MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 05 Februari 2018 10:05
Bayi Itu Digigit dan Ditampar
NGAKU ANAK ALERGI: Donny saat diperiksa polisi membantah menyiksa Mifzal, anak tirinya, hingga tewas.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kamar berdinding tripleks 5x4 meter di rumah, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pelabuhan, Samarinda Kota, menjadi saksi bisu kesadisan Donny (25) dan Gayatri (26). Ya, pasangan suami istri yang baru menikah, Agustus 2017 lalu, secara siri tersebut diduga menyiksa Muhammad Mifzal Pahlevi hingga tewas. Ya, saat dibawa ke rumah sakit, tubuh bayi sembilan bulan itu penuh luka, lebam, dan bolong.

Namun, kedua orangtuanya yang kini mendekam di penjara membantah telah menyiksa bayinya. Mifzal, terang pasangan tersebut, tewas karena alergi. Kemarin (4/2), Kaltim Post menemui Gayatri dan Donny di Polsek Samarinda Ilir.

Donny membantah semua tuduhan yang disematkan kepadanya. “Dia (Mifzal) alergi kulit dan susu,” elaknya. Media ini menanyakan soal luka-luka yang ditemukan di tubuh bayi yang meninggal Kamis malam (1/2) tersebut. Namun, pria yang bekerja sebagai pengantar air (galon) keliling itu mengutarakan, korban pernah jatuh dari ayunan di kamar dan dari motor.

Saat ditanya soal bayi masih berusia sembilan bulan namun bisa jatuh dari motor, Donny tak menjawab. Pemuda berkulit sawo matang itu hanya menyebut lebam di mata kiri anak tirinya karena jatuh dari ayunan. Anehnya, saat media ini mendatangi kediaman Donny, di dalam kamar tak ditemukan ayunan seperti yang dikatakannya. Pria yang sebelumnya juga sudah menikah itu menyebut, Mifzal alergi sejak umur satu bulan. “Itu bilang istri saya dan belum lama ini pernah dibawa ke klinik di Sungai Dama,” lanjutnya.

Donny mengaku pernah menampar Mifzal di depan rekan-rekan kerjanya. “Itu karena saya gemas. Tampar main-main saja,” ungkapnya. Namun, dia membantah pernah menyiksa anak tirinya. Gayatri yang ditemui terpisah juga mengaku pernah menggigit kaki Mifzal hingga terluka. Alasan Gayatri pun sama dengan Donny, gemas. “Saya gemas karena dia mulai pintar jalan,” sebutnya.

Dari keterangan tetangga korban, tangisan Mifzal kerap muncul setiap malam. Meski suaranya tak begitu nyaring, diduga, mulut bayi itu dibekap tangan. Namun, lagi-lagi Donny membantah. “Saya tidak pernah bekap, juga tidak merokok di dalam rumah. Itu karena alergi,” ucapnya berulang-ulang.

Dari penelusuran Kaltim Post, hingga usia tiga bulan, Mifzal dirawat Ulfa, ibu kandung Gayatri. Perempuan 70 tahun itu menyebut, cucunya tidak alergi. “Sebelum dia pergi dibawa ibunya (Gayatri) dari rumah, Desember 2017, kondisinya (Mifzal) sangat sehat,” ujarnya. Dia mengaku terkejut ketika melihat anak keempat dari pernikahan Gayatri dengan Hasmianur–suami sah pelaku–banyak ditemukan lebam.

Cerita Ulfa, pernikahan Gayatri dengan Donny tak diketahui keluarga. Menurut dia, anak perempuannya itu tak ada bedanya dengan ibu rumah tangga (IRT) pada umumnya.

Meski Donny dan Gayatri berkelit, polisi punya keyakinan lain. Ditegaskan Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ilir Ipda Purwanto, polisi yakin, tewasnya Mifzal karena siksaan. “Kami sudah visum luar sementara. Dipastikan karena penganiayaan,” tegas perwira balok satu itu. Disinggung soal bantahan pelaku, Purwanto menyampaikan, setiap pelaku tentu membela diri. “Tunggu pemeriksaannya selesai,” pungkasnya. (*/dra/iza/k8)

 


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 21:48

Mahasiswa Nyerocos dan Mengejek, Wagub Sempat Berang

SAMARINDA  - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi merasa berang terhadap…

Senin, 10 Desember 2018 13:40

HANTU KACAK BERAKSI..!! Korban Lapor Polisi, Pelaku Pura-Pura Gila?

SAMARINDA - Jajaran kepolisian dari Polsek Samarinda Ilir mengamankan seorang…

Senin, 10 Desember 2018 07:59

Smart City Dimulai 2019

SAMARINDA – Konsep Smart Cityterus digaungkan Pemkot Samarinda dua tahun…

Senin, 10 Desember 2018 07:36

DPRD Minta Transparan

SAMARINDA - Sejumlah instansi pemerintah pusat maupun daerah sudah mengumumkan…

Senin, 10 Desember 2018 07:36

Harga TBS Anjlok, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah

SAMARINDA - Lemahnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit…

Minggu, 09 Desember 2018 23:16

Dua Pasar di Samarinda Dapat Penghargaan

Pasar Baqa dan Pasar Lok Bahu Raih Penghargaan dari Kemendag Samarinda-…

Minggu, 09 Desember 2018 23:14

Asisten Bagasi Berikan Layanan Khusus

SAMARINDA - Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, telah…

Minggu, 09 Desember 2018 23:09

Tingkatkan Kapasitas Anggota, IPDP Kaltim Kota Samarinda Gelar Seminar Hipnoterapi dan Jurnalistik

SAMARINDA - IPDP Kaltim kota Samarinda menggelar seminar hipnoterapi dan…

Minggu, 09 Desember 2018 07:50

Rem Blong, Truk Remuk

SAMARINDA – Jalan Sultan Sulaiman yang merupakan jalur poros menuju…

Minggu, 09 Desember 2018 07:48

Dewan Tak Setuju Pertamini Ditertibkan

SAMARINDA – Kebenaran adanya payung hukum yang mengatur keberadaan penjual…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .