MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 01 Februari 2018 09:07
Neneng Khotijah, Hampir Dua Tahun Tinggal dengan Mayat Suami dan Anak
Percaya Reinkarnasi, Tiap Hari Jasad Dilap
PENEMUAN JENAZAH : Sejumlah warga berkumpul melihat kediaman Neneng di Gang Nusa Indah VI, Kota Cimahi, Jabar. Kemarin.(ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES)

PROKAL.CO, Kepercayaan kepada reinkarnasi menggelapkan mata Neneng Khotijah dan keluarganya. Mereka pun rela berbagi ruang di rumah dengan jasad suami dan anaknya yang sudah dua tahun meninggal dunia.

NUR AZIZ, Melong-Cimahi Selatan

BANYAK warga di Gang Nusa Indah VI, RT 07/RW 17 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, tidak menyangka, Hera Sri Herawati akan mengalami kondisi yang tidak biasa.

Guru Taman Kanak-Kanak (TK) berusia 50 tahun itu setelah meninggal dunia tidak dikuburkan. Dan tak ada warga yang tahu.

Begitu juga dengan ayahnya, Nanung Sobana (84). Warga tidak mengetahui jika pria yang sehari-hari bekerja di bengkel bubut itu juga akan mengalami kondisi yang sama dengan anaknya.

”Terakhir saya ketemu Pak Nanung saat ada acara di rumah saudara saya. Kira-kira satu tahun yang lalu,” ujar Maswah (45), salah seorang tetangga Neneng (76). Neneng adalah istri Nanung dan ibu dari Hera. Dia yang menyimpan mayat suami dan anaknya hingga menjadi kerangka di rumahnya, Gang Nusa Indah Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, itu.

Rata-rata warga memang tidak menyangka, keduanya sudah meninggal dalam kondisi tak wajar. Terlebih, warga mengetahui jika keluarga tersebut ramah pada hampir semua orang. Keramahan itu, seingat Maswah, terjadi setahun lalu dan berubah menjadi sangat tertutup. Itu tak lama setelah Nanung menghilang. 

”Saat berpapasan, saya nanyain Pak Nanung ke Bu Neneng. Dia menjawab kalau suaminya dibawa saudaranya ke Serang, Banten,” ujarnya.

Tari Lestari (50), salah seorang warga setempat menuturkan, Neneng dan keluarganya tinggal di rumah tersebut sejak sekitar 20 tahun silam. Neneng dulunya merupakan guru TK yang sangat aktif bergaul dengan tetangga. Namun, setelah itu, gelagat keluarga tersebut, termasuk Neneng dan ketiga anaknya tampak aneh. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir ini, Neneng semakin menutup diri dari warga setempat.

Kecurigaan warga semakin menjadi tatkala bau bangkai tercium dari dalam rumah Neneng. Tapi, Neneng selalu mengelak bahwa bau itu merupakan bangkai tikus. ”Kadang hilang baunya, besoknya ada lagi. Warga sering lihat Bu Neneng membawa bungkusan plastik. Katanya bangkai tikus. Sering kaya gitu,” ucap Tari.

Alangkah terkejutnya warga, ketika tahu selama ini Nanung tidak pernah pergi ke Serang, tapi sudah jadi tulang-belulang bersama anaknya, Hera.

Itu diketahui setelah petugas Puskesmas Melong Zacki Rahman datang ke rumah itu. Zacki mendapat tugas dari Diskes Kota Cimahi untuk mendata warga-warga lanjut usia di kota tersebut. Maka, ketika Neneng bersikeras tak mau didata, Zacki merasa curiga. ”Ya, kan aneh, umumnya warga ingin periksa kesehatan di rumah, gratis pula. Namun, Bu Neneng tidak mau. Saya curiga,” tuturnya.

Didorong menjalankan tugas, Zacki tak patah arang. Selang sejam berada di depan rumah terus berusaha membujuk. Dan berhasil. Itu pun setelah mendatangkan dokter Puskesmas, ketua RT hingga RW setempat agar bisa masuk. Zacki mengatakan, upaya tersebut akhirnya berhasil membujuk Neneng untuk mau keluar dari rumah. Lalu, dirinya bersama ketua RT dan RW masuk ke dalam rumah untuk mencari tahu alasan mereka dilarang masuk.

”Saat kami masuk, kami kaget. Adanya tulang belulang dengan posisi terlentang yang ditutupi sehelai kain sarung,” katanya sambil menambahkan, di rumah tersebut selain ada dua jasad mayat juga ada dua anaknya yang lain.

Menyikapi kondisi itu, Kapolsek Cimahi Selatan AKP Sutarman masih terus menggali keterangan. Berdasarkan keterangan Neneng, beberapa tahun sebelumnya atau sekitar tahun 2015, dia dan anaknya Hera melakukan salat tahajud selama 40 malam tanpa terputus. Dan setelah itu, kata Sutarman, Hera mendapat petunjuk berupa bisikan gaib.

”Dari bisikan itu, Hera meminta kepada kedua orangtuanya agar jika dirinya meninggal, mayatnya tidak dikuburkan. Dari bisikan itu, dia menyimpulkan, dia akan hidup kembali untuk menjalankan kehidupan kedua (reinkarnasi, Red),” terang Sutarman di Mapolsek Cimahi Selatan kemarin (31/1).

Beberapa bulan setelah itu atau pada Januari 2016, lanjut Sutarman, Hera meninggal. Karena Hera sudah berwasiat untuk tidak dikuburkan, Neneng bersama suaminya, Nanung, membiarkan anaknya tersebut tetap disemayamkan di rumahnya. ”Jasad

Hera dibiarkan tetap terkujur di atas ranjang dengan harapan akan hidup kembali,” imbuhnya. Setelah hampir setahun menunggu, Nanung putus harapan. Anaknya yang paling dia sayangi tak kunjung hidup. Nanung pun memutuskan untuk menyusul anaknya dan kelak bersama akan kembali untuk menjalani kehidupan kedua.

”Tak lama dari itu, Nanung meninggal dalam keadaan duduk di depan jasad Hera,” paparnya. Dari mengumpulkan keterangan, kata Sutarman, Neneng akhirnya memutuskan untuk tidak menguburkan jasad suaminya seperti jasad Hera. Bahkan, Neneng tetap mengurus kedua jasad tersebut di dalam rumahnya.

”Tiap hari Neneng membersihkan dua jasad tersebut dengan cara mengelapnya. Tiga hari sekali selimut yang menutupi kedua jasad tersebut selalu diganti dengan yang bersih,” bebernya. Sutarman menambahkan, dari rumah tersebut, pihaknya mengamankan barang bukti satu baki sesaji dengan dua keris yang satu diberi sarung kain putih, jam tangan, rokok tembakau, rokok daun kawung, rokok filter lima batang, dan batu akik serta tasbih.

Diketahui, ternyata barang-barang tersebut adalah barang yang sering digunakan anak pertama Neneng, bernama Deni untuk latihan kebatinan. ”Latihannya di rumah itu. Rutin sebelum Hera meninggal. Menurut Neneng, keris tersebut merupakan pusaka dari mertuanya,” urainya.

Terkait perkembangan penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, Sutarman menuturkan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan warga masyarakat setempat termasuk orang yang pertama menemukan. Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah melakukan memeriksa terhadap saksi korban dan saudaranya bernama Lili. Lili diketahui merupakan ipar dari Neneng. Dia tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.

”Sebenarnya Lili beserta istrinya mengetahui (adanya jasad Nanung dan Hera), tapi mereka tidak berani memberitahukan kepada warga. Tapi, tidak ada ancaman,” tuturnya. Dari keterangan para saksi, semua mengatakan hal yang sama bahwa kematian Hera dan Nanung wajar bukan karena tindak kekerasan.

”Perkembangan terakhir anak Bu Neneng yang bernama Deni dan Erna, keduanya sedang ditangani di RSJ untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan,” jelasnya. Namun, khusus untuk Neneng, dirawat terpisah, yaitu di RS Dustira. Alasannya, RSJ enggan menerima karena kamar sudah penuh.

”Apabila hasil dari dokter kejiwaan mereka normal, akan dilakukan pemeriksaan, tapi jika mengalami sakit, memang polisi akan menghadapi kesulitan. Sebab, tidak memenuhi unsur-unsur yuridis dari pemeriksaan,” terangnya. (ziz/rie/jpnn/far/k11)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 10:41

ALHAMDULILLAH..!! Proyek Jalan Menuju Jembatan Pulau Balang Boleh Dilanjutkan

SETELAH mencapai kesepakatan dengan pemilik lahan, Panitia Pengadaan Lahan Pulau…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:09

Kinerja Industri Non-migas Membaik

SAMARINDA  -   Kinerja industri pengolahan non-migas mulai menunjukkan perbaikan.…

Jumat, 14 Desember 2018 22:17

Pendirian Pabrik Semen di Kutai Timur Berlanjut

SAMARINDA - Tidak lama lagi, pabrik semen yang pertama di…

Jumat, 14 Desember 2018 22:14

Gubernur Tanya Isu Sawit ke Dubes Belgia, Begini Jawabannya...

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor melakukan pertemuan dengan Dubes…

Jumat, 14 Desember 2018 09:57

Bos Bank Indonesia Bilang, Harga Tiket Pesawat 2,1 Juta Masih Wajar

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor rapat bersama dengan Tim…

Jumat, 14 Desember 2018 08:25

Pahala yang Sia-Sia

CATATAN: BAMBANG ISWANTO (Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda) URUSAN…

Jumat, 14 Desember 2018 07:41

Banyak Pemdes Ngutang di Toko Bangunan, Sisa ADD Dipertanyakan

PENAJAM – Puluhan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mendatangi kantor…

Jumat, 14 Desember 2018 07:37

NGANGGUR DAH..!! Kontrak Ribuan Honorer Bakal Dihapus

PENAJAM – Keberadaan tenaga harian lepas (THL) atau tenaga honorer…

Kamis, 13 Desember 2018 22:01

CATAT NIH..!! Selama Dua Tahun, Tak Ada Proyek Besar di Kaltim

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor mengungkapkan periode tahun 2019…

Kamis, 13 Desember 2018 11:27
Kemelut Seleksi Komisioner KPU Kaltim

5 Pansel Komisioner KPU Kaltim Diminta Keterangan Lebih 5 Jam

SAMARINDA – Kerja panitia seleksi (pansel) komisioner KPU Kaltim periode…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .