan kerjanya. “Itu karena saya gemas. Tampar main-main saja,” ungkapnya. Namun, dia membantah pernah menyiksa anak tirinya. Gayatri yang ditemui terpisah juga mengaku pernah menggigit kaki Mifzal hingga terluka. Alasan Gayatri pun sama dengan Donny, gemas. “Saya gemas karena dia mulai pintar jalan,” sebutnya.

Dari keterangan tetangga korban, tangisan Mifzal kerap muncul setiap malam. Meski suaranya tak begitu nyaring, diduga, mulut bayi itu dibekap tangan. Namun, lagi-lagi Donny membantah. “Saya tidak pernah bekap, juga tidak merokok di dalam rumah. Itu karena alergi,” ucapnya berulang-ulang.

Dari penelusuran Kaltim Post, hingga usia tiga bulan, Mifzal dirawat Ulfa, ibu kandung Gayatri. Perempuan 70 tahun itu menyebut, cucunya tidak alergi. “Sebelum dia pergi dibawa ibunya (Gayatri) dari rumah, Desember 2017, kondisinya (Mifzal) sangat sehat,” ujarnya. Dia mengaku terkejut ketika melihat anak keempat dari pernikahan Gayatri dengan Hasmianur–suami sah pelaku–banyak ditemukan lebam.

Cerita Ulfa, pernikahan Gayatri dengan Donny tak diketahui keluarga. Menurut dia, anak perempuannya itu tak ada bedanya dengan ibu rumah tangga (IRT) pada umumnya.

Meski Donny dan Gayatri berkelit, polisi punya keyakinan lain. Ditegaskan Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ilir Ipda Purwanto, polisi yakin, tewasnya Mifzal karena siksaan. “Kami sudah visum luar sementara. Dipastikan karena penganiayaan,” tegas perwira balok satu itu. Disinggung soal bantahan pelaku, Purwanto menyampaikan, setiap pelaku tentu membela diri. “Tunggu pemeriksaannya selesai,” pungkasnya. (*/dra/iza/k8)

 


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 10:05

Sekkot Bakal Panggil Dewan Pengawas PDAM

SAMARINDA – Surat rekomendasi terhadap hasil evaluasi terhadap kinerja direksi PDAM Tirta Kencana…

Minggu, 20 Mei 2018 10:04

Sirkuit Dadakan di Dekat Perumahan Elite

SALAT sunah Tarawih belum usai, motor-motor sekumpulan anak muda sudah berjejer di jalan selebar sekitar…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:12

Gakkum LHK Mulai Petakan Daerah Rawan

SAMARINDA – Taman hutan raya (Tahura) kini benar-benar dalam pengawasan. Bukan hanya institusi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:12

Guru yang Mesum dengan Siswinya Itu Serahkan Duit Rp 20 Juta di Dalam Mobil

SAMARINDA - Kasus yang menimpa Sukiman, oknum guru yang tersandung kasus cabul akhirnya dilaporkan kepada…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:11

Pembunuh Mahasiswi Dituntut 15 Tahun

Kasus pembunuhan terhadap mahasiswi Debby Auliani pada 28 Oktober 2017 silam memasuki babak baru. Jaksa…

Jumat, 18 Mei 2018 10:24

Dalang Tambang Tahura Belum Terungkap

SAMARINDA - Perjalanan panjang dari markas Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum…

Jumat, 18 Mei 2018 10:20

Staf Unmul Klaim Bukan “Pengantin”

SAMARINDA – Penyerangan kelompok teroris tak bisa diketahui kapan waktunya, di mana lokasi atau…

Jumat, 18 Mei 2018 10:20

Membara di Hari Pertama Ramadan

SAMARINDA - Waktu berbuka puasa tiba, tak dinyana, warga di Jalan Juanda, RT 59, Kelurahan Sidodadi,…

Jumat, 18 Mei 2018 10:19
Soal Deklarasi Kota Tepian Bebas Anjal-Gepeng

Dewan Minta Samarinda Steril Dulu

SAMARINDA – Memasuki Ramadan, Dinas Sosial (Dissos) Samarinda berencana melakukan deklarasi Samarinda…

Kamis, 17 Mei 2018 11:44

CSR BPJS Ketenagakerjaan Sambut Ramadan, Bagi 300 Paket Sembako

SAMARINDA - Menyambut bulan suci Ramadan 1439 H, BPJS Ketenagakerjaan membagikan sembako kepada masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .